Ngaji Kitab Irsyadul Ibad: Hukum Mendiamkan Sesama Muslim

Penulis : Tim Admin

June 3, 2023

Pada kali ini, pengajian kitab Irsyadul Ibad yang diampu oleh KH. Ubaidillah Faqih membahas hukum mendiamkan saudara sesama muslim. Bagaimana hukumnya? Simak di bawah ini.

Hukum mendiamkan saudara sesama muslim, tanpa adanya udzur yang diperbolehkan selama tiga hari dihukumi haram. Dalam kitab Irsyadul Ibad disebutkan:

إِنَّ الهَجْرَ اَخِيْهِ المُسْلِمِ فَوُقَ ثلَاثَةِ اَيَّامٍ حَرَامٌ

Artinya: “Sesungguhnya mendiamkan saudara sesama muslim selama tiga hari itu dihukumi haram.”
Setelah membaca qadliyah ini, KH. Ubaidillah Faqih menambahkan kalau hal tersebut dosa, dan apabila dosa, maka pasti ada ancamannya.

“Berarti itu dosa dan ada ancamannya,” tegas beliau.

Bahkan menurut para ulama, perbuatan semacam itu termasuk مِنَ الْكَبَائِرِ (dosa yang besar).

“Berarti kalau itu dosa besar, maka harus dengan cara taubat,” terang KH. Ubaidillah Faqih kemudian.
Hal ini mengecualikan jika memang ditemukan adanya udzur syar’i.

Hukum mendiamkan saudara sesama muslim bisa jadi diperbolehkan selama ada udzur syar’i (kepentingan agama). Seperti saat seorang muslim mengetahui saudaranya melakukan bid’ah, melakukan perbuatan fasiq. Padahal ia sudah mendapat nasihat atau teguran untuk meninggalkan hal tersebut. Maka mendiamkan saudara sesama muslim dalam hal ini diperbolehkan. Supaya ia sadar.

“Jadi ini kalau memang orang tersebut melakukan suatu hal kebid’ahan, perbuatan yang fasiq, diingatkan sudah nggak mempan, maka diamkan orang tersebut, tidak perlu ditemani, tidak perlu diajak bicara. Tujuannya agar mereka sadar,” jelas beliau.

Selain itu, terdapat hal lain yang bisa menyebabkan diperbolehkannya mendiamkan saudara sesama muslim, yaitu ketika seorang muslim takut akan jatuhnya martabat agama saat berbicara dengan saudaranya tersebut. Maka dalam hal ini juga, seseorang diperbolehkan mendiamkan saudara muslimnya itu. (Riy)

Tulisan Terkait

Kunjungan Habib Abdul Qadir Al-Jailani di Langitan

Kunjungan Habib Abdul Qadir Al-Jailani di Langitan

Habib Abdul Qadir al-Jailani bin Muhammad al-Mahdi bin Imam Abdullah bin Umar Asy-Syatiri, Mudir Rubath Tarim, Hadramaut, Yaman mengunjungi Pondok Pesantren Langitan pada Rabu, (12/6/2024) seusai jamaah shalat Asar pondok, kedatangan beliau langsung disambut keluarga...

Lauching Lajnah Falakiyah Langitan

Lauching Lajnah Falakiyah Langitan

Dalam rangka revitalisasi ilmu Falak di PP. Langitan, Departemen Pendidikan Aam Langitan me-launching Lajnah Falakiyah yang berlangsung di Gedung Idaratil Ammah pada Selasa, (4/6/24) pukul 20.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ust. Agus H. Muhammad Ahmad Alawi (Wakil...

Tim Jejak Langit

Tim Jejak Langit

Tim Jejak Langit dibentuk dengan tujuan menggali sejarah dan membuka tabir cakrawala pemikiran Pondok Pesantren Langitan. Bagaimana awal lembaga ini terbentuk, siapa tokoh-tokohnya lalu bagaimana corak pemikirannya. Serta merunut  jejaring silsilah emas geneologisnya....

PP. Langitan Kembali Adakan Perlombaan M2QK

PP. Langitan Kembali Adakan Perlombaan M2QK

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan para santri, Pondok Pesantren Langitan kembali mengadakan perlombaan Musabaqah Muhafadzah Qiroatul Kutub (M2QK) di Halaman Madrasah Al-Falahiyah pada Kamis, 23-24 November 2023. M2QK sendiri merupakan perlombaan yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar

Posting Populer