KH. ABDULLAH FAQIH: “MENETAPKAN IMAN”

Penulis : admin

January 18, 2019

Tidak bisadipastikan, meskipun kelihatannya seseorang menjadi santri sejak kecil, begitu tua, akhir umurnya terkadang bisa berubah. Imannya dapat dicabut.

Itulah yang dinamakan su’ul khotimah (akhir yang buruk)

Kita harus memohon kepada Allah Swt agar terus diberikan ketetapan iman, diberikan tambah kuatnya iman, sehingga sampai meninggal kita bisa diberikan ketetapan iman.

Di antara caranya adalah melakukan apa yang bisa menyebabkan kuatnya iman:

Pertama, jangan sampai sembrono urusan shalat. Jangan sampai meninggalkan shalat.

Kedua, jangan sampai hidup kita dibuat mencari-cari kesalahan orang lain. Membuka aib orang lain.
Mencari-cari kejelekan orang lain. Itu adalah salah satu perkara yang menyebabkan su’ul khotimah. Tidak diberikan tetap imannya.

Ketiga, menghina dan merendahkan para wali, atau memusuhi para wali. Terutama para wali yang sudah diakui banyak orang tentang kewalianya.

Sumber: @mernaralangitan

View this post on Instagram

MENETAPKAN IMAN (KH. Abdullah Faqih) . Tidak bisa dipastikan, meskipun kelihatannya seseorang santri sejak kecil, begitu tua, akhir umurnya terkadang bisa berubah. Imanya dapat dicabut. . Itulah yang dinamakan su’ul khotimah (akhir yang buruk) . Kita harus memohon kepada Allah Swt agar terus diberikan ketetapan iman, diberikan tambah kuatnya iman, sehingga sampai meninggal kita bisa diberikan ketetapan iman. . Diantara carnya adalah melakukan apa yang bisa menyababkan kuatnya iman: . Pertama, jangan sampai sembrono perkara sholat. Jngan sampai meninggalkan sholat. . Kedua, jangan sampai hidup kita dibuat mencari-cari kesalahan orang lain. Membuka aib orang lain. Mencari-cari kejelekan orang lain. Itu adalah salah satu perkara yang menyebabkan su’ul khotimah. Tidak diberikan tetap imannya. . Ketiga, menghina dan merendahkan para wali, ataupun memusuhi para wali. Terutana para wali yang sudah diakui banyak orang tentang kewalianya. . #langitan #menaralangitan #santrilangitan #santriindonesia #taushiyah #dawuh #alasantri #aisnusantara

A post shared by Menara Langitan (@menaralangitan) on

Tulisan Terkait

KH. Abdullah Munif Marzuqi: Menumbuhsuburkan Sikap Tawadlu’

KH. Abdullah Munif Marzuqi: Menumbuhsuburkan Sikap Tawadlu’

  Manusia itu terdiri atas jasmani dan ruhani, yang harus dipenuhi kebutuhannya dan dipelihara stabilitasnya secara seimbang. Kita sering mengisi dan mengasah otak kita dengan ilmu pengetahuan, tapi kita melupakan ruhani kita dengan siraman ruhani (agama), baik...

KH. M. Ali Marzuqi: Memilih Tempat Pendidikan Anak

KH. M. Ali Marzuqi: Memilih Tempat Pendidikan Anak

Peran orangtua sebagai pengasuh, pengurus, pengawas dan pemelihara anak sangatlah penting. Karena pentingnya tugas di atas, maka wajar jika kemudian Allah memerintahkan kepada sang anak untuk patuh kepada orang tua. Tidak diperkenankan menyakiti hati orang tua atau...

KH. Muhammad Faqih: Berjihad dengan Ilmu

Islam berawal dari komunitas kecil di daratan padang pasir. Sekelompok manusia yang mendapat petunjuk kebenaran di antara kubangan manusia yang melakukan tradisi yang keliru, sehingga mereka dikenal dengan sebutan kaum jahiliyyah. Mereka biasa menyembah berhala,...

Ujian adalah Cara Allah Mendekatkan Hamba-Nya

Seseorang yang tidak mau menghadap kepada Allah Swt. dengan cara halus, maka Allah akan memaksanya dengan rantai ujian dan musibah. Jika Allah telah menentukan bahwa seseorang hamba akan mendekati dan sampai kepadanya, hamba tadi akan dibawa menghadap Allah melalui...

KH. Abdurrahman Faqih; Haul Sebagai Media Berbakti

Menghadiri Haul, Membahagiakan Orang Tua Acara haul merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia dan negara-negara Islam lainnya untuk mengenang jasa-jasa para ulama’, habaib, atau pun kiai yang sedang di-haul-i. Acara haul biasanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar

Archives

Categories