<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Santri. Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/santri/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Mar 2018 15:51:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Santri. Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/santri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</title>
		<link>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala/</link>
					<comments>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2017 06:22:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[kalam kiai]]></category>
		<category><![CDATA[kalam ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=6147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bahwa sebenarnya ujian adalah nikmat 🙂</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala/">KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2017/09/FB_IMG_15049235616826834-1.jpg" data-wpid="106" /></p>
<p style="text-align: center;">Bahwa sebenarnya ujian adalah nikmat 🙂</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala/">KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</title>
		<link>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala-2/</link>
					<comments>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2017 06:22:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[kalam kiai]]></category>
		<category><![CDATA[kalam ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=6147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bahwa sebenarnya ujian adalah nikmat 🙂</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala-2/">KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img decoding="async" class="size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2017/09/FB_IMG_15049235616826834-1.jpg" data-wpid="106" /></p>
<p style="text-align: center;">Bahwa sebenarnya ujian adalah nikmat 🙂</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala-2/">KH. Abdullah Munif Marzuqi: Ujian Akan Membawa Pahala</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kh-abdullah-munif-marzuqi-ujian-akan-membawa-pahala-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Jiwa Kedisiplinan Santri</title>
		<link>https://langitan.net/meningkatkan-jiwa-kedisiplinan-santri/</link>
					<comments>https://langitan.net/meningkatkan-jiwa-kedisiplinan-santri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2017 10:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kiriman pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[ala santri]]></category>
		<category><![CDATA[kedisiplinan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=6082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Santri adalah manusia pilihan yang dikehendaki Allah agar kelak menjadi baik, yaitu orang yang menghabiskan sisa usianya dengan ber-tafaqquh fiddin (berusaha mendalami ilmu agama). Kesehariannya tak luput dari pengawasan Kiai. Mereka dididik secara bertahap baik haliyah maupun ulumiyahnya, sehingga kelak siap menjadi penjaga gawang bangsa dibalik keilmuan agama yang dimilikinya. Sedangkan pesantren adalah tempat mengenyam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/meningkatkan-jiwa-kedisiplinan-santri/">Meningkatkan Jiwa Kedisiplinan Santri</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-6083 size-medium aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2017/03/vv.png" /></p>
<p>Santri adalah manusia pilihan yang dikehendaki Allah agar kelak menjadi baik, yaitu orang yang menghabiskan sisa usianya dengan ber-<em>tafaqquh fiddin</em> (berusaha mendalami ilmu agama). Kesehariannya tak luput dari pengawasan Kiai. Mereka dididik secara bertahap baik <em>haliyah</em> maupun <em>ulumiyahnya</em>, sehingga kelak siap menjadi penjaga gawang bangsa dibalik keilmuan agama yang dimilikinya.</p>
<p>Sedangkan pesantren adalah tempat mengenyam ilmu agama Islam, dimana para penghuninya belajar dalam satu wilayah di bawah bimbingan seorang Kiai. Kata “Pesantren” berasal dari kata “Santri” yang diberi imbuhan pe-an, yang berarti tempat tinggal santri.</p>
<p><strong>Program Pesantren</strong></p>
<p>Dalam sebuah kelembagaan pesantren, seorang santri dituntut untuk belajar mandiri dalam semua aktifitas sehari-hari. Seperti halnya bangun tidur, sarapan, mandi, mencuci, dll. Selain itu, mereka juga diwajibkan mengikuti kegiatan yang telah ditetapkan seperti jamaah lima waktu, mengaji, sekolah, musyawarah, dsb. Semua kegiatan tersebut merupakan aktivitas wajib di Pon. Pes. Langitan</p>
<p>Dilihat dari sisi kepadatannya, kegiatan-kegiatan di Pon. Pes. Langitan sendiri bisa dikatakan lumayan jika dibandingkan dengan kegiatan di pesantren-pesantren lain. Dimulai dari bangun tidur untuk melakukan sholat tahajjud, mereka sengaja dibangunkan untuk menembus kegelapan malam dan mengisinya dengan gemerlap cahaya doa kepada kedua orang tuanya. Kemudian secara terperinci menjalani aktifitas lain sebagaimana tersebut di atas.</p>
<p><strong>Disiplin Mengikuti Kegiatan</strong></p>
<p>Salah satu ciri khas seorang santri adalah kedisiplinannya mengikuti berbagai kegiatan pondok. Cerminan santri yang disiplin bisa dilihat dari keistikamahannya mengikuti kegiatan-kegiatan pondok. Juga selalu datang tepat waktu, dengan kata lain tidak pernah terlambat. Misalnya, berangkat lebih awal ketika jamaah dan mengaji sebelum Kiai <em>rawuh</em>. Dalam etika belajar, muridlah yang harus menunggu gurunya, bukan guru yang menunggu muridnya.</p>
<p>Lain daripada itu, secara husus perilaku Kiai menjadi contoh bagi santri. Sehingga ketika mengaji santri tidak hanya disuguhi teori belaka, mereka bisa membaca <em>haliyah</em> Kiai sebagai tauladan, sekaligus tolak ukur dakwah kelak ketika mereka pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.</p>
<p><strong>Perbarui niat </strong></p>
<p>Memang berat menjalani kehidupan di pondok yang penuh kesibukan, baik aktifitas pribadi maupun program kegiatan dari pondok. Jika hal ini tidak didasari dengan niat yang baik, maka yang ada hanya asal-asalan menjalaninya, malas, tidak semangat, dan merasa berat untuk berangkat sekolah, musyawarah, jamaah, dan ngaji. Itu semua karena adanya rasa malas yang cenderung suka pada yang enak-enak saja.</p>
<p>Karena itulah seorang santri harus berusaha memeranginya. Tidak boleh membiarkan sifat malas bersemayam di dalam hati. Salah satu caranya yaitu dengan tidak menurutinya. Sebenarnya mudah melawan rasa malas, hanya tinggal bagaimana para santri mau atau tidak melawannya. Dan tergantung seberapa kuat niat dan keinginan itu sendiri. Oleh karenanya, sebagai santri yang ber<em>himmah</em> tinggi, marilah kita perbarui lagi niat kita, bangkitkan semangat dan jadikan ‘rasa malas’ itu malas menghampiri kita.</p>
<p style="text-align: right;">                                                                                                                          <em><u>Ahl Al Aul</u></em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/meningkatkan-jiwa-kedisiplinan-santri/">Meningkatkan Jiwa Kedisiplinan Santri</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/meningkatkan-jiwa-kedisiplinan-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KH. Abdurrahman Faqih; Haul Sebagai Media Berbakti</title>
		<link>https://langitan.net/kh-abdurrahman-faqih-haul-sebagai-media-berbakti/</link>
					<comments>https://langitan.net/kh-abdurrahman-faqih-haul-sebagai-media-berbakti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2016 05:07:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[kh. abdullah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdurrahman Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Kiriman pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Ihya]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Langitan.]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=5153</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menghadiri Haul, Membahagiakan Orang Tua Acara haul merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia dan negara-negara Islam lainnya untuk mengenang jasa-jasa para ulama’, habaib, atau pun kiai yang sedang di-haul-i. Acara haul biasanya diisi dengan pembacaan manaqib (biografi) kiai atau habaib yang sedang di-haul-i, kemudian disambung dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdurrahman-faqih-haul-sebagai-media-berbakti/">KH. Abdurrahman Faqih; Haul Sebagai Media Berbakti</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-5154 aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2016/01/6.-Yai-Ab-copy-210x300.jpg" alt="6. Yai Ab copy" width="210" height="300" /></strong></p>
<p><strong>Menghadiri Haul, Membahagiakan Orang Tua</strong></p>
<p>Acara haul merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia dan negara-negara Islam lainnya untuk mengenang jasa-jasa para ulama’, habaib, atau pun kiai yang sedang di-haul-i. Acara haul biasanya diisi dengan pembacaan <em>manaqib</em> (biografi) kiai atau habaib yang sedang di-haul-i, kemudian disambung dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, ceramah agama, bersedekah atau memberi hidangan kepada orang-orang yang hadir, dan amalan-amalan baik lainnya yang seluruhnya bernilaikan pahala yang luar biasa</p>
<p>Pembacaan biografi kiai atau habaib yang di-haul-i, baik itu tentang kepribadiannya, akhlaqnya, kearifannya, kebijaksanaannya, keilmuannya, kegigihannya dalam berdakwah, dan lain sebagainya adalah uswah agar bisa ditiru oleh mereka yang mendengarkan. Pembacaan surat Yasin dan tahlil yang keutamaannya telah sangat masyhur. Belum lagi dengan keutamaan mendengarkan pengajian, bersedekah, dan lain sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Media Berbakti Kepada Orang Tua</strong></p>
<p>Orang yang mengadakan haul untuk orang tua, kakek, ataupun guru merupakan orang yang berbakti kepada mereka yang sudah meninggal. Bahkan berbakti kepada kedua orang tua yang sudah meninggal itu lebih diharapkan oleh keduanya daripada semasa hidupnya, karena semasa hidup orang tua masih bisa berbuat, beramal, bekerja, dan lain sebagainya. Tapi ketika ia sudah meninggal maka semuanya telah putus kecuali amal-amal yang ia lakukan semasa hidup dan menunggu kiriman do’a, sedekah, dan pahala-pahala lainnya yang dikirim oleh anak, orang tua, atau pun kerabat.</p>
<p>Banyak sekali hadist yang menyebutkan tentang hal ini, diantaranya:</p>
<p><strong>ق</strong><strong>َ</strong><strong>الَ رَسُوْلُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَالِهِ وَسَلّمْ : مَنْ حَجَّ عَنْ اَحَدِ اَبَوَيْهِ أَجْزَاءَ ذَلِكَ عَنْهُ وَيُبَشِّر رُوْحُهُ بِذَلِكَ فِى السّمَاءِ وَكُتِبَ عِنْدَ اللهِ بَارًّا وَلَوْ كَانَ عَاقًا (رَوَاهُ الطّبَرَنِي) </strong></p>
<p>Artinya: “<em>Rasulullah Saw. besabda: “Barang siapa yang melaksanakan haji untuk salah satu orang tuanya, maka perbuatan itu mencukupi untuknya (diterima dan sampai kepadanya) dan ruh orang tuanya yang ada dilangit akan diberi kabar gembira tentang itu, dan orang yang melakukannya akan ditulis oleh Allah termasuk orang yang berbakti kepada orang tuanya, meskipun sebelumnya ia termasuk orang yang durhaka.”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>عَنْ بْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ الله عَنْهُ أنَّ سَعْدَبْنَ عُبَادَةَ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا. فَقَالَتْ: يَارَسُوْلُ الله إنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأنَا غَائِبٌ عَنْهَا, أيَنْتَفِعُهَا شَيْئٌ إنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا. قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَإنِّي أُشْهِدُكِ أنَّ حَائِطِى المِحْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا.</strong></p>
<p>Artinya: “<em>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sesungguhnya ibu Sa’ad bin Ubadah telah meninggal dunia dan ia tidak menyaksikan jenazahnya. Lalu Sa’ad berkata kepada Rasulullah Saw.: “Ya Rasulullah, ibu saya meninggal dunia dan saya tidak bisa menjumpainya. Apakah bermanfaat jika saya bersedekah sesuatu untuknya?.” Rasulullah Saw. menjawab: “Iya (bermanfaat).” “Jika demikian, maka aku mohon engkau saksikan wahai Rasulullah, bahwa kebun saya, al-Mihraf, aku sedekahkan dan pahalanya untuk ibuku.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: right;"><strong>قال رسول الله صلى الله عليه وسّلم: ماالميّت فى القبر إلاّ كاالغريق المتفوّث ينتظر دعوةً يلحقه من أب أو أم أو أخ أو صديق. فإذا لحقه كان أحبّ اليه من الدنيا وما فيها. الحديث. (حديث المرفوع رواه البيهقى)</strong></p>
<p>Artinya:<em> “Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak seorangpun orang mati yang berada didalam kubur kecuali seperti orang yang tenggelam dilaut. Ia hanya bisa meminta tolong menunggu do’a dari ayah, ibu, saudara, atau temannya. Jika do’a itu ia dapatkan, maka orang yang mati itu akan akan lebih bahagia dibanding mendapatkan dunia seisinya.” </em>(HR. Imam Baihaqi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Menghadiri Majelis Haul, Bahagiakan Orang Tua</strong></p>
<p>Betapa bahagianya orang tua yang sudah meninggal ketika anaknya hadir ke majelis haul lalu menghadiahkan pahala itu kepadanya. Maka tidak mustahil apabila ada seorang anak yang semula durhaka kepada kesua orang tuanya, kemudian ia rajin datang ke acara-acara haul dan menghadiahkan pahala itu kepada orang tuanya yang sudah meninggal, anak itu akan ditulis oleh Allah Swt. termasuk orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan ketahuilah, orang yang berbakti kepada orang tuanya itu tidak akan masuk neraka.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْإبْنُ البَارُّ لايَدْخُلُ النَّارَ (الحديث)</strong></p>
<p>“<em>Anak yang berbakti tidak akan masuk neraka</em>”</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-abdurrahman-faqih-haul-sebagai-media-berbakti/">KH. Abdurrahman Faqih; Haul Sebagai Media Berbakti</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kh-abdurrahman-faqih-haul-sebagai-media-berbakti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Study Banding Ma&#8217;had Aly PP. Tremas, Pacitan</title>
		<link>https://langitan.net/study-banding-mahad-aly-pp-tremas-pacitan/</link>
					<comments>https://langitan.net/study-banding-mahad-aly-pp-tremas-pacitan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2015 13:25:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Religy]]></category>
		<category><![CDATA[Rihlah]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<category><![CDATA[Study]]></category>
		<category><![CDATA[Tremas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=4254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan &#8211; Sekitar pukul 14.00 WIS rombongan dari santri Ma&#8217;had Aly Pondok Pesantren Tremas, Pacitan tiba di area Pondok Pesantren Langitan, setelah sebelumnya berziarah terlebih dulu ke pesarean Masyayikh Pondok Pesantren Langitan di pemakaman umum desa Widang. Kedatangan para santri dari Tremas (11/03/15) tersebut adalah untuk menguatkan kembali tali silaturrahim antara kedua Pondok Pesantren tertua di nusantara yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/study-banding-mahad-aly-pp-tremas-pacitan/">Study Banding Ma&#8217;had Aly PP. Tremas, Pacitan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4255" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4255" class="wp-image-4255 size-medium" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2015/03/web-300x220.jpg" alt="web" width="300" height="220" /><p id="caption-attachment-4255" class="wp-caption-text">Penyerahan souvenir oleh KH. Abdullah MUnif Marzuqi (pengasuh PP. Langitan) kepada KH. Lukman Haris Dimyathi (Pengasuh Ma&#8217;had Aly PP. Tremas)</p></div>
<p><b>Langitan &#8211; </b>Sekitar pukul 14.00 WIS rombongan dari santri Ma&#8217;had Aly Pondok Pesantren Tremas, Pacitan tiba di area Pondok Pesantren Langitan, setelah sebelumnya berziarah terlebih dulu ke <em>pesarean </em>Masyayikh Pondok Pesantren Langitan di pemakaman umum desa Widang.</p>
<p>Kedatangan para santri dari Tremas (11/03/15) tersebut adalah untuk menguatkan kembali tali silaturrahim antara kedua Pondok Pesantren tertua di nusantara yang telah terjalin sejak lama ini. Selain itu, study banding yang merupakan rangkaian rihlah tahunan Ma&#8217;had Aly Pondok Pesantren Tremas ini juga bertujuan untuk mengenal lebih apa dan bagaimanakah Pondok Pesantren Langitan yang dikenal sebagai salah satu pesantren pelopor &#8216;anti rokok&#8217; yang begitu mengedepankan ahlak karimah sebagai ciri khoss Santri dan Pesantren.</p>
<p>Rombongan santri Tremas yang dipimpin langsung oleh KH. Lukman Haris Dimyathi disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Langitan, turut menyambut KH. Abdullah Munif Marzuqi, KH. Abdullah Habib Faqih dan beberapa dewan Asatidz Pondok Pesantren Langitan. KH. Lukman Haris Dimyathi saat menyampaikan kata sambutan, beliau banyak mengenang masa-masa <em>mondok</em>nya dulu di Langitan, kenangan manis bersama Syaikhina <em>almaghfurlah </em>KH. Abdullah Faqih, agar para santri-santrinya tahu bahwa ikatan Tremas dan Langitan sejak dulu memanglah kuat.</p>
<p>Acara selesai sekitar pukul 15.30 WIS, dan KH. Lukman Haris dipersilahkan untuk singgah di <em>ndalem </em>KH. Ubaidillah Faqih. Semoga jalinan silaturrahim antar dua pondok pesantren ini bisa tetap terjalin, begitu juga pesantren-pesantren lainnya demi melanjutkan estafet misi dakwah para Ulama&#8217;.<span id="more-4254"></span></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/study-banding-mahad-aly-pp-tremas-pacitan/">Study Banding Ma&#8217;had Aly PP. Tremas, Pacitan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/study-banding-mahad-aly-pp-tremas-pacitan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khataman Fathul Wahab</title>
		<link>https://langitan.net/khataman-fathul-wahab/</link>
					<comments>https://langitan.net/khataman-fathul-wahab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2014 14:59:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Fathul wahab]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khatam]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3693</guid>

					<description><![CDATA[<p>[Selasa, 18/11/14] Berbeda dengan hari Selasa yang biasanya pengajian setelah Subuh di pondok pesantren Langitan libur, hari ini para santri yang mengikuti pengajian kitab Fathul Wahab karya Syekh Zakaria Al Anshori tampak begitu bersemangat, karena kitab yang menjadi salah satu kajian wajib di Langitan ini akan dikhatamkan oleh KH. Muhammad Ali Marzuqi. Dalam khataman kali ini, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/khataman-fathul-wahab/">Khataman Fathul Wahab</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3696" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/11/Khataman.jpg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3696" class="wp-image-3696 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/11/Khataman.jpg" alt="Khataman" width="300" height="200" /></a><p id="caption-attachment-3696" class="wp-caption-text">Khataman Fathul Wahab : KH. Muhammad Ali Marzuqi membaca do&#8217;a seusai khataman.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>[Selasa, 18/11/14] </strong>Berbeda dengan hari Selasa yang biasanya pengajian setelah Subuh di pondok pesantren Langitan libur, hari ini para santri yang mengikuti pengajian kitab Fathul Wahab karya Syekh Zakaria Al Anshori tampak begitu bersemangat, karena kitab yang menjadi salah satu kajian wajib di Langitan ini akan dikhatamkan oleh KH. Muhammad Ali Marzuqi. Dalam khataman kali ini, Yai Ali berpetuah agar para santri yang mungkin dalam mengaji kitab Fathul Wahab ini belum penuh, maka sekiranya mengikuti pengajian-pengajian Fathul Wahab berikutnya. <em><strong>AAD</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/khataman-fathul-wahab/">Khataman Fathul Wahab</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/khataman-fathul-wahab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</title>
		<link>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/</link>
					<comments>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2014 07:38:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kiriman pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[haul KH. Abdul Hadi Zahid]]></category>
		<category><![CDATA[haul langitan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan santri]]></category>
		<category><![CDATA[kesan yaman]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis (19/12) &#8211; Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur&#8217;an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/">Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamis (19/12) &#8211; Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur&#8217;an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok bisu pesantren Langitan. Acara yang dihelat di flat Darul Aytam, Tarim ini diawali dengan khotmil Quran seusai sholat isya&#8217;, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh habib Reza Al-Jufry. Setelah pembacaan tahlil, sambutan atas nama KESAN Langitan Yaman yang diwakili oleh ust. Mansur. Dalam sambutannya, beliau menyitir tentang keberkahan pesantren Langitan yang tak lain dan tak bukan disebabkan keikhlasan para pengasuhnya dalam nasrul ilmi, sehingga sampai sekarang, pesantren Langitan masih mampu tegak berdiri dalam meyebarkan dakwah yang menjadi tugas bagi setiap insan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" title="gallery link=&quot;file&quot; columns=&quot;2&quot; ids=&quot;3167,3168&quot; orderby=&quot;rand&quot;" src="https://langitan.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif" alt="" /><img decoding="async" title="gallery link=&quot;file&quot; columns=&quot;2&quot; ids=&quot;3167,3168&quot; orderby=&quot;rand&quot;" src="https://langitan.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif" alt="" /></p>

<p style="text-align: justify;">Sambutan yang kedua disampaikan oleh agus Zahid Munif sebagai perwakilan dari keluarga ndalem Langitan. Sambutan gus Zahid membuat acara malam itu benar-benar dipoles dengan ruh dari tujuan sebuah acara haul, yaitu dengan meneladani kehidupan suci sosok yang tengah didoakan. Gus Zahid mengisi sambutannya dengan berkisah tentang sejarah berdirinya pondok pesantren Langitan serta sedikit membuka teladan dari sikap dan sifat para pendiri Langitan. Pondok pesantren Langitan yang sekarang menjadi pesantren tertua di Indonesia, berdiri pada abad ke 18 Masehi, tepatnya pada tahun 1852 M. Pesantren Langitan berawal dari sebuah surau kecil yang didirikan oleh KH. Nur, seorang kyai dari rembang, Jawa Tengah. Sosok kyai Nur terkenal sebagai figur yang benar-benar ikhlas dan tidak sedikitpun memiliki sebuah rasa hubbub at-talamidz. Sedikit ataupun banyak santri yang hadir dalam majlis beliau, tak mengurangi niat beliau untuk menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Sejarah menceritakan bahwa beliau memangku pesantren Langitan selama kurang lebih 19 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Periode selanjutnya, pesantren Langitan dipimpin oleh KH. Sholeh, putra KH, Nur. Pada periode ini, pesantren Langitan berkembang pesat dan berhasil menelurkan kyai-kyai besar yang masyhur di Indonesia, diantaranya: kyai Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy&#8217;ari, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Siddiq dan lain sebagainya. KH. Sholeh memimpin pesantren Langitan selama kurang lebih 32 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Periode selanjutnya, tampuk kepemimpinan pesantren Langitan dipegang oleh KH. Khozin, menantu KH. Sholeh. Dan kemudian dilanjutkan oleh KH. Abdul Hadi Zahid, menantu KH. Khozin pada periode setelahnya. KH. Abdul Hadi Zahid terkenal sebagai sosok yang istiqomah. Keistiqomahan beliau tak hanya dalam urusan ibadah saja, tapi sampai hal terkecil seperti tempat meletakkan tongkat dan sandal beliaupun selalu pada tempat yang sama. Keisiqomahan beliau juga mampu dirasakan dan dilihat oleh murid-muridnya. Bahkan, murid-murid beliau sampai berkata bahwa belajar tidak perlu melihat jam, cukup jika melihat KH. Abdul Hadi Zahid mengaji di depan rumah, maka sudah pasti saat itu tengah pukul tujuh pagi tepat. Tak hanya itu, jika di tengah malam, murid-murid beliau mendengar derit pintu dari dalam ndalem, maka bisa dipastikan saat itu tengah jam tiga malam dan saatnya KH. Abdul Hadi Zahid untuk menunaikan sholat malam. Keistiqomahan beliau benar-benar luar biasa sampai-sampai jika beliau terlambat beberapa menit saja dari kebiasaan beliau, maka beliau menangisinya terutama jika keistiqomahan itu berhubungan dengan kebiasaan ibadah yang biasa beliau jalani. KH. Abdul Hadi Zahid memangku pesantren Langitan selama kurang lebih 50 tahun. Dan sejak wafatnya beliau, haul Langitan mulai digelar, tepatnya pada tahun 1972 dan terus berlangsung hingga sekarang. Diantara murid-murid beliau adalah KH. Ihya&#8217; Ulumuddin, Malang, KH. Masbuhin Faqih, Suci dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah KH. Abdul Hadi Zahid wafat, kepemimpinan pesantren Langitan dipegang oleh KH. Ahmad Marzuki dengan dibantu oleh KH. Abdulloh Faqih. Meski dipimpin oleh dua pemimpin, tapi hal itu tidak menjadikan Langitan terpecah menjadi dua. Justru kehadiran KH. Ahmad Marzuki dan KH. Abdulloh Faqih menjadikan pesantren Langitan semakin maju karena sikap beliau berdua yang saling membantu. KH. Ahmad Marzuki terkenal sebagai sosok yang polos hatinya, halus dan baik pekertinya, sedangkan KH. Abdulloh Faqih terkenal sebagai sosok yang bijak dalam segala hal. Setelah KH. Ahmad Marzuki wafat, kepemimpinan selanjutnya diterusan oleh KH. Abdulloh Faqih. Sikap bijaksana yang tampak dalam diri beliau menjadikan murid-murid beliau bisa mengambil banyak suri tauladan, hingga murid beliau mengatakan bahwa manhaj dakwah yang tampak dalam diri KH. Abdulloh Faqih tak keluar dari tiga hal, yaitu Istiqomah suluk, salamatul qolb dan hikmah atau bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agung suri tauladan yang ditorehkan oleh sosok-sosok yang berjasa dalam perjalanan hidup pesantren Langitan, hingga tak heran jika pesantren Langitan begitu memberi efek positif bagi masyarakat. Setelah KH. Abdulloh Faqih wafat, kepemimpinan pesantren Langitan diteruskan oleh KH. Abdulloh Habib, putra KH. Abdulloh Faqih.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian acara haul berakhir pukul 21.30 dengan ditutup doa yang dipimpin oleh habib Musawa, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Hadir dalam acara itu, Agus Muhammad Anas, agus Muhammad Ainun Naim, habib Reza Al-Jufry, habib Musawa, habib Hadi Baagil dan rekan-rekan Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HAMAM Yaman). Seusai acara, tampak gus Akyas Zubair dan gus Tajuddin selaku ketua panitia dan sekretaris acara mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Terlukis senyum lega mewarnai keduanya serta segenap teman-teman KESAN Langitan.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Barakallahu fiikum./Adly Al-Fadlly</em><br />
<em> Musim Dingin,</em><br />
<em> Kamis, 191213/160235 </em><br />
<em> 23:44</em></p>
<p style="text-align: left;">Sumber : <a href="http://www.alfadlly.com/2013/12/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota.html">http://www.alfadlly.com/2013/12/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota.html</a></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/">Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Foto Lain-Lain</title>
		<link>https://langitan.net/foto-lain-lain/</link>
					<comments>https://langitan.net/foto-lain-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2013 03:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gallery]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan santri]]></category>
		<category><![CDATA[kh. abdullah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=2572</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://langitan.net/foto-lain-lain/">Foto Lain-Lain</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="et_pb_section et_pb_section_0 et_section_regular" >
				
				
				
				
				
				
				<div class="et_pb_row et_pb_row_0">
				<div class="et_pb_column et_pb_column_4_4 et_pb_column_0  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty">
				
				
				
				
				
			</div>
				
				
				
				
			</div>
				
				
			</div>
<p>The post <a href="https://langitan.net/foto-lain-lain/">Foto Lain-Lain</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/foto-lain-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Luar Negeri Bentuk Kerjasama Antar Negara</title>
		<link>https://langitan.net/santri-luar-negeri-bentuk-kerjasama-antar-negara/</link>
					<comments>https://langitan.net/santri-luar-negeri-bentuk-kerjasama-antar-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2012 00:09:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauan batam]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[orientasi]]></category>
		<category><![CDATA[pusat informasi haji (PIH)]]></category>
		<category><![CDATA[santri kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[santri malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk lebih meningkatkan pelayanan public bagi warga Negara asing yang menuntut ilmu di pondok pesantren langitan kemaren pada hari rabu sampai jumÃ¢â‚¬â„¢at tepatnya tanggal 30 mei sampai 01 juni diadakan penyuluhan penanganan orang asing di Pusat Informasi Haji Propinsi kepulauan Batam. Pondok Pesantren langitan sebagai salah satu peserta undangan mengirimkan satu delegasi yang di wakili [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/santri-luar-negeri-bentuk-kerjasama-antar-negara/">Santri Luar Negeri Bentuk Kerjasama Antar Negara</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk lebih meningkatkan pelayanan public bagi warga Negara asing yang menuntut ilmu di pondok pesantren langitan</p>
<div id="attachment_1821" style="width: 310px" class="wp-caption alignright"><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/Orentasi-di-Batam.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1821" class="size-medium wp-image-1821" title="Orentasi di Batam" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/Orentasi-di-Batam-300x155.jpg" alt="" width="300" height="155" /></a><p id="caption-attachment-1821" class="wp-caption-text">Orientasi Penanganan orang asing di Propinsi Batam</p></div>
<p>kemaren pada hari rabu sampai jumÃ¢â‚¬â„¢at tepatnya tanggal 30 mei sampai 01 juni diadakan penyuluhan penanganan orang asing di Pusat Informasi Haji Propinsi kepulauan Batam. Pondok Pesantren langitan sebagai salah satu peserta undangan mengirimkan satu delegasi yang di wakili oleh Bapak Ahmad SaÃ¢â‚¬â„¢roni (sekretaris pondok) yang tidak lain beliau selaku penanggung jawab dalam kepengurusan warga asing di pondok pesantren. Pada saat ini orang asing yang menuntut ilmu di Pesantren langitan berjumlah 13 orang dengan perincian 12 <span id="more-1820"></span>malaysia dan 1 kamboja. Penanganan orang asing khususnya yang sedang belajar di Indonesia hendaknya diberikan pelayanan yang baik sebagai bentuk kerja sama antar Negara di bidang pertukaran pelajar kususnya di lingkup pesantren. Pada kesempatan orientasi tersebut hadir sebaga narasumber Kepala Biro Hukum Kementerian Luar Negeri (KLN), Badan Intelijen Negara (BIN), Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Kepala Biro KTLN Sekretaris Negara, Dikrektur Konsuler Kementerian Luar Negeri, Kepala Bagian Kementerian Luar Negeri, yang diikuti oleh 65 lembaga Pondok pesantren dan perguruan tinggi se Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/santri-luar-negeri-bentuk-kerjasama-antar-negara/">Santri Luar Negeri Bentuk Kerjasama Antar Negara</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/santri-luar-negeri-bentuk-kerjasama-antar-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Banjari Sebagai Ajang Pencarian Bakat Santri</title>
		<link>https://langitan.net/festival-banjari-sebagai-ajang-pencarian-bakat-santri/</link>
					<comments>https://langitan.net/festival-banjari-sebagai-ajang-pencarian-bakat-santri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 07:56:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[banjari]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[festival Banjari]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[lomba banjari]]></category>
		<category><![CDATA[muqtashida]]></category>
		<category><![CDATA[penjaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[peserta]]></category>
		<category><![CDATA[ramai]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan,(14/05/12) seluruh santri riuh padam memenuhi altar halaman madrasah Al Falahiyah pondok pesantren Langitan.Tak lain mereka turut berpartisipasi dalam festival Banjari yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Class Meeting Madrasah Al Falahiyah pondok Pesantren Langitan. Peserta diambil dari masing-masing angkatan kelas, mulai dari kelas satu madrasah ibtidaiyah sampai kelas tiga madarasah aliyah. Acara berlangsung dimulai setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/festival-banjari-sebagai-ajang-pencarian-bakat-santri/">Festival Banjari Sebagai Ajang Pencarian Bakat Santri</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1778" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/05/ship.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1778" class="size-medium wp-image-1778" title="ship" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/05/ship-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p id="caption-attachment-1778" class="wp-caption-text">Penampilan dari salah satu peserta festival banjari</p></div>
<p>Langitan,(14/05/12) seluruh santri riuh padam memenuhi altar halaman madrasah Al Falahiyah pondok pesantren Langitan.Tak lain mereka turut berpartisipasi dalam festival Banjari yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Class Meeting Madrasah Al Falahiyah pondok Pesantren Langitan. Peserta diambil dari masing-masing angkatan kelas, mulai dari kelas satu madrasah ibtidaiyah sampai kelas tiga madarasah aliyah. Acara berlangsung dimulai setelah jama&#8217;ah Maghrib hingga sekitar pukul 23.00 WIS. Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan bakat-bakat para pecinta sholawat akan terlahir di bumi Langitan ini, dan juga untuk menjaga tradisi sholawat banjari yang kian hari makin memudar di kalangan pesantren.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/festival-banjari-sebagai-ajang-pencarian-bakat-santri/">Festival Banjari Sebagai Ajang Pencarian Bakat Santri</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/festival-banjari-sebagai-ajang-pencarian-bakat-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
