Memilih Rumah Makan

Penulis : admin

January 15, 2009

Betapa segarnya, membasahi kerongkongan leher dengan segelas air dingin di siang hari yang sangat panas. Betapa nikmatnya, memenuhi perut dengan sepiring nasi hangat dan lauk lezat di saat rasa lapar melanda hebat. Wuh, betapa segar dan nikmatnya.

Kesegaran dan kenikmatan itu makin terasa lebih, bila kita sedang bepergian. Kesegaran tubuh adalah syarat mutlak untuk meneruskan perjalanan. Demi kelancaran, tak ada salahnya bila anda mempersiapkan terlebih dahulu bekal makan dan minuman untuk melepas lapar dan dahaga di tengah perjalanan nanti. Kalaupun terasa repot, anda tak perlu khawatir berlebihan, banyak rumah makan dari kelas warteg sampai restoran tersedia di sepanjang jalan.

Selesaikah permasalahan? Jawabnya bergantung bagaimana cara anda menyikapinya. Jika anda termasuk orang yang “gampangan,” maka jawabnya adalah beres. Saat dahaga atau lapar menyerang, sementara tak ada bekal yang anda bawa, tentu saja anda akan mencari warung atau rumah makan yang ada sebagai ajang pelampiasan.

Permasalahan menjadi berbeda jika anda tergolong orang yang sedikit “wira’i” (berhati-hati). Kasus lapar dan dahaga di tengah perjalanan bisa menjadi kasus rumit dan sedikit njlimet, karena rumah-rumah makan yang ada di pinggir jalan dipandang tak pantas dijadikan persinggahan. Namun sepanjang pemantauan Kakilangit di beberapa wilayah, di kota-kota besar, Surabaya misalnya, atau daerah-daerah pedesaan, orang-orang “gampangan” itu lebih mudah dijumpai dari pada orang “wira’i”.

Selektif Dalam Memilih
Banyak alasan yang seharusnya menjadi landasan bagi setiap orang agar berhati-hati dalam memenuhi hajat perutnya di rumah-rumah makan, baik kelas restoran apalagi trotoar. Alasan pertama adalah soal kesehatan. Anda harus selektif dalam memilih warung makan yang akan anda kunjungi. Menyantap hidangan di sembarang tempat tanpa mempertimbangkan faktor kesehatan terlebih dahulu adalah tindakan ceroboh dan sama saja dengan mencari penyakit.

Tingkat kebersihan yang diterapkan oleh banyak pengelola warung-warung makan, masih belum memenuhi kelayakan standar kesehatan. Keadaan ini diperparah dengan tabiat konsumen yang juga tak peduli dengan budaya hidup sehat. Konsumen merasa tak perlu kehilangan selera makan hanya karena tempat yang kurang representatif. Biarpun di pinggir jalan yang sempit dan kumuh tak jadi soal, yang penting harga toleran. Konsumen juga merasa tak perlu jijik melihat gelas minuman dan piring beirisikan makanan yang mereka pegang adalah bekas dipakai orang banyak (pembeli lain), yang cara pembersihannya hanya sekedar di celupkan dalam satu atau dua timba air saja.

Jelas sekali, penanganan kebersihan di banyak warung-warung makan masihlah sangat memprihatinkan. Menurut dr. Kahari Mudzakir, dokter tetap di Ponpes Langitan mengatakan, untuk mensterilkan gelas dan piring yang kotor adalah dengan menggunakan air yang hangat. Terlebih untuk mangkok atau piring dari plastik, keduanya harus dibersihkan dengan menggunakan cream pembersih yang mengandung isolite, cream yang berguna untuk membunuh kuman.

Standar kebersihan yang memprihatinkan dan ketidakpedulian konsumen akan hal itu adalah pengaruh buruk dan sangat beresiko terhadap munculnya gangguan kesehatan. Gelas dan piring yang di cuci dengan ala kadarnya sangatlah rentan akan bakteri-bakteri penebar penyakit. Makanan dan minuman yang kotor dapat meyebabkan diare dan gangguan pencernaan. Kondisi ini memang tidak begitu berbahaya bagi konsumen dengan daya kekebalan tubuh yang tinggi. Tidak dengan anak kecil atau orang dengan daya tahan tubuh yang rendah, mereka sebaiknya jangan coba-coba makan di warung-warung makan yang tidak sehat.

Sedikit Tetap Haram
Masalah, tidak hanya timbul dari makanan dan minuman yang kotor saja, bahaya lain yang lebih besar justru datang dari gelas dan piring yang terlihat bersih, bahkan tempat makannya pun tergolong kelas rada mewah. Banyak konsumen yang tanpa sadar terjebak di dalamnya. Adalah alkohol yang menjadi bahaya lebih besar dari sekedar makanan dan minuman yang kotor. Bila anda tidak teliti saat memilih rumah makan, alkohol yang jelas-jelas haram itu bisa saja masuk ke dalam perut tanpa anda sadari. Hal ini di karenakan gelas dan piring anda terkontaminasi dengan alkohol yang telah di konsumsi oleh pembeli sebelum anda.

Hindarilah warung-warung makan yang menyediakan minuman beralkohol. Meski menurut kesehatan jumlah alkohol yang sedikit tidak membahayakan bagi tubuh, namun hukum Islam mengatakan secara jelas, sedikit atau banyak, khomer (minuman beralkohol) adalah haram. Masih menurut dr. Kahari Mudzakir, untuk mensterilkan paralatan makan dari alkohol adalah dengan merendam dalam air yang panas. Bila seseorang terbiasa mengkonsumsi alkohol dari gelas atau piring yang ia pakai di warung-warung makan, untuk jangka waktu yang panjang di khawatirkan bisa menimbulkan ketagihan. Pengaruh buruk lain dari alkohol adalah kemampuannya membunuh kesuburan sperma.

Dari perspektif fiqh memang di ma’fu (dimaafkan) karena ketidaktahuan akan keberadaan sisa-sisa alkohol pada gelas atau piring yang dipergunakan. Namun, dalam diskursus tasawuf tidaklah sesederhana itu, alkohol yang najis itu jelas membuat najis seluruh piring, gelas, bahkan makanan yang ada di dalamnya. Bila demikian, tanpa disadari sesorang pembeli telah mengkonsumsi makanan yang terkena najis. Lebih dalam lagi, makanan dan minuman yang kotor, terlebih najis akan merasuk ke dalam daging dan darah. Sekali lagi, hati-hati dan lebih selektiflah dalam mencari tempat-tempat makan. Perhatikan tingkat kebersihan dan kesuciannya. Warung (rumah makan) yang bersih belum tentu jadi cerminan warung yang suci, karena di dalamnya terdapat makanan dan minuman yang najis, alkohol misalnya.

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

3 Comments

  1. Tamsil Islami

    Mohon ijin artikelnya saya muat di website saya. semoga bermanfaat.

    Reply
  2. aad

    hmm.. rasanya sangat sulit sekali ya menghindarinya…. karena kita hanya orang awam yang betul-betul tidak tahu tentang masalah najis

    http://alhaytami.blogspot.com/

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer