"Kenangan" sistem Khilafah
Rajab memberikan kesempatan untuk merenungkan kewajiban kita mengenai permasalahan Khilafah. Berbagai peristiwa seperti penindasan terhadap muslim Uighur, kecaman Perancis terhadap busana muslim, serbuan Amerika terhadap Afghanistan dan Pakistan, dan pengepungan terhadap Palestina adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran Khilafah kembali, suatu Negara Islam Global yang akan menerapkan semua ketentuan Allah dan akan mengembalikan keadilan, kedamaian, dan keamanan bagi semua umat manusia.
Pada tanggal 28 Rajab, Umat akan memperingati 88 tahun kejatuhan Khilafah. Sejak hilangnya Khilafah pada tahun 1342H/1924M, umat berada dalam posisi terkungkung oleh dominasi kekuatan kolonial kafir. Dominasi ini hingga sekarang masih berlangsung melalui kaki tangannya dan penguasa bonekanya. Demikian pula, banyak sekali negeri-negeri Eropa yang menunjukkan ketidakpuasannya terhadap muslim di negeri tersebut. Dalam hal ini, kami akan menelaah peristiwa penting akhir-akhir ini dan juga mengingatkan umat bahwa sebenarnya kita semua sangat rentan oleh semua bentuk ancaman. Maka tidak ada lain bahwa jalan keluarnya tidak lain adalah membentuk kembali Khilafah Rashida, sebagaimana Rasulullah dulu membentuk negara Islam pertama dengan menggunakan metoda politik dan intelektual.
Somalia: 3,5 juta muslim di ujung tanduk
Sebagaimana dilaporkan oleh harian Irish Times, “Tidak kurang dari 3,5 juta warga Somalia berada dalam kondisi mengkhawatirkan, dimana tidak ada makanan, pelayanan kesehatan yang memadai, maupun keamanan.†Wartawan tersebut juga melaporkan bahwa dibawah perlindungan Persatuan Pengadilan Islam (Union of Islamic Courts), negeri Somalia justru menikmati masa ‘keadilan hukum, keamanan bagi semua warga Somalia.†Namun ini semua berubah drastis, ketika Amerika mengirim bonekanya Ethiopia untuk menyerbu Somalia dengan satu tujuan, yaitu menggulingkan Persatuan Pengadilan Islam. Sejak saat itu, pertempuran masih terus berkecamuk antara ‘pemerintah federal transisi’ yang dipimpin oleh Sheikh Sharif Ahmed, melawan ‘Al Shabab’ , yang berjuang untuk menerapkan Syariat Islam. Sebagai reaksi terhadap tekanan umat Islam, Amerika mengirim pasokan senjata untuk memperkuat rezim Sharif Ahmad yang terancam untuk digulingkan oleh kelompok yang ingin menerapkan Syariat Islam. Seorang pejabat AS mengatakan kepada harian Washington Post, “ Keputusan telah dibuat di tingkat tertinggi bahwa pemerintah federal somalia tidak boleh jatuh, dan semua upaya akan dilakukan untuk memastikan agar pasukan keamanan pemerintah somalia mampu bertahan melawan para pemberontak.†Pejabat yang tidak disebut namanya juga menambahkan bahwa pengiriman senjata dan amunisi akan sampai di ibukota Somalia, Mogadishu dalam bulan ini.
Serangan terhadap Muslim di Perancis dan Jerman
Di Eropa, umat Islam menyaksikan larangan terhadap pemakaian busana muslimah Burka oleh Perancis dan pembunuhan terhadap muslimah yang sedang hamil di dalam pengadilan di Jerman. Di Perancis, Presiden Sarkozy mengatakan,â€Burka bukan simbol agama, ia adalah simbol perbudakan,’ katanya dihadapan anggota dewan perwakilan yang berkumpul untuk mendengarkan pidatonya. Ia lalu juga mengatakan bahwa ‘Burka tidak akan ditolerir penggunaannya di wilayah Republik Perancis.†Pernyataan ini merupakan tanggapan terhadap keprihatinan 65 wakil rakyat Perancis yang meminta komisi dewan perwakilan untuk meneliti apakah wanita muslim yang mengenakan Burka di hadapan khalayak umum mengancam hak asasi wanita dan tradisi sekuler Perancis. Para wakil rakyat ini terdiri dari perwakilan Komunis, dan perwakilan dari partai Sarkozy.
Seruan Sarkozy langsung mendapat dukungan dari perwakilan partainya yang saat ini menguasai pemerintah, tapi ditolak oleh partai Sosialis (sebagai partai oposisi saat ini). Hal ini bukanlah pertama kalinya terjadi di Perancis, mengenai busana muslimah. Pada tahun 2004, Perancis mengeluarkan UU yang melarang wanita mengenakan kerudung di sekolah-sekolah negeri dan kantor pemerintah. Sungguh mengecewakaan bahwa Perancis yang mendengungkan kebebasan beragama dan toleransi, ternyata tidak diterapkan pada umat Islam sendiri yang tinggal di Perancis.
Di Jerman, Marwa al-Sherbini ditikam hingga meninggal di dalam sesi pengadilan yang sedang berlangsung sebanyak 18 kali. Anehnya, polisi jerman juga justru menembak suami Marwa yang sedang berjuang menyelamatkan istrinya ketimbang membekuk pelaku penikaman. Di Jerman, sebagaimana di Perancis dan negara Eropa lainnya, emosi anti Islam memang sedang menghangat dalam 1 dekade terakhir. Maka tidaklah heran ketika pembunuhan seperti itu bisa terjadi, mengingat iklim kebencian yang sedang berkembang di sana.
Cina: Kerusuhan sebagai balasan terhadap terbunuhnya muslim di bulan Juni
Di bulan Juni, massa warga Cina suku Han membunuh dua pekerja muslim (suku Uighur) di kota Shaoguan propinsi Guangdong Selatan. Peristiwa ini menyulut aksi balasan antara muslim Uighur dan warga Cina suku Han, termasuk pasukan keamanan Cina di Urumqi, ibukota Turkistan Timur, yang kini diduduki Cina dan dinamakan Xinjiang.
Pejabat Cina mengatakan 156 warga telah tewas, kebanyakan diantara mereka adalah warga Han yang meninggal di hari Minggu. Kelompok Uighur mengatakan sebaliknya dimana mayoritas yang meninggal adalah warga Uighurs. Pada hari Selasa sekitar 200 wanita Uighur menghadapi pasukan anti huruhara Cina untuk membebaskan lebih dari 1400 warga yang ditahan akibat kekerasan di hari Minggu tersebut. Setelah itu, ratusan warga Cina suku Han merangsek jalan-jalan di Urumqi dan merusak toko-toko yang dimiliki umat Islam.
Sejak April 1996, lebih dari 57 ribu warga muslim Uighurs telah ditahan dan sekitar 1700 diantara mereka dihukum mati. Pemerintah Cina juga meningkatkan razia terhadap aktifitas agama yang ‘tidak mendapat ijin’. Eksekusi mati terhadap 30 warga muslim di bulan Februari 1997 juga sungguh brutal. Pemenjaraan adalah salah satu alat yang digunakan pemerintah Cina untuk menindas muslim dan Islam. Mereka membakar Quran dan melarangnya. Mereka juga melarang aktifitas keagamaan dan melarang bahasa Uighurs (yang menggunakan huruf Arab). Pemerintah Cina juga melakukan kebijakan transmigrasi untuk memperbanyak kehadiran etnik Han di Xinjiang sehingga mengurangi tingkat mayoritas warga Uighurs di sana. Pada tahun 1949, warga Cina suku Han hanya sebesar 2-3% saja, tetapi kini mereka sudah mencapai 50% dan menguasai semua lini perdagangan.
Peningkatan intensitas operasi militer AS di Pakistan dan Afghanistan
Di Afghanistan, pasukan pendudukan AS melancarkan serangan darat yang melibatkan helikopter tempur, tank, dan 4 ribu marinir. Serbuan massal ini dikoordinasikan dengan pesawat tempur tidak berawak yang lepas landas dari Pakistan dan menewaskan 115 warga. Lebih jauh lagi, pemerintah Pakistan mengijinkan serbuan udara yang menewaskan 24 warga di wilayah Swat dan Waziristan. Hal ini belum ditambah peran Pakistan yang membantu usaha Amerika yang menyebabkan terjadinya 2 juta pengungsi. AS dan Pakistan justru bekerjasama untuk mencekik umat, yang berjuang melawan pendudukan Amerika. Apa yang terjadi di Afghanistan adalah bukti bahwa AS tidak mampu memperbudak umat begitu saja, tanpa bantuan dari rezim pemerintahan muslim pengkhianat seperti rezim Zardari yang kini berkuasa di Pakistan. Apa yang AS perbuat di Pakistan memang berbeda dari apa yang ia lakukan di Iraq, dimana AS menggunakan bantuan negara tetangga seperti Iran dan Syria untuk menghadapi perlawanan umat Islam.
Pengepungan Palestina: Kematian yang menyengsarakan
8 bulan telah berlalu sejak pembantaian yang dilakukan Israel terhadap muslim di Gaza. Meskipun bom sudah berhenti berjatuhan –dan media juga sudah tidak meliputnya kembali– pembantaian terhadap Gaza masih berlangsung. Ketimbang menggunakan bom, Israel menggunakan taktik pengepungan yang mematikan. Contohnya, karena muslim tidak dibolehkan memiliki akses terhadap bahan bangunan, maka mereka harus hidup di tenda. Sebagaimana direkam dalam sebuah film dokumenter yang diudarakan oleh harian Inggris The Guardian, seorang ayah harus tetap terjaga sepanjang malam untuk melindungi anak-anaknya dari terkaman binatang liar! Siapapun yang bisa berperan sebagai pengamat yang obyektif akan melihat bahwa tindakan brutal yang dihadapi umat di palestina adalah akibat langsung dari pendudukan Israel, seperti antrian di pos perbatasan hingga berjam-jam, melihat secara pasrah aksi yang dilakukan buldozer Israel dalam menghancurkan rumah warga dan pohon-pohon zaitun yang merupakan sumber penghasilan warga palestina, atau menderita terhadap teror pasukan israel yang merazia rumah-rumah warga di tengah malam. Sebagaimana terlihat dalam acara TV ’60 Minutes’ pasukan Israel bisa seenaknya memasuki rumah warga secara paksa dan menggunakannya sebagai pos komando operasi.
Situasi muslim di Palestina sungguh merupakan refleksi terhadap pentingnya memiliki Khilafah. Muslim dulu pernah mengontrol wilayah tersebut tanpa jeda sejak jaman Khalifah Umar bin Al-Khattab (ra) hingga kedatangan pasukan Salibi.Seruan untuk membebaskan Al Quds pun dikumandangkan oleh Salahudin Ayyubi yang berjuang dengan gagah berani dan dengan seijin Allah, telah berhasil membebaskan Al Quds. Supremasi Islam pun kembali berlanjut hingga datang ke masa pemerintahan Khilafah Ottoman (Uthmani), yang pada akhirnya melemah karena tanggungan hutang yang membesar. Pergerakan Zionis pun mengambil kesempatan dari lemahnya keuangan kekhilafahan dan berusaha untuk membeli Al Quds. Namun, bagaimanakah tanggapan Khalifah Sultan Abdul Hamid terhadap tawaran ini? Apakah dia langsung naik kereta ke London untuk menerima tawaran tersebut dan menikmatinya sebagaimana apa yang dilakukan penguasa muslim saat ini? Tidak, dia sama sekali tidak! Dengan tegas, beliau bahkan tidak mau bertemu dengan pemimpin gerakan Zionis dan menyatakan bahwa tanah Al Quds telah terbasahi oleh darah para syuhada dan mujahideen, maka akan terlalu murah untuk ditukar dengan kekayaan apapun. Sungguh suatu bentuk kepemimpinan yang kini sulit ditemukan dari sekitar 50 an negara muslim sekarang ini.
Mudah-mudahan ALLAH membantu kita meneruskan kembali kehidupan Islam dengan kembalinya Khilafah Rashidah sesuai dengan metoda politik dan intelektual yang dicontohkan rasulullah saaw. Semoga ALLAH mengijinkan generasi berikutnya untuk bisa hidup dibawah naungan Khilafah, terlindungi dari penindasan dan pendudukan.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.†[An-Nur24:55]
















berjuang menegakan kalimat ALLOH Syariat ALLOH agar dimenangkan ats semua dien adalah kewajiban qt sbg hamba ALLOH dn kholifah dimuka bumi.
perjuangan qt disatukkan oleh aqidah islam ASWAJA
khilafah / daullah islamiah adalah sarana untuk menegakan syariat ALLOH.
imam almawardi berkata khilafah ditegakan sbg penganti tugas kenabian dlm menjaga agama dn mengatur urusan dunia.
Shg akan tercipta kebaikan dn kesejahteraan hidup didunia dn akherat.
maka terwujudlah masyarakat yg adil makmur aman dn tentram dg keridhaan dn ampunan ALLOH.
@toni: kalo kelaparannya sekarang ya wajib kita beri makan. tetapi prolematikanya bukan hanya kelaparan sekarang, bagaimana dengan masalah pendidikan, perekonomian, politik. Apakah akan kita selesaikan satu-persatu, tanpa mencari permasalahan pokoknya ( Al Qadliyah al mashiriyah)
khilafah global bukan sekedar solusi, tapi juga kewajiban seluruh umat Islam dalam rangka menerapkan syari’at secara sempurna. lihatlah bagaimana hudud tidak bisa diterapkan tanpa keberadaan seorang imam, berkata Imam Ar-Rozi:
ØªÙØ³ÙŠØ± Ø§Ù„ÙØ®Ø± الرازى – (ج 1 / ص 1656)
وأجمعت الأمة على أنه ليس Ù„Ø¢ØØ§Ø¯ الرعية إقامة Ø§Ù„ØØ¯ÙˆØ¯ على الجناة ØŒ بل أجمعوا على أنه لا يجوز إقامة Ø§Ù„ØØ¯ÙˆØ¯ على Ø§Ù„Ø£ØØ±Ø§Ø± الجناة إلا للإمام ØŒ Ùلما كان هذا Ø§Ù„ØªÙƒÙ„ÙŠÙ ØªÙƒÙ„ÙŠÙØ§Ù‹ جازماً ولا يمكن الخروج عن عهدة هذا التكلي٠إلا عند وجود الإمام ØŒ وما لا يتأتى الواجب إلا به ØŒ وكان مقدوراً للمكل٠، Ùهو واجب ØŒ Ùلزم القطع بوجوب نصب الإمام ØÙŠÙ†Ø¦Ø°Ù
jika ada yang menyanggah: kan sudah ada presiden? kami katakan: benarkah presiden adalah imam kaum muslim?
1. bukankah imam kaum muslimin wajib menerapkan hukum-hukum ALlah swt, sebagaimana dikatakan oleh imam Ibn Katsir:
ØªÙØ³ÙŠØ± ابن كثير – (ج 3 / ص 131)
ينكر تعالى على من خرج عن ØÙƒÙ… الله Ø§Ù„Ù…ÙØÙ’ÙƒÙŽÙ… المشتمل على كل خير، الناهي عن كل شر وعدل إلى ما سواه من الآراء والأهواء ÙˆØ§Ù„Ø§ØµØ·Ù„Ø§ØØ§ØªØŒ التي وضعها الرجال بلا مستند من شريعة الله، كما كان أهل الجاهلية ÙŠØÙƒÙ…ون به من الضلالات والجهالات، مما يضعونها بآرائهم وأهوائهم، وكما ÙŠØÙƒÙ… به التتار من السياسات الملكية المأخوذة عن ملكهم جنكزخان، الذي وضع لهم اليَساق وهو عبارة عن كتاب مجموع من Ø£ØÙƒØ§Ù… قد اقتبسها عن شرائع شتى، من اليهودية والنصرانية والملة الإسلامية، ÙˆÙيها كثير من الأØÙƒØ§Ù… أخذها من مجرد نظره وهواه، ÙØµØ§Ø±Øª ÙÙŠ بنيه شرعًا متبعًا، يقدمونها على الØÙƒÙ… بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم. ومن ÙØ¹Ù„ ذلك منهم Ùهو ÙƒØ§ÙØ± يجب قتاله، ØØªÙ‰ يرجع إلى ØÙƒÙ… الله ورسوله [صلى الله عليه وسلم] Ùلا ÙŠØÙƒÙ… سواه ÙÙŠ قليل ولا كثير، قال الله تعالى: { Ø£ÙŽÙÙŽØÙكْمَ الْجَاهÙÙ„Ùيَّة٠يَبْغÙونَ } أي: يبتغون ويريدون، وعن ØÙƒÙ… الله يعدلون. { وَمَنْ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ØÙكْمًا Ù„Ùقَوْم٠يÙوقÙÙ†Ùونَ } أي: ومن أعدل من الله ÙÙŠ ØÙƒÙ…Ù‡ لمن عَقل عن الله شرعه، وآمن به وأيقن وعلم أنه تعالى Ø£ØÙƒÙ… Ø§Ù„ØØ§ÙƒÙ…ين، وأرØÙ… بخلقه من الوالدة بولدها، ÙØ¥Ù†Ù‡ تعالى هو العالم بكل شيء، القادر على كل شيء، العادل ÙÙŠ كل شيء.
وقال ابن أبي ØØ§ØªÙ…: ØØ¯Ø«Ù†Ø§ أبي، ØØ¯Ø«Ù†Ø§ هلال بن Ùياض، ØØ¯Ø«Ù†Ø§ أبو عبيدة الناجي قال: سمعت Ø§Ù„ØØ³Ù† يقول: من ØÙƒÙ… بغير ØÙƒÙ… الله، ÙØÙƒÙ… الجاهلية [هو]
2. bukankah imam kaum muslimin wajib hanya satu, tidak boleh lebih. sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi dan Ibn Katsir berikut ini.
Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ù†ÙˆÙˆÙŠ على مسلم – (ج 12 / ص 232)
واتÙÙ‚ العلماء على أنه لا يجوز أن يعقد Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØªÙŠÙ† ÙÙŠ عصر ÙˆØ§ØØ¯ سواء اتسعت دار الإسلام أم لا
ØªÙØ³ÙŠØ± ابن كثير – (ج 1 / ص 222)
ÙØ£Ù…ا نصب إمامين ÙÙŠ الأرض أو أكثر Ùلا يجوز لقوله عليه الصلاة والسلام: “من جاءكم وأمركم جميع يريد أن ÙŠÙØ±Ù‚ بينكم ÙØ§Ù‚تلوه كائنًا من كان” . وهذا قول الجمهور، وقد ØÙƒÙ‰ الإجماع على ذلك غير ÙˆØ§ØØ¯ØŒ منهم إمام Ø§Ù„ØØ±Ù…ين
Jika dikatakan bukankah islam tidak sesuai dengan kultur di masing-masing wilayah? kami katakan: justru Islam sendiri turun di bumi sementara kala itu tidak ada wilayah yang kulturnya sesuai untuk diterapkannya Islam, tidak di arab dan tidak pula di luar arab. Akan tetapi Islam datang untuk merubah kultur agar sesuai dengan apa yang diridhai Allah swt. kaum jahiliyah yang thawwaf dengan telanjang dirubahnya oleh Islam, kenapa kaum telanjang di negeri ini tidak boleh dirubah dengan Islam? Budaya Riba petinggi Quraisy dirubah dengan Islam, kenapa budaya riba di negeri ini tidak boleh dirubah dgn Islam?
Jika dikatakan: bukankah Islam tidak selalu disebarkan dengan perang? kami jawab: benar, Islam tidak selalu tersebar dengan perang, menyebarkan Islam sah-sah saja dilakukan oleh individu bisa lewat perdagangan, pernikahan dll. namun perlu di ketahui bahwa pemerintahan Islam memiliki mekanisme untuk selalu melakukan jihad yang berarti perang, minimal sekali dalam setahun. berikut penjelasan an-nawawi dan abu yahya zakariya al-anshari.
المجموع Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ù…Ù‡Ø°Ø¨ – (ج 19 / ص 266)
وأقل ما يجزئ ÙÙŠ كل سنة مرة، لان الجزية تجب ÙÙŠ كل سنة مرة
وهى بدل عن القتل Ùكذلك القتل، ولان ÙÙŠ تعطيله ÙÙŠ أكثر من سنة يطمع العدو ÙÙŠ المسلمين، ÙØ¥Ù† دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© ÙÙŠ السنة إلى أكثر من مرة وجب لانه ÙØ±Ø¶ على Ø§Ù„ÙƒÙØ§ÙŠØ©ØŒ Ùوجب منه ما دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إليه، ÙØ¥Ù† دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إلى تأخيره لضع٠المسلمين أو قلة ما ÙŠØØªØ§Ø¬ إليه من قتالهم من العدة أو للطمع ÙÙŠ إسلامهم ونØÙˆ ذلك من الاعذار جاز تأخيره لان النبي صلى الله عليه وسلم أخر قتال قريش بالهدنة وأخر قتال غيرهم من القبائل بغير هدنة، ولان ما يرجى من Ø§Ù„Ù†ÙØ¹ بتأخيره أكثر مما يرجى من Ø§Ù„Ù†ÙØ¹ بتقديمه Ùوجب تأخيره
أسنى المطالب ÙÙŠ Ø´Ø±Ø Ø±ÙˆØ¶ الطالب – (ج 4 / ص 176)
وأقله أي الجهاد مرة ÙˆØ§ØØ¯Ø© ÙÙŠ السنة كإØÙŠØ§Ø¡ الكعبة ÙˆÙ„ÙØ¹Ù„Ù‡ صلى الله عليه وسلم له منذ أمر به كل سنة Ùكانت غزوة بدر الكبرى ÙÙŠ الثانية ÙˆØ£ØØ¯ ثم بدر الصغرى ثم بني النضير ÙÙŠ الثالثة والخندق ÙÙŠ الرابعة وذات الرقاع ثم دومة الجندل وبني قريظة ÙÙŠ الخامسة ÙˆØ§Ù„ØØ¯ÙŠØ¨ÙŠØ© وبني المصطلق ÙÙŠ السادسة وخيبر ÙÙŠ السابعة ومؤتة وذات السلاسل ÙˆÙØªØ مكة ÙˆØÙ†ÙŠÙ† والطائ٠ÙÙŠ الثامنة وتبوك ÙÙŠ التاسعة على خلا٠ÙÙŠ بعض ذلك جرى عليه Ø§Ù„Ø±Ø§ÙØ¹ÙŠ ÙˆØªØ¨Ø¹ØªÙ‡ عليه ÙÙŠ Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ø¨Ù‡Ø¬Ø© ولأن الجزية لك٠القتال وإنما تؤخذ ÙÙŠ كل سنة مرة وكذا سهم الغزاة Ùلا بد من جهاد Ùيها ÙØ¥Ù† زاد على مرة Ùهو Ø£ÙØ¶Ù„ ØµØ±Ø Ø¨Ù‡ الأصل لا أقل من مرة يعني لا يجوز إخلاء سنة عنها إلا لضرورة كعجز عن قتالهم أو عذر كعزة زاد ÙÙŠ الطريق وانتظار Ù„ØØ§Ù‚ مدد وتوقع إسلام قوم منهم Ùيؤخر الجهاد ØØªÙ‰ تزول الضرورة أو العذر وإن دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© لأكثر من مرة ÙÙŠ السنة وجب ذكره ابن أبي عصرون
namun dalam mekanismenya, jihad tidak selalu perang. karena sebelum jihad kaum muslim diwajibkan untuk memberikan 3 tawaran thd orang-orang kafir: masuk islam, membayar jizyah, dan perang. perang hanya terjadi jika orang2 kafir memilih opsi ke tiga. berdasarkan hadist:
سنن أبى داود – (ج 2 / ص 341)
عن سليمان بن بريدة عن أبيه قال كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إذا بعث أميرا على سرية أو جيش أوصاه بتقوى الله ÙÙ‰ خاصة Ù†ÙØ³Ù‡ وبمن معه من المسلمين خيرا وقال « إذا لقيت عدوك من المشركين ÙØ§Ø¯Ø¹Ù‡Ù… إلى Ø¥ØØ¯Ù‰ ثلاث خصال أو خلال ÙØ£ÙŠØªÙ‡Ø§ أجابوك إليها ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ادعهم إلى الإسلام ÙØ¥Ù† أجابوك ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ثم ادعهم إلى التØÙˆÙ„ من دارهم إلى دار المهاجرين وأعلمهم أنهم إن ÙØ¹Ù„وا ذلك أن لهم ما للمهاجرين وأن عليهم ما على المهاجرين ÙØ¥Ù† أبوا واختاروا دارهم ÙØ£Ø¹Ù„مهم أنهم يكونون كأعراب المسلمين يجرى عليهم ØÙƒÙ… الله الذى يجرى على المؤمنين ولا يكون لهم ÙÙ‰ الÙىء والغنيمة نصيب إلا أن يجاهدوا مع المسلمين ÙØ¥Ù† هم أبوا ÙØ§Ø¯Ø¹Ù‡Ù… إلى إعطاء الجزية ÙØ¥Ù† أجابوا ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ÙØ¥Ù† أبوا ÙØ§Ø³ØªØ¹Ù† بالله تعالى وقاتلهم وإذا ØØ§ØµØ±Øª أهل ØØµÙ† ÙØ£Ø±Ø§Ø¯ÙˆÙƒ أن تنزلهم على ØÙƒÙ… الله تعالى Ùلا تنزلهم ÙØ¥Ù†ÙƒÙ… لا تدرون ما ÙŠØÙƒÙ… الله Ùيهم ولكن أنزلوهم على ØÙƒÙ…كم ثم اقضوا Ùيهم بعد ما شئتم
wallaahu a’lam, wahuwal muwaffiq ilaa aqwamit thariiq
Secara istilah kata Al-Khilâfah memiliki persamaan dengan Al-Imâmah dan Imâratu-l-Mukminîn. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmû’ Syarhu-l-Muhadzdzab mengatakan:
والإمامة ÙˆØ§Ù„Ø®Ù„Ø§ÙØ© وإمارة المؤمنين Ù…ØªØ±Ø§Ø¯ÙØ©
“Al-Imâmah, Al-Khilâfah, dan Imâratu-l-Mukminîn adalah sinonim.â€
Sedangkan pengertiannya menurut para ulama, diantaranya adalah sebagaimana berikut.
1. Menurut Imam Al-Mawardi (w. 450 H):
الإمامة موضوعة Ù„Ø®Ù„Ø§ÙØ© النبوة ÙÙŠ ØØ±Ø§Ø³Ø© الدين٠وسياسة الدنيا
“Imamah adalah sebutan bagi pengganti kenabian dalam menjaga Dien (Islam) dan mengurus urusan dunia.â€
2. Menurut Imam An-Nawawi (w. 676 H):
والمراد بها الرياسة العامة ÙÙŠ شؤون٠الدين٠والدنيا
“… yang dimaksud dengannya adalah: Kepemimpinan umum dalam urusan-urusan Dien (Islam) dan urusan-urusan dunia.â€
3. Menurut Imam Al-Iji (w. 756 H):
هي Ø®Ù„Ø§ÙØ© الرسول ÙÙŠ إقامة الدين ÙˆØÙظ ØÙˆØ²Ø© الملة بØÙŠØ« يجب اتباعه على ÙƒØ§ÙØ© الأمة
“… dia adalah pengganti Rasulullah saw dalam menegakkan Dien (Islam), dan menjaga keutuhan Millah (Islamiah), yang wajib diikuti oleh seluruh umat.â€
4. Menurut Ibn Khaldun (w. 808 H):
Ùهي ÙÙŠ الØÙ‚يقة Ø®Ù„Ø§ÙØ© عن ØµØ§ØØ¨ الشرع ÙÙŠ ØØ±Ø§Ø³Ø© الدين وسياسة الدنيا به
“… dia pada hakikatnya adalah pengganti (peran) Allah swt dalam menjaga agama dan mengurus dunia dengan agama.â€
Adapun definisi Khilafah yang bersifat jaami’ (komprehensif) dan maani’ (protektif), yang sekaligus juga mengakomodasi definisi-definisi para ulama di atas adalah:
رئاسة عامة للمسلمين جميعاً ÙÙŠ الدنيا لإقامة Ø£ØÙƒØ§Ù… الشرع الإسلامي، ÙˆØÙ…Ù„ الدعوة الإسلامية إلى العالم
“Kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia, guna menerapkan hukum-hukum syara’, dan mengemban dakwah islamiah ke seluruh alam.â€
2. Empat Pilar Negara Khilafah
Sistem Khilafah tegak di atas empat pilar: (1) As-Siyaadah (kedaulatan) berada di tangan syara’; (2) As-Sulthaan (kekuasaan) berada di tangan rakyat; (3) Mengangkat satu orang Khalifah fardhu atas seluruh kaum Muslim; (4) Hanya Khalifah yang berhak mengadopsi hukum syariah . Jika salah satu saja dari empat pilar tersebut tiada, maka suatu pemerintahan tidak bisa disebut sebagai pemerintahan Islam .
1) As-Siyaadah (kedaulatan) berada di tangan syara’
Kedaulatan adalah otoritas absolut tertinggi, sebagai satu-satunya pemilik hak untuk menetapkan hukum segala sesuatu dan perbuatan . Berdasarkan firman Allah swt:
Ù‚Ùلْ Ø¥ÙÙ†Ùّي عَلَى بَيÙّنَة٠مÙنْ رَبÙّي وَكَذَّبْتÙمْ بÙه٠مَا عÙنْدÙÙŠ مَا تَسْتَعْجÙÙ„Ùونَ بÙه٠إÙن٠الْØÙكْم٠إÙلَّا Ù„ÙÙ„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙŠÙŽÙ‚ÙØµÙÙ‘ الْØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ خَيْر٠الْÙَاصÙÙ„Ùينَ [الأنعام: 57]
“Katakanlah: Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik.†(QS. Al-An’aam [6]: 57)
Karena penetapan hukum hanya milik Allah swt semata, maka peran penguasa (khalifah) dalam sistem pemerintahan Islam hanya sebagai pelaksana, tanpa memiliki wewenang sedikitpun untuk membuat hukum. Dan haram hukumnya bagi penguasa untuk memberhentikan pelaksanaan hukum-hukum Islam, untuk kemudian berhukum dengan selainnya. Imam Ibnu Katsir berkata:
ينكر تعالى على من خرج عن ØÙƒÙ… الله المØÙƒÙ… المشتمل على كل خير ØŒ الناهي عن كل شر وعدل إلى ما سواه من الآراء والأهواء ÙˆØ§Ù„Ø§ØµØ·Ù„Ø§ØØ§Øª ØŒ التي وضعها الرجال بلا مستند من شريعة الله ØŒ … Ùلا ÙŠØÙƒÙ… بسواه ÙÙŠ قليل ولا كثير ØŒ قال الله تعالى : ï´¿ Ø£ÙŽÙÙŽØÙكْمَ الْجَاهÙÙ„Ùيَّة٠يَبْغÙونَ ï´¾ أي : يبتغون ويريدون ØŒ وعن ØÙƒÙ… الله يعدلون . ï´¿ وَمَنْ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ØÙكْمًا Ù„Ùقَوْم٠يÙوقÙÙ†Ùونَ ï´¾ أي : ومن أعدل من الله ÙÙŠ ØÙƒÙ…Ù‡ لمن عَقل عن الله شرعه ØŒ وآمن به وأيقن وعلم أنه تعالى Ø£ØÙƒÙ… Ø§Ù„ØØ§ÙƒÙ…ين .
“Allah mengingkari siapa-siapa (penguasa) yang tidak menerapkan hukum Allah swt yang jelas, konprehensif meliputi setiap kebaikan dan mencegah dari setiap keburukan, serta berpaling kepada selainnya yang berupa pendapat, hawanafsu, dan istilah-istilah yang dibuat oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah swt, … maka tidak boleh berhukum dengan selain hukum Allah swt, baik sedikit maupun banyak. Allah swt berfirman (yang artinya): “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendakiâ€, atau: yang mereka kehendaki dan mereka mau, sedangkan dari hukum Allah swt mereka berpaling. “dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?†atau: siapakah yang lebih adil syari’atnya daripada hukum Allah swt bagi siapa-siapa yang berfikir tentang Allah swt, mengimani-Nya, dan yakin serta tahu bahwa Allah swt adalah seadil-adilnya hakim.â€
2) As-Sulthaan (kekuasaan) berada di tangan rakyat
Bahwa pengangkatan seorang kepala negara (khalifah) dalam pemerintahan Islam tidak lain adalah berdasarkan pilihan umat dengan metode bai’at. Baik dari mayoritas umat, atau yang mewakili mereka, yaitu ahlu al-halli wa al-‘aqdi; dan khalifah hanya mengambil kekuasaan melalui bai’at umat ini . Diantara yang menggambarkan bahwa khalifah dipilih oleh umat adalah hadits shahih dari Abu Hurairah ra berikut.
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء كلما هلك نبي خلÙÙ‡ نبي وإنه لا نبي بعدي وسيكون Ø®Ù„ÙØ§Ø¡ Ùيكثرون قالوا Ùما تأمرنا قال Ùوا ببيعة الأول ÙØ§Ù„أول أعطوهم ØÙ‚هم ÙØ¥Ù† الله سائلهم عما استرعاهم
Dari Nabi saw beliau bersabda: Adalah Bani Israil mereka diurus oleh para nabi-nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi yang lain, dan sesungguhnya tidak ada lagi nabi setelahku, dan yang akan ada adalah para khalifah dalam jumlah yang banyak. Para sahabat bertanya: lantas apa yang engkau perintahkan kepada kami?, Nabi menjawab: “Tunaikanlah bai’at bagi yang pertama dan pertama, berikanlah kepada mereka hak-hak mereka, sungguh mereka akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah swt atas apa yang mereka urus.†(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
3) Mengangkat satu orang Khalifah fardhu atas seluruh kaum Muslim
Jumlah khalifah di setiap masa tidak boleh lebih dari satu. Berdasarkan hadits shahih riwayat Muslim berikut.
عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا بويع Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØªÙŠÙ† ÙØ§Ù‚تلوا الآخر منهما
Dari Abu Sa’id Al-Khudri, beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: “Jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir di antara keduanya.†(HR. Muslim)
Imam An-Nawawi (w. 676 H) berkata:
واتÙÙ‚ العلماء على أنه لا يجوز أن يعقد Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØªÙŠÙ† ÙÙŠ عصر ÙˆØ§ØØ¯ ØŒ سواء اتسعت دار الإسلام أم لا
“Para ulama bersepakat bahwa tidak boleh mengangkat dua khalifah di satu masa, baik wilayah kekhilafahan luas maupun tidak.â€
Imam As-Sinqithi (w. 1393 H) menyatakan:
قول جماهير العلماء من المسلمين : أنه لا يجوز تعدد الإمام الأعظم ØŒ بل يجب كونه ÙˆØ§ØØ¯Ø§ ØŒ وأن لا يتولى على قطر من الأقطار إلا أمراؤه المولون من Ù‚ÙØ¨ÙŽÙ„ÙÙ‡Ù ØŒ Ù…ØØªØ¬ÙŠÙ† بما أخرجه مسلم ÙÙŠ صØÙŠØÙ‡ من ØØ¯ÙŠØ« أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا بويع Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØªÙŠÙ† ÙØ§Ù‚تلوا الآخر منهما .
“Pendapat jumhur ‘ulama: Bahwa berbilangnya khalifah adalah tidak boleh, bahkan wajib berjumlah satu, dan hendaknya tidak berkuasa atas wilayah-wilayah (kekuasaan kaum muslimin) kecuali umara’ yang diangkat oleh khalifah, mereka (jumhur ‘ulama) berhujjah dengan hadits sahih dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “jika dibai’at dua khalifah maka bunuhlah yang terakhir (diba’at) di antara keduanya.â€
4) Hanya Khalifah yang berhak mengadopsi hukum syariah
Satu-satunya yang berhak mengadopsi hukum syari’ah untuk kemudian diterapkan atas kaum muslim adalah khalifah, berdasarkan ijma’ shahabat. Misalnya, saat pemerintahan Abu Bakar, beliau menetapkan ucapan talak sebanyak tiga kali dihukumi talak satu. Namun, saat pemerintahan Umar bin Al-Khaththab, beliau menetapkan ucapan talak sebanyak tiga kali dihukumi talak tiga. Tidak ada satupun sahabat Nabi saw yang mengingkari tindakan keduanya. Dengan demikian, telah terjadi Ijma’ Shahabat dalam dua perkara. Pertama: Khalifah berhak mengadopsi dan menetapkan hukum syariah yang diberlakukan secara umum kepada seluruh rakyat. Kedua: wajib atas rakyat menaati Khalifah dalam hukum-hukum syariah yang telah diberlakukan .
3. Pandangan Ulama tentang Wajibnya Khilafah
Berikut ini pandangan beberapa Ulama ahlus sunnah wal jama’ah lintas madzhab tentang wajibnya Khilafah.
• Imam ‘Alauddin al-Kasaaniy dari madzhab Hanafi:
… ولأن نصب الإمام الأعظم ÙØ±Ø¶ بلا خلا٠بين أهل الØÙ‚ ولا عبرة بخلا٠بعض القدرية لإجماع Ø§Ù„ØµØØ§Ø¨Ø© رضي الله عنهم على ذلك ولمساس Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إليه لتقيد الأØÙƒØ§Ù… وإنصا٠المظلوم من الظالم وقطع المنازعات التي هي مادة Ø§Ù„ÙØ³Ø§Ø¯ وغير ذلك من Ø§Ù„Ù…ØµØ§Ù„Ø Ø§Ù„ØªÙŠ لا تقوم إلا بإمام
“… dan dikarenakan pengangkatan Imam A’zham (khalifah) adalah fardhu tanpa perbedaan diantara Ahlul-Haqq (pengikut kebenaran), tidak diperhitungkan perbedaan kalangan Qadariyyah dikarenakan ijma’ shahabat ra atas nya, dan besarnya kebutuhan terhadapnya karena keterikatan hukum-hukum syara’, menolong orang yang terzhalimi dari yang menzhalimi, menutuskan persengketaan yang merupakan sumber kerusakan, dan kemaslahatan-kemaslahatan lainnya yang tidak bisa tegak tanpa keberadaan seorang Imam.â€
• Imam Al Qurthubi dari madzhab Maliki:
هذه الآية أصل ÙÙŠ نصب إمام ÙˆØ®Ù„ÙŠÙØ©Ø› يسمع له ويطاع؛ لتجتمع به الكلمة ÙˆØªÙ†ÙØ° به Ø£ØÙƒØ§Ù… Ø§Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØ©ØŒ ولا خلا٠ÙÙŠ وجوب ذلك بين الأمة، ولا بين الأئمة إلا ما روي عن الأصم ØÙŠØ« كان عن الشريعة أصم
“Ayat ini (Al-Baqarah: 30) merupakan landasan bagi pengangkatan seorang Imam dan Khalifah yang didengarkan dan ditaati, agar suara kaum muslim bersatu, dan diterapkannya hukum-hukum khalifah. Tidak ada pertentangan di kalangan umat Islam dan para Ulama tentang wajibnya Khilafah, kecuali yang diriwayatkan dari Al-Ashamm, yang mana dia benar-benar tuli terhadap syari’at.â€
• Imam An-Nawawi dari madzhab Asy-Syaafi’i:
وأجمعوا على أنه يجب على المسلمين نصب Ø®Ù„ÙŠÙØ© ووجوبه بالشرع لا بالعقل ØŒ وأما ما ØÙƒÙŠ Ø¹Ù† الأصم أنه قال : لا يجب ØŒ وعن غيره أنه يجب بالعقل لا بالشرع ÙØ¨Ø§Ø·Ù„ان
“… dan mereka (para ulama) bersepakat bahwa wajib atas kaum muslim untuk mengangkat seorang khalifah, dan wajibnya berdasarkan nash syara’ bukan berdasarkan logika. Adapun yang dikisahkan dari Al-Ashamm bahwa dirinya berkata: tidak wajib, dan (yang dikisahkan) dari selainnya (yang mengatakan) bahwa wajibnya berdasarkan logika bukan berdasarkan nash syara’, maka keduanya adalah pendapat yang bathil.â€
• Imam Umar bin Ali bin Adil dari madzhab Hambali:
هذه الآية (البقرة 30) دليلٌ على وجوب نصب إمام ÙˆØ®Ù„ÙŠÙØ© يسمع له ÙˆÙŠÙØ·ÙŽØ§Ø¹ ØŒ لتجتمع به الكلمة ØŒ ÙˆØªÙ†ÙØ° به Ø£ØÙƒØ§Ù… Ø§Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØ© ØŒ ولا خلا٠ÙÙŠ وجوب ذلك بَيْنَ الأئمة ØŒ إلاّ ما روي عن الأصَمّ وأتباعه أنها غير واجبة٠ÙÙŠ الدين
“Ayat ini (al-baqarah 30) merupakan dalil atas wajibnya mengangkat imam dan khalifah yang didengarkan dan ditaati, guna persatuan suara kaum muslimin, dan diterapkannya hukum-hukum khalifah. Tidak ada perbedaan dalam wajibnya hal tersebut diantara para ulama, kecuali apa yang diriwayatkan dari Al-Ashamm dan para pengikutnya, bahwa ia (khilafah) tidak wajib dalam agama.â€
• Abdurrahman Al-Jaziri:
اتÙÙ‚ الأئمة رØÙ…هم الله تعالى على أن الإمامة ÙØ±Ø¶ ØŒ وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين ويÙنص٠المظلومين من الظالمين .
“Para Imam (An-Nu’man bin Tsabit, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris, dan Ahmad bin Hambal) rahimahumullaah telah bersepakat bahwa Imamah adalah wajib, bahwa harus ada seorang Imam bagi kaum muslim yang menegakkan syi’ar-syi’ar agama, dan menolong mereka yang terzhalimi dari orang-orang yang menzhalimi.â€
• Ibn Hazm dari madzhab Adz-Dzahiri:
اتÙÙ‚ جميع أهل السنة وجميع المرجئة وجميع الشيعة وجميع الخوارج على وجوب الإمامة وأن الامة واجب عليها الإنقياد لإمام عادل يقيم Ùيهم Ø£ØÙƒØ§Ù… الله ويسوسهم بأØÙƒØ§Ù… الشريعة التي آتى بها رسول الله صلى الله عليه وسلم ØŒ ØØ§Ø´Ø§ النجدات من الخوارج
“Telah bersepakat seluruh Ahli Sunnah, seluruh Murji’ah, Seluruh Syi’ah, Seluruh Khawarij atas wajibnya Imamah, dan bahwa wajib atas umat untuk tunduk terhadap seorang Imam yang adil, yang menegakkan hukum-hukum Allah swt di tengah-tengah mereka, serta mengurus urusan-urusan mereka dengan hukum-hukum syari’at yang dibawa Rasulullah saw, kecuali kalangan An-Najdaat dari kelompok kawarij.â€
Tidak hanya wajib, khilafah juga merupakan perkara penting dan mendesak, sehingga para sahabat lebih mendahulukannya daripada menunaikan kewajiban memakamkan jenazah Nabi Muhammad saw. Imam Ibnu Hajar Al-Haitamiy menyatakan:
اعلم أيضا أن Ø§Ù„ØµØØ§Ø¨Ø© رضوان الله تعالى عليهم أجمعين أجمعوا على أن نصب الإمام بعد انقراض زمن النبوة واجب بل جعلوه أهم الواجبات ØÙŠØ« اشتغلوا به عن دÙÙ† رسول الله واختلاÙهم ÙÙŠ التعيين لا ÙŠÙ‚Ø¯Ø ÙÙŠ الإجماع المذكور
“Ketahuilah juga bahwa para sahabat ra telah bersepakat bahwa pengangkatan seorang Imam setelah berakhirnya masa kenabian adalah wajib, bahkan mereka menjadikannya kewajiban yang terpenting, dimana mereka menyibukkan diri dengannya dari memakamkan Rasulullah saw. Sedangkan perbedaan mereka dalam penentuan (siapa khalifahnya) tidak membatalkan ijma’ yang telah disebutkan.â€
Terakhir, ada baiknya merenungkan apa yang dilantunkan Hanzhalah bin Ar-Rabi’ ra, sahabat sekaligus juru tulis Nabi saw, saat beliau menyaksikan konspirasi yang dilakukan sebagian penduduk Mesir, Kufah, dan Bashrah dalam rangka melengserkan khalifah Utsman bin ‘Affan ra dari kekhilafahan.
عجبت لما يخوض الناس Ùـيه * يرومون Ø§Ù„Ø®Ù„Ø§ÙØ© أن تزولا
ولو زالت لزال الخير عنـهم * ولاقوا بعدها ذلا ذلـيلا
وكانوا كاليهود أو النصارى * سواء كلهم ضلوا السبيلا
“Aku heran dengan apa yang menyibukkan orang-orang ini # mereka berharap agar khilafah segera lenyapâ€
“Jika ia sampai lenyap sungguh akan lenyap pula semua kebaikan dari mereka # dan mereka akan menjumpai kehinaan yang amat sangat.â€
“Adalah mereka kemudian seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani # mereka semua sama-sama berada di jalan yang sesat.â€
menegakkan kekhilafahan tidaklah didasarkan karena adanya kelaparan atau yang lainnya, tapi karena melaksanakan PERINTAH ALLAH swt.
sistem khilafah adalah sistem yg dituntut penerapannya oleh islam, yang didalamnya diterapkan hukum-hukum islam baik untuk kaum muslimin maupun non muslim.
sistem khilafah jugalah yang ada panduannya dari Rasulullah saw dan para sahabat. maka sudah seharusnya kaum muslimin mencampakkan sistem buatan plato, aristoteles, adam smith, jj russou dan gedibal-gedibal kaum kuffar lainnya.
adalah fenomena yang aneh bin ajaib, ketika kaum muslimin diseru untuk menegakkan syariat islam secara kaffah, namun dia merasa keberatan dengan alasan toleransi atau bahkan menyatakan hukum yang dibuat oleh orang2 itu lebih baik dari hukum islam.
wal ‘iyadzu billah
Teruskan, saatnya pesantren menjadi garda ke paling dpan dalam perjuangan khilafah. Engkau adalah cucu wali songo, para dai utusan khalifah fi Turki. Anda juga cucu Pangeran Diponegara yang begelar Senopati Ing Alogo Sultan Abdul hamid Erucokro Khalifatullah Amirul Mukminin Sayidin Panotogomo. Jadi jagan hiraukan orang yang ndak faham khilafah. Orang-orang itu ndak punya solusi. Pilihanya hanya Islam kalu bukan berarti sekuler atau komunis
khilafah global bukan sekedar solusi, tapi juga kewajiban seluruh umat Islam dalam rangka menerapkan syari’at secara sempurna. lihatlah bagaimana hudud tidak bisa diterapkan tanpa keberadaan seorang imam, berkata Imam Ar-Rozi:
ØªÙØ³ÙŠØ± Ø§Ù„ÙØ®Ø± الرازى – (ج 1 / ص 1656)
وأجمعت الأمة على أنه ليس Ù„Ø¢ØØ§Ø¯ الرعية إقامة Ø§Ù„ØØ¯ÙˆØ¯ على الجناة ØŒ بل أجمعوا على أنه لا يجوز إقامة Ø§Ù„ØØ¯ÙˆØ¯ على Ø§Ù„Ø£ØØ±Ø§Ø± الجناة إلا للإمام ØŒ Ùلما كان هذا Ø§Ù„ØªÙƒÙ„ÙŠÙ ØªÙƒÙ„ÙŠÙØ§Ù‹ جازماً ولا يمكن الخروج عن عهدة هذا التكلي٠إلا عند وجود الإمام ØŒ وما لا يتأتى الواجب إلا به ØŒ وكان مقدوراً للمكل٠، Ùهو واجب ØŒ Ùلزم القطع بوجوب نصب الإمام ØÙŠÙ†Ø¦Ø°Ù
jika ada yang menyanggah: kan sudah ada presiden? kami katakan: benarkah presiden adalah imam kaum muslim?
1. bukankah imam kaum muslimin wajib menerapkan hukum-hukum ALlah swt, sebagaimana dikatakan oleh imam Ibn Katsir:
ØªÙØ³ÙŠØ± ابن كثير – (ج 3 / ص 131)
ينكر تعالى على من خرج عن ØÙƒÙ… الله Ø§Ù„Ù…ÙØÙ’ÙƒÙŽÙ… المشتمل على كل خير، الناهي عن كل شر وعدل إلى ما سواه من الآراء والأهواء ÙˆØ§Ù„Ø§ØµØ·Ù„Ø§ØØ§ØªØŒ التي وضعها الرجال بلا مستند من شريعة الله، كما كان أهل الجاهلية ÙŠØÙƒÙ…ون به من الضلالات والجهالات، مما يضعونها بآرائهم وأهوائهم، وكما ÙŠØÙƒÙ… به التتار من السياسات الملكية المأخوذة عن ملكهم جنكزخان، الذي وضع لهم اليَساق وهو عبارة عن كتاب مجموع من Ø£ØÙƒØ§Ù… قد اقتبسها عن شرائع شتى، من اليهودية والنصرانية والملة الإسلامية، ÙˆÙيها كثير من الأØÙƒØ§Ù… أخذها من مجرد نظره وهواه، ÙØµØ§Ø±Øª ÙÙŠ بنيه شرعًا متبعًا، يقدمونها على الØÙƒÙ… بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم. ومن ÙØ¹Ù„ ذلك منهم Ùهو ÙƒØ§ÙØ± يجب قتاله، ØØªÙ‰ يرجع إلى ØÙƒÙ… الله ورسوله [صلى الله عليه وسلم] Ùلا ÙŠØÙƒÙ… سواه ÙÙŠ قليل ولا كثير، قال الله تعالى: { Ø£ÙŽÙÙŽØÙكْمَ الْجَاهÙÙ„Ùيَّة٠يَبْغÙونَ } أي: يبتغون ويريدون، وعن ØÙƒÙ… الله يعدلون. { وَمَنْ Ø£ÙŽØÙ’سَن٠مÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ØÙكْمًا Ù„Ùقَوْم٠يÙوقÙÙ†Ùونَ } أي: ومن أعدل من الله ÙÙŠ ØÙƒÙ…Ù‡ لمن عَقل عن الله شرعه، وآمن به وأيقن وعلم أنه تعالى Ø£ØÙƒÙ… Ø§Ù„ØØ§ÙƒÙ…ين، وأرØÙ… بخلقه من الوالدة بولدها، ÙØ¥Ù†Ù‡ تعالى هو العالم بكل شيء، القادر على كل شيء، العادل ÙÙŠ كل شيء.
وقال ابن أبي ØØ§ØªÙ…: ØØ¯Ø«Ù†Ø§ أبي، ØØ¯Ø«Ù†Ø§ هلال بن Ùياض، ØØ¯Ø«Ù†Ø§ أبو عبيدة الناجي قال: سمعت Ø§Ù„ØØ³Ù† يقول: من ØÙƒÙ… بغير ØÙƒÙ… الله، ÙØÙƒÙ… الجاهلية [هو]
2. bukankah imam kaum muslimin wajib hanya satu, tidak boleh lebih. sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi dan Ibn Katsir berikut ini.
Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ù†ÙˆÙˆÙŠ على مسلم – (ج 12 / ص 232)
واتÙÙ‚ العلماء على أنه لا يجوز أن يعقد Ù„Ø®Ù„ÙŠÙØªÙŠÙ† ÙÙŠ عصر ÙˆØ§ØØ¯ سواء اتسعت دار الإسلام أم لا
ØªÙØ³ÙŠØ± ابن كثير – (ج 1 / ص 222)
ÙØ£Ù…ا نصب إمامين ÙÙŠ الأرض أو أكثر Ùلا يجوز لقوله عليه الصلاة والسلام: “من جاءكم وأمركم جميع يريد أن ÙŠÙØ±Ù‚ بينكم ÙØ§Ù‚تلوه كائنًا من كان†. وهذا قول الجمهور، وقد ØÙƒÙ‰ الإجماع على ذلك غير ÙˆØ§ØØ¯ØŒ منهم إمام Ø§Ù„ØØ±Ù…ين
Jika dikatakan bukankah islam tidak sesuai dengan kultur di masing-masing wilayah? kami katakan: justru Islam sendiri turun di bumi sementara kala itu tidak ada wilayah yang kulturnya sesuai untuk diterapkannya Islam, tidak di arab dan tidak pula di luar arab. Akan tetapi Islam datang untuk merubah kultur agar sesuai dengan apa yang diridhai Allah swt. kaum jahiliyah yang thawwaf dengan telanjang dirubahnya oleh Islam, kenapa kaum telanjang di negeri ini tidak boleh dirubah dengan Islam? Budaya Riba petinggi Quraisy dirubah dengan Islam, kenapa budaya riba di negeri ini tidak boleh dirubah dgn Islam?
Jika dikatakan: bukankah Islam tidak selalu disebarkan dengan perang? kami jawab: benar, Islam tidak selalu tersebar dengan perang, menyebarkan Islam sah-sah saja dilakukan oleh individu bisa lewat perdagangan, pernikahan dll. namun perlu di ketahui bahwa pemerintahan Islam memiliki mekanisme untuk selalu melakukan jihad yang berarti perang, minimal sekali dalam setahun. berikut penjelasan an-nawawi dan abu yahya zakariya al-anshari.
المجموع Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ù…Ù‡Ø°Ø¨ – (ج 19 / ص 266)
وأقل ما يجزئ ÙÙŠ كل سنة مرة، لان الجزية تجب ÙÙŠ كل سنة مرة
وهى بدل عن القتل Ùكذلك القتل، ولان ÙÙŠ تعطيله ÙÙŠ أكثر من سنة يطمع العدو ÙÙŠ المسلمين، ÙØ¥Ù† دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© ÙÙŠ السنة إلى أكثر من مرة وجب لانه ÙØ±Ø¶ على Ø§Ù„ÙƒÙØ§ÙŠØ©ØŒ Ùوجب منه ما دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إليه، ÙØ¥Ù† دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© إلى تأخيره لضع٠المسلمين أو قلة ما ÙŠØØªØ§Ø¬ إليه من قتالهم من العدة أو للطمع ÙÙŠ إسلامهم ونØÙˆ ذلك من الاعذار جاز تأخيره لان النبي صلى الله عليه وسلم أخر قتال قريش بالهدنة وأخر قتال غيرهم من القبائل بغير هدنة، ولان ما يرجى من Ø§Ù„Ù†ÙØ¹ بتأخيره أكثر مما يرجى من Ø§Ù„Ù†ÙØ¹ بتقديمه Ùوجب تأخيره
أسنى المطالب ÙÙŠ Ø´Ø±Ø Ø±ÙˆØ¶ الطالب – (ج 4 / ص 176)
وأقله أي الجهاد مرة ÙˆØ§ØØ¯Ø© ÙÙŠ السنة كإØÙŠØ§Ø¡ الكعبة ÙˆÙ„ÙØ¹Ù„Ù‡ صلى الله عليه وسلم له منذ أمر به كل سنة Ùكانت غزوة بدر الكبرى ÙÙŠ الثانية ÙˆØ£ØØ¯ ثم بدر الصغرى ثم بني النضير ÙÙŠ الثالثة والخندق ÙÙŠ الرابعة وذات الرقاع ثم دومة الجندل وبني قريظة ÙÙŠ الخامسة ÙˆØ§Ù„ØØ¯ÙŠØ¨ÙŠØ© وبني المصطلق ÙÙŠ السادسة وخيبر ÙÙŠ السابعة ومؤتة وذات السلاسل ÙˆÙØªØ مكة ÙˆØÙ†ÙŠÙ† والطائ٠ÙÙŠ الثامنة وتبوك ÙÙŠ التاسعة على خلا٠ÙÙŠ بعض ذلك جرى عليه Ø§Ù„Ø±Ø§ÙØ¹ÙŠ ÙˆØªØ¨Ø¹ØªÙ‡ عليه ÙÙŠ Ø´Ø±Ø Ø§Ù„Ø¨Ù‡Ø¬Ø© ولأن الجزية لك٠القتال وإنما تؤخذ ÙÙŠ كل سنة مرة وكذا سهم الغزاة Ùلا بد من جهاد Ùيها ÙØ¥Ù† زاد على مرة Ùهو Ø£ÙØ¶Ù„ ØµØ±Ø Ø¨Ù‡ الأصل لا أقل من مرة يعني لا يجوز إخلاء سنة عنها إلا لضرورة كعجز عن قتالهم أو عذر كعزة زاد ÙÙŠ الطريق وانتظار Ù„ØØ§Ù‚ مدد وتوقع إسلام قوم منهم Ùيؤخر الجهاد ØØªÙ‰ تزول الضرورة أو العذر وإن دعت Ø§Ù„ØØ§Ø¬Ø© لأكثر من مرة ÙÙŠ السنة وجب ذكره ابن أبي عصرون
namun dalam mekanismenya, jihad tidak selalu perang. karena sebelum jihad kaum muslim diwajibkan untuk memberikan 3 tawaran thd orang-orang kafir: masuk islam, membayar jizyah, dan perang. perang hanya terjadi jika orang2 kafir memilih opsi ke tiga. berdasarkan hadist:
سنن أبى داود – (ج 2 / ص 341)
عن سليمان بن بريدة عن أبيه قال كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إذا بعث أميرا على سرية أو جيش أوصاه بتقوى الله ÙÙ‰ خاصة Ù†ÙØ³Ù‡ وبمن معه من المسلمين خيرا وقال « إذا لقيت عدوك من المشركين ÙØ§Ø¯Ø¹Ù‡Ù… إلى Ø¥ØØ¯Ù‰ ثلاث خصال أو خلال ÙØ£ÙŠØªÙ‡Ø§ أجابوك إليها ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ادعهم إلى الإسلام ÙØ¥Ù† أجابوك ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ثم ادعهم إلى التØÙˆÙ„ من دارهم إلى دار المهاجرين وأعلمهم أنهم إن ÙØ¹Ù„وا ذلك أن لهم ما للمهاجرين وأن عليهم ما على المهاجرين ÙØ¥Ù† أبوا واختاروا دارهم ÙØ£Ø¹Ù„مهم أنهم يكونون كأعراب المسلمين يجرى عليهم ØÙƒÙ… الله الذى يجرى على المؤمنين ولا يكون لهم ÙÙ‰ الÙىء والغنيمة نصيب إلا أن يجاهدوا مع المسلمين ÙØ¥Ù† هم أبوا ÙØ§Ø¯Ø¹Ù‡Ù… إلى إعطاء الجزية ÙØ¥Ù† أجابوا ÙØ§Ù‚بل منهم وك٠عنهم ÙØ¥Ù† أبوا ÙØ§Ø³ØªØ¹Ù† بالله تعالى وقاتلهم وإذا ØØ§ØµØ±Øª أهل ØØµÙ† ÙØ£Ø±Ø§Ø¯ÙˆÙƒ أن تنزلهم على ØÙƒÙ… الله تعالى Ùلا تنزلهم ÙØ¥Ù†ÙƒÙ… لا تدرون ما ÙŠØÙƒÙ… الله Ùيهم ولكن أنزلوهم على ØÙƒÙ…كم ثم اقضوا Ùيهم بعد ما شئتم
wallaahu a’lam, wahuwal muwaffiq ilaa aqwamit thariiq