Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Muassis Langitan

Biografi Singkat Pendiri Pondok Pesantren Langitan

Sejarah & perkembangan Langitan

Sejarah Pondok Pesantren Langitan

Pendaftaran Santri Baru

Syarat Pendaftaran Santri Baru

Di Balik Eksplorasi Pemberdayaan Kaum Wanita

[Majalahlangitan.com] Pada saat ini pemberdayaan kaum wanita memang bisa dikatakan sudah menyeluruh di segala bidang. Bahkan posisi yang lazimnya diduduki oleh kaum laki-laki, pada saat ini sudah banyak diduduki oleh kaum hawa, seperti halnya bidang industri, perdagangan, otomotif, perkantoran, pertanian, swasta, dan bidang yang lain. Seperti halnya telah banyak para wanita yang bekerja bersama-sama dengan kaum pria di toko-toko, supermarket, departemen store, atau yang lainnya. Adakalanya mereka menjadi karyawan, relasi kerja atau hanya sekedar membantu suaminya. Dan di zaman modern ini, sudah menjadi hal yang wajar, bahwa para pengusaha kerap menempatkan para istri mereka pada anak perusahaan mereka, sehingga aset kekayaan perusahaan tidak dipegang oleh pihak lain. Dan hal ini telah jauh disinyalir sebelumnya oleh Rasulullah SAW. Imam Ahmad, Imam Bukhari dan beberapa imam lain meriwayatkan sebuah hadts, bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda: بين يدي الساعة تسليم الخاصة، وفشو التجارة حتى تعين المرأة زوجها على التجارة “Di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah ketika salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan ketika perdagangan begitu marak, sampai-sampai para istri membantu suaminya dalam bergadang.” Imam Thabrani juga meriwayatkan sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda: لاتقوم الساعة حتى لا يسلم الرجل إلا على من يعرف، وحتى تتخذ المساجد طرقا، وحتى تتجر المرأة وزوجها “Kiamat tidak akan terjadi sehingga seseorang tidak lagi mmengucapkan salam, kecuali kepada orang yang  telah ia kenal, dan ketika masjid dijadikan sebagai jalan lalu lalang, dan ketika seorang istri berdagang bersama suaminya.” Sehingga eksplorasi pemberdayaan wanita yang tidak sesuai dengan fitrah, dan cenderung menjadikan wanita sebagai alat dalam mendapatkan keuntungan besar merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan semakin maraknya... read more

Apakah Setiap Orang yang Melihat Nabi Khadlir Pasti Waliyyullah?

Dalam khazanah islam, predikat Wali-Auliya’ merupakan strata tinggi kedekatan Hamba kepada Sang Malik ad-Dayyan. Mereka (hamba Allah) yang telah mencapai fase ini, dikaruniai prestise yang sangat besar oleh Allah SWT untuk menata stabilitas alam semesta. Mereka tidak pernah mengerang merasakan payah maupun lelah, untuk selalu melingkarkan kalimat tasbih dan tahmid dalam setiap kata yang teruntai sepanjang masa. Di kala malam telah beranjak, Mereka tak ubahnya purnama yang senantiasa menerangi dan menghiasi suasana gelap pekat dengan tangisan rindu dan senandung cinta syahdu. Hanya cinta suci kepada sang ilahi, yang tergurat hitam di jidat Mereka tatkala sujud. Dan, hanya manivestasi taqwa yang begitu dalam keharibaan Sang Maula, yang mengiringi Mereka setiap bermunajat. Secara Karakteristik, Waliyyullah bukanlah orang yang hanya semata-mata memiliki kepiawaian untuk meng-kloning tubuh menjadi banyak, atau sekedar menguasai kadigdayaan untuk dapat terbang dan kebal senjata tajam, Sementara, sehari-harinya tidak pernah beribadah dan munajat kepada Allah. Waliyullah juga bukan tiap-tiap orang yang dapat melihat Nabi Khadlir secara sadar dan nyata atau bahkan bisa berinteraksi denganya. Akan tetapi, Waliyullah adalah Orang-Orang yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah. Siapapun yang melihatnya, akan langsung terbesit dalam benaknya untuk mengingat Allah. Mereka tidak pernah merasa takut atau khawatir terhadap urusan Akhirat, dan tidak sedikitpun terdera kesusahan dalam mengarungi ragam kepentingan Dunia. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Yunus, 62-63: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ Artinya : “Ingatlah, Sesungguhnya Wali-Wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka susah (bersedih hati). (Mereka adalah) orang-orang yang beriman dan bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63). Referensi : Siroj at Tholibin, Juz I, Hal: 262-263... read more

Harta hanya di tangan bukan di hati

Hidup memang sebuah ujian, hanya orang-orang yang benar-benar teguh iman saja yang dapat melewati ujian ini dengan baik. Mereka adalah orang-orang yang tidak tertipu oleh kilauan nikmat dunia yang begitu menggoda. Jika bisa di ibaratkan, dunia itu ibarat seorang wanita tua renta yang memakai perhiasan yang begitu indah. Saat orang-orang melihat dzohir wanita tersebut bisa di pastikan mereka akan terpesona dan mengira bahwa wanita tersebut memang benar-benar cantik. Namun ketika wujud asli wanita tua itu terbuka dan kejelekannya telah tampak, maka para lelaki akan sengat menyesal dan malu karena merasa telah tertipu oleh kecantikan dzahir yang palsu. Begitulah dunia. Dia memang di ciptakan untuk menguji seberapa kuatkah iman seseorang. Ketika seseorang di tuntut untuk melakukan ibadah kepada sang kholiq, dunia yang telah di modifikasi sedemikian rupa oleh iblis la’natullah datang dengan berbagai macam nikmat dan kesenangan yang sifatnya hanya sementara. Iblis akan terus berusaha hingga akhirnya manusia terperangkap dalam jurang kenikmatan duniawi dan lupa bahwa tugas awal di ciptakannya seorang hamba adalah beribadah kepada sang kholiq. Adalah Orang-orang yang memahami hakikat kehidupan dunia ini sesuai dengan apa yang telah allah dan rasul-nya ajarkan yang bisa selamat dari tipu daya syetan. Mereka memandang dunia dan isinya tak lebih dari sebuah permainan yang seringkali melalaikan, mereka tidak berbangga hati dan sombong dengan harta kekayaan yang di miliki. Jika dalam diri mereka telah tertanam sifat tersebut, maka mereka bisa di sebut dengan zuhud. Zuhud merupakan sifat yang seharusnya di miliki oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai mu’min. zuhud juga hendaknya menjadi gaya hidup umat muslim kapanpun dan di manapun ia berada. Zuhud bukan berarti meninggalkan kenikmatan dunia sama sekali, bukan pula... read more

Fiqh Jihad; Esensi Jihad dalam Perspektif Fiqh

Seiring dengan semakin menjamurnya berbagai paham di tanah air, kata jihad sering diasumsikan sebagai tindak kekerasan, seperti terorisme, bom bunuh diri dan lain-lain. Untuk meluruskan hal tersebut, kita perlu untuk kembali memahami atri dan esensi jihad yang digariskan oleh al-Qur’an, hadis dan fatwa ulama salaf.   Arti jihad Jihad bisa diartikan kesungguhan, perjuangan, atau usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; dan lain-lain. Jika ditarik kesimpulan, maka arti jihad akan mengerucut pada makna: mengajak manusia ke jalan yang benar atau dalam bahasa yang lebih luas adalah mencurahkan segala kesungguhan di dalam menegakkan agama Allah, menyatukan kekuatan Islam di bawah panji syariat Allah. Maka jihad tidak bisa serta merta dibuktikan dengan peperangan. (lihat Fath Sirah; 170, Fiqh al-Manhaji ala Madzhab Imam Syafi’I [3]: 475, Radd al-Mukhtar [4]: 121)   Sebab dan tujuan perang Sejarah memang mencatat, dulu Rasulullah dan para sahabat sering berperang melawan orang kafir, namun dari sini kita tidak dapat membuat kepahaman bahwa perang adalah suatu anjuran. Karena peperangan pada zaman itu ada beberapa sebab dan tujuan. Artinya, apabila sebab dan tujuan itu tidak ada maka peperangan tidak diperbolehkan. Islam dengan segala tuntutannya telah membatasi bahwa peperangan pada hakikatnya adalah sayyiah (perkara jelek) karena di dalam pasti ada unsur kerusakan baik dari sisi materi atau fisik yang menjadi kebutuhan hidup manusia dan alam. Perkara jelek ini (baca: perang) akan berubah menjadi perkara yang diperbolehkan kalau memang perang itu menjadi sebuah solusi terakhir untuk mewujudkan kebaikan yakni tegaknya kalimat Allah, menjadikan Islam sebagai agama yang mulia dan memerangai segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan kaum musyrikin. Di antara tujuan peperangan yang lain –sehingga diperbolehkan- ialah guna memerangi orang yang... read more

Majelis Zikir, Sarana Mengingat Allah Swt  

Salah satu kebiasaan dan rutinitas yang dilakukan oleh pengikut Ahlussunnah Wal Jamaah adalah melakukan pertemuan dan perkumpulan guna membaca zikir bersama-sama dalam jangka waktu tertentu seperti membaca tahlil bersama-sama pada malam Jumat, istighatsah, dan lain sebagainya. Perkumpulan semacam ini (majelis zikir) hukumnya adalah sunah dan termasuk amal baik yang sangat dianjurkan. Anjuran ini berlaku selama dalam majelis tersebut tidak terdapat hal-hal yang dilarang dan diharamkan oleh agama, seperti campurnya lelaki dan perempuan yang bukan mahram.   Kesunahan dan Keutamaan Zikir Dalil kesunahan dan keutamaan zikir banyak sekali difirmankan Allah SWT dalam ayat-ayat suci Al-Quran, di antaranya adalah: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang).” Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan untuk berzikir dan bertasbih, meskipun dalam perintah ini tidak sampai mewajibkan sebagaimana yang diutarakan sebagian mujtahid, namun sudah jelas sekali tentang  kesunahan dan keutamaan zikir tersebut. Dalam Ayat sebelumnya Allah SWT berfirman : وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab 35) Dalam ayat ini Allah SWT telah mempersiapkan ampunan dan pahala yang besar bagi orang-orang yang berzikir menyebut nama-Nya sebagai balasannya.   Majelis Zikir Sebagian orang sering kali melakukan zikir dengan berjamaah, hal ini adalah termasuk dari sunah sebagaimana yang telah... read more
  • Informasi dari Rasulullah Tentang Munculnya Para Pemimpin Yang Tidak Bermartabat dan Tidak Bermoral   Kiranya sudah tidak asing lagi di telinga kita banyaknya informasi dan pemberitaan tentang ulah para pemimpin dan tokoh-tokoh kita yang sudah tidak bermartabat dan tidak berakhlak mulia. Lagi-lagi tahta yang mereka dapatkan tidak lagi dianggap sebagai amanah, melainkan kebanyakan mereka justru untuk mengeruk harta dan menjaring wanita. Bahkan ada di antara mereka yang bertujuan ...
  • Ashabul Ukhdud, Para Pembuat Parit قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (4) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (5) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (6) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (7) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, Ketika mereka ...
  • Di Balik Eksplorasi Pemberdayaan Kaum Wanita Pada saat ini pemberdayaan kaum wanita memang bisa dikatakan sudah menyeluruh di segala bidang. Bahkan posisi yang lazimnya diduduki oleh kaum laki-laki, pada saat ini sudah banyak diduduki oleh kaum hawa, seperti halnya bidang industri, perdagangan, otomotif, perkantoran, pertanian, swasta, dan bidang yang lain. Seperti halnya telah banyak para wanita yang bekerja bersama-sama dengan kaum ...
  • Disiplin Menjadi Teladan Bagi Keluarga, Santri Dan Umat *Wawancara dengan Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah (Istri Almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir) Begitu tiba di komplek Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, kami selaku Tim Reportase Majalah Langitan langsung diantar oleh pengurus untuk sowan menuju kediaman almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir. Setelah menunggu Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah beberapa saat karena sedang berjamaah Dzuhur, kamipun bisa bertemu langsung kepada istri ...
  • Serpihan Dawuh Syaikhina “Empat Resep Keselamatan” “Resepe wong sing kepengen selamet, iku ono papat : (1) nek dilarani wong liyo gelem ngapuro, (2) ora gelem nglarani wong liyo, (3) ora arep-arep pewehe wong liyo lan (4) seneng peweh mareng wong liyo.” Naliko ngaji kitab Kifayatul Al-Atqiya 15 Ramadhan 2007 “Resepnya orang yang ingin selamat, itu ada empat : (1) kalau disakiti orang lain ...
  • Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim Kamis (19/12) – Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur’an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok ...
  • Dunia yang Menipu Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia Muhammad saw Wa badu : Allah berfirman: “Telah dekat kepada manusia hari perhitungan segala amal mereka, sedang mereka ada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya) (Al-Anbiya: 1) Orang yang memperhatikan keadaan manusia pada zaman sekarang ini akan dapat ...
  • “Kenangan” sistem Khilafah Rajab memberikan kesempatan untuk merenungkan kewajiban kita mengenai permasalahan Khilafah. Berbagai peristiwa seperti penindasan terhadap muslim Uighur, kecaman Perancis terhadap busana muslim, serbuan Amerika terhadap Afghanistan dan Pakistan, dan pengepungan terhadap Palestina adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Khilafah kembali, suatu Negara Islam Global yang akan menerapkan semua ketentuan Allah dan akan mengembalikan keadilan, ...
  • Nepotisme dalam Moralitas Politik Berawal dari kepentingan manusia yang semakin bertambah. Urusan-urusan penting atau yang dianggap penting menjadi bagian dari catatan harian. Semisal dalam urusan mencari sebuah pekerjaan, tentu teman atau kerabat ikut terlibat. Sehingga, dapat kita tarik sebuah konklusi bahwa manusia hidup membutuhkan orang lain. Dari penjelasan di atas, akan membuat kita bertanya-tanya, apakah nepotisme atau kita sebut sama ...
  • Dunia dan Nafsu Pembaca yang budiman, Dunia merupakan sebuah kehidupan yang mencintai nafsu, dimana kehidupan itu diukur dengan standard kecintaannya pada materi. Mungkin pembaca ada yang tidak setuju dengan pendapat ini. Namun, bagaimana jika dunia didefinisikan al-Qur`an? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta ...
  • Langitan Ngunduh Mantu; Agus M. Zahid Hasbullah dan Ning Indah Ashilah Makkiyah Penyambutan iringan pengantin Agus M. Zahid Hasbullah bin KH. Abdullah Munif Marzuqi dan Ning Indah Ashilah Makkiyah binti KH. Achmad Yasin Aqib (Alm)) di Ponpes Langitan berlangsung meriah. Lantunan shalawat dan tabuhan rebana bergemuruh bersama dengan iringan kedua mempelai dari asrama Dar at-Tauhid menuju tempat pelaminan di depan Ndalem Kh. Abdullah Munif Marzuqi, Ahad (16/8/2015). Sebelumnya, ...
  • Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H. Jadwal Live Radio dan Video Streaming Ngaji Ramadhan 1436 H.    
  • Festival Anak Sholeh VI Festival Anak Sholeh VI di gelar oleh TPQ An Nahdliyah dan MADIN Cab. Mabin Langitan di Pondok Pesantren Langitan, Ahad (15/6/2015). Festival ini diadakan dengan berbagai macam perlombaan mulai dari lomba da’i cilik, qiro’ah, shalawat, adzan, dan banyak lagi lomba lainnya. Selain festrival anak sholeh, juga digelar acara khitan masal pada hari Senin (16/60).
  • Menjelang Liburan, Para Santri Ziarah Ke Makam Masyayikh Menjelang liburan nishfu Sya’ban, para santri putra Pondok Pesantren Langitan bersama-sama berziarah ke makam masyayikh Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jum’at (29/5/2015). Prosesi ziarah dilaksanakan pada sore hari setelah jama’ah Ashar. Hadir dalam acara tersebut KH. Abdurrahman Faqih dan beberapa asatidz. Liburan santri putra Ponpes Langitan akan dijadwalkan pada hari, Ahad (31/5), setelah ...
  • Hari Rosydul Kiblat, Para Santri Buktikan Teori Falaq Para santri melakukan praktek penentuan arah kiblat di halaman Madrasah Al Falahiyah Langitan, Kamis (28/05/2015). Hari di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah itu dimanfaatkan oleh para santri yang tergabung dalam pelatihan kursus ilmu falaq yang dibimbing oleh Ust. Abdullah Thoyyib. Praktek rosydul kiblat memanfaatkan matahari ketika tepat pada pukul 16:18 Wib, yang berarti bayangan ...

Ngaji Online

Alternatif Streaming :


Petugas Jaga

bahrusalam@ymail.com | Bahru Salam
istahilagi | Sahal
adiahludzikri | Adi Ahlu Dzikri

Arsip

Categories

Pin It on Pinterest