Perhatikan penampilan anak

Penulis : admin

December 24, 2008

Penampilan anak-anak dan kawula muda, terutama kaum wanita sekarang ini telah maklum bagi siapa pun. Cara bergaul, penampilan dan cara berpakaian mereka umumnya sangat jauh dari tatakrama kesopanan, apalagi nilai-nilai keagamaan. Gempuran budaya yang mengatasnamakan kebebasan yang didukung oleh media massa begitu leluasa menjalankan aksinya hingga menggoyahkan tradisi mulia yang dibangun dan dijalani generasi pendahulu.
Sebagai orang tua yang beragama sudah selayaknya cepat tanggap dengan gejala ini. Jangan sampai buah hati dan harapan kita njiplak perilaku, penampilan dan cara berpakaian yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Karenanya sejak dini orang tua harus pandai-pandai menumbuh-tanamkan kebanggaan dan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan perintah agama. Bahwa kaum muslimin mempunyai penampilan yang berbeda dan memiliki kepribadian tersendiri. Tidak mengekor kepada mereka yang non muslim.

Perhatikan Model Rambut Anak
Kecintaan orang tua kepada anak-anaknya jangan sampai mendorongnya menghalalkan segala tindakan. Sebaliknya, semua tindakan orang tua harus didasarkan pada azaz kemanfaatan dan terikat erat dengan neraca syari’at. Termasuk dalam menentukan dan memilihkan model potong rambut mereka. Bimbinglah dan awasilah mereka agar senantiasa dalam arahan Dinul Islam.
Dari Abdullah bin Ja’far Ra. Rasulullah Saw berjanji untuk datang kepada keluarga Ja’far setelah tiga hari (dari kematian Ja’far). Beliau pun datang dan bersabda, “Jangan kalian menangis atas kematian kematian saudaraku sejak hari ini.” Kemudian beliau bersabda, “Tolong panggilkan anak-anak saudaraku!” Lalu kami (anak-anak) dibawa kepada beliau seakan-akan kami anak-anak burung. Lalu beliau bersabda, “Tolong panggilkan tukang cukur!” Kemudian tukang cukur itu disuruh mencukur kami.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad).
Hadits ini memberikan pengarahan bahwa orang tua harus mengawasi langsung aktifitas potong rambut anak-anaknya, termasuk kapan mereka harus potong rambut atau tidak memotongnya. Hal ini bukanlah pengekangan dan penghambatan kreatifitas mereka, tetapi lebih sebagai kontrol, bimbingan, dan pengarahan positif dari orang tua. Di samping orang tua berkewajiban mengawasi mereka, mereka juga belum saatnya mendapatkan kebebasan mutlak agar tidak disalah gunakan. Jangan sampai mereka ikut-ikutan trend potong rambut yang sedang marak atau meniru tokoh-tokoh kawula muda yang tidak islami.

Ajari Anak Etika Berpakaian
Islam menempatkan kedudukan manusia di tempat yang mulia nan terhormat. Islam menjaga manusia agar kehormatan, harga diri dan kemuliaannya senantiasa terjaga. Dan salah satu caranya adalah dengan perintah menutup aurat baik bagi lelaki maupun perempuan.
Namun tidak sedikit jumlah kaum muslimin yang meremehkan dan tidak mempedulikan masalah ini. Banyak yang telah termakan oleh propaganda orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang berpaham permisif (serba boleh dan bebas) dan tidak mengindahkan kaidah-kaidah syar’iyah. Mereka mudah sekali meninggalkan pakaian yang menjaga kesucian diri dan berjati diri Islami. Tidak pernah berpikir bahwa Allah tidaklah memerintahkan kecuali yang membawa kebaikan bagi manusia dan kemanusiaan bahkan seluruh alam. Akibatnya, di negeri yang konon mayoritas muslim ini kita jarang menemukan orang (terutama kaum wanita) yang menutup aurat dengan benar. Sebaliknya, mudah sekali kita menemukan kaum wanita yang membuka aurat tanpa rasa malu. Belum lagi model pakian yang mereka pakai, sama sekali tidak mencerminkan budaya ketimuran apalagi keislaman. Dawuh leluhur “Ajining rogo soko busono” (kehormatan seseorang amat erat hubungannya dengan etika berpakaiannya) termaknai secara dangkal, yakni kehormatan lahiriyah belaka.
Baginda Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam memberikan pengarahan berkenaan dengan etika berpakaian anak-anak kita:

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, ia berkata, “Rasulullah melihat saya memakai dua pakaian yang dicelup dengan ‘ashfar. Lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya ini termasuk pakaian orang-orang kafir, maka jangan memakainya.’” (HR. Muslim).
Rasulullah Saw mengajarkan bahwa kaum muslimin mempunyai citra diri dan jati diri tersendiri. Dan tidak selayaknya orang tua membiarkan anak-anaknya memakai pakaian yang menjadi identitas orang-orang non muslim dan bergambar tanda-tanda mereka, seperti pakaian yang bergambar orang-orang fasik, wanita kafir dan lainnya.
Anak-anak perempuan tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Jangan sampai mereka terjerabut dari cara berpakaian yang menjaga kesucian diri, kehormatan dan kemuliaan. Mereka harus tetap punya rasa malu yang merupakan perhiasan dan kecantikan yang sebenarnya bagi kaum wania. Sadarilah, bahwa mereka merupakan sasaran empuk bagi tangan-tangan jahat yang terus berusaha menipiskan dan memendekkan cara berpakaian mereka. Jangan sampai pula mereka menjadi penghuni neraka sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam:

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dua jenis manusia penghuni neraka yang belum pernah saya lihat, yaitu wanita yang berpakian tapi telanjang, yang condong dan menyondongkan, dandanan rambut mereka bagaikan punuk unta yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya….” (HR. Ahmad). Wallahu a’lam.

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer