<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kyai Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/kyai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/kyai/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2017 19:27:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Kyai Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/kyai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KH. Muhammad Faqih: Berjihad dengan Ilmu</title>
		<link>https://langitan.net/kh-muhmmad-faqih-berjihad-dengan-ilmu/</link>
					<comments>https://langitan.net/kh-muhmmad-faqih-berjihad-dengan-ilmu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2016 07:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[kh. abdullah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[KH. abdurrohman Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[kh. ubaidillah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[mauidloh]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Langitan.]]></category>
		<category><![CDATA[yai faqih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=5770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Islam berawal dari komunitas kecil di daratan padang pasir. Sekelompok manusia yang mendapat petunjuk kebenaran di antara kubangan manusia yang melakukan tradisi yang keliru, sehingga mereka dikenal dengan sebutan kaum jahiliyyah. Mereka biasa menyembah berhala, mengubur hidup-hidup anak perempuan, saling bertikai, dan lain sebagainya. Kedatangan Rasulullah Muhammad SAW. merupakan babak baru bagi kehidupan jahiliyyah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-muhmmad-faqih-berjihad-dengan-ilmu/">KH. Muhammad Faqih: Berjihad dengan Ilmu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2016/05/4.-KH-Muhammad-Faqih-17x22.5-CM-Lebar-Max-2400-Tinggi-Max-1800.jpg"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-5771 aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2016/05/4.-KH-Muhammad-Faqih-17x22.5-CM-Lebar-Max-2400-Tinggi-Max-1800-227x300.jpg" alt="4. KH Muhammad Faqih (17x22.5 CM) [Lebar Max 2400 Tinggi Max 1800]" width="227" height="300" /></a></p>
<p>Islam berawal dari komunitas kecil di daratan padang pasir. Sekelompok manusia yang mendapat petunjuk kebenaran di antara kubangan manusia yang melakukan tradisi yang keliru, sehingga mereka dikenal dengan sebutan kaum jahiliyyah. Mereka biasa menyembah berhala, mengubur hidup-hidup anak perempuan, saling bertikai, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kedatangan Rasulullah Muhammad SAW. merupakan babak baru bagi kehidupan jahiliyyah yang gelap-gulita. Merubah tradisi-tradisi yang tidak bermartabat menjadi kemuliaan kehidupan. Dengan bahasa budi dan pekerti, beliau berhasil merubah kondisi itu dalam waktu yang relatif singkat, 23 tahun setelah kerasulannya.</p>
<p>Setelah Rasulullah wafat, beliau diganti oleh para pengganti <em>(khulafa’)</em> yang benar-benar tercerahkan (rasyidin), sahabat Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Tak pelak, kehadiran keempat nama ini telah membawa Islam medapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat sekitar Arab dan sekitarnya.</p>
<p>Islam dibesarkan oleh usaha sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah dalam meninggikan agama Allah. Usaha ini dalam istilahnya disebut sebagai jihad. Para ulama berpendapat bahwa jihad memiliki cakupan yang sangat luas. Setiap gerak yang berpotensi atau menghasilkan keluhuran agama maka itu disebut jihad, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik, budaya, ketahanan wilayah (perang), dan lain sebagainya.</p>
<p>Allah telah memerintahkan kepada kita untuk selalu mengembalikan semua prosedur jihad agar sesuai dengan al-Qur’an. Allah berfirman:</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Janganlah engkau mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Quran dengan jihad yang besar”.</em> [Q.S. al-Furqan: 52]</p>
<p>Melihat perkembangan sekarang ini, umat Islam telah jauh tertinggal jauh dengan umat lainnya. Ini sungguh sesuatu yang disayangkan. Jika diperhatikan secara mendalam, itu karena melemahnya ruh jihad generasi sekarang ini. Apalagi jika dibandingkan dengan generasi awal Islam, sungguh sangat jauh sekali.</p>
<p>Umat muslim telah jatuh pada perilaku cinta dunia. Kondisi sekarang ini, umat manusia lebih takut tidak tercukupinya kebutuhan dunia daripada ketidak-cukupan masalah akhirat. Mereka memilih berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pundi-pundi dunia daripada melakukan ibadah kepada Allah.</p>
<p>Semua ini terjadi karena ketidak tahuan mereka akan pentingnya masalah agama dan hinanya dunia di mata Allah. Untuk itulah mengapa Allah menyampaikan betapa mulia derajat orang berilmu disisi-Nya. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman:</p>
<p><strong>يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ</strong><br />
<em>“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”</em> (QS. Al-Mujadalah: 11)</p>
<p>Dalam sebuah hadis, Rasulullah <em>shallallahu alaihi wasallam</em> bersabda:<br />
<strong>مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ</strong><br />
<em>“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya niscaya Allah akan menjadikannya faham dalam masalah agama.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dari Abu Ad-Darda` radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:<br />
<strong>مَنْ سَلَكَ سَبِيْلاً يَبْتَغِي بِهِ عِلْماً، سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ. وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتِهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ. وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلًّ شَيْءٍ حَتَّى الْحَيْتَانُ فِي الْمَاءِ. وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَاراً وَلاَ دِرْهَماً, إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ, فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa yang menempuh sebuah jalan guna mencari ilmu niscaya Allah akan memudahkan jalannya untuk masuk ke dalam surga. Sesungguhnya para malaikat betul-betul meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena mereka ridha dengan apa yang dia tuntut. Sesungguhnya seorang alim (orang yang berilmu) itu dimintaampunkan oleh segala sesuatu sampai ikan-ikan di lautan. Kelebihan seorang alim di atas abid (ahli ibadah) adalah bagaikan kelebihan yang dimiliki oleh bulan di atas bintang-bintang lainnya. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula perak akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu, karenanya barangsiapa yang mengambilnya (ilmu) maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat besar.”</em> (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi).</p>
<p>Dari keterangan di atas, jadi jelaslah betapa mulia orang yang berjihad dengan ilmu. Untuk itulah para ulama telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan menyebarkannya. Karena dengan menyebarnya ilmu Allah, maka semakin kuatlah agama Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kh-muhmmad-faqih-berjihad-dengan-ilmu/">KH. Muhammad Faqih: Berjihad dengan Ilmu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kh-muhmmad-faqih-berjihad-dengan-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ujian adalah Cara Allah Mendekatkan Hamba-Nya</title>
		<link>https://langitan.net/ujian-adalah-cara-allah-mendekatkan-hamba-nya/</link>
					<comments>https://langitan.net/ujian-adalah-cara-allah-mendekatkan-hamba-nya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2016 00:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[da'i]]></category>
		<category><![CDATA[kh. abdullah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Munif]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Munif Marzuqi]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[maidhoh]]></category>
		<category><![CDATA[munif]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Langitan.]]></category>
		<category><![CDATA[sang kyai]]></category>
		<category><![CDATA[tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[yai munif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=5718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seseorang yang tidak mau menghadap kepada Allah Swt. dengan cara halus, maka Allah akan memaksanya dengan rantai ujian dan musibah. Jika Allah telah menentukan bahwa seseorang hamba akan mendekati dan sampai kepadanya, hamba tadi akan dibawa menghadap Allah melalui dua cara. Yakni dengan lemah lembut dan paksaan. Dua Cara Allah Cara pertama adalah dengan membujuknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ujian-adalah-cara-allah-mendekatkan-hamba-nya/">Ujian adalah Cara Allah Mendekatkan Hamba-Nya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2016/01/1.Yai-Munif-copy.jpg"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5183 aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2016/01/1.Yai-Munif-copy-210x300.jpg" alt="1.Yai Munif copy" width="210" height="300" /></a></p>
<p>Seseorang yang tidak mau menghadap kepada Allah Swt. dengan cara halus, maka Allah akan memaksanya dengan rantai ujian dan musibah. Jika Allah telah menentukan bahwa seseorang hamba akan mendekati dan sampai kepadanya, hamba tadi akan dibawa menghadap Allah melalui dua cara. Yakni dengan lemah lembut dan paksaan.</p>
<p><strong>Dua Cara Allah</strong></p>
<p>Cara pertama adalah dengan membujuknya secara lemah-lembut. Ia akan diberi rizki dan kemudahan oleh Allah Swt. hingga ia sampai kepada-Nya. Adapula yang secara enggan mendekat kepada Allah Swt. karena hatinya terikat oleh berbagai hal seperti harta, kekuasaan, perniagaan, dan sebagainya. Selagi semua hal itu mengikat, ia tidak akan mau mendekatkan dirinya kepada Allah.</p>
<p>Allah mengasihinya hingga kemudian memutus semua hubungan tersebut dengan cara mendatangkan ujian dan bencana. Ujian akan memisahkan hamba tadi dengan perkara yang memisahkan dirinya dengan Allah. Ujian itu akan membuatnya putus asa hingga akhirnya ia tidak mempunyai keinginan terhadap perkara tadi. Setelah keinginan itu hilang, barulah ia akan merasa tenang dan kakinya akan ringan untuk melangkah menuju Allah. Hatinya akan bisa bermunajat kepada Allah karena tidak ada lgi gangguan duniawi yang akan mengganggunya. Allah Swt. berfirman:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: “Dan kepada Allah jugalah sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk, baik dengan sukarela atau dengan terpaksa” (QS. Arra’du 15).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Allah Memimpin Hati Orang Mukmin</strong></p>
<p>Kehalusan kepemimpinan Allah Swt. akan membuat hambanya mengatahui kekuasaan-Nya dan membuat hati yang keras menjadi lembut dan yang malas beribadah menjadi rajin beribadah. Allah berfirman:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: “Tidak ada bencana yang menimpa (seseorang) kecuali karena izin Allah. Dan siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya. Dan allah maha mengetahui tiap-tiap segala sesuatu” (QS. At-Taghobun 11).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang yang beriman akan senantiasa di karena ujian itu membawa berbagai ganjaran, nikmat, dan karunia dari Allah Swt. Dengan hal itu Allah menyucikan hamba dan meninggikan derajat di sisi-Nya. Allah melakukan hal itu melalui perkara-perkara yang dekat dengan hambanya, seperti keluarga dan harta. Allah berfirman:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: “Sesungguhnya harta benda dan anak-anakmu hanyalah sebagai fitnah (ujian). Dan di sisi Allah (terdapat) pahala yang besar” (QS. At-Taghabun 15).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ujian-adalah-cara-allah-mendekatkan-hamba-nya/">Ujian adalah Cara Allah Mendekatkan Hamba-Nya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/ujian-adalah-cara-allah-mendekatkan-hamba-nya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Kiai” Mudanya Sahabat Yang Kaya Ilmu Dan Akhlak</title>
		<link>https://langitan.net/kiai-mudanya-sahabat-yang-kaya-ilmu-dan-akhlak/</link>
					<comments>https://langitan.net/kiai-mudanya-sahabat-yang-kaya-ilmu-dan-akhlak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2013 11:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Do'a Rasuullah saw]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[Mudanya sahabat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3081</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Kiai” Mudanya Sahabat yang Kaya Ilmu dan Akhlak Doa Langit Rasulullah Saw Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, pepatah familiar ini begitu pas kalau kita gambarkan dua sosok sabahat Nabi, Abbas bin Abdul Muthallib dan putranya Abdullah bin Abbas, dua sahabat yang dijuluki Mufassir dan Ulama’nya sahabat ini menjadi dua tokoh yang disegani [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kiai-mudanya-sahabat-yang-kaya-ilmu-dan-akhlak/">“Kiai” Mudanya Sahabat Yang Kaya Ilmu Dan Akhlak</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="width: 330px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" alt="" src="http://menaralangitan.com/wp-content/uploads/2013/07/Sahabat-Nabi.jpg" width="320" height="212" /><p class="wp-caption-text"><strong>Abdullah bin Abbas</strong></p></div>
<p style="text-align: center;" align="center"><i>“Kiai” Mudanya Sahabat yang Kaya Ilmu dan Akhlak</i></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Doa Langit Rasulullah Saw</b></p>
<p style="text-align: justify;">Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, pepatah familiar ini begitu pas kalau kita gambarkan dua sosok sabahat Nabi, Abbas bin Abdul Muthallib dan putranya Abdullah bin Abbas, dua sahabat yang dijuluki Mufassir dan Ulama’nya sahabat ini menjadi dua tokoh yang disegani dan sering menjadi rujukan para sahabat Nabi Muhammad Saw di masanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau diurut, sahabat yang kemudian dikenal di kalangan Ulama (kitab-kitab dan komentarnya) dengan nama Ibnu Abbas ini adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, berarti Ibnu Abbas masih termasuk saudara sepupu Rasulullah Saw.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegemilangan Ibnu Abbas dalam ilmu pengetahuan dan tafsir tak lain barokah dari doa Nabi pada suatu hari ketika Ibnu Abbas masih belia. Nabi menarik Ibnu Abbas kedekatnya sambil menepuk-nepuk pundak Ibnu Abbas seraya berdoa, <i>“Ya Allah, berilah ia ilmu agama yang luas dan ajarkanlah kepadanya ta’wil (tafsir).” </i>Seakan langit meruntuhkan segala bidang ilmu kepada Ibnu Abbas, sehingga ia mendapat gelar <i>“habar”</i> atau “Kiainya umat”. Apalagi, diberbagai kesempatan Rasulullah Saw mengulang-ngulang doa itu untuk Ibnu Abbas.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Semangat Mengaji kepada Rasulullah Saw</b></p>
<p style="text-align: justify;">Biarpun usia Ibnu Abbas masih belum baligh (belia) ia sangat semangat mencari ilmu. Ibarat sebuah sekenario dari doa Rasulullah, Ibnu Abbas tampil sebagai sosok berkarakter yang tertuju hanya untuk ilmu dan ilmu. Ia tidak pernah absen dalam majelis ilmu Rasulullah Saw, Ibnu Abbas walaupun masih kecil menghafalkan apa yang diucapkan Nabi (Hadits).</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Tiada Hari Tanpa Mencari Ilmu</b></p>
<p style="text-align: justify;">Saat Rasulullah wafat, ketika itu Ibnu Abbas berusia 13 tahun pertualangan ilmunya diserap dari para sahabat-sahabat senior, kehausan mengisi hatinya dengan ilmu tidak bisa dibantah lagi. Ketika mendengar ada sahabat yang menyampaikan ilmu atau Hadits, ia mendatangi langsung dan belajar kepada sahabat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Abbas pernah bercerita :<i> ”Pernah aku bertanya kepada tiga puluh orang shahabat Rasulullah Saw mengenai satu masalah saja.”</i> Keinginannya yang besar mendapatkan ilmu digambarkan dengan perkataannya, <i>“Pernah aku mendapatkan satu Hadits dari seseorang, dengan cara ku datangi rumahnya. Kebetulan ia sedang tidur siang. Kubentangkan kainku (pakaian) di muka pintunya (agar terlindung dari matahari), lalu duduk menunggu biarpun angin menerbangkan debu kepadaku. Sampai akhirnya ia  bangun  dan  keluar mendapatiku. Ia berkata, ‘Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu?, kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?, ‘Tidak!’ ujarku, ‘Bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda!, kemudian kutanyakan kepadanya sebuah Hadits dan aku belajar padanya.”</i></p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Abbas juga sering mendatangi perkumpulan para sahabat, tidak lain hanya untuk menyanyakan sebuah ilmu atau Hadits. Bertanya dan bertanya, ia mencari jawaban dan meneliti, mengkaji, dan ditranformasikan dalam otaknya yang brilian, sehingga tiada hari tanpa mengumpulkan ilmu dan Hadits.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penasehat Umar bin Khattab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kedalaman dan keluasan ilmu Ibnu Abbas diusianya yang masih sangat muda membuat karakter dan sifat-sifat serta seluruh kehidupannya sejalan dengan ajaran ilmu yang menacap pada hatinya. Di masa remajanya, Ibnu Abbas justru tampil sebagai sosok yang sangat dewasa dengan ketenangan tingkah laku dan kata-kata hikmah. Bahkan, Umar bin Khatab yang seorang Amirul Mukminin setelah Abu Bakar As Shidiq menjadikan Ibnu Abbas penasehat yang sering diajaknya bermusyawarah dalam urusan-urusan penting. Khulafaur Rosyidin kedua itu kemudian menyebut Ibnu Abbas dengan “Pemuda yang tua”.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarbiasaan yang ada pada diri Ibnu Abbas membuat orang-orang sekitarnya sering bertanya, <i>“Bagaimana Anda mendapatkan ilmu ini?.” </i>Ia menjawab, <i>“Lisanun saul wa qolbun akul (lidah yang gemar bertanya dan akal yang sering berfikir –ilmu-).</i></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Kekaguman Para Sahabat</b></p>
<p style="text-align: justify;">Sa’ad bin Abi Waqqash melukiskan Ibnu Abbas dengan perkataannya, <i>“Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti, lebih tajam berfikir dan lebih banyak dapat menyerap ilmu dan lebih luas sifat santunnya dari Ibnu Abbas!. Dan sungguh, kulihat Umar bin Khattab (Amirul Mukminin) memanggilnya dalam urusan-urusan pelik, padahal di sekelilingnya terdapat sahabat-sahabat Badar dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Ketika Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, Umar tidak menerimanya dan tidak pernah melampaui pendapat Ibnu Abbas!.”</i></p>
<p style="text-align: justify;">Ubaidillah bin Utbah berkata, <i>“Tidak seorang pun yang lebih tahu tentang Hadits Rasulullah Saw seperti Ibnu Abbas, pendapatnya menjadi rujukan bagi kepemerintahan Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan. Ibnu Abbas telah menyediakan waktu untuk mengajarkan fiqih satu hari, tafsir satu hari, riwayat dan strategi perang satu hari, syair satu hari, dan tarikh serta kebudayaan bangsa Arab satu hari. Seorang alim yang duduk ke dekatnya akan hormat kepadanya, siapapun yang bertanya, akan mendapatkan jawaban darinya.”</i></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gubernur Basyrah</b></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Muslim Bashrah menceritakan tentang konsep kepemimpinan Ibnu Abbas ketika menjadi Gubernur disana (masa Khalifah Sayidina Ali). <i>“Ia mengambil tiga perkara, Menarik hati pendengar apabila ia berbicara, Memperhatikan setiap ucapan pembicara, Memilih yang teringan apabila memutuskan perkara. Dan ia meninggalkan tiga perkara, Menjauhi sifat mengambil muka, Menjauhi orang-orang yang rendah budi, Menjauhi setiap perbuatan dosa.”</i></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Kekayaan Ilmu dan Akhlak Ibnu Abbas</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kemasyhuran Ibnu Abbas yang menguasai segala bidang ilmu membuat orang-orang berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru negeri untuk belajar kepadanya. Kecerdasan dan kepintaran yang istimewa bagaikan  cahaya  matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman penduduk yang ada di majelis ilmunya. Kehalusan bahasa dan kekayaan ilmu Ibnu Abbas membuat siapapun akan diam menerima dan terpesona.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satunya ketika ia diutus oleh Sayidina Ali untuk menemui kaum Khawarij untuk berdiskusi, kebeningan hati dan kecerdasannya yang tepat dan tajam, malah sebelum diskusi selesai kaum Khawarij diam tertegun menghadapi kehebatan ilmu Ibnu Abbas yang menakjubkan, dua puluh ribu di antara mereka bangkit serentak, menyatakan kepuasan terhadap penjelasan Ibnu Abbas dan berbalik arah mendukung khilafah Sayidina Ali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Abbas dikenal dengan kedermawanannya, sehingga diceritakan <i>“Tidak pernah ditemui sebuah rumah yang lebih banyak makanan, minuman, buah-buahan dan ilmu pengetahuan daripada rumah Ibnu Abbas.”</i></p>
<p style="text-align: justify;">Pada usianya 71 tahun, lentera ilmu ini dipanggil menemui Tuhannya Yang Maha Agung. Kota Thaif menjadi saksi sejarah besar yang ditorehkan Ibnu Abbas, dan saksi cahaya ruhnya diiring menuju surgaNya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><b><i>Muh. Umar Faruq HS</i></b></p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><b><i>Dimuat di Majalah Langitan edisi 48</i></b></p>
<p style="text-align: justify;" align="right"><em>Sumber : <em> <a href="http://menaralangitan.com/dunia-sebagai-bekal-menuju-akhirat/">Majalah Langitan</a></em></em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kiai-mudanya-sahabat-yang-kaya-ilmu-dan-akhlak/">“Kiai” Mudanya Sahabat Yang Kaya Ilmu Dan Akhlak</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kiai-mudanya-sahabat-yang-kaya-ilmu-dan-akhlak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</title>
		<link>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/</link>
					<comments>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 12:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Barakah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[Para]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan(10/06/12), berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-1850" title="100 hari" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1-300x146.jpg" alt="" width="300" height="146" /></a>Langitan(10/06/12)</strong>, berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 hari itu hari sebelumnya telah dibuka dengan Khotmil qur&#8217;an baik <em>bil ghoib </em>atau <em>binnadzor</em>Ã‚Â yang diletakkan di beberapa titik di lokasi pesantren serta <em>ndalem </em>para putra syaikhina.</p>
<p>Acara tersebut dibuka denganÃ‚Â khotmil Qur&#8217;an yang dipimpin langsung oleh KH. Munawir Munajat dari Salatiga, kemudian dilanjut tahlil dipimpin Habib Hasan bin Muhammad bin Idrus Assegaf Ã‚Â dari Pasuruan, dirangkai Mauidzoh dari KH. Soleh Qosim, Sidoarjo, KH. Solahuddin Wahid, Jombang, Habib Zidan bin Nauval bin Salim bin Zidan dari Jakarta. setelah itu dilanjutkan sambutan dari wakil gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, dan ditutup do&#8217;a yang dipimpim KH. Soleh Qosim.</p>
<p>Acara tersebut berlanjut dengan penuh khidmat, harapan besar dengan peringatan 100 hari Syaikhina, selain agar menambah kecintaan kita terhadap beliau, juga akan mengalir berkah yang dapat diraih oleh umat. Amiin.<strong>[Ahlu]</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</title>
		<link>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/</link>
					<comments>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 12:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Barakah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[Para]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan(10/06/12), berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-1850" title="100 hari" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1-300x146.jpg" alt="" width="300" height="146" /></a>Langitan(10/06/12)</strong>, berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 hari itu hari sebelumnya telah dibuka dengan Khotmil qur&#8217;an baik <em>bil ghoib </em>atau <em>binnadzor</em>Ã‚Â yang diletakkan di beberapa titik di lokasi pesantren serta <em>ndalem </em>para putra syaikhina.</p>
<p>Acara tersebut dibuka denganÃ‚Â khotmil Qur&#8217;an yang dipimpin langsung oleh KH. Munawir Munajat dari Salatiga, kemudian dilanjut tahlil dipimpin Habib Hasan bin Muhammad bin Idrus Assegaf Ã‚Â dari Pasuruan, dirangkai Mauidzoh dari KH. Soleh Qosim, Sidoarjo, KH. Solahuddin Wahid, Jombang, Habib Zidan bin Nauval bin Salim bin Zidan dari Jakarta. setelah itu dilanjutkan sambutan dari wakil gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, dan ditutup do&#8217;a yang dipimpim KH. Soleh Qosim.</p>
<p>Acara tersebut berlanjut dengan penuh khidmat, harapan besar dengan peringatan 100 hari Syaikhina, selain agar menambah kecintaan kita terhadap beliau, juga akan mengalir berkah yang dapat diraih oleh umat. Amiin.<strong>[Ahlu]</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
