Kunjungan Habib Abdul Qadir Al-Jailani di Langitan

Penulis : Tim Admin

June 14, 2024

Keterangan gambar: Habib Abdul Qadir al-Jailani bin Muhammad al-Mahdi bin Imam Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, Mudir Rubath Tarim, Hadramaut, Yaman saat memberikan tausiah kepada para santri dalam kunjungannya di PP. Langitan pada Rabu, (12/6/2024).

Habib Abdul Qadir al-Jailani bin Muhammad al-Mahdi bin Imam Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, Mudir Rubath Tarim, Hadramaut, Yaman mengunjungi Pondok Pesantren Langitan pada Rabu, (12/6/2024) seusai jamaah shalat Asar pondok, kedatangan beliau langsung disambut keluarga ndalem dan para santri.

Habib Abdul Qadir juga memberikan tausiah dan hikmah-hikmah kepada para santri di Musala Agung. Sebelum itu, beliau diminta secara khusus oleh KH. Ubaidillah Faqih (Majelis Masyayikh PP. Langitan) untuk memberikan tausiah dan mawaid kepada para santri. 

“انا باسم المشايخ وباسم الطلبة نطلب منكم على إلقاء الحكم من كلامكم من المواعظ والنصائح لنا جميعا”

“Saya mewakili Masyayikh dan para santri meminta anda memberikan hikmah-hikmah, nasihat-nasihat, dan mawaidz kepada kami semua,” pinta Kiai Ubaid, sapaan akrab beliau.

Lalu Habib Abdul Qadir pun memberikan tausiah dengan diterjemahkan oleh Ust. Agus Zahid Hasbullah (putra al-Maghfurlah Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi). 

Dalam tausiahnya, Habib Abdul Qadir memberikan banyak faidah dan hikmah, di antaranya bisa disimak di bawah ini

 

  • Bersyukur atas Nikmat dan Anugerah yang Diberikan Allah Swt.

 

Habib Abdul Qadir memulai tausiahnya dengan mengutip sabda Rasulullah saw, 

“Barang siapa bangun dari tidur masuk waktu pagi dalam keadaan aman dan jasadnya, tubuhnya dalam keadaan sehat wal afiyah, dia memiliki apa yang bisa ia makan untuk kehidupannya sehari-hari maka seolah-olah dia mendapatkan dunia dan seisinya.”

Dengan sabda Nabi tersebut, beliau mengajak untuk mengingat betapa besarnya nikmat dan anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita. 

Habib Abdul Qadir juga mengajak pada setiap bangun tidur tidak lupa membaca doa,

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ 

Hal ini sebagai pengingat bagi kita bahwa setelah tidur masih diberi kehidupan oleh Allah.

“Maka itu mengingatkan kita akan kematian, dan hidup ini adalah anugerah dari Allah, maka hendaknya kita bersyukur kepada Allah,” tegas beliau.

 

  • Tujuan Manusia Diciptakan untuk Beribadah

 

Habib Abdul Qadir juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan di dunia ini untuk beribadah kepada Allah. Dalam Qur’an Allah berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ 

“Kehidupan yang Allah berikan kepada kita, nikmat-nikmat yang diberikan kepada kita tiada lain tujuannya untuk kita menghambakan diri kita kepada Allah. Kita tidak hidup hanya untuk makan nasi goreng, dan makan-makanan yang lain, akan tetapi kita jadikan itu sebagai faktor yang menguatkan diri kita untuk ibadah kepada Allah,” terang beliau.

“Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari.”

“Barang siapa yang beramal kebaikan maka manfaat amal tersebut akan kembali untuk dirinya, dan barang siapa berbuat keburukan maka keburukan itu akan kembali kepada dirinya. Dan Allah tidaklah dzat yang berbuat zalim kepada hamba-hamba-Nya,” tambah beliau.

 

  • Belajarlah! Orang Berilmu dan Tidak Berilmu itu Berbeda

 

Habib Abdul Qadir mengibaratkan ilmu sebagai makanan bagi hati, beliau juga menganggap bahwa di dalamnya terdapat ridha Allah. 

“Belajarlah! Karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan sudah alim, dan tidaklah sama orang yang memiliki ilmu dengan orang yang jahil (tidak punya ilmu). Dan sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak memiliki ilmu ketika berada dalam sebuah perkumpulan dia adalah orang yang kecil,” tegas beliau.

 

  • Tanggung Jawab Ahli Ilmu

 

Setiap orang yang menekuni ilmu memiliki tanggung jawab yang besar. Nabi Muhammad saw bersabda, “Para ulama adalah pewaris para nabi.” 

“Ini adalah kalam yang sangat agung yang menjadi tanggung jawab untuk kita semua, untuk semua orang yang menekuni ilmu,” jelas Habib Abdul Qadir.

Adapun yang dimaksud ilmu dalam hadis tersebut menurut beliau bukanlah ilmu semacam ilmu teknologi, kedokteran dan yang lain-lain. Tetapi yang dimaksud adalah ilmu agama atau ilmu yang mendekatkan diri kita kepada Allah.

 

  • Jalan Orang yang Mencari Ilmu Dimudahkan menuju Surga

 

Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah Swt akan mudahkan jalannya menuju surga.”

Usai mengutip hadis di atas, Habib Abdul Qadir lalu mengatakan kalau kita semua ini insya Allah berada di jalan yang disebutkan Nabi Muhammad saw tadi. 

“Dan kita berharap kepada Allah Swt agar memudahkan jalan kita menuju surga beserta mengingat bahwasannya menempuh jalan mencari ilmu di sini harus disertai dengan istikamah yang sempurna. Maka balasan dari Allah itu kepada orang yang mencari ilmu disertai dengan istikamah yang sempurna.” 

Habib Abdul Qadir juga menyampaikan salah satu firman Allah,

 وَأَلَّوِ ٱسْتَقَٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَٰهُم مَّآءً غَدَقًا

Artinya: “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”

“Andaikan mereka istikamah, teguh pendirian, konsisten di dalam jalan Allah Swt maka Allah akan memberikan siraman air yang sangat segar,” terang beliau.

Lafadz “مَّآءً غَدَقًا”, lanjut Habib Abdul Qadir, oleh para ulama ditafsiri sebagai ilmu.

“Maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh di dalam mencari ilmu, Imam Abdullah al-Haddad berkata, ‘Dengan kesungguhan seseorang akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi di sisi Allah’ Maka terimalah wasiat ini agar kalian memiliki kesungguhan,” tambah beliau.

 

  • Selalu Menghormati Guru

 

Secara khusus, Habib Abdul Qadir berpesan untuk selalu menghormati guru.

“Yang ingin aku pesankan kepada kalian semua adalah hendaklah kalian muliakan, hormati Masyayikh dan guru-guru kalian, siapa pun guru kalian sekalipun hanya pernah mengajar satu huruf, karena dikatakan siapa pun yang mengajar satu huruf maka aku di hadapannya adalah budak,” kata beliau.

Dalam salah satu syi’ir disebutkan, “Berdirilah untuk menyambut dan menghormati guru, dan berilah pengagungan, hampir seorang guru itu menjadi seorang nabi atau seorang rasul.”

  • Pandai Mengatur Waktu

 

Habib Abdul Qadir berpesan kepada para santri agar bisa menata waktunya. Dimulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali, karena waktu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi seorang pencari ilmu.

“Dalam salah satu pepatah Arab menyebutkan kalau waktu ibarat pedang, apabila tidak kau gunakan maka ia akan memotongmu.”

“Tertibkanlah waktu kalian. Waktu bagi seorang santri itu sangat penting sekali, sangat berharga sekali maka seorang santri hendaknya waktunya teratur, tertib, dan tertata dengan baik,” pungkas beliau.

Usai menyampaikan tausiah, beliau menutup acara kunjungannya dengan doa yang diamini para Masyayikh dan para santri. Setelah berdoa beliau ke ndalem mengikuti ramah tamah bersama Majelis Masyayikh.

Di antara Majelis Masyayikh yang hadir dalam acara ini adalah KH. Ubaidillah Faqih, KH. Muhammad Ali Marzuqi, KH. Muhammad Faqih, dan KH. Abdullah Habib Faqih.  

Pewarta: Mahirur Riyadl

Editor: Abdullah Al-Faiq

Tulisan Terkait

Rangkaian Acara Haul Syaikhina KH. Abdullah Munif MZ ke-1

Rangkaian Acara Haul Syaikhina KH. Abdullah Munif MZ ke-1

Haul Al Maghfurlah Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi Zahid ke-1 akan diselenggarakan pada Senin, (8/7/24) di Aula Utama PP. Langitan usai Shalat Isya berjamaah. Acara ini akan disiarkan secara live melalui kanal Youtube resmi PP. Langitan, Langitan TV. Berikut...

Acara Puncak PHBI 1 Muharram 1446 H Sukses Terlaksana

Acara Puncak PHBI 1 Muharram 1446 H Sukses Terlaksana

Acara puncak Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1 Muharram 1446 H sukses terlaksana. Acara ini diselenggarakan di Musala Agung pada Sabtu (6/7/24). Acara dimulai setelah shalat Isya berjamaah dan diawali dengan lantunan shalawat oleh grup shalawat al-Muqtasidah. Lalu...

Rangkaian Kegiatan Santri Menyambut Bulan Muharram 1446 H

Rangkaian Kegiatan Santri Menyambut Bulan Muharram 1446 H

Sesuai dengan perhitungan kalender Langitan, bulan Muharram 1446 H akan tiba pada Ahad (7/7/24). Menyambut datangnya bulan mulia tersebut, PP. Langitan akan mengadakan beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain, pembacaan doa akhir tahun dan...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar

Posting Populer