<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tulisan lepas Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/category/tulisan-lepas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/category/tulisan-lepas/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 08:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Tulisan lepas Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/category/tulisan-lepas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Menjaga Mata agar Tetap Sehat</title>
		<link>https://langitan.net/tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat/</link>
					<comments>https://langitan.net/tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 08:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[hidupsehat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata sehat]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu organ tubuh manusia yang paling penting adalah mata. Tanpa mata, banyak hal akan sulit dilakukan. Faktor penglihatan sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan, sehingga kesehatan mata santri/pelajar adalah salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan. Menjaga kesehatan mata merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, bagian tubuh yang satu ini tergolong penting untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat/">Tips Menjaga Mata agar Tetap Sehat</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225231" style="width: 881px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225231" class="wp-image-225231 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Mata.jpg" alt="" width="871" height="581" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Mata.jpg 871w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Mata-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Mata-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 871px) 100vw, 871px" /><p id="caption-attachment-225231" class="wp-caption-text">Ilustrasi Mata (Image Source: unsplash.com)</p></div>
<p>Salah satu organ tubuh manusia yang paling penting adalah mata. Tanpa mata, banyak hal akan sulit dilakukan. Faktor penglihatan sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan, sehingga kesehatan mata santri/pelajar adalah salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan.</p>
<p>Menjaga kesehatan mata merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, bagian tubuh yang satu ini tergolong penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, tidak banyak orang yang memiliki kesadaran cukup tinggi untuk menjaga kesehatan mata. Menjadikan risiko terjadinya gangguan pada penglihatan semakin meningkat.</p>
<p><strong>Fungsi Mata dalam Kehidupan</strong></p>
<p>Mata adalah jendela kehidupan, sebagai salah satu anggota tubuh yang paling penting maka sepatutnya harus menjaga kesehatan mata sejak dari usia dini. Sebagai indra penglihatan, mata berfungsi memersepsikan warna, bentuk, dan ukuran suatu objek. Disebut dengan mata yang sehat apabila mata terbebas dari penyakit yang mengganggu penglihatan. Penyakit mata dapat menurunkan produktivitas dan dapat berpengaruh pada masa depan.</p>
<p>Tidak sedikit orang yang lupa dan tidak sadar bahwa menjaga kesehatan mata adalah hal yang penting. Padahal, mata termasuk dalam lima indra terpenting dalam tubuh manusia. Merawat kesehatan mata sebenarnya mudah dan cukup sederhana. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar mata tetap sehat:</p>
<ul>
<li>Mengonsumsi makanan yang bergizi</li>
</ul>
<p>Membiasakan memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi, seperti banyak konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang serta biji-bijian, tidak lupa memberikan konsumsi protein hewani berupa ikan dan daging tanpa lemak.</p>
<ul>
<li>Mencukupi kebutuhan air dalam tubuh</li>
</ul>
<p>Cairan paling baik yang dibutuhkan tubuh adalah air putih. Kebutuhan cairan pada orang dewasa yaitu minimal 2,5 liter/hari, sedangkan anak-anak 2100ml/hari. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan termasuk kesehatan mata salah satunya adalah mata kering dan gatal.</p>
<ul>
<li>Memakai alat pelindung mata</li>
</ul>
<p>Pentingnya menggunakan pelindung mata supaya mata terhindar dari cedera mata. Cedera mata dapat disebabkan oleh cahaya matahari, benda asing, dan paparan bahan kimia. Gunakan kacamata hitam saat bepergian ke tempat yang panas dan terik sinar matahari, menggunakan kacamata pelindung saat berenang dan saat berada di tempat yang terpapar bahan kimia.</p>
<ul>
<li>Pemeriksaan rutin ke dokter mata</li>
</ul>
<p>Banyak orang tidak menyadari kalau penglihatan mereka berkurang, dan ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti glaukoma atau efek penuaan. Ada baiknya untuk memeriksakan mata ke ahli mata untuk mengetahui kesehatan mata secara menyeluruh.</p>
<ul>
<li>Memperhatikan posisi yang baik saat membaca</li>
</ul>
<p>Jangan membaca sambil tiduran dan di tempat yang terlalu terang atau terlalu gelap. Hal itu membuat mata harus bekerja lebih keras.</p>
<ul>
<li>Beri waktu istirahat untuk mata</li>
</ul>
<p>Memandang benda-benda atau pemandangan jauh setelah membaca, menulis, atau menonton cukup lama. Cobalah aturan 20-20-20, yaitu kondisi setiap 20 menit, melihatlah ke benda yang berjarak 20 kaki, dan istirahatlah selama 20 detik. Cara ini dapat membantu mengurangi kelelahan mata Anda.</p>
<ul>
<li>Berhenti merokok</li>
</ul>
<p>Merokok tidak baik bagi kesehatan mata. Penelitian menunjukkan merokok berkaitan dengan peningkatan risiko degenerasi, katarak dan kerusakan saraf optik, yang dapat menyebabkan kebutaan.</p>
<ul>
<li>Menjaga berat badan</li>
</ul>
<p>Memiliki berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan risiko terkena diabetes dan kondisi sistemik lainnya. Kita bisa kehilangan penglihatan sebagai komplikasi akibat penyakit-penyakit tertentu misalnya penyakit diabetes. Jika Anda memiliki masalah dengan berat badan dan penglihatan, ada baiknya jika dikonsultasikan dengan dokter untuk memastikan.</p>
<ul>
<li>Nutrisi yang mendukung kesehatan mata</li>
</ul>
<p>Mengonsumsi makanan kaya nutrisi yang bermanfaat bagi mata dapat membantu memelihara kesehatan mata. Berbagai makanan, seperti wortel, bayam, dan ikan, mengandung nutrisi yang mendukung fungsi mata dan dapat membantu mengurangi risiko masalah mata yang disebabkan oleh faktor nutrisi.</p>
<p>Vitamin A merupakan nutrisi esensial yang mendukung fungsi retina, berperan penting dalam menjaga penglihatan normal, terutama dalam kondisi cahaya rendah. Makanan seperti wortel, ubi jalar, dan bayam merupakan sumber yang kaya akan vitamin A. Memasukkan makanan ini dalam pola makan sehari-hari dapat membantu mencegah kekurangan vitamin A yang dapat menyebabkan masalah penglihatan.</p>
<p>Antioksidan, seperti vitamin C dan E, memiliki peran penting dalam melindungi mata dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan. Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan alpukat mengandung vitamin C, sedangkan kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber vitamin E. Memasukkan makanan kaya antioksidan dalam diet sehari-hari dapat membantu menjaga kesehatan mata dengan memberikan perlindungan dari stres oksidatif.</p>
<p>Setelah beberapa hal menjaga kondisi mata tercukupi, ini berarti mata Anda akan senantiasa dalam keadaan sehat dan berfungsi untuk menjalani aktivitas keseharian. Perlu diketahui bahwa semua anggota tubuh merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dengan menjaganya setiap saat.</p>
<p><strong>Penulis: Muhammad Nabil</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat/">Tips Menjaga Mata agar Tetap Sehat</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tips-menjaga-mata-agar-tetap-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?</title>
		<link>https://langitan.net/menasihati-dengan-toxic-bolehkah/</link>
					<comments>https://langitan.net/menasihati-dengan-toxic-bolehkah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:33:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[toxic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif, sikap defensif atau menolak nasihat, perbedaan pendapat, keinginan untuk mengontrol, keterbatasan emosi penasihat, kesulitan dalam menghadapi realitas dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/menasihati-dengan-toxic-bolehkah/">Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225219" style="width: 1546px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225219" class="wp-image-225219 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic.png" alt="" width="1536" height="1024" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic.png 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic-300x200.png 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic-1024x683.png 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic-768x512.png 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Toxic-1080x720.png 1080w" sizes="(max-width: 1536px) 100vw, 1536px" /><p id="caption-attachment-225219" class="wp-caption-text">(Image Source: chatgpt.com)</p></div>
<p>Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif, sikap defensif atau menolak nasihat, perbedaan pendapat, keinginan untuk mengontrol, keterbatasan emosi penasihat, kesulitan dalam menghadapi realitas dan komunikasi yang buruk.</p>
<p>Contohnya, saat orang yang dinasihati bersikap defensif atau menolak nasihat: Ketika orang yang dinasihati menanggapi nasihat dengan sikap defensif, menolak, atau bahkan membantah, penasihat mungkin merasa tersinggung atau marah karena mereka merasa tidak dihargai atau dianggap tidak berkompeten. Apakah contoh seperti itu diperbolehkan dalam Islam?</p>
<p>Dalam al-Qur&#8217;an, Allah memerintahkan umat Islam untuk saling menasihati dengan cara yang baik dan bijaksana, serta dengan kata-kata yang penuh kasih sayang.</p>
<p>Dalam surat al-Asr ayat 3 Allah berfirman</p>
<p style="text-align: right;"> إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</p>
<p>&#8220;<em>Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran</em>.&#8221;</p>
<p>Ayat ini menunjukkan pentingnya menasihati dengan kebenaran dan kesabaran, bukan dengan cara yang menyakiti atau merendahkan.</p>
<p>Di lain surat, Allah Swt berfirman</p>
<p style="text-align: right;"> ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ</p>
<p>&#8220;<em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik</em> &#8230;&#8221; ( Surat an-Nahl ayat 125).</p>
<p>Dalam ayat ini, Allah menekankan pentingnya berdakwah dan menasihati dengan hikmah (kebijaksanaan) dan cara yang baik, bahkan saat kita menghadapi perbedaan pandangan.</p>
<p>Hadis-hadis Nabi Muhammad saw juga menjelaskan bagaimana cara memberikan nasihat yang benar dalam Islam. Nasihat harus diberikan dengan penuh kelembutan dan tidak dengan cara yang kasar atau merendahkan.</p>
<p>Disebutkan dalam hadis riwayat Muslim:</p>
<p style="text-align: right;">&#8220;الدِّينُ النَّصِيحَةُ.&#8221; قُلْنَا لِمَنْ؟ قَالَ &#8220;لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّةِهِمْ.&#8221;</p>
<p>Nabi Muhammad saw bersabda, &#8220;<em>Agama itu adalah nasihat</em>.&#8221; Kami bertanya, &#8220;Untuk siapa, wahai Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;<em>Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin, dan untuk umat Islam</em>.&#8221;</p>
<p>Hadis ini menunjukkan bahwa nasihat adalah bagian penting dalam agama, namun cara menyampaikannya harus penuh dengan niat yang baik dan kasih sayang.</p>
<p>Dalam hadis riwayat al-Bukhari juga disebutkan</p>
<p style="text-align: right;">&#8220;لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Tidak ada seorang pun yang beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri</em>.&#8221;</p>
<p>Dalam konteks ini, nasihat yang baik harus disampaikan dengan cara yang mencintai dan peduli terhadap orang yang dinasihati, bukan dengan cara yang merendahkan atau menyakitkan.</p>
<p>Selain itu, menasihati dengan cara <em>toxic</em> yang biasanya penuh dengan kritik yang merendahkan, menghina, atau menyakitkan jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Islam mengajarkan untuk menjaga kehormatan orang lain, menghindari perkataan yang menyakitkan, dan memberi nasihat dengan cara yang mendatangkan manfaat.</p>
<p>Allah Swt berfirman dalam surat al-Hujurat ayat 11</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ</p>
<p>&#8220;<em>Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, boleh jadi perempuan-perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan-perempuan (yang mengolok-olok)</em>.&#8221;</p>
<p>Ayat ini mengingatkan untuk tidak merendahkan atau menghina orang lain, yang menjadi salah satu ciri dari cara menasihati yang <em>toxic</em>.</p>
<p>Islam mengajarkan bahwa setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang baik. Memberikan nasihat dengan cara yang keras atau menyakitkan, terutama di hadapan orang lain, dapat merusak hubungan sosial dan berdampak buruk bagi perasaan orang yang dinasihati.</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: &#8220;مَنۡ كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوْمِ ٱلۡأٓخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًۭا أَوۡ لِيَصْمُتْ.&#8221;</p>
<p>Nabi Muhammad saw bersabda, &#8220;<em>Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam</em>.&#8221; (HR. Bukhari Muslim).</p>
<p>Hadis ini mengajarkan kita untuk berbicara dengan kata-kata yang baik dan penuh adab, dan jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam.</p>
<p><strong>Penulis: Akhmad Nur Ilmi</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/menasihati-dengan-toxic-bolehkah/">Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/menasihati-dengan-toxic-bolehkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar</title>
		<link>https://langitan.net/cinta-pengorbanan-dan-keteguhan-iman-abu-bakar/</link>
					<comments>https://langitan.net/cinta-pengorbanan-dan-keteguhan-iman-abu-bakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 07:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[abu bakar]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di antara mereka adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., sahabat terdekat Rasulullah ﷺ, lelaki yang hidupnya menjadi cermin kesetiaan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/cinta-pengorbanan-dan-keteguhan-iman-abu-bakar/">Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225171" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225171" class="wp-image-225171 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Abu-Bakar.jpeg" alt="" width="600" height="337" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Abu-Bakar.jpeg 600w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Abu-Bakar-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><p id="caption-attachment-225171" class="wp-caption-text">Ilustrasi Abu Bakar (Image Source: detik.com)</p></div>
<p>Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di antara mereka adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., sahabat terdekat Rasulullah ﷺ, lelaki yang hidupnya menjadi cermin kesetiaan, pengorbanan, dan keteguhan iman.</p>
<p><strong>Ketika Dunia Meragukan, Ia Memeluk Keyakinan</strong></p>
<p>Cinta Abu Bakar kepada Rasulullah ﷺ bukanlah cinta yang lahir karena hubungan darah atau kepentingan dunia. Ia tumbuh dari keyakinan yang mendalam terhadap kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Ketika peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj menjadi bahan ejekan kaum Quraisy, banyak orang terguncang dan meragukan kabar yang disampaikan Rasulullah. Mereka mendatangi Abu Bakar dengan harapan menemukan celah keraguan. Namun jawaban yang keluar dari lisannya begitu sederhana sekaligus agung:</p>
<p><em>&#8220;Jika Muhammad yang mengatakannya, maka itu pasti benar.&#8221;</em></p>
<p>Kalimat itu tidak lahir dari sikap fanatik yang membabi buta. Ia lahir dari perjalanan panjang mengenal kejujuran Rasulullah ﷺ. Abu Bakar telah menyaksikan sendiri kemuliaan akhlak beliau, sehingga ketika dunia meragukan, ia justru semakin percaya. Sejak saat itulah ia dikenal dengan gelar Ash-Shiddiq, orang yang senantiasa membenarkan kebenaran.</p>
<p><strong>Di Jalan Cinta, Harta dan Nyawa Menjadi Ringan</strong></p>
<p>Namun cinta sejati tidak berhenti pada kata-kata. Cinta selalu menuntut pengorbanan. Abu Bakar memahami hal itu lebih baik daripada kebanyakan manusia. Ketika Bilal bin Rabah dan para budak Muslim lainnya mengalami penyiksaan karena mempertahankan keimanan, Abu Bakar tidak hanya merasa iba. Ia menggunakan hartanya untuk membeli dan membebaskan mereka.</p>
<p>Di tengah masyarakat yang mengukur segala sesuatu dengan keuntungan materi, Abu Bakar justru menghabiskan hartanya demi orang-orang yang tidak mampu membalas jasanya. Ia tidak mencari pujian, tidak pula berharap balasan dunia. Yang ia cari hanyalah ridha Allah. Dalam dirinya, harta bukanlah sesuatu yang harus disimpan rapat, melainkan sarana untuk menolong sesama dan menguatkan agama.</p>
<p>Puncak pengorbanan itu tampak saat hijrah menuju Madinah. Di Gua Tsur, ketika kaum Quraisy semakin dekat, Abu Bakar diliputi kecemasan. Namun ia tidak takut untuk dirinya sendiri. Ia khawatir jika Rasulullah ﷺ disakiti. Betapa dalam cinta yang bersemayam di dadanya. Ia rela kehilangan dirinya, tetapi tidak sanggup membayangkan bahaya menimpa Nabi yang dicintainya.</p>
<p><strong>Di Tengah Tangis Umat, Ia Menyalakan Harapan</strong></p>
<p>Jika Gua Tsur menjadi ujian cinta, maka wafatnya Rasulullah ﷺ menjadi ujian keteguhan. Hari itu Madinah diselimuti duka yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Orang-orang kehilangan sosok yang selama ini menjadi cahaya kehidupan mereka. Banyak sahabat terpukul. Bahkan Umar bin Khattab ra. sempat tidak mampu menerima kenyataan bahwa Rasulullah telah wafat.</p>
<p>Di tengah suasana yang penuh kesedihan itu, Abu Bakar tampil dengan ketenangan yang mengagumkan. Setelah memastikan wafatnya Rasulullah ﷺ, ia berdiri di hadapan kaum Muslimin dan mengucapkan kalimat yang kemudian menjadi penopang umat:</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat. Barang siapa menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.&#8221;</em></p>
<p>Kata-kata itu sederhana, tetapi mengguncang hati para sahabat. Abu Bakar mengingatkan bahwa Islam tidak bergantung pada hidup dan wafatnya seorang manusia. Islam berdiri di atas keimanan kepada Allah Yang Maha Kekal.</p>
<p><strong>Penulis: Muhammad</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/cinta-pengorbanan-dan-keteguhan-iman-abu-bakar/">Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/cinta-pengorbanan-dan-keteguhan-iman-abu-bakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai</title>
		<link>https://langitan.net/para-pecinta-buku-dan-buku-yang-dicintai/</link>
					<comments>https://langitan.net/para-pecinta-buku-dan-buku-yang-dicintai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 07:11:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[crazy book]]></category>
		<category><![CDATA[gila buku]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[pecinta buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pecinta buku serta memelihara ketertarikan terhadap buku. Mereka yang Gila Buku Tak selamanya istilah “gila” berkonotasi negatif. Dalam batas tertentu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/para-pecinta-buku-dan-buku-yang-dicintai/">Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225168" style="width: 2570px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225168" class="wp-image-225168 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-scaled.jpg 2560w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Buku-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-225168" class="wp-caption-text">Ilustrasi Pecinta Buku (Image Source: unsplash.com)</p></div>
<p>Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pecinta buku serta memelihara ketertarikan terhadap buku.</p>
<p><strong>Mereka yang Gila Buku</strong></p>
<p>Tak selamanya istilah “gila” berkonotasi negatif. Dalam batas tertentu, “kegilaan” ternyata bisa menjadi nilai yang justru dibutuhkan oleh umat manusia. Berikut ini adalah beberapa contoh kegilaan terhadap buku yang layak diteladani.</p>
<p>Abu al-Muzhaffar Nashr ibn Mahmud ibn al-Mu’arrif, murid Ibn al-‘Aynzarbi dalam bidang kimia, adalah salah satu tokoh yang dikenal sangat mencintai buku. Ia adalah seorang dokter, filsuf, kaligrafer, dan penyair yang menjadi penulis produktif. Kegemarannya mengoleksi buku menjadikannya pemilik perpustakaan pribadi berisi ribuan buku, yang konon seluruhnya telah ia baca dan beri catatan pribadi.</p>
<p>Sejak kecil, Prabhakaran dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tertutup. Pendiri Macan Tamil tersebut bahkan kerap mengalami perlakuan diskriminatif yang menorehkan luka mendalam. Kondisi inilah yang rupanya turut menyulut semangat perlawanan dalam dirinya. Kemarahannya semakin membara ketika ia menyaksikan ketidakadilan yang diterima masyarakat Tamil.</p>
<p>Tak tahan dengan keadaan, ia memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah dan justru menemukan pelariannya dalam dunia buku. Kegemarannya membaca ternyata membawanya pada kisah-kisah tokoh besar seperti Aleksander Agung dan Napoleon, yang memberikannya banyak pelajaran hidup. (Rakaryan Sukarjaputra, 2010: 61).</p>
<p>Di Indonesia, Gus Dur juga dikenal sebagai kutu buku sejati. Sejak kecil ia terbiasa membaca koleksi milik ayahnya serta rajin mengunjungi perpustakaan umum di Jakarta. Pada usia 10 tahun, ia sudah akrab dengan berbagai genre bacaan, mulai dari filsafat, sejarah, sastra, hingga cerita silat. Ia membaca karya-karya tokoh besar seperti Karl Marx, Plato, Lenin, Will Durant, Hemingway, Dostoevsky, dan banyak lainnya.</p>
<p>Selama menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, Gus Dur merasa haus ilmu dan sering menghabiskan waktu di perpustakaan besar, termasuk American University Library. Hal serupa ia lakukan saat melanjutkan studi di Irak. Kegilaan dan ketertarikannya pada buku membuatnya melahap hampir semua karya orientalis Barat di sana. (Hamid, 2010: 27-28).</p>
<p>Contoh lain adalah Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, yang dikenal introvert dan lebih suka berinteraksi dengan buku daripada orang lain. Dari ketertarikannya yang mendalam terhadap dunia bacaan inilah, tercetus ide menciptakan platform yang kini dikenal luas di seluruh dunia. Mark adalah sosok kutu buku yang kemudian menjadi miliarder di jantung teknologi global, Silicon Valley.</p>
<p><strong>Karya yang Digilai</strong></p>
<p>Di kancah global, ada banyak buku yang begitu digilai hingga melahirkan penggemar fanatik. Salah satunya adalah <em>Rich Dad, Poor Dad</em> karya Robert Kiyosaki. Buku ini awalnya dicetak secara sendiri dan disimpan di garasi karena tidak laku. Seorang teman menawarkan agar memajangnya di tempat pencucian mobil. Sang teman berpikir, bahwa para pelanggan mungkin akan melihat buku itu dan membelinya.</p>
<p>Keberuntungan rupanya berpihak pada Kiyosaki saat seorang petinggi perusahaan pemasaran menemukan buku tersebut dan merekomendasikannya secara luas. Popularitasnya menjulang tinggi, hingga suatu hari ia tampil di acara Oprah Winfrey. Tak heran apabila <em>Rich Dad, Poor Dad</em> telah diterjemahkan ke 46 bahasa di 97 negara.</p>
<p><em>Think and Grow Rich</em> karya Napoleon Hill, yang pertama kali terbit tahun 1937, juga termasuk karya yang mendapat tempat di hati para pembacanya. Karya itu menjadi cukup legendaris dan terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Apa yang ditulis oleh Hill menjadi rujukan penting dalam literatur motivasi selama puluhan tahun. Edisi revisinya bahkan dilengkapi kisah sukses tokoh modern seperti Bill Gates dan Sir John Templeton.</p>
<p>Serial <em>Harry Potter</em> karya J.K. Rowling adalah fenomena tersendiri. Dari buku pertama hingga ketujuh, semuanya mencetak rekor penjualan global. Bahkan, pemesanan sudah membeludak sebelum buku dirilis. Apa yang telah dilakukan oleh Rowling telah menyelamatkan industri perbukuan, menyokong Scholastic yang hampir bangkrut, dan menjadikan Amazon.com <em>booming</em>. Rowling pun menjadi perempuan terkaya di Inggris, melampaui Ratu Elizabeth II.</p>
<p>Di tanah air, <em>Laskar Pelangi</em> karya Andrea Hirata juga mendapatkan sambutan luar biasa. Karya peraih beasiswa di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom ini telah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa dan menjadi bacaan populer di Korea Selatan, bahkan direkomendasikan oleh akademisi sebagai materi ajar sastra.</p>
<p><strong>Penulis: Multazam</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/para-pecinta-buku-dan-buku-yang-dicintai/">Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/para-pecinta-buku-dan-buku-yang-dicintai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Qutaibah bin Muslim, Panglima Pembuka Gerbang Islam di Asia Tengah</title>
		<link>https://langitan.net/qutaibah-bin-muslim-panglima-pembuka-gerbang-islam-di-asia-tengah/</link>
					<comments>https://langitan.net/qutaibah-bin-muslim-panglima-pembuka-gerbang-islam-di-asia-tengah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:58:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[panglima]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah Islam mencatat banyak nama besar yang berjasa dalam perluasan dakwah dan peradaban. Di antara nama-nama itu, Qutaibah bin Muslim menempati posisi istimewa. Ia bukan hanya seorang panglima perang, tetapi juga tokoh penting dalam terbukanya pintu Islam di Asia Tengah, wilayah yang kelak melahirkan para ulama besar dunia Islam. Tumbuh dalam Masa Jihad Beliau adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/qutaibah-bin-muslim-panglima-pembuka-gerbang-islam-di-asia-tengah/">Qutaibah bin Muslim, Panglima Pembuka Gerbang Islam di Asia Tengah</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225162" style="width: 810px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225162" class="wp-image-225162 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Qutaibah.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Qutaibah.jpg 800w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Qutaibah-300x188.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Qutaibah-768x480.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Qutaibah-400x250.jpg 400w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-225162" class="wp-caption-text">(Image Source: Muslimah Daily)</p></div>
<p>Sejarah Islam mencatat banyak nama besar yang berjasa dalam perluasan dakwah dan peradaban. Di antara nama-nama itu, Qutaibah bin Muslim menempati posisi istimewa. Ia bukan hanya seorang panglima perang, tetapi juga tokoh penting dalam terbukanya pintu Islam di Asia Tengah, wilayah yang kelak melahirkan para ulama besar dunia Islam.</p>
<p><strong>Tumbuh dalam Masa Jihad</strong></p>
<p>Beliau adalah Qutaibah bin Muslim bin ‘Amr bin Husain bin ‘Amir, bergelar Abu Hafshah al-Bahili. Qutaibah lahir di wilayah Irak pada tahun 49 H dari kabilah Bahilah. Kabilah ini memang tidak terlalu dikenal pada masa Jahiliah, namun pada masa Islam melahirkan tokoh-tokoh besar, di antaranya Salman bin Rabi‘ah dan Qutaibah bin Muslim sendiri.</p>
<p>Qutaibah kecil telah turun ke medan jihad sejak usia sangat muda, sekitar 17 tahun, sebuah usia yang ia ditempa oleh kondisi zaman dan lingkungan yang sarat dengan perjuangan. Hingga ia dikenal sebagai panglima perang Islam yang tangguh. Melalui kepemimpinannya, banyak wilayah di Asia Tengah yang kemudian mengenal Islam. Penaklukan-penaklukan itu berlangsung hingga kawasan Transoxiana, mendekati perbatasan negeri Cina. Di wilayah-wilayah tersebut, dakwah Islam berkembang dan diterima oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Ayahanda Qutaibah, Muslim bin ‘Amr, merupakan sahabat dekat Mush‘ab bin az-Zubair. Ia pernah menjabat sebagai gubernur Irak atas perintah Amirul Mukminin ‘Abdullah bin az-Zubair, serta turut berperang melawan ‘Abdul Malik bin Marwan pada tahun 72 H/692 M. Lingkungan keluarga inilah yang turut membentuk karakter Qutaibah sejak dini.</p>
<p>Pada masa pertumbuhannya, Qutaibah mempelajari fikih dan Al-Qur’an, sekaligus ditempa dengan latihan-latihan militer. Ia tumbuh bersama kuda, pedang, dan panah. Kondisi Irak yang saat itu terus diguncang pemberontakan menjadikan para amir sibuk mempersiapkan jihad dan pertahanan wilayah. Dalam suasana itulah Qutaibah muda bergabung dalam barisan jihad.</p>
<p><strong>Peran Militer dan Dakwah</strong></p>
<p>Keberanian dan keterampilan Qutaibah menarik perhatian al-Muhallab bin Abi Shafrah, salah satu panglima besar Islam. Al-Muhallab melihat potensi besar dalam diri Qutaibah dan menyampaikannya kepada al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi.</p>
<p>Al-Hajjaj kemudian menguji Qutaibah dalam beberapa tugas penting untuk memastikan kapasitas kepemimpinannya. Hasilnya, Qutaibah menunjukkan kecakapan yang luar biasa. Rekomendasi al-Muhallab terbukti benar. Khalifah Abdul Malik bin Marwan pun mengangkat Qutaibah sebagai gubernur di wilayah Ray dan kemudian Khurasan.</p>
<p>Pada masa itu, kaum Muslimin mulai mengarahkan perhatian ke wilayah Timur, daerah yang dihuni oleh dua kelompok besar, yaitu Persia dan Turki. Penaklukan Persia telah disempurnakan pada masa Khulafaur Rasyidin, sedangkan wilayah-wilayah Turki memiliki cakupan yang luas dan penduduk yang beragam. Oleh karena itu, Irak dijadikan sebagai markas militer Islam untuk ekspansi wilayah Timur.</p>
<p>Qutaibah memimpin berbagai ekspedisi militer dengan strategi yang matang. Penaklukan kota-kota seperti Bukhara, Samarkand, dan wilayah di sekitar Sungai Jihun (Amu Darya) menjadi titik penting dalam sejarah Islam. Dari wilayah-wilayah inilah kelak lahir pusat-pusat ilmu dan peradaban Islam.</p>
<p><strong>Di Balik Penaklukan Qutaibah bin Muslim</strong></p>
<p>Qutaibah bin Muslim merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah perluasan Islam di wilayah Timur. Di tengah citra Bani Umayyah yang kerap dipandang negatif oleh sebagian kalangan—karena sistem monarki yang mereka terapkan—hadir sosok Qutaibah sebagai figur gemilang yang jasanya tidak bisa diabaikan.</p>
<p>Sebagian penulisan sejarah Bani Umayyah kerap disajikan secara sepihak, seolah-olah masa daulah ini adalah periode kegelapan umat Islam. Narasi memunculkan opini bahwa Dinasti Umayyah jauh dari ajaran Islam. Bahkan, orang-orang yang membenci Islam menjadikan ini sebagai senjata untuk mempertanyakan relevansi penerapan syariat di era modern. Ironisnya, narasi tersebut justru ikut diulang oleh kelompok-kelompok Islam yang vokal menyerukan pendirian kekhalifahan, tanpa sikap kritis terhadap sumber sejarah yang jelas.</p>
<p>Padahal, penaklukan yang dipimpin Qutaibah bin Muslim justru menunjukkan besarnya kontribusi Bani Umayyah bagi peradaban Islam. Penaklukan Bukhara melahirkan ulama besar setempat, Imam al-Bukhari. Wilayah di sekitar Sungai Jihun, termasuk Naisabur, menjadi tanah lahir Imam Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi, pengarang Shahih Muslim. Demikian pula penaklukan Andalusia yang kelak menjadi ladang subur bagi berkembangnya ilmu pengetahuan dan lahirnya para ulama serta ilmuwan Islam.</p>
<p>Karena itu, kesalahan sebagian tokoh atau kelompok tidak semestinya membuat kita bersikap tidak adil dengan melupakan lautan jasa dan kebaikan yang telah mereka torehkan dalam sejarah Islam.</p>
<p><strong>Gugurnya Sang Panglima</strong></p>
<p>Setelah lebih dari tiga belas tahun memimpin ekspedisi dan pemerintahan di wilayah Timur, Qutaibah menghadapi ujian terakhir dalam hidupnya. Pada tahun 96 H, terjadi perselisihan internal di tubuh pasukan kaum Muslimin. Dalam konflik tersebut, Qutaibah bin Muslim terbunuh bersama Waki‘ bin Hasan at-Tamimi di wilayah Ferghana, kawasan Asia Tengah yang kini mencakup wilayah Uzbekistan, Kirgistan, dan Tajikistan.</p>
<p><strong>Penulis: Moh. Haikal</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/qutaibah-bin-muslim-panglima-pembuka-gerbang-islam-di-asia-tengah/">Qutaibah bin Muslim, Panglima Pembuka Gerbang Islam di Asia Tengah</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/qutaibah-bin-muslim-panglima-pembuka-gerbang-islam-di-asia-tengah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kilau Emas Kian Memukau</title>
		<link>https://langitan.net/kilau-emas-kian-memukau/</link>
					<comments>https://langitan.net/kilau-emas-kian-memukau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:35:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[gold rush]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang dilakukan oleh mereka memang cukup beralasan. Berlainan dengan uang tunai yang nilainya dapat menyusut akibat kebijakan moneter atau lonjakan harga barang, emas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kilau-emas-kian-memukau/">Kilau Emas Kian Memukau</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225159" style="width: 2570px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225159" class="wp-image-225159 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-scaled.jpg 2560w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Emas-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-225159" class="wp-caption-text">Ilustrasi Emas (Image Source: unsplash.com)</p></div>
<p>Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (<em>gold rush</em>). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia.</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh mereka memang cukup beralasan. Berlainan dengan uang tunai yang nilainya dapat menyusut akibat kebijakan moneter atau lonjakan harga barang, emas dapat mempertahankan daya belinya dalam jangka panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Firman Allah</strong></p>
<p>Ada banyak ayat Al-Qur’an yang menyebutkan emas, antara lain surat Fatir, At-Taubah, dan Az-Zukhruf. Dalam surat Fatir ayat 33 disebutkan bahwa para penghuni surga menggunakan gelang berbahan emas. Dengan demikian, emas menjadi penanda kemuliaan dan kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman.</p>
<p>Allah Swt berfirman, <em>“(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.”</em></p>
<p>Berbeda dengan ayat sebelumnya, surat At-Taubah ayat 34 menjelaskan bahwa para penyimpan emas dan perak yang tidak menafkahkannya di jalan Allah akan menerima siksaan yang berat. Dalam ayat ini, emas merupakan salah satu harta yang mewajibkan pemiliknya untuk membayar zakat. Firman Allah Swt:</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih&#8221;.</em></p>
<p>Adapun dalam surat Az-Zukhruf, ada tiga ayat yang menyebutkan emas, yaitu ayat 35, ayat 53, dan ayat 71. Surat Az-Zukhruf ayat 35 menjelaskan bahwa emas merupakan perhiasan dunia yang bersifat sementara: <em>“Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”</em></p>
<p>Surat Az-Zukhruf ayat 53 menunjukkan keraguan Firaun tentang kebenaran Nabi Musa. Firaun mengatakan bahwa apabila Nabi Musa merupakan utusan Tuhan, mengapa dia tidak mengenakan gelang dari emas sebagai identitasnya atau para malaikat datang bersamanya sebagai bentuk dukungan terhadapnya. Perkataan Fir’aun telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya dan mengakui kekuasaan dan ketuhanannya.</p>
<p>Allah Swt berfirman,<em> “Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?”</em></p>
<p>Sementara dalam surat Az-Zukhruf ayat 71 disebutkan: <em>Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya&#8221;.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Tabrakan Benda Langit</strong></p>
<p>Dalam bukunya, Vanesa Adisa (2024: 13), menyebutkan bahwa emas seharusnya tidak berada di bumi, karena logam mulia memang bukan berasal dari planet yang dihuni manusia tersebut. Peneliti dari Universitas Bristol mengungkapkan bahwa emas berasal dari tabrakan meteorit yang terjadi lebih dari 200 juta tahun setelah bumi terbentuk.</p>
<p>Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal <em>Nature</em>, dijelaskan bahwa saat proses pembentukan bumi, besi cair turun ke pusat planet dan membentuk inti. Bersama besi cair tersebut, logam-logam mulia juga ikut terbawa ke dalam. Temuan ini didasarkan pada kondisi setelah terbentuknya inti bumi, namun sebelum terjadi serangan meteorit.</p>
<p>Selain teori di atas, ada juga teori lain yang menyebutkan bahwa emas terbentuk akibat tabrakan antara bintang-bintang supernova dan neutron, jauh sebelum tata surya tercipta. Secara teori, emas lahir melalui proses fusi nuklir, fisi, dan peluruhan radioaktif, sehingga mustahil menciptakannya melalui reaksi kimia biasa atau praktik alkimia.</p>
<p>Melalui pengukuran sangat presisi terhadap dua isotop tungsten (logam mulia lain yang juga tergolong langka) para peneliti mendapati bahwa meteorit-meteorit kaya logam mulia pernah menghantam bumi. Tabrakan tersebut kemudian memperkaya permukaan bumi dengan emas. Setelah itu, proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun membentuk benua-benua dan memusatkan emas di dalam kantong-kantong tambang seperti yang dikenal saat ini.</p>
<p>Sementara itu, Edo Berger bersama timnya meneliti fenomena ledakan sinar gamma pendek yang berjarak sekitar 3,9 miliar tahun cahaya dari bumi dan hanya berlangsung kurang dari 0,2 detik. Ledakan itu kemudian diikuti oleh pancaran cahaya inframerah yang perlahan memudar. Mereka meyakini bahwa sinar tersebut berasal dari material kaya neutron yang terpental ke luar angkasa akibat tumbukan antar bintang neutron.</p>
<p>Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa proses kosmik ini memperjelas mengapa emas menjadi sangat langka, tidak hanya di bumi, tetapi juga di seluruh alam semesta. Kelangkaan inilah yang membuat emas memiliki nilai tinggi sekaligus menyimpan misteri atau rahasia di balik asal-usulnya.</p>
<p><strong>Penulis: Luthfy</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kilau-emas-kian-memukau/">Kilau Emas Kian Memukau</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kilau-emas-kian-memukau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambangan, Momentum Santri untuk Menata Kembali Niat dan Tujuan</title>
		<link>https://langitan.net/sambangan-momentum-santri-untuk-menata-kembali-niat-dan-tujuan/</link>
					<comments>https://langitan.net/sambangan-momentum-santri-untuk-menata-kembali-niat-dan-tujuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[MDL]]></category>
		<category><![CDATA[sambangan]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lumrah dilakukan oleh kalangan mayoritas santri untuk temu kangen kepada sanak famili atau yang biasa disebut juga dengan sambangan. Umumnya sambangan dilakukan sebulan sekali bagi yang jarak antara pondok dan rumahnya cukup dekat dan jika rumahnya agak jauh mungkin lebih jarang untuk melakukan sambangan, biasanya orang tua mereka menyarankan untuk menggunakan ATM saja, karena hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sambangan-momentum-santri-untuk-menata-kembali-niat-dan-tujuan/">Sambangan, Momentum Santri untuk Menata Kembali Niat dan Tujuan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225155" style="width: 2570px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225155" class="wp-image-225155 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1588" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-scaled.jpeg 2560w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-300x186.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-1024x635.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-768x476.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-1536x953.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-2048x1271.jpeg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sambangan-1080x670.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-225155" class="wp-caption-text">Ilustrasi Sambangan (Image Source: gemini.google.com)</p></div>
<p>Lumrah dilakukan oleh kalangan mayoritas santri untuk temu kangen kepada sanak famili atau yang biasa disebut juga dengan sambangan. Umumnya sambangan dilakukan sebulan sekali bagi yang jarak antara pondok dan rumahnya cukup dekat dan jika rumahnya agak jauh mungkin lebih jarang untuk melakukan sambangan, biasanya orang tua mereka menyarankan untuk menggunakan ATM saja, karena hal itu cukup efektif untuk menghemat waktu, biaya dan tenaga.</p>
<p>Sambangan sendiri selain momentum untuk melepas rindu kepada keluarga, juga dapat mengingatkan kembali niat dan tujuan kita masuk pondok pesantren. Sambang memiliki banyak manfaat di antaranya:</p>
<ol>
<li>Momen Menyambung Rindu dan Kehangatan Emosional</li>
</ol>
<p>Bagi seorang santri, perpisahan dengan keluarga bukan perkara mudah. Hari-hari di pesantren diisi dengan belajar, mengaji, dan beribadah, namun ada ruang kosong dalam hati yang tetap merindukan sosok ayah, ibu, atau saudara. Sambangan menjadi jembatan yang menghubungkan kerinduan itu.</p>
<p>Bunyi pengeras suara di tiap asrama, menyuarakan nama-nama santri yang ditunggu keluarganya di ruang tamu. Mata mereka berbinar, menanti apakah yang disebut adalah namanya. Saat akhirnya bertemu, pelukan pertama seolah menjadi obat rindu yang mujarab, cukup untuk mengisi ulang semangat berhari-hari, bahkan berbulan-bulan ke depan. Kehangatan ini bukan sekadar ungkapan kasih sayang, melainkan juga energi batin yang memperkuat tekad santri untuk terus menuntut ilmu dengan sabar.</p>
<ol start="2">
<li>Suatu Bentuk Cinta dan Perhatian</li>
</ol>
<p>Kiriman makanan dari rumah, uang saku tambahan, atau sekadar buah tangan sederhana, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar barang. Semua itu adalah simbol cinta dan perhatian orang tua yang menguatkan anak-anaknya</p>
<p>Meski sederhana, sebuah bingkisan bisa menghapus rasa letih, mengurangi rasa jenuh, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa perjuangan menimba ilmu ini adalah amanah keluarga. Dengan cara ini, sambangan menjadi sarana keluarga menanamkan pesan moral secara halus, seperti “kami selalu mendukungmu, meski dari jauh.”</p>
<ol start="3">
<li>Pembelajaran Nilai Kesederhanaan dan Syukur</li>
</ol>
<p>Sambangan juga menjadi ladang pendidikan karakter yang nyata. Tidak semua santri mendapat kunjungan dengan bawaan yang sama. Ada yang mendapat banyak oleh-oleh, ada pula yang hanya menerima pelukan dan doa. Kondisi ini mendidik santri untuk belajar bersyukur atas apa yang ia terima, tanpa iri terhadap rezeki orang lain.</p>
<p>Di sisi lain, santri juga belajar hidup sederhana. Makanan atau hadiah dari keluarga biasanya hanya sesaat, namun rasa syukur, <em>qana’ah</em>, dan kerendahan hati adalah bekal yang akan dibawa sepanjang hidup. Inilah pendidikan akhlak yang sering kali lebih berkesan daripada pelajaran di kelas.</p>
<ol start="4">
<li>Pelatihan Akhlak dan Keterampilan Sosial</li>
</ol>
<p>Momen bertemu keluarga bukan sekadar pelepas rindu, tetapi juga latihan nyata bagi santri untuk menerapkan akhlak mulia. Cara menyambut orang tua dengan sopan, berbicara dengan penuh hormat, bahkan sekadar mencium tangan ayah dan ibu adalah bentuk pendidikan adab yang tidak bisa diajarkan hanya lewat teori.</p>
<p>Selain itu, interaksi ini melatih santri untuk memiliki kecerdasan sosial. Mereka belajar mengatur diri, menempatkan perasaan, menjaga tata krama, dan menunjukkan sikap hormat. Semua ini menjadi bekal penting ketika kelak mereka hidup di tengah masyarakat yang beragam.</p>
<ol start="5">
<li>Memperkuat Solidaritas Sesama Santri</li>
</ol>
<p>Sambangan bukan hanya milik santri yang dikunjungi keluarga, tetapi juga menjadi kebahagiaan bersama. Sudah menjadi tradisi, santri yang mendapat banyak oleh-oleh biasanya berbagi dengan teman-temannya. Meski hanya sebungkus kue atau buah tangan sederhana, kebersamaan itu menghadirkan rasa hangat dan mempererat ikatan persaudaraan.</p>
<p>Santri juga belajar untuk saling peduli. Mereka yang mendapat kunjungan biasanya tidak segan menghibur teman yang belum sempat dibesuk. Dengan begitu, nilai <em>ukhuwah</em> (persaudaraan) tumbuh subur di lingkungan pesantren. Solidaritas inilah yang menjadikan pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga madrasah kehidupan yang membentuk kepribadian luhur.</p>
<p>Namun mirisnya akhir-akhir ini banyak santri baru yang lebih mementingkan gadgetnya daripada mengobrol dengan orang tuanya. Tentu itu bisa membuat kualitas mondoknya tidak bermanfaat karena niat mondok yang semula menuntut ilmu dan mendapat barokah menjadi rusak karena kepikiran dunia luar, dan orang tua pun menjadi kecewa karena santri lebih mementingkan gadget daripada orang tuanya sendiri.</p>
<p>Maka dari Itu alangkah baiknya santri dan juga wali santri untuk menaati peraturan pondok terkhusus peraturan sambangan.</p>
<p><strong>Penulis: Akhmad Nur Ilmi</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sambangan-momentum-santri-untuk-menata-kembali-niat-dan-tujuan/">Sambangan, Momentum Santri untuk Menata Kembali Niat dan Tujuan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/sambangan-momentum-santri-untuk-menata-kembali-niat-dan-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sering Mengantuk di Siang Hari, Padahal Tidur Cukup? Ini Penjelasannya</title>
		<link>https://langitan.net/sering-mengantuk-di-siang-hari-padahal-tidur-cukup-ini-penjelasannya/</link>
					<comments>https://langitan.net/sering-mengantuk-di-siang-hari-padahal-tidur-cukup-ini-penjelasannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 03:18:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kesanlangitan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[mengantuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang merasa tidurnya sudah cukup, bahkan berjam-jam, tetapi tetap saja sering mengantuk di siang hari. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah benar tidur cukup berarti tidur berkualitas? Melalui artikel ini akan dibahas berbagai penyebab umum kenapa kantuk masih sering muncul di siang hari meski merasa cukup tidur, dan bagaimana solusi mengatasinya. Penyebab Rasa Kantuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sering-mengantuk-di-siang-hari-padahal-tidur-cukup-ini-penjelasannya/">Sering Mengantuk di Siang Hari, Padahal Tidur Cukup? Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225152" style="width: 2570px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225152" class="wp-image-225152 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-scaled.jpg 2560w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-300x169.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-1024x576.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-768x432.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-1536x864.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-2048x1152.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Sering-Mengantuk-di-Siang-Hari-Padahal-Tidur-Cukup-Ini-Penjelasannya-1080x608.jpg 1080w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-225152" class="wp-caption-text">Ilustrasi Mengantuk (Image Source: unsplash.com)</p></div>
<p>Banyak orang merasa tidurnya sudah cukup, bahkan berjam-jam, tetapi tetap saja sering mengantuk di siang hari. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah benar tidur cukup berarti tidur berkualitas?</p>
<p>Melalui artikel ini akan dibahas berbagai penyebab umum kenapa kantuk masih sering muncul di siang hari meski merasa cukup tidur, dan bagaimana solusi mengatasinya.</p>
<p><strong>Penyebab Rasa Kantuk di Siang Hari</strong></p>
<ol>
<li>Tidur Tidak Berkualitas</li>
</ol>
<p>Lamanya durasi tidur tidak menjamin kualitas tidur Anda baik. Jika sering terbangun sendiri, atau terganggu oleh suara atau cahaya, kemungkinan besar tidur Anda tidak nyenyak. Menurut Hello Sehat, “Kualitas tidur dipengaruhi oleh seberapa dalam dan lamanya tidur tanpa terjaga di malam hari.” (hellosehat.com)</p>
<ol start="2">
<li><em>Sleep Apnea</em></li>
</ol>
<p>Gangguan tidur ini terjadi saat pernapasan berhenti sementara secara berulang selama tidur, biasanya karena penyumbatan saluran napas. Alodokter menjelaskan bahwa <em>sleep apnea</em> bisa membuat penderitanya tidak sadar sering terbangun di malam hari, dan menyebabkan kantuk berlebih di siang hari. (alodokter.com)</p>
<ol start="3">
<li>Depresi dan Gangguan Psikologis</li>
</ol>
<p>Stres, kecemasan, dan depresi dapat mengacaukan ritme tidur. Anda mungkin tidur terlalu lama atau malah sulit tidur, sehingga memengaruhi kualitas istirahat. SehatQ menyebutkan bahwa gangguan psikologis bisa menurunkan kualitas tidur dan meningkatkan risiko kelelahan. (sehatq.com)</p>
<ol start="4">
<li>Gangguan Ritme Sirkadian</li>
</ol>
<p>Jam biologis tubuh manusia mengatur kapan kita harus tidur dan bangun. Jika terganggu—misalnya karena kerja shift malam atau tidur tidak teratur—maka tubuh akan merasa lelah meskipun durasi tidur sudah cukup. KlikDokter menyebut ini sebagai “disrupsi ritme sirkadian,” yang berdampak langsung pada energi di siang hari. (klikdokter.com)</p>
<ol start="5">
<li>Dehidrasi dan Kekurangan Nutrisi</li>
</ol>
<p>Kurangnya cairan dan zat gizi penting juga bisa membuat tubuh lemas dan mudah mengantuk. CNN Indonesia mencatat bahwa kurang minum dan pola makan tidak seimbang dapat menyebabkan kantuk, bahkan jika Anda merasa cukup tidur. (cnnindonesia.com)</p>
<ol start="6">
<li>Hipersomnia dan Narkolepsi</li>
</ol>
<p>Kondisi neurologis ini menyebabkan rasa kantuk ekstrem dan kesulitan bangun. Menurut SehatQ, narkolepsi menyebabkan otak kesulitan mengatur waktu tidur dan bangun, sedangkan hipersomnia membuat penderita merasa lelah terus-menerus meski sudah cukup tidur. (sehatq.com)</p>
<p><strong>Solusi Atasi Kantuk di Siang Hari</strong></p>
<ol>
<li>Perbaiki Kualitas Tidur</li>
</ol>
<p>Tidurlah secara teratur dan ciptakan lingkungan tidur yang tenang dan nyaman. Hindari paparan layar setidaknya satu jam sebelum tidur.</p>
<ol start="2">
<li>Kelola Stres dan Kecemasan</li>
</ol>
<p>Meditasi, olahraga ringan, menulis jurnal, atau aktivitas relaksasi lain bisa membantu menjaga pikiran tetap tenang menjelang tidur.</p>
<ol start="3">
<li>Cukupi Cairan dan Nutrisi</li>
</ol>
<p>Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari dan konsumsi makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap bertenaga.</p>
<ol start="4">
<li>Tidur Siang Singkat</li>
</ol>
<p>Lakukan <em>power nap</em> selama 10–20 menit di siang hari jika memungkinkan. Ini bisa menyegarkan tubuh dan pikiran tanpa mengganggu tidur malam.</p>
<ol start="5">
<li>Konsultasi Medis</li>
</ol>
<p>Jika sudah mencoba semua cara tetapi masih mengantuk berlebihan, periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Tidur cukup bukan satu-satunya kunci agar tetap segar sepanjang hari. Kualitas tidur, pola hidup sehat, dan kesehatan mental juga memainkan peran penting. Dengan mengenali penyebab dan melakukan langkah perbaikan, Anda bisa mengurangi rasa kantuk di siang hari dan menjalani aktivitas dengan lebih optimal.</p>
<p><strong>Penulis: Mahirur Riyadl</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sering-mengantuk-di-siang-hari-padahal-tidur-cukup-ini-penjelasannya/">Sering Mengantuk di Siang Hari, Padahal Tidur Cukup? Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/sering-mengantuk-di-siang-hari-padahal-tidur-cukup-ini-penjelasannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dakwah yang Menyejukkan Hati</title>
		<link>https://langitan.net/dakwah-yang-menyejukkan-hati/</link>
					<comments>https://langitan.net/dakwah-yang-menyejukkan-hati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 02:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah hati]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah sejuk]]></category>
		<category><![CDATA[kesanlangitan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan, melainkan juga oleh bagaimana cara menyampaikannya. Karena itulah Rasulullah ﷺ memberikan teladan bahwa dakwah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/dakwah-yang-menyejukkan-hati/">Dakwah yang Menyejukkan Hati</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225148" style="width: 704px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225148" class="wp-image-225148 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Dakwah-yang-Menyejukkan-Hati.jpg" alt="Dakwah" width="694" height="580" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Dakwah-yang-Menyejukkan-Hati.jpg 694w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2026/08/Dakwah-yang-Menyejukkan-Hati-300x251.jpg 300w" sizes="(max-width: 694px) 100vw, 694px" /><p id="caption-attachment-225148" class="wp-caption-text">Ilustrasi: Dakwah yang Menyejukkan Hati (Image Source: unsplash.com)</p></div>
<p>Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh apa yang disampaikan, melainkan juga oleh bagaimana cara menyampaikannya. Karena itulah Rasulullah ﷺ memberikan teladan bahwa dakwah yang baik adalah dakwah yang mampu menyentuh hati, bukan sekadar memenuhi telinga.</p>
<p>Salah satu kunci utama dakwah adalah kelembutan. Dalam <em>Riyadhus Shalihin</em>, Imam an-Nawawi mengutip hadis Rasulullah ﷺ:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ</strong></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Kelembutan bukan berarti mengurangi kebenaran yang disampaikan. Justru dengan kelembutan, pesan dakwah lebih mudah diterima. Banyak orang menolak nasihat bukan karena isi nasihatnya salah, tetapi karena cara penyampaiannya menyakitkan. Sebaliknya, kata-kata yang santun sering kali mampu membuka hati yang sebelumnya tertutup. Oleh sebab itu, seorang da&#8217;i hendaknya lebih mengutamakan hikmah dan kasih sayang daripada kemarahan dan celaan.</p>
<p>Selain kelembutan, dakwah juga membutuhkan kesabaran. Mengajak manusia menuju kebaikan bukanlah pekerjaan yang selalu mudah. Ada kalanya nasihat tidak segera diterima, bahkan terkadang dibalas dengan penolakan atau kritik. Dalam keadaan seperti itu, seorang pendakwah perlu meneladani para nabi yang tetap sabar meskipun menghadapi berbagai ujian. Rasulullah ﷺ bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ</strong></p>
<p>&#8220;Tidaklah seseorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Kesabaran mengajarkan bahwa keberhasilan dakwah tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Tugas seorang da&#8217;i adalah menyampaikan dengan ikhlas dan terus memperbaiki diri, sedangkan hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah Swt.</p>
<p>Di samping itu, dakwah akan lebih mudah diterima apabila disertai keteladanan akhlak. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan kebaikan melalui lisan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari. Bahkan Allah Swt memuji akhlak beliau dalam firman-Nya:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ</strong></p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.&#8221; (QS. Al-Qalam: 4)</p>
<p>Akhlak yang baik merupakan dakwah yang paling nyata. Senyum yang tulus, sikap amanah, kesabaran dalam menghadapi orang lain, serta kepedulian kepada sesama sering kali lebih membekas daripada nasihat yang panjang. Rasulullah ﷺ juga bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا</strong></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.&#8221; (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Karena itu, sebelum mengajak orang lain menjadi baik, seorang da&#8217;i terlebih dahulu dituntut untuk memperbaiki dirinya. Keteladanan sering kali menjadi pintu masuk yang paling efektif bagi dakwah.</p>
<p>Dalam <em>Riyadhus Shalihin</em> juga dijelaskan pentingnya amar ma&#8217;ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Allah Swt berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ</strong></p>
<p>&#8220;Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.&#8221; (QS. Ali Imran: 104)</p>
<p>Rasulullah ﷺ juga bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><strong>مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ</strong></p>
<p>&#8220;Barang siapa melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Namun para ulama menjelaskan bahwa amar ma&#8217;ruf nahi munkar harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan pertimbangan maslahat. Menegur bukan berarti mempermalukan, dan mengingatkan bukan berarti merendahkan. Tujuan dakwah adalah memperbaiki, bukan memperuncing permusuhan. Karena itu, seorang pendakwah perlu memilih waktu yang tepat, bahasa yang santun, dan cara yang bijaksana agar nasihat yang diberikan benar-benar membawa manfaat.</p>
<p>Pada akhirnya, dakwah yang baik adalah dakwah yang menghadirkan kesejukan, bukan ketegangan; yang mengundang, bukan mengusir; yang merangkul, bukan memukul. Kelembutan, kesabaran, keteladanan akhlak, dan amar ma&#8217;ruf nahi munkar yang dilandasi hikmah merupakan pilar-pilar dakwah Rasulullah ﷺ. Ketika dakwah disampaikan dengan kasih sayang dan dicontohkan melalui akhlak yang mulia, maka pesan yang dibawa tidak hanya terdengar oleh telinga, tetapi juga tumbuh di dalam hati dan melahirkan perubahan yang nyata.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab</em>.</p>
<p><strong>Penulis: Muhammad</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/dakwah-yang-menyejukkan-hati/">Dakwah yang Menyejukkan Hati</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/dakwah-yang-menyejukkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Doa yang Dianjurkan saat Rabu Wekasan</title>
		<link>https://langitan.net/ini-doa-yang-dianjurkan-saat-rabu-wekasan/</link>
					<comments>https://langitan.net/ini-doa-yang-dianjurkan-saat-rabu-wekasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 01:46:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[amalan]]></category>
		<category><![CDATA[doa rabu wekasan]]></category>
		<category><![CDATA[shafar]]></category>
		<category><![CDATA[tolak bala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=225035</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rabu Wekasan merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, &#8220;Rebo Wekasan&#8221; atau &#8220;Rebo Pungkasan&#8221;. Melansir dari Wikipedia, pada hari tersebut, masyarakat Jawa meyakini akan diturunkannya 320.000 sumber penyakit dan mara bahaya serta 20.000 bencana. Dalam Islam sendiri, para ulama mengatakan bahwa di hari tersebut akan turun bala (bencana) yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ini-doa-yang-dianjurkan-saat-rabu-wekasan/">Ini Doa yang Dianjurkan saat Rabu Wekasan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_225036" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-225036" class="wp-image-225036 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-1024x576.jpg" alt="Ini Doa yang Dianjurkan saat Rabu Wekasan" width="1024" height="576" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-1024x576.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-300x169.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-768x432.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-1536x864.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-2048x1152.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash-1-1080x608.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-225036" class="wp-caption-text">Ilustrasi berdoa. (Source: Unsplash)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Rabu Wekasan merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, &#8220;Rebo Wekasan&#8221; atau &#8220;Rebo Pungkasan&#8221;. Melansir dari Wikipedia, pada hari tersebut, masyarakat Jawa meyakini akan diturunkannya 320.000 sumber penyakit dan mara bahaya serta 20.000 bencana.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam Islam sendiri, para ulama mengatakan bahwa di hari tersebut akan turun bala (bencana) yang besar. Syaikh Abdul Hamid Al-Makki dalam </span><em><span style="font-weight: 400;">Kanzun Najah wa as-Surur</span></em><span style="font-weight: 400;"> mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">اِعْلَمْ أَنَّ مَجْمُوعَ الَّذِي نُقِلَ مِنْ كَلَامِ الصَّالِحِينَ &#8211; كَمَا يُعْلَمُ مِمَّا سَيَأْتِي &#8211; أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ أَرْبِعَاءِ مِنْ صَفَرٍ بَلَاءٌ عَظِيمٌ، وَأَنَّ الْبَلَاءَ يُفَرَّقُ فِي سَائِرِ السَّنَةِ كُلِّهَا يَنْزِلُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">&#8220;Ketahuilah bahwa jumlah yang dinukil dari perkataan orang-orang saleh—sebagaimana diketahui dari apa yang akan datang—bahwa pada setiap hari Rabu di bulan Safar, turun bala yang besar, dan bala tersebut tersebar sepanjang tahun, seluruhnya turun pada hari tersebut.&#8221;</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Masih dalam kitab yang sama, dengan mengutip pendapat para arifin dari kalangan ahli kasyaf dan tamkin, Syaikh Abdul Hamid lebih spesifik menyebutkan jumlah bala yang diturunkan pada hari tersebut:</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِينَ، مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِينِ &#8211; أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُمِائَةِ أَلْفِ بَلِيَّةٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ، وَكُلُّ ذَلِكَ فِي يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيرِ مِنْ صَفَرٍ، فَيَكُونُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ.ءِ مِنْ صَفَرٍ بَلَاءٌ عَظِيمٌ، وَأَنَّ الْبَلَاءَ يُفَرَّقُ فِي سَائِرِ السَّنَةِ كُلِّهَا يَنْزِلُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">&#8220;Sebagian arifin dari kalangan ahli kasyaf dan tamkin menyebutkan bahwa setiap tahun turun 320.000 bencana, dan semuanya itu terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, sehingga hari itu menjadi hari yang paling sulit dalam setahun.&#8221;</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Kapan Rabu Wekasan 2024? </strong></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut hitungan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LFPBNU) sebagaimana dikutip dari NU Online, Rabu Wekasan akan jatuh pada 4 September 2024 mendatang atau 30 Safar 1446 H.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Doa yang Dianjurkan Saat Rabu Wekasan</strong></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdul Hamid, dalam kitabnya </span><em><span style="font-weight: 400;">Kanzun Najah wa as-Surur</span></em><span style="font-weight: 400;">, menganjurkan membaca doa pada hari Rabu terakhir bulan Safar untuk menjaga keselamatan dan menolak bala. Beliau mengatakan:</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">فَمَنْ أَرَادَ السَّلَامَةَ وَالْحِفْظَ مِنْ ذَلِكَ فَلْيَدْعُ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ صَفَرٍ، وَكَذَا فِي آخِرِ أَرْبِعَاءِ مِنْهُ بِهَذَا الدُّعَاءِ، فَمَنْ دَعَا بِهِ دَفَعَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَنْهُ شَرَّ ذَلِكَ الْبَلَاءِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">&#8220;Maka barang siapa yang menginginkan keselamatan dan perlindungan dari itu, hendaknya ia berdoa pada hari pertama bulan Safar, demikian pula pada Rabu terakhir di bulan tersebut dengan doa ini. Barang siapa yang berdoa dengan doa ini, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan menolak dari dirinya keburukan bala tersebut.&#8221;</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Berikut doanya:</strong></h4>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ &#8211; أَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَعُوذُ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ، وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْرَتِكَ أَنْ تُجِيرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحِبَّائِي، وَمَا تُحِيطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَالأَهْلِ وَمَا تَحُوطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ &#8211; وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terjemah:</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">&#8220;Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah Ta&#8217;ala memberikan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarganya dan seluruh sahabatnya &#8211; Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman ini dan para penghuninya. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan kekuasaan-Mu, agar Engkau melindungi aku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan semua yang dikasihi hatiku dari kejahatan tahun ini. Lindungilah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya. Jauhkanlah dariku kejahatan bulan Safar, wahai Dzat yang mulia pandangannya. Dan akhiri bulan ini dan masa ini dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan untukku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, semua yang dikasihi hatiku, dan seluruh kaum Muslimin. Semoga Allah Ta&#8217;ala memberikan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah memberikan keselamatan.&#8221;</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Sumber</strong>:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdul Hamid Al-Makki, </span><em><span style="font-weight: 400;">Kanzun Najah wa as-Surur</span></em><span style="font-weight: 400;">, halaman 23 &#8211; 25.</span></p>
<p><strong>Penulis:</strong> Mahirur Riyadl<br />
<strong>Editor:</strong> M. Abdullah Al Faiq</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ini-doa-yang-dianjurkan-saat-rabu-wekasan/">Ini Doa yang Dianjurkan saat Rabu Wekasan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/ini-doa-yang-dianjurkan-saat-rabu-wekasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
