Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Muassis Langitan

Biografi Singkat Pendiri Pondok Pesantren Langitan

Sejarah & perkembangan Langitan

Sejarah Pondok Pesantren Langitan

Pendaftaran Santri Baru

Syarat Pendaftaran Santri Baru

Menyikapi Asal Mula Valentine’s Day

Hari kasih sayang atau yang biasa disebut Valentine’s day  nampaknya sudah menjadi bagian hidup remaja modern. 14 Februari sebagai hari Valentine’s day dianggap hari yang sakral untuk mengungkapkan rasa kasih sayang sepenuh hati kepada orang orang yang dicintai. Sebagai ungkapan kasih sayang itu, berbagai atribut yang bergambar hati dari gantungan kunci, kado, kartu ucapan hingga kue kue marak dipasaran. Kenyataannya valentine day ini tak lebih dari hari pelacuran yang terselubung. Muda-mudi yang telah keranjingan cinta saling mengungkapkan cinta, bermesraan dan suka cita di tempat romantis yang mereka siapkan. Di hari itulah sang gadis rela menyerahkan tanda cinta termasuk keperawanannya demi kasih sayang  yang langgeng. Banyak remaja putri di luar dunia pesantren yang mengakui, ia ingin keperawanaannya dinikmati pacarnya dihari valentine. Nau’udzubillahi min syarri dzalik. Valentine day sudah menyimpang dari makna kasih sayang namun sudah menjadi sebuah penyesatan bagi remaja modern. Seolah kasih sayang hanya tertumpah pada satu hari dan hari-hari berikutnya boleh berbuat semau gue. Apalagi dengan memperhatiakan cara-cara remaja merayakannya sungguh jauh dari nilai kemanusiaan. Menelusuri asal mula Valentine’s day ini, umat Islam kembali terkecoh. Ternyata Valentine’s day bukan sekedar hari buat senang-senga anak muda saja, melainkan sebuah perayaan yang datang dari agama Nasrani. Valentine’s day merupakan sebuah perayaan untuk menghormati sang tokoh St Valentinus. Valentinus adalah seorang martyl (istilah dalam Islam berarti syuhada’) yang penghormatannya dalam menyebarkan agama Nasrani atau Kristiani diberi gelar Saint atau Sonto atau Santa, yang berarti orang suci. Santo Valentinus sangat peduli pada orang miskin dan menderita. Itulah yang menyebabkan mendapat simpati dari orang miskin. Ajaran kasih sayangnya membuat orang orang romawi berbodong-bondong minta dibabtis. Pada tanggal 14 februari 270M, St. Valentinus dipenggal... read more

Fiqih Toleransi [Etika Bergaul dengan Non Muslim]

[Majalahlangitan.com] Hitam dan putih adalah dua komponen yang akan selalu ada dalam kehidupan ini. Selaras dengan perintah amar ma’ruf nahi munkar yang akan selalu relevan untuk diamalkan. Dan kehidupan yang begitu majemuk menuntut kita untuk pandai-pandai menata strategi, bagaimana kita bisa bergaul dengan sesama yang tidak hanya berbeda suku dan budaya, bahkan agama. Juga karena kita ini hidup dalam negara yang menjunjung tinggi akan HAM (Hak Asasi Manusia). Oleh karenanya peru sangat kita untuk memperhatikan bagaimana etika toleransi yang akhir-akhir ini menjadi dilema.   Etika bergaul dengan non muslim Islam adalah agama yang indah, sebagai rahmatan lil’alamiin. Namun indahnya Islam bukan berarti Islam tidak memiliki jati diri ketika Islam sendiri dilecehkan. Sebab Rasulullah yang begitu santun perangainya saja mencontohkan bahwa kita harus tetap asyiddaa’u ‘alal kuffar, bersikap tegas pada non muslim manakala mereka menghina dan merendahkan martabat Islam. Dari esensi di atas, setidaknya tiga pengelompokan etika bergaul dengan non mulim: Jika dalam bergaul dengan non muslim ada perasaan ridha akan kekufurannya, maka hukumnya haram. Sebab membenarkan pada kekufuran itu sama saja kufur. Bergaul, tidak ada unsur keridloan pada kekufurannya, sebatas hubungan duniawi, semisal relasi kerja, maka tidak dilarang. Bahkan dianjurkan kita untuk bergaul dengan mereka, jika memang ada keyakinan bahwa kita bisa mengajaknya untuk masuk Islam. Bersikap saling mengasihi, tolong menolong, karena memiliki hubungan kekerabatan atau yang lain, meskipun memiliki keyakinan bahwa agama mereka itu salah, maka tetap dilarang, karena sikap seperti ini memiliki peluang dimungkinkannya kita terseret dalam kekufurannya.   Bekerja pada non muslim Dewasa ini banyak kita temui di sekitar kita, orang-orang muslim bekerja kepada orang non muslim, baik yang menjadi pembantu rumah tangga ataupun sebagai karyawan... read more

Melawan Sifat Dasar Manusia dengan Qana’ah  

Taushiyah Majalah Langitan Edisi 58 (KH. Ubaidillah Faqih) Allah menciptakan bumi ini sebagai tempat tinggal bagi seluruh makhluk. Dan apa yang terkandung dalam bumi seperti makanan, minuman dan kekayaan alam lain tersediakan bagi makhluk untuk berjalan kepada Allah. Barangsiapa di antara makhluk yang memanfaatkan semua itu menurut kemaslahatannya dan sesuai dengan yang diperintahkan Allah maka itu adalah perbuatan yang terpuji. Dan barangsiapa yang memanfaatkannya melebihi apa yang dia butuhkan karena tuntutan kerakusan dan ketamakan maka dia pantas untuk dicela. Sungguh, jika kita sudah tahu akan hakikat dunia dan bagaimana seharusnya kita bersikap dengan dunia ini, maka akankah kita tetap menggerakkan nafsu ini untuk mengumpulkan harta dunia sebanyak-banyaknya dan kita jadikan harta tersebut sebagai tujuan hidup kita? Ketahuilah bahwa kecintaan kita terhadap dunia adalah salah satu penyebab yang bisa mengakibatkan hidup menjadi tidak tentram. Orang-orang yang cinta dunia akan selalu terdorong untuk memburu segala keinginannya meski harus menggunakan cara yang licik, curang, dengan berbohong, korupsi, dan sebagainya. Semua itu karena meraka tidak pernah menyadari, sesungguhnya harta hanyalah ujian. Hingga ia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya dan masih selalu ingin menambahnya lagi, ini adalah sikap dasar manusia yang sangat jauh dari rasa syukur kepada Allah Swt. Dalam surat Ali Imran ayat 14, Allah berfirman: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang... read more

Informasi Tentang Fenomena Laki-Laki Menyerupai Wanita dan Sebaliknya

Pada saat ini telah banyak dijumpai fenomena kaum laki-laki yang berpenampilan menyerupai wanita, begitu pula sebaliknya, banyak dari kalangan wanita yang suka berpenampilan layaknya kaum pria. Telah banyak dijumpai pada akhir-akhir ini, kaum lelaki yang senantiasa membersihkan setiap rambut  yang tumbuh di wajah. Mereka juga memutihkan wajah dengan menggunakan bedak, memakai gelang, cincin emas, anting, tindik, memakai jala rambut, serta berambut panjang  layaknya kaum hawa. Bahkan sebagian dari mereka ada yang mencukur alis, dan menghilangkan rambut jambang dengan alat yang biasa digunakan oleh para perias,  serta menata rambut mereka layaknya wanita dengan berbagai variasinya. Sehingga mereka tidak akan keluar dari rumah,  kecuali setelah bersusah payah merapihkan penampilan wajah. Begitu pula sebaliknya, pada saat ini banyak kaum wanita yang berpenampilan meyerupai laki-laki. Seperti halnya berambut pendek, memakai celana pendek dan juga memakai pakaian you can see. Bahkan hal yang lazimnya dilakukan oleh kaum laki-laki, juga mulai dijamah kaum hawa, seperti menjadi karyawan pabrik, mejadi wartawan lapangan sebuah media, dan juga masuk dalam ranah politik. Dan jauh-jauh hari Rasulullah telah memberikan informasi tentang hal tersebut berkenaan  tentang tanda-tanda hari kiamat. Dalam kitab Hilyah, Abu  Nu’aim meriwayatkan hadits dari Hudzaifah ra. Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda : من اقتراب الساعة تشبه الرجال بالنساء والنساء بالرجال “Di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah laki-laki menyerupai perempuan,  dan perempuan meyerupai laki-laki.” Adapun hukum bagi orang laki-laki yang menyerupai perempuan, maupun sebaliknya, kedua-duanyasama-sama dilaknat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasululah Saw :   عن ابن عباس رضيالله عنه قال لعن النبي صلى الله عليه وسلم المتخنثين من الرجال والمترجلات من النساء وقال أخرجوهم من بيوتكم قال فأخرج النبي صلى الله عليه وسلم فلانا وأخرج عمر فلانا... read more

Ubay Bin Ka’ab r.a; [Nabi Diperintah Untuk Mengajarinya Al-Qur’an]

Lahir di Madinah dengan nama lengkap Ubay bin Ka’ab bin Qais bin Ubaid. Nama kunyah-nya adalah Abu at-Thufail atau Abu Mundzir al-Anshari. Beliau adalah salah seorang sahabat Anshar dari kabilah Bani Amru bin Malik bin an-Najjar, suku Khazraj. Ahli dalam bidang al-Qur’an al-Karim, dan ikut serta dalam perang Badar dan bai’ah ‘Aqabah. Beliau adalah salah satu sahabat yang mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an langsung dari nabi Saw. hingga mendapat ilmu yang diberkahi. Beliau juga dipercaya Nabi Muhammad Saw. sebagai penulis wahyu Allah Swt. Di antara para sahabat yang juga belajar al-Qur’an darinya adalah Abdullah bin mas’ud, Anas bin Malik, Ibnu Abbas, serta kedua anaknya; Muhammad dan at-Thufail. Dan di antara tabi’in yang belajar ilmu al-Qur’an darinya adalah; Suwaid bin Ghafalah, Zir bin Hubais, Abu al-Aliyahar-Rayyahi, AbuUtsman an-Nahdi, Sulaiman bin Surad, Sahl bin Sa’ad, Abu Idris al-Haulani, Abdullah bin al-Harits bin Naufal, Abdurrahman bin Abza, Abdurrahman bin Abu Laila, Ubaid bin Umair, Utai as-Sa’di, Ibnu al-Hautakiyah, dan Said bin al-Musayyib. Sahabat Ubay adalah seseorang yang tidak tinggi dan tidak pendek, rambut dan jenggotnya berwarna putih, dan disebut oleh sayyidina Umar sebagai tokoh kaum muslimin.   Allah MenyebutNamanya Beliau termasuk orang yang beruntung karena diajarkan al-Qur’an langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Bukan itu saja, bahkan Allah Swt.-lah yang telah memerintah Nabi untuk mengajarkan al-Qur’an padanya. Nabi berkata padanya “Sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkanku untuk mengajarimu al-Qur’an”. Ubay pun bertanya “Apakah Allah Swt. menyebut namaku padamu?”. “Ya” jawab Nabi. Ubay bertanya lagi “Apa aku disebut di sisi Allah Sang Maha Pencipta?” Nabi menjawab ”Ya”. Mendengar hal itu bercucuranlah air mata Ubay karena tak kuat menahan haru dan gembira.   Paling Mengerti Al-Qur’an Ubay... read more

Memberi Semangat Pada ‘Sabar’

  [Majalahlangitan.com] Banyak sekali cara seorang yang menuju jalan Allah (saalik) untuk mendekatkan dirinya pada yang ia cintai (Allah Swt). Dan sabar adalah salah satunya. Sabar merupakan salah satu dari maqamah as-salikin (tingkatan orang yang menapaki jalan makrifat) yang diibaratkan sebagai dua hal yang saling berlawanan. Yaitu, ba’itsu ad-diin (pendorong agama –positive-) dan ba’itsu al-hawa (pendorong hawanafsu –negative-). Setiap yang berlawanan pasti ada yang menang dan kalah. Ketika ba’itsu ad-diin mengalahkan ba’itsu al-hawa, maka akan terwujudlah sebuah keadaan yang disebut dengan “sabar”.   Hanya Manusia Sabar merupakan sifat khusus yang hanya dimiliki manusia, karena hanya merekalah yang diciptakan dengan dibekali akal dan nafsu yang saling berlawanan. Sebab perlawanan itulah sifat sabar akan terwujud. Hewan hanya dibekali nafsu, seluruh gerakannya dikendalikan oleh nafsu dan syahwat. Ia tidak memiliki kekuatan untuk mengelak dan melawan keinginan nafsunya, hingga dengan kekuatan tersebut ia bisa melawan dan memunculkan sifat “sabar”. Begitu pula para malaikat, seluruh gerak dan waktunya hanya digunakan untuk mengabdi kepada Allah Swt. tanpa harus melawan nafsu.   Mendorong Sabar Telah dijelaskan bahwa sabar adalah suatu keadaan di mana ba’itsu ad-diin mengalahkan ba’itsu al-hawa. Seorang saalik yang ingin mencapai tingkatan sabar haruslah mengalahkan nafsunya, dan menguatkan ba’itsu ad-diin yang ada di dalam dirinya. Ia harus melakukan suatu langkah untuk melemahkan hawa nafsu (tadh’ifuba’itsi al-hawa), dan menguatkan pendorong agama (taqwiyatu ba’itsi ad-diin). Untuk itu ia harus melakukan taktik khusus agar bisa melemahkan hawa nafsu. Ada tiga cara bagi saalik yang ingin melemahkan nafsunya. Pertama; dengan memutus sumber kekuatan nafsu atau syahwat, yaitu makanan dan minuman. Cara seperti ini adakalanya dengan memutus dari segi kandungannya (seperti daging, telur, atau kacang-kacangan), atau pun dari segi... read more
  • Informasi dari Rasulullah Tentang Munculnya Para Pemimpin Yang Tidak Bermartabat dan Tidak Bermoral   Kiranya sudah tidak asing lagi di telinga kita banyaknya informasi dan pemberitaan tentang ulah para pemimpin dan tokoh-tokoh kita yang sudah tidak bermartabat dan tidak berakhlak mulia. Lagi-lagi tahta yang mereka dapatkan tidak lagi dianggap sebagai amanah, melainkan kebanyakan mereka justru untuk mengeruk harta dan menjaring wanita. Bahkan ada di antara mereka yang bertujuan ...
  • Ashabul Ukhdud, Para Pembuat Parit قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (4) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (5) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (6) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (7) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, Ketika mereka ...
  • Di Balik Eksplorasi Pemberdayaan Kaum Wanita Pada saat ini pemberdayaan kaum wanita memang bisa dikatakan sudah menyeluruh di segala bidang. Bahkan posisi yang lazimnya diduduki oleh kaum laki-laki, pada saat ini sudah banyak diduduki oleh kaum hawa, seperti halnya bidang industri, perdagangan, otomotif, perkantoran, pertanian, swasta, dan bidang yang lain. Seperti halnya telah banyak para wanita yang bekerja bersama-sama dengan kaum ...
  • Disiplin Menjadi Teladan Bagi Keluarga, Santri Dan Umat *Wawancara dengan Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah (Istri Almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir) Begitu tiba di komplek Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, kami selaku Tim Reportase Majalah Langitan langsung diantar oleh pengurus untuk sowan menuju kediaman almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir. Setelah menunggu Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah beberapa saat karena sedang berjamaah Dzuhur, kamipun bisa bertemu langsung kepada istri ...
  • Serpihan Dawuh Syaikhina “Empat Resep Keselamatan” “Resepe wong sing kepengen selamet, iku ono papat : (1) nek dilarani wong liyo gelem ngapuro, (2) ora gelem nglarani wong liyo, (3) ora arep-arep pewehe wong liyo lan (4) seneng peweh mareng wong liyo.” Naliko ngaji kitab Kifayatul Al-Atqiya 15 Ramadhan 2007 “Resepnya orang yang ingin selamat, itu ada empat : (1) kalau disakiti orang lain ...
  • Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim Kamis (19/12) – Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur’an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok ...
  • Dunia yang Menipu Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia Muhammad saw Wa badu : Allah berfirman: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amal mereka, sedang mereka ada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya) (Al-Anbiya: 1) Orang yang memperhatikan keadaan manusia pada zaman sekarang ini akan dapat ...
  • “Kenangan” sistem Khilafah Rajab memberikan kesempatan untuk merenungkan kewajiban kita mengenai permasalahan Khilafah. Berbagai peristiwa seperti penindasan terhadap muslim Uighur, kecaman Perancis terhadap busana muslim, serbuan Amerika terhadap Afghanistan dan Pakistan, dan pengepungan terhadap Palestina adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Khilafah kembali, suatu Negara Islam Global yang akan menerapkan semua ketentuan Allah dan akan mengembalikan keadilan, ...
  • Nepotisme dalam Moralitas Politik Berawal dari kepentingan manusia yang semakin bertambah. Urusan-urusan penting atau yang dianggap penting menjadi bagian dari catatan harian. Semisal dalam urusan mencari sebuah pekerjaan, tentu teman atau kerabat ikut terlibat. Sehingga, dapat kita tarik sebuah konklusi bahwa manusia hidup membutuhkan orang lain. Dari penjelasan di atas, akan membuat kita bertanya-tanya, apakah nepotisme atau kita sebut sama ...
  • Dunia dan Nafsu Pembaca yang budiman, Dunia merupakan sebuah kehidupan yang mencintai nafsu, dimana kehidupan itu diukur dengan standard kecintaannya pada materi. Mungkin pembaca ada yang tidak setuju dengan pendapat ini. Namun, bagaimana jika dunia didefinisikan al-Qur`an? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta ...
  • Langitan Ngunduh Mantu; Agus M. Zahid Hasbullah dan Ning Indah Ashilah Makkiyah Penyambutan iringan pengantin Agus M. Zahid Hasbullah bin KH. Abdullah Munif Marzuqi dan Ning Indah Ashilah Makkiyah binti KH. Achmad Yasin Aqib (Alm)) di Ponpes Langitan berlangsung meriah. Lantunan shalawat dan tabuhan rebana bergemuruh bersama dengan iringan kedua mempelai dari asrama Dar at-Tauhid menuju tempat pelaminan di depan Ndalem Kh. Abdullah Munif Marzuqi, Ahad (16/8/2015). Sebelumnya, ...
  • Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H. Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H.    
  • Festival Anak Sholeh VI Festival Anak Sholeh VI di gelar oleh TPQ An Nahdliyah dan MADIN Cab. Mabin Langitan di Pondok Pesantren Langitan, Ahad (15/6/2015). Festival ini diadakan dengan berbagai macam perlombaan mulai dari lomba da’i cilik, qiro’ah, shalawat, adzan, dan banyak lagi lomba lainnya. Selain festrival anak sholeh, juga digelar acara khitan masal pada hari Senin (16/60).
  • Menjelang Liburan, Para Santri Ziarah Ke Makam Masyayikh Menjelang liburan nishfu Sya’ban, para santri putra Pondok Pesantren Langitan bersama-sama berziarah ke makam masyayikh Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jum’at (29/5/2015). Prosesi ziarah dilaksanakan pada sore hari setelah jama’ah Ashar. Hadir dalam acara tersebut KH. Abdurrahman Faqih dan beberapa asatidz. Liburan santri putra Ponpes Langitan akan dijadwalkan pada hari, Ahad (31/5), setelah ...
  • Hari Rosydul Kiblat, Para Santri Buktikan Teori Falaq Para santri melakukan praktek penentuan arah kiblat di halaman Madrasah Al Falahiyah Langitan, Kamis (28/05/2015). Hari di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah itu dimanfaatkan oleh para santri yang tergabung dalam pelatihan kursus ilmu falaq yang dibimbing oleh Ust. Abdullah Thoyyib. Praktek rosydul kiblat memanfaatkan matahari ketika tepat pada pukul 16:18 Wib, yang berarti bayangan ...

Ngaji Online

Alternatif Streaming :


Petugas Jaga

bahrusalam@ymail.com | Bahru Salam
istahilagi | Sahal
adiahludzikri | Adi Ahlu Dzikri

Arsip

Categories

Pin It on Pinterest