Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Muassis Langitan

Biografi Singkat Pendiri Pondok Pesantren Langitan

Sejarah & perkembangan Langitan

Sejarah Pondok Pesantren Langitan

Pendaftaran Santri Baru

Syarat Pendaftaran Santri Baru

Pondok Pesantren Langitan Ngunduh Mantu “Ning Nabila binti KH. Muhammad Faqih & Agus H. Idror bin KH. Maimun Zubair “

Walimatul ‘ursy Ning Nabila binti KH. Muhammad Faqih & Agus H. Idror bin KH. Maimun Zubair berlangsung khidmat. Bermula dari prosesi akad nikah di musholla Langitan hingga prosesi resepsi di halaman madrasah Al Falahiyah yang dihadiri oleh ribuan tamu undangan. Hadir pula KH. Musthofa Bisri yang berkesempatan menyampaikan mau’idloh hasanah, dan beberapa masyayikh lain. Acara berlangung mulai pukul 10:30 Wib dan selesai sekitar pukul 13:30 Wib. Pernikahan ini juga dimeriahkan dengan orkes gambus mendatangkan group gambus Al Qirthosi yang digelar mulai pukul 8 malam hingga pukul 12 dini hari di lokasi resepsi.  ... read more

Taushiyah KH Abdullah Munif Marzuqi: Mensyukuri Nikmat

Syukur merupakan rasa terimakasih kepada Allah atas segala nikmat. Atas makanan yang dilimpahkan Allah, nafas yang terus dihembuskan, kesehatan yang selalu diberikan, kemerdekaan atas penjajahan. Terlebih nikmat iman dan islam kita. Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu mensyukuri atas nikmat-Nya: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS Al-Baqarah [2]: 152). Tanda kita mensyukuri nikmat adalah menggunakan segala nikmat Allah pada jalan yang diperintah-Nya. Seperti contohnya: jika kita dianugerahi kekuatan badan, maka kekuatan itu kita gunakan untuk beribadah, berkerja, menuntut ilmu, menolong orang, dan lain sebagainya. Dan termasuk bukti mengingkari nikmat adalah dengan menyia-nyiakannya. Bulan agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa Indonesia. Karena pada bulan ini, bangsa kita telah dinyatakan merdeka dari penjajahan yang sangat lama, yaitu tiga setengah abad lebih. Merdeka berarti kita bebas dalam mengatur diri, mengelola hasil alam, dan merencakan kehidupan. Pada pendiri bangsa ini telah menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah atau murni hasil perjuangan rakyat pribumi tapi adalah karunia Allah. Oleh karena itu, dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 45 dijelaskan, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Dari kutipan di atas, maka bisa dipahami betapa para pendahulu bangsa ini telah mengajari kita untuk mengembalikan anugerah kemerdekaan kepada Allah. Para pendahulu sadar bahwa sekuat apapun keinginan dan usaha untuk menolak penjajah tapi kalau tidak mendapat pertolongan dari Allah, maka akan sia-sia. Tetapi atas anugerah Allah, meski hanya dengan bambu runcing, bangsa Indonesia bisa mengalahkan para penjajah yang memakai senjata-senjata canggih. Sebagai... read more

Pembangunan Ruang Asrama Baru di Ribath As Syafi’i

Pembangunan ruang asrama baru di ribath As Syafi’i kini sudah menuju pada tahap pengecoran. Proses yang dilakukan pada sekitar pukul 08:30 Wib (21/3) itu di awali dengan pembacaan do’a oleh KH. Abdullah Habib Faqih di halaman sebelah selatan ruangan dapur. Ruangan baru yang rencananya digunakan sebagai kamar para santri itu akan berdiri di belakang bangunan berlantai tiga, di atas 3 petak ruangan yang telah berdiri sebelumnya yakni; kantor administrasi, kamar ustadz, dan ruang... read more

Tahta, Penguasa Hati yang Berbahaya

“Serigala buas yang dilepas di kandang kambing tidak lebih berbahaya dari pada cinta harta dan tahta dalam kehidupan agama seseorang.” Itulah yang di sabdakan Rasulullah tentang betapa amat berbahayanya cinta terhadap kedudukan. Hakikat tahta dan kedudukan adalah penguasaan terhadap hati orang lain sehingga mereka mau tunduk kepadanya karena tahta yang telah ia miliki, mereka akan memuji dengan ucapan serta berusaha memenuhi segala keinginannya sesuai perintahnya. Hampir sama seperti harta, maknanya adalah kepemilikan dirham demi mencapai tujuan-tujuannya. Demikianlah, tahta merupakan penguasa hati. Hanya saja, tahta lebih dicintai dibanding harta, karena bisa mendatangkan harta kekayaan. Hal itu disebabkan beberapa faktor, antara lain: Dengan tahta, orang akan lebih mudah untuk meraup harta kekayaan, tetapi belum tentu dengan kekayaan seseorang dapat meraih jabatan secara mudah. Tahta lebih aman dan terpelihara dari pencurian, perampasan dan bencana lainnya, berbeda dengan harta kekayaan yang senantiasa menjadi incaran para pencuri dan perampok. Tahta berarti ketinggian atau kemuliaan. Sifat ini secara teologis merupakan sifat Allah SWT. Dan setiap manusia, secara naluriah pasti mencintai sifat-sifat Allah SWT. Bahkan sifat tersebut telah menjadi instrumen untuk meraih segalanya. Karena pada sifat tersebut ada rahasia samar, keterkaitan antara ruh dengan persoalan-persoalan ketuhanan. Dalam hal ini Allah berfirman, “Katakanlah, bahwa ruh itu urusan Tuhanku.” (Q.s. Al-Isra’: 85). Bisa di katakan perkara ketuhanan, yang memberi pesona pada watak, sebagai wahana kediktatoran dan satu-satunya eksistensi wujud. Manusia memiliki ambisi seperti itu. Bahkan pada jiwanya muncul egoisme seperti ucapan Firaun , “Akulah tuhan kamu sekalian yang luhur!”.Tetapi manakala terputus dari sikap “satu-satunya dalam wujud” (yang paling), la tetap berambisi meraih keluhuran dan tahta di atas segalanya di dunia, agar ia bisa meraih apa yang dikehendakinya. Dan... read more

Study Banding Ma’had Aly PP. Tremas, Pacitan

Langitan – Sekitar pukul 14.00 WIS rombongan dari santri Ma’had Aly Pondok Pesantren Tremas, Pacitan tiba di area Pondok Pesantren Langitan, setelah sebelumnya berziarah terlebih dulu ke pesarean Masyayikh Pondok Pesantren Langitan di pemakaman umum desa Widang. Kedatangan para santri dari Tremas (11/03/15) tersebut adalah untuk menguatkan kembali tali silaturrahim antara kedua Pondok Pesantren tertua di nusantara yang telah terjalin sejak lama ini. Selain itu, study banding yang merupakan rangkaian rihlah tahunan Ma’had Aly Pondok Pesantren Tremas ini juga bertujuan untuk mengenal lebih apa dan bagaimanakah Pondok Pesantren Langitan yang dikenal sebagai salah satu pesantren pelopor ‘anti rokok’ yang begitu mengedepankan ahlak karimah sebagai ciri khoss Santri dan Pesantren. Rombongan santri Tremas yang dipimpin langsung oleh KH. Lukman Haris Dimyathi disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Langitan, turut menyambut KH. Abdullah Munif Marzuqi, KH. Abdullah Habib Faqih dan beberapa dewan Asatidz Pondok Pesantren Langitan. KH. Lukman Haris Dimyathi saat menyampaikan kata sambutan, beliau banyak mengenang masa-masa mondoknya dulu di Langitan, kenangan manis bersama Syaikhina almaghfurlah KH. Abdullah Faqih, agar para santri-santrinya tahu bahwa ikatan Tremas dan Langitan sejak dulu memanglah kuat. Acara selesai sekitar pukul 15.30 WIS, dan KH. Lukman Haris dipersilahkan untuk singgah di ndalem KH. Ubaidillah Faqih. Semoga jalinan silaturrahim antar dua pondok pesantren ini bisa tetap terjalin, begitu juga pesantren-pesantren lainnya demi melanjutkan estafet misi dakwah para... read more
  • Informasi dari Rasulullah Tentang Munculnya Para Pemimpin Yang Tidak Bermartabat dan Tidak Bermoral   Kiranya sudah tidak asing lagi di telinga kita banyaknya informasi dan pemberitaan tentang ulah para pemimpin dan tokoh-tokoh kita yang sudah tidak bermartabat dan tidak berakhlak mulia. Lagi-lagi tahta yang mereka dapatkan tidak lagi dianggap sebagai amanah, melainkan kebanyakan mereka justru untuk mengeruk harta dan menjaring wanita. Bahkan ada di antara mereka yang bertujuan ...
  • Ashabul Ukhdud, Para Pembuat Parit قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (4) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (5) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (6) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (7) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, Ketika mereka ...
  • Di Balik Eksplorasi Pemberdayaan Kaum Wanita Pada saat ini pemberdayaan kaum wanita memang bisa dikatakan sudah menyeluruh di segala bidang. Bahkan posisi yang lazimnya diduduki oleh kaum laki-laki, pada saat ini sudah banyak diduduki oleh kaum hawa, seperti halnya bidang industri, perdagangan, otomotif, perkantoran, pertanian, swasta, dan bidang yang lain. Seperti halnya telah banyak para wanita yang bekerja bersama-sama dengan kaum ...
  • Disiplin Menjadi Teladan Bagi Keluarga, Santri Dan Umat *Wawancara dengan Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah (Istri Almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir) Begitu tiba di komplek Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, kami selaku Tim Reportase Majalah Langitan langsung diantar oleh pengurus untuk sowan menuju kediaman almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir. Setelah menunggu Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah beberapa saat karena sedang berjamaah Dzuhur, kamipun bisa bertemu langsung kepada istri ...
  • Serpihan Dawuh Syaikhina “Empat Resep Keselamatan” “Resepe wong sing kepengen selamet, iku ono papat : (1) nek dilarani wong liyo gelem ngapuro, (2) ora gelem nglarani wong liyo, (3) ora arep-arep pewehe wong liyo lan (4) seneng peweh mareng wong liyo.” Naliko ngaji kitab Kifayatul Al-Atqiya 15 Ramadhan 2007 “Resepnya orang yang ingin selamat, itu ada empat : (1) kalau disakiti orang lain ...
  • Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim Kamis (19/12) – Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur’an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok ...
  • Dunia yang Menipu Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia Muhammad saw Wa badu : Allah berfirman: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amal mereka, sedang mereka ada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya) (Al-Anbiya: 1) Orang yang memperhatikan keadaan manusia pada zaman sekarang ini akan dapat ...
  • “Kenangan” sistem Khilafah Rajab memberikan kesempatan untuk merenungkan kewajiban kita mengenai permasalahan Khilafah. Berbagai peristiwa seperti penindasan terhadap muslim Uighur, kecaman Perancis terhadap busana muslim, serbuan Amerika terhadap Afghanistan dan Pakistan, dan pengepungan terhadap Palestina adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Khilafah kembali, suatu Negara Islam Global yang akan menerapkan semua ketentuan Allah dan akan mengembalikan keadilan, ...
  • Nepotisme dalam Moralitas Politik Berawal dari kepentingan manusia yang semakin bertambah. Urusan-urusan penting atau yang dianggap penting menjadi bagian dari catatan harian. Semisal dalam urusan mencari sebuah pekerjaan, tentu teman atau kerabat ikut terlibat. Sehingga, dapat kita tarik sebuah konklusi bahwa manusia hidup membutuhkan orang lain. Dari penjelasan di atas, akan membuat kita bertanya-tanya, apakah nepotisme atau kita sebut sama ...
  • Dunia dan Nafsu Pembaca yang budiman, Dunia merupakan sebuah kehidupan yang mencintai nafsu, dimana kehidupan itu diukur dengan standard kecintaannya pada materi. Mungkin pembaca ada yang tidak setuju dengan pendapat ini. Namun, bagaimana jika dunia didefinisikan al-Qur`an? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta ...
  • Langitan Ngunduh Mantu; Agus M. Zahid Hasbullah dan Ning Indah Ashilah Makkiyah Penyambutan iringan pengantin Agus M. Zahid Hasbullah bin KH. Abdullah Munif Marzuqi dan Ning Indah Ashilah Makkiyah binti KH. Achmad Yasin Aqib (Alm)) di Ponpes Langitan berlangsung meriah. Lantunan shalawat dan tabuhan rebana bergemuruh bersama dengan iringan kedua mempelai dari asrama Dar at-Tauhid menuju tempat pelaminan di depan Ndalem Kh. Abdullah Munif Marzuqi, Ahad (16/8/2015). Sebelumnya, ...
  • Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H. Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H.    
  • Festival Anak Sholeh VI Festival Anak Sholeh VI di gelar oleh TPQ An Nahdliyah dan MADIN Cab. Mabin Langitan di Pondok Pesantren Langitan, Ahad (15/6/2015). Festival ini diadakan dengan berbagai macam perlombaan mulai dari lomba da’i cilik, qiro’ah, shalawat, adzan, dan banyak lagi lomba lainnya. Selain festrival anak sholeh, juga digelar acara khitan masal pada hari Senin (16/60).
  • Menjelang Liburan, Para Santri Ziarah Ke Makam Masyayikh Menjelang liburan nishfu Sya’ban, para santri putra Pondok Pesantren Langitan bersama-sama berziarah ke makam masyayikh Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jum’at (29/5/2015). Prosesi ziarah dilaksanakan pada sore hari setelah jama’ah Ashar. Hadir dalam acara tersebut KH. Abdurrahman Faqih dan beberapa asatidz. Liburan santri putra Ponpes Langitan akan dijadwalkan pada hari, Ahad (31/5), setelah ...
  • Hari Rosydul Kiblat, Para Santri Buktikan Teori Falaq Para santri melakukan praktek penentuan arah kiblat di halaman Madrasah Al Falahiyah Langitan, Kamis (28/05/2015). Hari di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah itu dimanfaatkan oleh para santri yang tergabung dalam pelatihan kursus ilmu falaq yang dibimbing oleh Ust. Abdullah Thoyyib. Praktek rosydul kiblat memanfaatkan matahari ketika tepat pada pukul 16:18 Wib, yang berarti bayangan ...

Ngaji Online

Alternatif Streaming :


Petugas Jaga

bahrusalam@ymail.com | Bahru Salam
istahilagi | Sahal
adiahludzikri | Adi Ahlu Dzikri

Arsip

Categories

Pin It on Pinterest