<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Profil Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/profil/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Sep 2018 09:40:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Profil Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/profil/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sketsa Habib Umar bin Hafidz Yaman</title>
		<link>https://langitan.net/sketsa-habib-umar-bin-hafidz-yaman/</link>
					<comments>https://langitan.net/sketsa-habib-umar-bin-hafidz-yaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2018 09:38:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[kh. abdullah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Langitan.]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=7403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika semua mata dunia tertuju padanya, bibir-bibir berebut mencium tangannya, telinga menunggu untaian mutiara dari lisannya, dan hati yang haus akan siraman rohaninya. Mereka mungkin tidak tahu bahwa ia dulu adalah anak yatim yang ‘sempat diragukan’ masa depannya. 1963 Lahir pada tanggal 27 Mei 1963 M./04 Muharram 1383 H. dengan nama Umar bin Muhammad bin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sketsa-habib-umar-bin-hafidz-yaman/">Sketsa Habib Umar bin Hafidz Yaman</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7404" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n.jpg" alt="" width="800" height="800" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n.jpg 800w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n-150x150.jpg 150w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n-300x300.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n-768x768.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2018/09/41900300_1810421882375792_6362453639058948096_n-440x440.jpg 440w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Ketika semua mata dunia tertuju padanya, bibir-bibir berebut mencium tangannya, telinga menunggu untaian mutiara dari lisannya, dan hati yang haus akan siraman rohaninya. Mereka mungkin tidak tahu bahwa ia dulu adalah anak yatim yang ‘sempat diragukan’ masa depannya.</p>
<p>1963<span class="text_exposed_show"><br />
Lahir pada tanggal 27 Mei 1963 M./04 Muharram 1383 H. dengan nama Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di Tarim, Hadramaut, Yaman. Beliau adalah keturunan ke-39 dari Rasulullah Saw.</span></p>
<p>1972<br />
Berusia 9 tahun yang baru saja ditinggal ayahnya karena diculik dan dibunuh oleh rezim komunis Yaman kala itu. Setelah penculikan ini, hari-hari beliau sangat susah, sampai terkadang tidak makan berhari-hari.</p>
<p>1981<br />
Rezim komunis semakin membabi buta. Mereka menyiksa dan membunuh para ulama. Menutup madrasah dan melarang segala hal yang berhubungan dengan islam. Karena kekhawatiran keluarga atas keselamatannya, akhirnya terpaksa diungsikan ke kota Baidho’ Yaman Utara. Ini terjadi selama sebelas tahun. Ia belajar, mengajar, dan menikah di kota ini.</p>
<p>1992<br />
Kembali ke Tarim bersama dengan isteri dan anaknya (Habib Salim bin Umar). Karena tidak punya tempat tinggal, beliau menumpang di rumah kakaknya (Habib Ali Masyhur). Habib Salim (putranya) menceritakan saat itu keluarganya tinggal di ruangan yang sangat sempit, dalam kamar yang hanya cukup tiga orang. Karena sempitnya, sampai-sampai Ayahanda shalat tahajjud di jalan antara kamar dan toilet.</p>
<p>1994<br />
Mulai memiliki murid dari Yaman dan Indonesia. Setiap selesai subuh harus menyetir mobil setiap hari dari Tarim ke Seiwun (sekitar 30 km dari Tarim) untuk membeli makanan dan keperluan para santri-santrinya. Menempuh jalan dakwah dengan penuh kesulitan.</p>
<p>2005<br />
Bersama-sama tokoh lintas agama dunia untuk menanda tangani kesepakatan damai tingkat dunia (risalah ammah). Mengedepankan dialog antar agama dan menghindari konflik-konflik sektarian.</p>
<p>2007<br />
Mendirikan Majelis Muwashalah baina Ulamail Muslimin, pertama kali berdiri di Indonesia, yang hingga kini telah ada di lima benua, yaitu: Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Forum ini merupakan media komunikasi antar ulama dunia.</p>
<p>2014<br />
Memiliki jaringan dakwah di lima benua dunia dengan berbagai kalangan dan tempat, diantaranya: pesantren, universitas, suku primitif, komunitas masyarakat di tengah hutan, lembaga permasyarakatan (lapas/tahanan), sasana tinju, hingga mendapat undangan langsung dari pengusaha kelas atas hingga presiden. Hingga kini telah aktif di berbagai acara tingkat dunia dan mendapatkan penghargaan daripadanya.</p>
<p>Sumber: IG @menaralangitan</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sketsa-habib-umar-bin-hafidz-yaman/">Sketsa Habib Umar bin Hafidz Yaman</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/sketsa-habib-umar-bin-hafidz-yaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
