Ngaji Irsyadul Ibad: Keadaan Pembantu Orang Zalim Setelah Mati

Penulis : Tim Admin

December 14, 2022

Gambar: Evgeni Tcherkasski. Sumber: pixabay.com

Dalam Kitab Irsyadul Ibad diterangkan bahwa pelaku kezaliman akan mendapat ancaman yang berat. Dalam surat Ibrahim ayat 62, Allah Swt berfirman;

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ

“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”

Di sini sudah jelas jika Allah akan memberikan balasan kepada setiap pelaku kezaliman kelak di hari kiamat  kelak, di mana setiap mata manusia akan terbelalak menyaksikan berbagai hal yang terjadi di hari kiamat.

Lalu jika para pelaku kezaliman saja mendapat ancaman dari Allah, lantas bagaimana bagi orang yang semasa hidupnya pernah membantu orang berbuat zalim, apakah ia akan mendapat perlakuan yang sama dari Allah?

Dalam kitab Irsyadul Ibad, disebutkan sebuah kisah yang menjelaskan buruknya keadaan orang yang semasa hidupnya pernah membantu pelaku kezaliman. Suatu ketika terdapat seorang  ulama yang bermimpi bertemu dengan orang yang dulunya dikenal sering ikut andil dalam sebuah kezaliman. Ia seringkali membantu para pemalak (al-Makkasin) untuk memeras orang-orang secara liar. Ia sendiri tidak ikut langsung dalam praktek kejahatan itu. Akan tetapi ia turut berperan dalam menyiapkan segala hal yang melancarkan praktek kejahatan tersebut.

Kemudian ulama tersebut pun bertanya tentang keadaannya setelah meninggal. “Bagaimana keadaanmu?”. Ia pun menjawab, “Sangat buruk keadaanku”. 

Kemudian ulama tersebut bertanya lagi, “kemana kamu kembali setelah meninggal?”. Ia pun menjawab, “saya kembali kepada Azabnya Allah” 

Dari kisah di atas, dapat disimpulkan bahwa keburukan dan ancaman siksa tidak hanya berlaku bagi pelaku kezaliman saja, akan tetapi orang yang membantu pelaku kezaliman juga mendapat hal serupa dari Allah Swt. Yakni mendapat azab yang begitu pedih.

Dalam kitab yang sama juga diceritakan bahwa terdapat seorang penjahit Raja bertemu dengan Imam Sufyan Ats-Tsauri, penjahit tersebut lantas bertanya kepada beliau, “Aku ini seorang yang berprofesi sebagai penjahit baju raja (yang zalim), apakah aku juga termasuk golongan orang-orang yang membantu kezaliman?”. 

Imam Sufyan pun menjawab, “Justru kamu ini orang yang berbuat zalim”.

Mengenai cerita tersebut, KH. Ubaidillah Faqih menerangkan mengapa penjahit tersebut termasuk orang yang berbuat zalim, karena ia menjadi penjahit bagi raja zalim. Dalam artian membantu menjahit baju raja yang berbuat zalim kepada rakyatnya. Sehingga secara tidak langsung ia pun turut memfasilitasi dan membiarkan raja berbuat zalim kepada rakyatnya. 

Penulis: Mahir Riyadl

Editor: Yazid Fathoni

Sumber:

Ngaji Irsyadul Ibad, KH. Ubaidillah Faqih. Selasa, 13/11/2022  https://youtu.be/tlNa8lJ0TBg 

Nu online, https://islam.nu.or.id/ubudiyah/perbuatan-zalim-pasti-dapat-balasan-xg1o3

Syekh Zainuddin Al-Malibari, C. (2018). Irsyadul Ibad Ila Sabilil Rosyad. Beirut Lebanon: Darul Minhaj.

 

 

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer