Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Khalid bin Walid

INILAH KISAH LELAKI BERNAMA KHALID BIN WALID di muktha, menyeberang sudah di jembatan para suhada tiga pencinta* yang dipenuhi rindu firdaus lalu disambutnya panji janji-janji terdekap di dada yang telah ia penuhi dengan cinta pada seorang yatim teragung di madinah di madinah, safar tahun kedelapan hijriyah dialah laki-laki yang kemarin berkata: “telah datang padamu, wahai muhammad yang menista hidup, yang hari lalunya menyembah batu di ka’bah aku, khalid bin walid telah datang ikrarkan keesaan telah datang akui engkau telah datang serahkan usia padamu dan sekarang, doakanlah aku” maka di mekah, wahai, namanya jadi semangat yang gemetar pembela qurais itu telah meretakkan semua berhala sedang tak ada lagi wanita yang bisa lahirkan laki-laki seperti dia – ah, ia kini adalah maula kudus di hadapan pemilik semua kesombongan lalu di muktha, menjadi laju badai gurun kudanya menguak perisai romawi membelantara jadi tak lebih sebagai pelepah-pelepah kurma yang lapuk sedang di yarmuk bahkan telah jadi sia-sia semua baju besi watsani karena balanya telah menjadi ababil yang membuka jalan untuk jumpai kebahagian maut sedang pedangnya pun terlalu tajam pedangnya terlalu tajam pedangnya terlalu tajam, sahabat bukan, walau bukan batu pengasahnya cuman lengan bajanya begitu kuat berayun membilah-bilah syahid! syahid! syahid tak ada mati untuk mayat-mayatmu tak ada bumi rela membangkaikanmu syahid! dia berperang! darah para pengawal kaisar di parthenon tersiram pada jasadnya terlalu perkasa dan angkuh menggenggam bendera sedangkan takbirnya mendaras memanggil keabadian sebuah kerajaan teraman untuk jalani hidup dan menunggu hari berusai syahid! syahid! syahid! pencinta yang mencintai pencinta yang bercinta – aku melihatnya aku melihatnya aku melihatnya dia muncul dari gumpalan pasir beterbangan yang beritanya cukup buat usaikan sirus sebagai kisah...

Puisi II

“ PERJALANAN ANAK MANUSIA “ Gerak dan diam mengandung arti dan makna Berjalan dan berhenti atas perintah Tuhannya Dalam meniti hidup ini, Banyaklah duri merintanginya Akibat tidak sukanya Iblis durjana Cinta dan kasih pedoman hidupnya Walau cerca, sumpah serapah menerpa Tetap melangkah dengan hati tabah Dengan harapan Damai Sejahtera bagi makhluk semua “ SANG BINTANG “ Kemerlip Bintang dilangit malam Pancarkan pesona sinari jiwa Bertabur cahaya, Bergetar rasa Gelora hati singkirkan Noktah Langkah kaki telusuri jalan Teguh menapak sibak belantara Segala aral warnai jejak Tak jadi soal bagi Sang Bintang Banyak suara harapkan datang Menanti sabda sebagai pengobat Bagi jiwa yang gersang ﺍ “ ANGAN DOMBA “ Jangan berkata, bila itu penghibur lara Tindakan nyata, itu yang bijaksana Karena anak manusia bukan badut boneka Yang selalu menjadi bahan tertawa Cahaya pelangi semburat indah di awal pagi Setiap mata memandang, Menggantungkan angan Akankah pelangi selalu ada di pagi hari Yang memberi janji bahagia dihari ini Cerita janji masa lalu bukanlah bualan Sudah tersurat dalam kitab pegangan Para domba riuh cerita kedatangan Di pelupuk mata si domba mengacuhkan “ SANG GEMBALA “ Bergetar, Berdebar dan Tersadar Lamunan panjang Sang Gembala Saatnya tiba memberi makan domba – domba Akankah Seruling Gembala menggugah rasa si pencinta Semilir angin menerpa Sang Gembala Terbuai, tersadar dan terbangun Menjelang sore, mentari mulai tenggelam Meliuk gemulai rimbun pepohonan Geliat Bumi, sambut Sang Gembala Cakrawala yang indah kini sedang menangis Sedu sedan, pilu dan haru, bagai pengemis Sambut bahagia, Sang Gembala terjaga Dari kesendirian dan keheningannya “ ALAM DAN ANAK MANUSIA “ Awan hitam dilangit kelam Bergerak lamban dalam tangisan Temali pengikat tak kuasa menahan beban Berderak, berdetak...

Pengaruh iblis dan Yahudi (Puisi I)

‘PANGELING – ELING’ Boleh jadi nafsumu mengingkari kebenaran Tapi hatimu takkan pernah membenarkannya… Boleh jadi Bibirmu tersenyum dalam kemaksiatan Tapi Hatimu menangis dalam kegelisahan…! Boleh jadi Lisanmu berucap dengan penuh kedustaan Tapi Hatimu resah karena ketidak jujuran…! Boleh jadi jasadmu Gagah dalam keharaman Tapi Hatimu lemah dan penuh kecemasan…! Janganlah kau ingkari kehendak Hatimu Sementara kau ikuti bisikan nafsu Niscaya kecelakaan akan menimpa dirimu…! AKI II SIFAT DAN WATAK ASLI PENDUDUK INDONESIA 1. Ramah 2. Sopan Santun 3. Gotong Royong 4. Pemalu 5. Mistik 6. Saling menghormati 7. Fanatik 8. Penurut 9. Bersyukur 10.Sabar SIFAT DAN WATAK YANG DITANAMKAN OLEH IBLIS DAN YAHUDI 1. Saling mencurigai 2. Hilangnya kesopanan 3. Apatis terhadap kepentingan orang lain 4. Hilangnya rasa malu 5. Tidak mempercayai yang ghaib 6. Hilangnya rasa hormat 7. Liberal & melanggar Norma – Norma Agama 8. Pembangkang 9. Hilangnya rasa Bersyukur 10. Tergesa – gesa dan ketidak sabaran SEBAB DAN AKIBAT YANG TERJADI KARENA PENGARUH IBLIS DAN YAHUDI 1. Saling mencurigai akan berdampak khianat, prasangka, praduga, perpecahan, dan perang saudara diantara sesama Insan. 2. Hilangnya kesopanan : Berakibat saling menyalahkan &egoisme yang tinggi 3. Apatis : Berdampak terputusnya Rahmat & Kasih Sayang 4. Hilangnya rasa Malu : Berakibat melakukan suatu tindakan yang merugikan kepada sesama Insan 5. Tidak mempercayai yang ghaib : Berdampak terjadinya pengingkaran dan hilangnya keimanan 6. Hilangnya rasa hormat : Berdampak terjadinya penganiyayaan serta pemusnahan harkat & martabat selaku Insan 7. Liberal : Berakibat hilangnya Ajaran – Ajaran “Ketuhanan” 8. Pembangkang : Berdampak menyalahi dan menuduh Tuhan 9. Hilangnya rasa bersyukur : Akan berakibat gersang dan gelisahnya jiwa serta kurang harmonis dalam berinteraksi Dengan sesama...

Pernyataan dan Sikap PBNU atas Serangan Israel

Memperkuat pernyataan bersama NU dan ormas-ormas Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru 1430 H, yang di dalamnya terdapat pernyataan tentang agresi Israel terhadap wilayah Palestina pada 30 Desember 2008 lalu. Dan, mengikuti perkembangan terakhir peristiwa ini, PBNU perlu menegaskan kembali sikap tentang hal ini. Masyarakat dunia sedang menyaksikan kesombongan, keangkuhan dan kebrutalan Israel dengan serangan ke wilayah Gaza, Palestina, sejak sepekan yang lalu. Serangan udara maupun darat telah menghancurkan wilayah bangsa Palestina dan telah menyebabkan lebih dari 500 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya terluka. Banyak di antaranya adalah rakyat biasa, perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa. Jelas-jelas serangan itu, dengan alasan apa pun, adalah tindakan biadab yang jauh dari moralitas bangsa beradab. Serngan juga telah menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan, menginjak-injak rasa keadilan, kedaulatan bangsa Palestina serta bangsa-bangsa lain dan masyarakat dunia yang cinta perdamaian. Mengingat serangan tersebut sampai hari ini masih terus berlanjut dan korban rakyat Palestina terus berjatuhan, sementara Israel tanpa malu terus melakukan serangan ke wilayah Gaza, sedangkan PBB dan bangsa-bangsa lain di dunia belum mengambil tindakan untuk mengentikan serangan Isreal, dengan ini PBNU menegaskan hal-hal sebagai berikut: 1. Mengutuk tindakan penyerangan tentara Israel ke wilayah Gaza, Palestina, karena hal itu adalah sebuah tindakan yang berlawanan dengan prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai, menghancurkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa lain, menginjak-injak perikemanusiaan dan tidak menghormati hubungan baik sesama bangsa. Serangan itu betul-betul telah memberikan bukti nyata bahwa Israel telah melakukan kekejaman yang mengakibatkan korban masyarakat sipil, perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa. Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap konvensi Genewa dan masyarakat dunia harus menganggap serangan Israel itu sebagai tindakan kejahatan perang. 2. Mendesak negara-negara anggota PBB untuk melakukan langkah-langkah...

Pin It on Pinterest