Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net
Menjelang Liburan, Para Santri Ziarah Ke Makam Masyayikh

Menjelang Liburan, Para Santri Ziarah Ke Makam Masyayikh

Menjelang liburan nishfu Sya’ban, para santri putra Pondok Pesantren Langitan bersama-sama berziarah ke makam masyayikh Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jum’at (29/5/2015). Prosesi ziarah dilaksanakan pada sore hari setelah jama’ah Ashar. Hadir dalam acara tersebut KH. Abdurrahman Faqih dan beberapa asatidz. Liburan santri putra Ponpes Langitan akan dijadwalkan pada hari, Ahad (31/5), setelah menjalani ujian semester genap yang berakhir pada hari Kamis (28/5). Dua hari menjelang liburan akan dilaksanakan acara panggung kreasi santri di halaman Madrasah Al Falahiyah pada malam Sabtu. Malam hari setelahnya, di tempat yang sama, juga akan diselenggarakan acara haflah akhir sanah dan wisuda purna...

Study Banding Ma’had Aly PP. Tremas, Pacitan

Langitan – Sekitar pukul 14.00 WIS rombongan dari santri Ma’had Aly Pondok Pesantren Tremas, Pacitan tiba di area Pondok Pesantren Langitan, setelah sebelumnya berziarah terlebih dulu ke pesarean Masyayikh Pondok Pesantren Langitan di pemakaman umum desa Widang. Kedatangan para santri dari Tremas (11/03/15) tersebut adalah untuk menguatkan kembali tali silaturrahim antara kedua Pondok Pesantren tertua di nusantara yang telah terjalin sejak lama ini. Selain itu, study banding yang merupakan rangkaian rihlah tahunan Ma’had Aly Pondok Pesantren Tremas ini juga bertujuan untuk mengenal lebih apa dan bagaimanakah Pondok Pesantren Langitan yang dikenal sebagai salah satu pesantren pelopor ‘anti rokok’ yang begitu mengedepankan ahlak karimah sebagai ciri khoss Santri dan Pesantren. Rombongan santri Tremas yang dipimpin langsung oleh KH. Lukman Haris Dimyathi disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Langitan, turut menyambut KH. Abdullah Munif Marzuqi, KH. Abdullah Habib Faqih dan beberapa dewan Asatidz Pondok Pesantren Langitan. KH. Lukman Haris Dimyathi saat menyampaikan kata sambutan, beliau banyak mengenang masa-masa mondoknya dulu di Langitan, kenangan manis bersama Syaikhina almaghfurlah KH. Abdullah Faqih, agar para santri-santrinya tahu bahwa ikatan Tremas dan Langitan sejak dulu memanglah kuat. Acara selesai sekitar pukul 15.30 WIS, dan KH. Lukman Haris dipersilahkan untuk singgah di ndalem KH. Ubaidillah Faqih. Semoga jalinan silaturrahim antar dua pondok pesantren ini bisa tetap terjalin, begitu juga pesantren-pesantren lainnya demi melanjutkan estafet misi dakwah para...

Rendah Hati Bukan Berarti Menghinakan Diri

Jika kita renungkan kembali tentang apakah yang menyebabkan Iblis dan seluruh keturunanya mendapat predikat ‘terlaknat’ maka tidak lain itu adalah karena kesombongannya yang menolak mentah-mentah perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam as. Sifat tidak menyombongkan diri berbanding lurus dengan sifat tawadhu’; rendah hati. Allah sendiri telah memerintahkan Rasulullah agar memiliki sifat terpuji ini, sebagaimana dalam firmannya: وَاحْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu.”(QS. As Syu’ara : 215) Perintah ini bukan ditujukan sebatas kepada Nabi Muhammad Saw saja, tapi juga untuk kita teladani dan kita ikuti. Sifat Tawadhu’ sendiri adalah mampu menerima kebenaran dan kebaikan dari siapapun datangnya, baik dia dalam keadaan suka ataupun marah. Selain itu, sifat rendah hati akan membuat seseorang tidak memandang dirinya di atas orang lain, merasa lebih baik dan menganggap semua orang membutuhkannya. Pernah suatu ketika Fudhail bin Iyadh (seorang ulama’ generasi Tabi’iin) ditanya perihal tawadhu’, dia menjawab : “Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepadanya serta menerima dari siapapun yang mengucapkannya.” (Kitab Madarijus Salikin;2/329) Sifat rendah hati ini berkebalikan dengan sifat takabbur; sombong. Tentunya kita semua tahu apa akibat yang ditimbulkan jika kita menyimpan sifat takabbur dalam hati, bagaimana Allah melaknat Setan yang begitu congkaknya? Bagaimana Allah menenggelamkan Fir’aun di laut merah karena kesombongannya? Dan bagaimana Allah mengubur Qarun bersama harta-bendanya sebab ketinggian hatinya? Rasulullah Saw mendefinisikan sifat sombong dalam sabdanya yang artinya : Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. (Shahih, HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud) Jika kita masih mengangkat kepala di hadapan kebenaran dalam rangka menolaknya atau mengingkarinya, berarti kita masih belum memiliki sifat tawadhu’ dan kita memiliki benih-benih sifat takabbur. Allah...
Live Video dan Radio Streaming Acara Sholawat Selasa Pon

Live Video dan Radio Streaming Acara Sholawat Selasa Pon

Saksikanlah Live Video dan Radio Streaming Acara Sholawat Selasa Pon tanggal 10 Maret 2015, pukul 18.30 wib – selesai. -Radio Fm 94.00 ( wilayah langitan dan sekitarnya ) -Tv FHV 210,62 M langitan ( wilayah langitan dan sekitarnya ) Via online: Video streaming ; http://langitan.net/?page_id=1886 Winamp/PC :http://audio.aswajacenter.com:1232 Via Android :http://audio.aswajacenter.com:1232/listen.pls ViaBB:http://audio.aswajacenter.com:1232/;live activate...

Pin It on Pinterest