Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Semenjak dulu kita selalu diajari dengan yang namanya ajaran tawakkal sabar, bahkan dalam Alquran, ajaran ini selalu disebutkan berulang kali, tentunya kalau kita berfikir sejenak, tentunya pasti banyak hikmah-hikmah dan keutamaan yang terkandung dalam ajaran ini dan yang terpenting lagi adalah bagaimana caranya kita bisa mengamalkan ajaran ini dengan baik dan sempurna? Sebagai motivasi kita mengamalkan ajaran ini, marilah kita sebuah cerita yang menunjukkan ketawakkalan dan kesabaran seorang hamba dengan apa yang telah diputuskan oleh Tuhannya.

Diceritakan bersumber dari Malik bin Dinar Ra. beliau bercerita : Sewaktu aku keluar untuk menunaikan ibada haji hingga akhirnya Aku tertawan di tengah-tengah padang lembah. Pada waktu itu aku melihat seekor burung gagak terbang sambil di mulutnya terdapat sepotong roti. Aku bergumam: Burung gagak ini terbang dan di mulutnya terdapat sepotong roti, pastinya ini ada sesuatu. Aku pun akhirnya berniat untuk mengikutinya, hingga pada akhirnya burung gagak tersebut sampai di sebuah tempat dan turun ke dalam gua yang ada disana, aku pun mendatangi gua tersebut, ternyata di dalamnya ada seorang lelaki yang kedua tangan dan kakinya terbelenggu dalam keadaan terlentang, dan saat itu burung gagak tersebut sedang menyuapi lelaki tersebut dengan roti yang dibawanya tadi sesuap demi sesuap. Setelah selesai menyuapi laki-laki itu burung gagak pun pergi dan tidak kembali lagi.

Malik bin Dinar melanjutkan : Aku bertanya pada lelaki tersebut : Dari mana kamu? ia menjawab : Aku adalah sebagian dari rombongan musafir haji, tapi di tengah perjalanan aku dihadang para perampok, mereka pun mengambil semua harta milikku kemudian mengikatku dan membuangku ke tempat ini. Aku pun bersabar menahan rasa lapar kurang lebih kira-kira selama lima hari. Kemudian aku berdoa : Wahai Dzat yang telah berfirmnan dalam kitabnya. “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya,” aku adalah orang yang sedang dalam kesulitan, maka belas kasihanilah aku. Kemudian akhirnya Allah mengirimkan kepadaku burung gagak ini yang selalu memberiku makan dan minum setiap hari.

Malik bin Dinar bercerita : Akhirnya aku pun melepaskan lelaki tersebut dari belenggunya dan bersama-sama berjalan hingga akhirnya kami merasa haus. Kami pun  memandangi ke sekeliling lembah hingga kami pun melihat sumur yang sedang dikelilingi sekawanan kijang rusa. Kami berkata : Segala puji bagi Allah, dimana kami telah menemukan sumur. Kami pun berjalan mendekatinya hingga kawana rusa itu pun  berlarian. ketika kami sudah sampai di tepi sumur airnya pun menyusut dalam, tapi kami pun tetap mengambil air dari sumur tersebut dan meminumnya, kemudian aku berkata: Wahai tuhanku sesungguhnya para kijang itu tidak pernah rukuk dan sujud pada-Mu, tapi engkau pun memberikan minum di atas bumi, padahal kami sendiri berhaji menempuh perjalanan ratusan dhiro’. Tiba-tiba terdengar suara gaib berkata: Wahai Malik, sesungguhnya para kijang tersebut bertawakkal berserah diri kepadaku maka Aku pun memberikan mereka minum, tapi kamu berserah diri pada tali dan timbamu.

Kalau kita bersama merenungi kisah di atas, tentunya kita bisa mengetahui tentang keutamaan tawakkal dan sabar. Lihat saja kebesaran rasa tawakkal dan sabar seorang laki-laki dengan terikat kedua tangan dan kakinya, dia masih bisa hidup dengan roti yang disuapkan oleh burung gagak, hingga akhirnya dia diselamatkan oleh Allah lewat tangan Malik bin Dinar ra. Umpamakan saja lelaki tersebut tidak bertawakkal dan sabar, niscaya mungkin saja dia sudah mati tanpa ada orang yang menemukannya.

Pin It on Pinterest