Taubat dari Dosa?

Penulis : admin

March 18, 2018

Ketahuilah, taubat adalah “meninggalkan”. Tidak mungkin seseorang meninggalkan dosa tanpa mengetahuinya. Jika taubat wajib maka perkara tidak sampai kepadanya kecuali dengannya adalah wajib. Jadi, mengetahui dosa-dosa adalah wajib. Dosa adalah semua hal yang bertentangan dengan perintah Allah  yang wajib dikerjakan.

Perlu di ketahui bahwa manusia mempunyai sifat dan akhlak, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Keajaiban-keajaiban Hati dan Bahaya-bahaya. Akan tetapi, perkembangan dosa terletak pada empat sifat:

Rububiyah (sifat ketuhanan)

Syaithoniyah (sifat kesetanan)

Bahimiyah (sifat kebinatangan)

Sabu’iyah (sifat kebinatangbuasan)

Yang menyerupai sifat-sifat ketuhanan seperti kesombongan, kebanggaan, kesewenang-wenangan, suka pujian dan sanjungan, kemuliaan, kekayaan, suka mencari kekuasaan atas seluruh manusia sehingga seolah-olah seseorang bermaksud berkata, “Saya Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”

Kedua adalah sifat syaithoniyah, seperti kedengkian, tipu muslihat, tipuan dan berbuat kebinasaan dan kemungkaran. Termasuk di dalamnya adalah khianat, bermuka dua, serta ajakan kepada bid’ah dan kesesatan.

Ketiga adalah bahimiyah (sifat kebinatangan), seperti kerakusan dan ingin memenuhi nafsu perut dan alat kelamin. Dari sifat ini bercabang pula perbuatan zina, liwath (homo seksual), mencuri, memakan harta anak-anak yatim, serta mengumpulkan barang-barang dunia untuk memenuhi hawa nafsu.

Keempat adalah sabu’iyah (sifat kebinatangbuasan). Dari sifat ini, bercabang kemarahan, kedengkian, memerangi manusia dengan pukulan, caci-maki, pembunuhan, dan pemborosan harta. Dari sifat ini bercabang pula sejumlah dosa.

Sifat-sifat di atas mempunyai tahap-tahap pada fitrah (asal kejadian manusia). Sifat bahimiyah menang pertama-tama kemudian apabila kedua ini berkumpul maka menguasai akal, tipu muslihat, dan daya upaya. Ini merupakan sifat syaithoniyah. Kemudian sifat yang terakhir mengalahkan sifat ketuhanan yaitu sombong, maha tinggi, serta ingin menguasai semua makhluk.

Hal di atas merupakan sumber dosa yang terpancar atas anggota-anggota badan dan terutama hati, semisal kufur, bid’ah, bermuka dua, menyembunyikan kejahatan dan sebagainya atas mata, pendengaran dan sebagainya pada lisan, dan sebagainya pada perut dan alat kelamin dan sebagian atas kedua tangan dan kedua kaki dan sebagianya atas semua badan.

Selayaknya kita sebagai hamba yang paling lemah harus selalu melanggengkan taubat kepada Allah karena tidak dapat dipungkiri bahwa banyak salah dan khilaf yang kita lakukan. Termasuk cara mendekatkan diri kepada sang pencipta adalah mengakui kesalahan dan selalu menyebut nama-Nya.

Imam Mahmudi/Majalah Langitan

Tulisan Terkait

Menggali Makna Cobaan

  Setiap mukmin memiliki mimpi menjadi Ashabu al-Yamin yang dapat mengarungi seluruh waktu di akhirat dengan penuh kenikmatan, menerima balasan baik sebagai buah hasil kebaikan, dan yang paling utama adalah syahadah dengan sang pencipta, sebagai obat rindu penuh...

Menyelami Keagungan Nikmat Allah dalam Tafakkur

    Segala pujian taruntuk Dzat yang tak pernah bosan membagi nikmat bagi hambanya. Memberikan kebahagiaan bagi semuanya, menciptakan setiap keindahan dalam bayang-bayang dunia, bahkan setiap ciptaannya tidak luput dari guna dan manfaat untuk hambanya. Dia...

Harta Hanya di Tangan Bukan di Hati

Hidup memang sebuah ujian, hanya orang-orang yang benar-benar teguh iman saja yang dapat melewati ujian ini dengan baik. Mereka adalah orang-orang yang tidak tertipu oleh kilauan nikmat dunia yang begitu menggoda. Jika bisa di ibaratkan, dunia itu ibarat seorang...

Meraih Ilmu Manfaat

Dewasa ini, kemerosotan akhlaq umat Islam semakin tampak, mulai dari akhlaq kepada orang tua, guru bahkan kiai. Ini terjadi di samping karena kurangnya pengetahuan sifat sombong dalam diri manusia. Hasrat menjadi pribadi yang lebih baik kalah oleh kuatnya nafsu,...

Menyelami Keagungan Nikmat Allah Dalam Tafakkur

    Segala pujian taruntuk Dzat yang tak pernah bosan membagi nikmat bagi hambanya. Memberikan kebahagiaan bagi semuanya, menciptakan setiap keindahan dalam bayang-bayang dunia, bahkan setiap ciptaannya tidak luput dari guna dan manfaat untuk hambanya. Dia...

Tahta, Penguasa Hati yang Berbahaya

“Serigala buas yang dilepas di kandang kambing tidak lebih berbahaya dari pada cinta harta dan tahta dalam kehidupan agama seseorang.” Itulah yang di sabdakan Rasulullah tentang betapa amat berbahayanya cinta terhadap kedudukan. Hakikat tahta dan kedudukan adalah...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar

Archives

Categories