Hari ahad tepatnya tanggal 27 Februari 2011 adalah hari dimana para santri Langitan aktif dalam pelajaran serta dirosah Ma’hadiyah, setelah 12 hari lamanya para santri libur dalam kegiatan baik yang ada di sekolah maupun kegiatan yang ada di ma’had. Terpancar harapan serta motifasi yang lebih tinggi tatkala para santri dibekali Tausyiah oleh beliau Ust. H. Agus Abdurrohman Faqih serta Ust. H. Agus Abdullah Habib dalam acara Pembukaan awal dirosah. acara dimulai setelah jama’ah Maghrib diawali dengan bacaan iftitah oleh pembawa acara, kemudian disambung dengan sambutan atas nama Majlis Al Idarotil Amm. dalam sambutan ini beliau Ust. Khoiri Masyhur yang selaku Rois amm memberikan sambutan berkenaan dengan telah dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar yang ada di ma’had baik pengajian kitab di waktu malam, pagi dan sore terlebih dalam pengajian Al qur’an bagi tingkatan Ibtidaiyyah.

Pengajian Al-qur’an dari tingkatan ibtidaiyyah perlu adanya penanganan khusus tidak lain karena mereka adalah santri yang masih dini dengan penguasaan Al-qur’an yang masih minim serta perlunya pengetahuan yang lebih tentang ilmu tajwid. Dalam acara itu pula di singgung bahwa santri- santri ketika waktu liburan enak – enakan dirumah sekarang sudah kembali kepondok dan harus meninggalkan serta melupakan beberapa hal diantaranya ketika di rumah melihat bola serta ikut ranah demo PSSI, maka sekarang sudah harus focus pada pendidikanya. Tidak kalah penting dalam awal masuk ini mari kita bersama – sama menata niat yang murni hanya untuk Tholibul Ilmi bukan niatan yang lain. Barang siapa yang awalnya baik maka insya’allah akhirnya akan baik pula.”

Pada sambutan kedua di sampaikan oleh beliau Rois Amnil Amm Pondok Pesantren Langitan. Dalam sambutanya Ust. Fattahuddin membacakan peraturan – peraturan Pondok Pesantren Langitan. Peraturan ini harus di indahkan oleh semua santri sebab peraturan ini berasal dari para kyai terdahulu, barang siapa yang tidak mematuhi peraturan – peraturan yang ada di pondok jangan harap ilmu kita akan manfaat.” Ucap beliau sedemikian rupa. Begitu juga beliau mengatakan bahwa kerusakan manusia adalah disebabkan oleh teknologi dan elektronik oleh sebab itu para santri semua dilarang membawa HP , TIPE waahlihi. Karena alat alat itu lebih berbahaya dari pada narkoba.

Dilangsungkan dengan sambutan ketiga oleh Beliau Ust. Abdurohman Faqih. Dalam sambutanya beliau menerangkan bahwa kita harus berdo’a serta berusaha untuk mendapatkan hidayah dari Allah swt. Adapun hidayah itu terbagi menjadi dua, hidayah taufiq dan hidayah iman. kita sekarang kembali ke pondok untuk menuntut ilmu adalah merupakah hidayah taufiq, ingatlah bahwa warisan Nabi kepada umatnya bukanlah harta atau apa, namun warisan Nabi kepada umatnya berupa nur ilmu dan ilmu itu akan kita dapat jika kita sungguh – sungguh dalam berusaha mencapainya diantara usaha untuk mencapai suatu ilmu pengetahuan adalah dengan belajar serta berdo’a. Mumpung kita masih segar setelah liburan mari kita mulai kembali kegiatan belajar ini dengan penuh khidmah serta khusyu.

من لم يجتهد فى البداية لم يجتهد فى النهاية

“Barang siapa tidak bersungguh sungguh dalam permulaan maka ia tidak akan memperoleh hasil dikemudian hari”. Sedikit kata mengandung sejuta makna.

Setelah beliau Ust. H. Agus Abdurrohman faqih dilanjutkan sambutan sekalius do’a oleh beliau ust. H. Agus Abdullah Habib dalam sambutanya beliau menyinggung tentang pentingnya peran ilmu agama di tengah – tengah masyarakat. Ilmu agama tidak akan pernah luntur serta abadi untuk di amalkan dan diajarkan. Pada hari ini kita dipilih oleh Allah Swt. Untuk menjadi orang yang baik serta beruntung, banyak diluar sana pada detik ini sedang cangkruan ( santai ria ) di diskotik serta warung remang – remang yang dikelilingi dengan kemaksiatanya namun kita Syukur Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk kembali ke Pondok Pesantren guna menuntut ilmu serta dikelilingi oleh orang – orang yang ahli ibadah serta ahli ilmu agama yang akan menuntun kita untuk menuju kepada keridhoan Allah Swt.