Keutamaan Berbagi di Hari Asyura

Penulis : admin

September 26, 2017

Bulan Muharram disebut juga dengan syahrullah, bulan Allah. Penamaan ini mengindikasikan kemuliaan dan keistimewaan Muharram dibanding bulan lainnya. Dikarenakan Muharram bulan mulia, dianjurkan memperbanyak amalan sunah pada bulan tersebut.

Di antara amalan sunah yang paling utama dilakukan pada bulan Muharram ialah puasa. Rasulullah SAW berkata, “Puasa paling utama setelah Ramadhan ialah puasa pada syahrullah, yaitu Muharram,” (HR Muslim).

Selain puasa, berbagi rezeki juga dianjurkan pada bulan Muharram, terutama pada hari ‘Asyura. Keluarga terdekat adalah pihak utama yang mesti diperhatikan pada hari tersebut. Rasulullah SAW berkata,

من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها

Artinya, “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut,” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Yang dimaksud melapangkan keluarga di sini ialah mencukupi kebutuhan hidup keluarga, yaitu kebutuhan makanan ataupun kebutuhan lain. Dalam hadits di atas dijanjikan bagi orang yang mencukupi kebutuhan keluarganya, kebutuhan hidupnya akan dilapangkan setahun.

Kebenaran hadits ini pernah dibuktikan oleh Sufyan As-Tsauri. Ia berusaha untuk melapangkan kehidupan keluarganya pada hari Asyura. Setelah itu, ia merasakan kalau kehidupannya dilapangkan sebagaimana dijanjikan dalam hadits di atas.

Sufyan As-Tsauri berkata,

إنا قد جربناه فوجدناه كذلك

Artinya, “Kami pernah mencobanya, dan kami memperoleh ganjarannya (kelapangan).”Meskipun berbagi di hari Asyura kepada keluarga itu baik dan diutamakan, tetapi harapannya, usahakan berbagi kepada siapapun, terutama keluarga terdekat, kapanpun dan di manapun, tanpa harus menunggu hari Asyura. Pada hari Asyura, kita usahakan melebihkan kebutuhan keluarga agar mendapat kesunahan. Wallahu a’lam.

Sumber: NU Online / Hengki Ferdiansyah

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer