<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KH. Abdulloh Faqih Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/kh-abdulloh-faqih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/kh-abdulloh-faqih/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2017 19:27:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>KH. Abdulloh Faqih Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/kh-abdulloh-faqih/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penutupan Khotmil Qur&#8217;an Dalam Rangka Memperingati 1000 Hari KH. Abdullah Faqih</title>
		<link>https://langitan.net/penutupan-khotmil-quran-dalam-rangka-memperingati-1000-hari-kh-abdullah-faqih/</link>
					<comments>https://langitan.net/penutupan-khotmil-quran-dalam-rangka-memperingati-1000-hari-kh-abdullah-faqih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2014 10:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[1000 hari]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ust. H. Muhaimin al-Hafidz memimpin khotmil Qur&#8217;an di ndalem dalam rangka peringatan 1.000 hari wafat Hadlrotus Syaikh KH. Abdulloh Faqih Langitan, Ahad sore (14/12/14)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/penutupan-khotmil-quran-dalam-rangka-memperingati-1000-hari-kh-abdullah-faqih/">Penutupan Khotmil Qur&#8217;an Dalam Rangka Memperingati 1000 Hari KH. Abdullah Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ust. H. Muhaimin al-Hafidz memimpin khotmil Qur&#8217;an di ndalem dalam rangka peringatan 1.000 hari wafat Hadlrotus Syaikh KH. Abdulloh Faqih Langitan, Ahad sore (14/12/14)<a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10568784_10202962594735111_4381442457838327312_n.jpg"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3815" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10568784_10202962594735111_4381442457838327312_n.jpg" alt="1.000 hari wafat Hadlrotus Syaikh KH. Abdulloh Faqih Langitan " width="480" height="360" /></a> <a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10848053_10202962594695110_6482318766770067803_n.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-3816" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10848053_10202962594695110_6482318766770067803_n.jpg" alt="10848053_10202962594695110_6482318766770067803_n" width="300" height="105" /></a> <a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10858405_10202962594655109_6145651415538242873_n.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-3817" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/12/10858405_10202962594655109_6145651415538242873_n.jpg" alt="10858405_10202962594655109_6145651415538242873_n" width="235" height="176" /></a></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/penutupan-khotmil-quran-dalam-rangka-memperingati-1000-hari-kh-abdullah-faqih/">Penutupan Khotmil Qur&#8217;an Dalam Rangka Memperingati 1000 Hari KH. Abdullah Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/penutupan-khotmil-quran-dalam-rangka-memperingati-1000-hari-kh-abdullah-faqih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</title>
		<link>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/</link>
					<comments>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2014 07:38:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kiriman pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[haul KH. Abdul Hadi Zahid]]></category>
		<category><![CDATA[haul langitan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan santri]]></category>
		<category><![CDATA[kesan yaman]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis (19/12) &#8211; Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur&#8217;an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/">Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamis (19/12) &#8211; Tepat seminggu setelah acara haul akbar yang di gelar di pesantren Langitan, Tuban, KESAN Langitan Yaman menggelar acara serupa dengan format sederhana, namun memiliki arti yang benar-benar luar biasa. Meski diformat dengan acara khotmil Qur&#8217;an dan tahlil, tapi secara tak sadar, acara ini bernuansa peneladanan terhadap sosok-sosok yang berjasa di balik tembok bisu pesantren Langitan. Acara yang dihelat di flat Darul Aytam, Tarim ini diawali dengan khotmil Quran seusai sholat isya&#8217;, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh habib Reza Al-Jufry. Setelah pembacaan tahlil, sambutan atas nama KESAN Langitan Yaman yang diwakili oleh ust. Mansur. Dalam sambutannya, beliau menyitir tentang keberkahan pesantren Langitan yang tak lain dan tak bukan disebabkan keikhlasan para pengasuhnya dalam nasrul ilmi, sehingga sampai sekarang, pesantren Langitan masih mampu tegak berdiri dalam meyebarkan dakwah yang menjadi tugas bagi setiap insan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" title="gallery link=&quot;file&quot; columns=&quot;2&quot; ids=&quot;3167,3168&quot; orderby=&quot;rand&quot;" src="https://langitan.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif" alt="" /><img decoding="async" title="gallery link=&quot;file&quot; columns=&quot;2&quot; ids=&quot;3167,3168&quot; orderby=&quot;rand&quot;" src="https://langitan.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif" alt="" /></p>

<p style="text-align: justify;">Sambutan yang kedua disampaikan oleh agus Zahid Munif sebagai perwakilan dari keluarga ndalem Langitan. Sambutan gus Zahid membuat acara malam itu benar-benar dipoles dengan ruh dari tujuan sebuah acara haul, yaitu dengan meneladani kehidupan suci sosok yang tengah didoakan. Gus Zahid mengisi sambutannya dengan berkisah tentang sejarah berdirinya pondok pesantren Langitan serta sedikit membuka teladan dari sikap dan sifat para pendiri Langitan. Pondok pesantren Langitan yang sekarang menjadi pesantren tertua di Indonesia, berdiri pada abad ke 18 Masehi, tepatnya pada tahun 1852 M. Pesantren Langitan berawal dari sebuah surau kecil yang didirikan oleh KH. Nur, seorang kyai dari rembang, Jawa Tengah. Sosok kyai Nur terkenal sebagai figur yang benar-benar ikhlas dan tidak sedikitpun memiliki sebuah rasa hubbub at-talamidz. Sedikit ataupun banyak santri yang hadir dalam majlis beliau, tak mengurangi niat beliau untuk menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Sejarah menceritakan bahwa beliau memangku pesantren Langitan selama kurang lebih 19 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Periode selanjutnya, pesantren Langitan dipimpin oleh KH. Sholeh, putra KH, Nur. Pada periode ini, pesantren Langitan berkembang pesat dan berhasil menelurkan kyai-kyai besar yang masyhur di Indonesia, diantaranya: kyai Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy&#8217;ari, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Siddiq dan lain sebagainya. KH. Sholeh memimpin pesantren Langitan selama kurang lebih 32 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Periode selanjutnya, tampuk kepemimpinan pesantren Langitan dipegang oleh KH. Khozin, menantu KH. Sholeh. Dan kemudian dilanjutkan oleh KH. Abdul Hadi Zahid, menantu KH. Khozin pada periode setelahnya. KH. Abdul Hadi Zahid terkenal sebagai sosok yang istiqomah. Keistiqomahan beliau tak hanya dalam urusan ibadah saja, tapi sampai hal terkecil seperti tempat meletakkan tongkat dan sandal beliaupun selalu pada tempat yang sama. Keisiqomahan beliau juga mampu dirasakan dan dilihat oleh murid-muridnya. Bahkan, murid-murid beliau sampai berkata bahwa belajar tidak perlu melihat jam, cukup jika melihat KH. Abdul Hadi Zahid mengaji di depan rumah, maka sudah pasti saat itu tengah pukul tujuh pagi tepat. Tak hanya itu, jika di tengah malam, murid-murid beliau mendengar derit pintu dari dalam ndalem, maka bisa dipastikan saat itu tengah jam tiga malam dan saatnya KH. Abdul Hadi Zahid untuk menunaikan sholat malam. Keistiqomahan beliau benar-benar luar biasa sampai-sampai jika beliau terlambat beberapa menit saja dari kebiasaan beliau, maka beliau menangisinya terutama jika keistiqomahan itu berhubungan dengan kebiasaan ibadah yang biasa beliau jalani. KH. Abdul Hadi Zahid memangku pesantren Langitan selama kurang lebih 50 tahun. Dan sejak wafatnya beliau, haul Langitan mulai digelar, tepatnya pada tahun 1972 dan terus berlangsung hingga sekarang. Diantara murid-murid beliau adalah KH. Ihya&#8217; Ulumuddin, Malang, KH. Masbuhin Faqih, Suci dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah KH. Abdul Hadi Zahid wafat, kepemimpinan pesantren Langitan dipegang oleh KH. Ahmad Marzuki dengan dibantu oleh KH. Abdulloh Faqih. Meski dipimpin oleh dua pemimpin, tapi hal itu tidak menjadikan Langitan terpecah menjadi dua. Justru kehadiran KH. Ahmad Marzuki dan KH. Abdulloh Faqih menjadikan pesantren Langitan semakin maju karena sikap beliau berdua yang saling membantu. KH. Ahmad Marzuki terkenal sebagai sosok yang polos hatinya, halus dan baik pekertinya, sedangkan KH. Abdulloh Faqih terkenal sebagai sosok yang bijak dalam segala hal. Setelah KH. Ahmad Marzuki wafat, kepemimpinan selanjutnya diterusan oleh KH. Abdulloh Faqih. Sikap bijaksana yang tampak dalam diri beliau menjadikan murid-murid beliau bisa mengambil banyak suri tauladan, hingga murid beliau mengatakan bahwa manhaj dakwah yang tampak dalam diri KH. Abdulloh Faqih tak keluar dari tiga hal, yaitu Istiqomah suluk, salamatul qolb dan hikmah atau bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu agung suri tauladan yang ditorehkan oleh sosok-sosok yang berjasa dalam perjalanan hidup pesantren Langitan, hingga tak heran jika pesantren Langitan begitu memberi efek positif bagi masyarakat. Setelah KH. Abdulloh Faqih wafat, kepemimpinan pesantren Langitan diteruskan oleh KH. Abdulloh Habib, putra KH. Abdulloh Faqih.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian acara haul berakhir pukul 21.30 dengan ditutup doa yang dipimpin oleh habib Musawa, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Hadir dalam acara itu, Agus Muhammad Anas, agus Muhammad Ainun Naim, habib Reza Al-Jufry, habib Musawa, habib Hadi Baagil dan rekan-rekan Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HAMAM Yaman). Seusai acara, tampak gus Akyas Zubair dan gus Tajuddin selaku ketua panitia dan sekretaris acara mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Terlukis senyum lega mewarnai keduanya serta segenap teman-teman KESAN Langitan.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Barakallahu fiikum./Adly Al-Fadlly</em><br />
<em> Musim Dingin,</em><br />
<em> Kamis, 191213/160235 </em><br />
<em> 23:44</em></p>
<p style="text-align: left;">Sumber : <a href="http://www.alfadlly.com/2013/12/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota.html">http://www.alfadlly.com/2013/12/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota.html</a></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/">Haul Masyayikh Langitan Ke-43 Di Kota Seribu Menara, Tarim</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/haul-masyayikh-langitan-ke-43-di-kota-seribu-menara-tarim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Acara Khotmil Qur&#8217;an Menjelang Peringatan Satu Tahun Wafatnya KH. Abdullah Faqih</title>
		<link>https://langitan.net/2202/</link>
					<comments>https://langitan.net/2202/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2013 03:47:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdurrahman Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[khotmil qur'an bi Nadhor]]></category>
		<category><![CDATA[khotmil ur'an Bil Gho'ib]]></category>
		<category><![CDATA[PERINGATAN SATU TAHUN kH. aBDULLAH fAQIH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=2202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan, Rabo (19/2/2013). Seusai jamaÃ¢â‚¬â„¢ah Asyar diadakan pembukaan Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an Bil GhoÃ¢â‚¬â„¢ib di ruang tamu ndalem almaghfurlah KH. Abdullah Faqih. Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an tersebut dibuka oleh KH. Abdullah Habib Faqih yang kemudian dilanjutkan oleh para khufadz lainya. para santri diwajibkan hadir untuk mengikuti simaan dalam pembukaan tersebut. Mereka Ã‚Â bertempat di musholla Agung dan aula bagian luar. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/2202/">Acara Khotmil Qur&#8217;an Menjelang Peringatan Satu Tahun Wafatnya KH. Abdullah Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2013/02/19.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-medium wp-image-2203" alt="19" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2013/02/19-300x199.jpg" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Langitan, Rabo (19/2/2013). Seusai jamaÃ¢â‚¬â„¢ah Asyar diadakan pembukaan Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an Bil GhoÃ¢â‚¬â„¢ib di ruang tamu <i>ndalem</i> almaghfurlah KH. Abdullah Faqih. Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an tersebut dibuka oleh KH. Abdullah Habib Faqih yang kemudian dilanjutkan oleh para khufadz lainya. para santri diwajibkan hadir untuk mengikuti simaan dalam pembukaan tersebut. Mereka Ã‚Â bertempat di musholla Agung dan aula bagian luar.</p>
<p>Kemudian sehari setelahnya, seusai jamaÃ¢â‚¬â„¢ah Asyar seluruh santri diinstruksikan untuk mengikuti acara Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an Bin Nadhor di musholla Agung. Kali ini para santri diberikan bagian satu juz untuk dibaca dalam acara tersebut. Khotmil QurÃ¢â‚¬â„¢an ini dibuka oleh KH. Muhammad Faqih,kemudian dilanjutkan oleh beberapa masyayikh lainnya dan ditutup dengan doÃ¢â‚¬â„¢a oleh KH. Ubaidillah Faqih. Acara khotmil qurÃ¢â‚¬â„¢an -bilghoÃ¢â‚¬â„¢ib dan bi Nadhor- ini sengaja diadakan dalam rangka memperingati satu tahun hari wafatnya almaghfurlah KH. Abdullah Faqih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/2202/">Acara Khotmil Qur&#8217;an Menjelang Peringatan Satu Tahun Wafatnya KH. Abdullah Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/2202/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Pasca SUMPS</title>
		<link>https://langitan.net/sosialisasi-pasca-sumps/</link>
					<comments>https://langitan.net/sosialisasi-pasca-sumps/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2012 16:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[info langitan]]></category>
		<category><![CDATA[kabar terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[santriinformatika]]></category>
		<category><![CDATA[seputar langitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=2046</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan- Senin (19/11/2012) setelah Sidang Umum Majlis Permusyawaratan Santri (SU/MPS) selesai dilaksanakan. Kali ini, tepatnya seusai jamaÃ¢â‚¬â„¢ah Maghrib seluruh santri dikumpulkan di mushola Agung PP. Langitan guna mengikuti sosialisasi hasil sidang yang telah disepakati tersebut. Acara tersebut dibuka oleh Ust. Khoiri Masyhur selaku perwakilan dari majlis An Nuwab Amm. kemudian dilanjutkan dengan pengumuman hasil sidang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sosialisasi-pasca-sumps/">Sosialisasi Pasca SUMPS</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/11/Sosialisasi.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignright size-medium wp-image-2070" title="Sosialisasi" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/11/Sosialisasi-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Langitan- Senin (19/11/2012) setelah Sidang Umum Majlis Permusyawaratan Santri (SU/MPS) selesai dilaksanakan. Kali ini, tepatnya seusai jamaÃ¢â‚¬â„¢ah Maghrib seluruh santri dikumpulkan di mushola Agung PP. Langitan guna mengikuti sosialisasi hasil sidang yang telah disepakati tersebut.</p>
<p>Acara tersebut dibuka oleh Ust. Khoiri Masyhur selaku perwakilan dari majlis An Nuwab Amm. kemudian dilanjutkan dengan pengumuman hasil sidang oleh Ust. Munir MusyafaÃ¢â‚¬â„¢ selaku perwakilan dari Majlis Idarotil Amm.<span id="more-2046"></span><br />
setelah itu giliran Ust. Mustaqim selaku ketua Majlis Amnil Amm mengumumkan peraturan-peraturan pesantren yang baru disepakati pada sidang SU/MPS kemarin, diantara peraturan baru tersebut adalah: kewajiban bagi para santri untuk memakai sarung seragam ketika hendak pergi ataupun pulang ke rumah, memakai songkok hitam atau putih sewaktu jamaÃ¢â‚¬â„¢ah, larangan memakai baju bergambar ketia jamaÃ¢â‚¬â„¢ah dll.</p>
<p>kemudian berlanjut dengan pengumuman hasil sidang oleh perwakilan majalah Kakilangit tentang perubahan nama majalah yang sekarang menjadi majalah Langitan bedasarkan keputusan dari majlis Masyayikh. Majalah ini kemudian akan dikirim ke seluruh wali santri yang ada di berbagai daerah, sedangkan pembayarannya akan diikutkan pada sahriyah para santri tiap bulannya.</p>
<p>Di penghujung acara Ust. Abdullah Toyyib mewakili majlis Tahkim memberikan sambutan dan pengarahan kepada santri-santri agar selalu taat dan patuh terhadap peraturan- peraturan pesantren, dan selanjutnya beliau memimpin doÃ¢â‚¬â„¢a yang menandakan purnanya acara tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/sosialisasi-pasca-sumps/">Sosialisasi Pasca SUMPS</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/sosialisasi-pasca-sumps/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Remaja, matahari di titik kulminasi</title>
		<link>https://langitan.net/remaja-matahari-di-titik-kulminasi/</link>
					<comments>https://langitan.net/remaja-matahari-di-titik-kulminasi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 13:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulisan lepas]]></category>
		<category><![CDATA[anak dan islam]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga Barokah]]></category>
		<category><![CDATA[kenakalan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[matahari di titik kulminasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan ala Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah remaja Indonesia dengan usia antara 15-24 tahun mencapai kisaran angka 38-an juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 juta berada pada usia aktif secara ekonomi, dengan perincian sekitar 15-an juta bekerja, sedangkan lebih dari 5 juta remaja menganggur. Ke-18 juta remaja yang dianggap tidak aktif secara ekonomi umumnya masih bersekolah (11 juta), bekerja di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/remaja-matahari-di-titik-kulminasi/">Remaja, matahari di titik kulminasi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jumlah remaja Indonesia dengan usia antara 15-24 tahun mencapai kisaran angka 38-an juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 juta berada pada usia aktif secara ekonomi, dengan perincian sekitar 15-an juta bekerja, sedangkan  lebih dari 5 juta remaja menganggur. Ke-18 juta remaja yang dianggap tidak aktif secara ekonomi umumnya masih bersekolah (11 juta), bekerja di rumah (5 juta) dan lainnya (2 juta). (Sumber: data.unaids.org) <span id="more-791"></span></p>
<p>Melihat data di atas, kiranya penting adanya konsentrasi pemerintah dan seluruh elemen bangsa- dalam pengembangan dan pemberdayaan generasi muda. Langkah ini bukan hanya sebagai pemenuhan usia remaja, namun juga melihat potensi generasi masa depan, ketika para remaja menjadi dewasa dan memegang kebijakan publik. Sebagus apapun para pemimpin sekarang, namun jika remajanya mengalami kegersangan nilai, maka hancurlah pilar kehidupan di masa mendatang. Ingat, di tangan pemudalah masa depan ditentukan.</p>
<p>Lebih dari itu, masa muda merupakan masa puncak kekuatan manusia. Syaikhina KH. Abdullah Faqih pernah memberikan gambaran, Ibarat matahari, pemuda adalah waktu puncak saat matahari berada pada titik kulminasi (istiwa). Saat itulah sinar matahari menjadi paling panas sengatannya. Hal ini sama dengan daya pemuda dalam mengeksplorasi tenaga dan pikirannya, baik yang berkenaan dengan hal-hal positif maupun negatif. Jika masa muda seseorang dilewati dengan hal-hal positif, maka mereka telah mendapatkan point besar sebagai bekal di masa tuanya.</p>
<p>Dalam Gerusan Zaman<br />
Saat sekarang ini, remaja kita tengah mengalami kepungan mode dan ploblematika yang sangat kompleks. Derasnya arus budaya asing yang masuk adalah penyebabnya. Menilik teori peradaban, barang siapa yang kalah dalam peradaban- maka akan mengikuti yang menang. Atau seperti yang dikatakan sosiolog Ibnu Khaldun, &#8220;Yang kalah cenderung mengekor pada yang menang, (tak hanya) dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, juga meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk adat istiadat.</p>
<p>Sangat perlu umat islam memperhatikan fenomena hitam yang tengah terjadi pada kehidupan generasi remaja. Jangan biarkan mereka semakin jauh meninggalkan gravitasi agama, terjebak dalam dekadensi moral. Jangan biarkan budaya barat membuat mereka familiar dengan pesta miras, pakaian pengumbar aurat, seks bebas, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kenakalan Remaja<br />
Masa remaja merupakan masa yang penuh perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik Dr. Dahler Frans mengemukakan bahwa perubahan ini terjadi pada remaja laki-laki dan perempuan. Jika laki-laki telah mengeluarkan air sperma, pecahnya suara, bentuk tubuh lebih jantan, dan keluarnya bulu di daerah-daerah tertentu. Untuk perempuan, perubahan itu bisa terjadi dengan mulai datangnya menstruasi, menonjolnya bagian dada, pecahnya suara, dan tumbuhnya bulu-bulu pada bagian tertentu.<br />
Adapun perubahan pada psikis adalah semakin sensitifnya perasaan sehingga lebih cepat marah dan mempunyai dorongan kuat untuk menghasilkan sesuatu, baik dalam segi positif maupun negatif. Para orang tua harus betul-betul mengontrol kondisi anak remaja mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.</p>
<p>Perubahan secara psikis sendiri akan sangat tergantung dari beberapa hal, diantaranya:<br />
1.Pengaruh Pergaulan. Pergaulan dilingkungan remaja, memiliki nilai prestius tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi bila mereka dapat memiliki teman dari kalangan atas misalnya, maka akan semakin membumbung kepercayaan dirinya. Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk, apabila dibungkus dengan selembar daun, maka daun itupun akan berbau busuk pula. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang. Oleh karenanya, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, maka telah mempersiapkan generasi muda menjadi generasi yang mandul.</p>
<p>2.Pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Anak yang dididik dengan sikap yang berani, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab akan menghasilkan sifat seperti yang diajarkan, begitu sebaliknya. Agama dan moral, sewajibnya diajarkan pada mereka. Dalam hal ini, orang tua bisa mengarahkan anak remajanya untuk belajar di pesantren, agar mereka mendapat bimbingan ilmu-ilmu yang bermanfaat, baik berkenaan dengan dunia, apalagi akhirat.</p>
<p>Penggapaian dua hal di atas, tak hanya penting bagi kelangsungan hidup sang remaja, tapi juga seluruh manusia.</p>
<p>Harapan Agama dan Bangsa<br />
Remaja mendapat tempat yang istimewa dalam Islam. Banyak hadits Rasul Saw. dan pernyataan para hukama yang memperlakukan remaja sebagai masa-masa yang istimewa. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasul bersabda bahwa ada tujuh kelompok orang yang akan diberikan perlindungan Allah pada hari akhir, dan tiga dari tujuh kelompok tersebut adalah golongan remaja.</p>
<p>Di dalam ketujuh kelompok itu, tersebut ada seorang pemuda yang tumbuh dan berkembang di jalan ibadah kepada Tuhan. Seorang pemuda ini dikatakan istimewa, karena dalam usianya yang penuh gejolak nafsu, ia malah memilih hidup di jalan ibadah kepada Allah. Sudah sangat bukan, ditemukan adanya seorang pemuda yang menentukan pilihan hidupnya untuk mendekatkan diri kepada Allah di zaman sekarang. Lalu, dalam ketujuh kelompok itu, ada juga dua orang remaja yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah karena Allah. Selanjutnya adalah, seorang remaja yang menolak ajakan maksiat dari lawan jenisnya karena takut kepada Allah.</p>
<p>Remaja dengan tipologi seperti di atas, baik laki-laki maupun perempuan akan mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Merekalah rujukan hasanah  bagi remaja masa kini, agar tetap berada dalam jalur-jalur kebenaran dan kesucian.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/remaja-matahari-di-titik-kulminasi/">Remaja, matahari di titik kulminasi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/remaja-matahari-di-titik-kulminasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajib ikut pemilu</title>
		<link>https://langitan.net/wajib-ikut-pemilu/</link>
					<comments>https://langitan.net/wajib-ikut-pemilu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 02:49:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[anti liberal]]></category>
		<category><![CDATA[anti sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[dutamasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[nu khittah]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pilitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKNU]]></category>
		<category><![CDATA[politik islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=570</guid>

					<description><![CDATA[<p>[singlepic id=82 w=128 h=100 float=left]Adanya indikasi banyaknya golput pada Pemilu 2009 membuat KH Abdullah Faqih prihatin. Karena itu Mustasyar DPP PKNU ini menyerukan umat wajib mengikuti pemilu. Seruan Mbah Faqih itu disampaikan saat memberikan taushiyah dalam acara Maulid Ar-Rasul SAW dan Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa di Ponpes Al-Firdausi, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kab. Lamongan, Selasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/wajib-ikut-pemilu/">Wajib ikut pemilu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>[singlepic id=82 w=128 h=100 float=left]Adanya indikasi banyaknya golput pada Pemilu 2009 membuat KH Abdullah Faqih prihatin. Karena itu Mustasyar DPP PKNU ini menyerukan umat wajib mengikuti pemilu. Seruan Mbah Faqih itu disampaikan saat memberikan taushiyah dalam acara Maulid Ar-Rasul SAW dan Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa di Ponpes Al-Firdausi, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kab. Lamongan, Selasa (24/3) kemarin.</p>
<p>Di hadapan ratusan jamaah, KH Abdullah Faqih mengingatkan agar para jamaah dan masyarakat pada <span id="more-570"></span>umumnya tidak golput. Sebab, menurut pengasuh Ponpes Langitan Tuban ini, pemilu merupakan kegiatan negara lima tahunan yang wajib diikuti. Karena ini untuk memilih pemimpin baik di legislatif maupun eksekutif, katanya.</p>
<p>Lebih jauh Mbah Faqih mengingatkan, para kiai telah mendirikan PKNU yakni parpol yang memperjuangkan kepentingan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Karena itu, Kiai Faqih meminta para santri satu barisan dengan para kiai.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Kiai Faqih juga berpesan agar para santri selektif dalam mengikuti suatu perkumpulan. Setidaknya harus mengetahui kejelasan perkumpulan yang akan diikuti sebab dalam suatu perkumpulan yang belum tentu salah bisa dianggap salah. Sebaliknya yang belum tentu benar, bisa saja dianggap benar.</p>
<p>Ibarat seseorang digigit semut, karena kesakitan maka orang tersebut mencari abu layan untuk menaburkan segerumbul semut tersebut. Akibatnya, semut yang tidak ikut menggigit turut mati karena kena abu tersebut. Karena itu, kalau kumpul-kumpul cari yang baik saja jangan sampai terkena abu layan, katanya, berpesan.</p>
<p><strong>Jangan Lupa Guru</strong><br />
Sementara itu, menyikapi Pemilu yang digelar 9 April mendatang, Ketua DPC Keluarga Santri dan Alumni (Kesan) Ponpes Langitan, KH Abdullah Mujib, mengatakan, dalam mendukung calon harus jelas dulu siapa calonnya. Lebih penting lagi, dalam mendukung calon jangan sampai berpisah dengan guru.</p>
<p>Pengasuh Ponpes Darul Fiqih, Desa Ngepung, Kecamatan Deket, Lamongan, ini mengingatkan, jangan sampai berpisah dengan guru hanya karena mendukung orang yang tidak jelas. Dan PKNU, yang didirikan para kiai dan guru para santri, sudah jelas. PKNU meningkatkan harkat martabat santri dan umat Islam pada umumnya, katanya.</p>
<p>Hadir pada acara yang digelar PAC Kesan Babat tersebut, antara lain KH Fadholi Hasan (Sekaran), KH Mamun Affandy (Babat), KH Syaerozi (Babat), dan sejumlah kiai alumni Langitan lain. Sedang dari caleg DPR RI Dapil X (Lamongan Gresik) tampak Abdullah Mufied Mubarok, caleg DPRD Propinsi Dapil X Achmad Firdaus dan KH Moh. Yamin Mualim, serta caleg DPRD Lamongan dapil 3 yakni Sholiqin, Khumaidi, dan Subakir.<br />
<span style="text-decoration: line-through;"><br />
</span><em><a title="dutamasyarakat.com-korannya orang NU" href="http://dutamasyarakat.com/" target="_blank">http://dutamasyarakat.com/</a></em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/wajib-ikut-pemilu/">Wajib ikut pemilu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/wajib-ikut-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan caleg empat kabupaten</title>
		<link>https://langitan.net/pertemuan-caleg-empat-kabupaten/</link>
					<comments>https://langitan.net/pertemuan-caleg-empat-kabupaten/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 13:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[anti sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[nu khittah]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pilitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKNU]]></category>
		<category><![CDATA[politik islam]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=517</guid>

					<description><![CDATA[<p>PKNU lahir untuk mengembalikan fungsi ulama dalam politik (politik ulama)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/pertemuan-caleg-empat-kabupaten/">Pertemuan caleg empat kabupaten</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>[singlepic id=80 w=220 h=140 float=left]Hari ini Rabu 11 Maret 2009. di pesantren Langitan berkumpul para caleg dan pengurus PKNUÃ‚Â  dari empat kabupaten (Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik). tujuan dari dari pertemuan ini adalah untuk persiapan dan pemantapan, serta dalam rangka menyambut pileg dan kampanye. Acara berlangsung mulai pukul 13.00 &#8211; 17.00 WIB. Nampak hadir dalam pertemuan tersebut pengurus pusat Muslimat NU, yang langsung dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa. dalam kesempatan tersebut khofifah mengatakan &#8220;Maaf Yai (Faqih), walau saya tidak masuk dalam caleg tapi saya tetap sehati dan senafas dengan PKNU&#8221;.</p>
<p>Dalam taushiyahnya KH. Abdulloh Faqih berpesan ,<span id="more-517"></span> &#8221; Mari kita jaga niat. Seperti sabda Nabi, sah atau tidaknya sebuah amal/perbuatan tergantung dari niat, maka hadis akhir dari tindakan kita tidak akan terlepas dari bagaimana niat pada awalnya. Kita berjuang bukan untuk mencari siapa yang menang atau yang kalah, tapi PKNU lahir untuk mengembalikan fungsi ulama dalam politik (politik ulama)&#8221;. Beliau juga menyinggung tentang persainagn antar caleg &#8221; antar caleg jangan saling sikut, dan jangan melakukan tindakan sendiri-sendiri tanpa komando dari pengurus&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/pertemuan-caleg-empat-kabupaten/">Pertemuan caleg empat kabupaten</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/pertemuan-caleg-empat-kabupaten/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menolak Istilah Kiai Khas dan Kiai Kampung</title>
		<link>https://langitan.net/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/</link>
					<comments>https://langitan.net/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2007 02:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[anti sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[nu khittah]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pilitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKNU]]></category>
		<category><![CDATA[politik islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/index.php/2007/04/02/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan KH. Abdulloh Faqih ini dimuat di jawapos.com dengan url : http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&#38;id=278709 pada hari Senin, 02 April 2007, kutipan lengkapnya sebagaimana berikut : Dulu, kiai-kiai yang sejalan dengan pemikiran dan langkah politik Gus Dur sering disebut-sebut dan dipopulerkan sebagai kiai khas. Meski tidak diketahui persis siapa yang memulai dan memunculkan istilah itu, sebenarnya risi juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/">Menolak Istilah Kiai Khas dan Kiai Kampung</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan KH. Abdulloh Faqih ini dimuat di jawapos.com dengan url : <a href="http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=278709">http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=278709</a> pada hari Senin, 02 April 2007, kutipan lengkapnya sebagaimana berikut :</p>
<p>Dulu, kiai-kiai yang sejalan dengan pemikiran dan langkah politik Gus Dur sering disebut-sebut dan dipopulerkan sebagai kiai khas. Meski tidak diketahui persis siapa yang memulai dan memunculkan istilah itu, sebenarnya risi juga mendengar dan menyandang sebutan itu. Sebab, para kiai yang disebut khas tersebut tidak merasa ada yang perlu dilebih-lebihkan menyangkut status atau strata sosial. Meski, keberadaannya mampu dimanfaatkan sebagai justifikasi dan legitimasi kelompok dan kepentingan tertentu.<span id="more-99"></span></p>
<p>Belakangan setelah para kiai itu mengambil sikap dan langkah kritis, dimunculkan istilah kiai kampung. Adalah KH Abdurrahman Wahid yang memulai dan memunculkan istilah tersebut. Dalam tulisannya, Hakikat Kiai Kampung (www.gusdur.net), Gus Dur membagi kiai dalam dua kelompok, kiai sepuh dan kiai kampung.</p>
<p>Menurut Gus Dur, kiai sepuh adalah mereka yang menjadi pengasuh pesantren-pesantren besar. Kiai kampung adalah tokoh-tokoh agama di desa-desa yang biasanya menjadi guru ngaji, memiliki surau/langgar/musala, pengurus takmir masjid, atau memiliki pesantren yang kecil.</p>
<p>Sesungguhnya harus dikatakan di sini bahwa penamaan dan pemilahan kiai khas dan kiai kampung sebagaimana dimaksud adalah sangat tidak mendasar dan terkesan mengada-ada. Boleh jadi, itu hanya dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tertentu karena pada hakikatnya, tidak ada istilah kiai khas dan kiai kampung. Jika ada kiai khas, berarti ada kiai awam. Padahal, penyebutan kata khas dan awam itu sebenarnya untuk membedakan antara orang yang pandai (alim) dan orang yang bodoh (awam) dalam hal keagamaan.</p>
<p>Kata kiai itu sebenarnya sinonim dari kata sheikh dalam bahasa Arab. Secara terminologi (istilahi), arti kata sheikh itu sebagaimana disebutkan dalam kitab al Bajuri adalah man balagha rutbatal fadli, yaitu orang-orang yang telah sampai pada derajat keutamaan karena selain pandai (alim) dalam masalah agama (sekalipun tidak allamah atau sangat alim), mereka mengamalkan ilmu itu untuk dirinya sendiri dan mengajarkan kepada murid-muridnya. Penyebutan kiai itu berasal dari inisiatif masyarakat, bukan dari dirinya sendiri atau media massa.</p>
<p>Sementara itu, makna kiai atau sheikh dalam pengertian etimologi (lughotan) adalah man balagha sinnal arbain, yaitu orang-orang yang sudah tua umurnya atau orang-orang yang mempunyai kelebihan, misalnya dalam hal berbicara atau mengobati orang (nyuwuk), tapi tidak pandai dalam masalah agama.</p>
<p>Dengan demikian, kalau ada orang yang disebut kiai tapi tidak alim dalam masalah agama atau alim dan pandai berbicara tapi tidak bisa mengamalkan ilmunya, orang itu termasuk kiai dalam pengertian bahasa (lughotan).</p>
<p>Patut dicermati bahwa penyebutan kiai khas yang diidentikkan dengan kiai yang dekat dan mendukung Gus Dur saat itu sangat dimungkinkan sarat dengan kepentingan dalam rangka menjustifikasi langkah-langkahnya yang kontroversi, terutama hal-hal berkaitan dengan ajaran dan nilai-nilai ahlusunah waljamaah, seperti sikapnya terhadap pencabutan TAP MPR tentang paham komunisme, penolakannya terhadap RUU APP, dukungannya terhadap aliran Ahmadiyah, liberalisme, sekularisme dan pluralisme. Terbukti, saat ini begitu mudahnya para kiai itu ditinggalkan Gus Dur setelah mereka bersikap kritis terhadap langkah-langkahnya. Beruntung, para kiai sudah berani mengambil sikap tegas dengan mufaroqoh dari barisan Gus Dur.</p>
<p>Penamaan istilah kiai kampung tersebut juga sarat dengan upaya untuk membenturkan antara para kiai pondok pesantren dan para kiai di desa-desa yang notabene adalah murid kiai pondok pesantren. Padahal, pembenturan itu dapat memudarkan ghirah dan pemahaman para kiai di desa terhadap ajaran-ajaran gurunya di pesantren hanya karena pengultusan terhadap individu. Memang, fanatisme dan kecintaan yang berlebihan cenderung menafikan dan menutupi kesalahan, sebagaimana kebencian itu juga sering mencari-cari keburukan. (waainurridlaan kulli aibin kalilatun kamaa anna ainas sukhthi tubdil masawiyaa). Ketika ada sebagian kiai yang terlibat dalam politik praktis, serta-merta banyak orang yang menuduh para kiai itu telah terkontaminasi dan dianggap telah berpaling dari tugas keulamaan. Mereka menuduh para kiai yang terlibat dalam politik tidak lagi mampu mengemban gerak sosial dan keagamaan. Lebih dari itu, para kiai tersebut dianggap menjadi pendorong perpecahan (Muhyiddin Arubusman, Politik Kebangsaan Kiai Kampung, Jawa Pos, 17/2/2007).</p>
<p>Bahkan, Gus Dur mengatakan, banyak kiai sepuh yang berkenalan dengan uang, kekuasaan, dan jabatan (Jawa Pos, 15/2/2007). Sebenarnya, sebagai pewaris para nabi (waratsatul anbiya), keterlibatan kiai dalam dunia politik merupakan sebuah keharusan.</p>
<p>Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, selain dipahami sebagai peristiwa keagamaan, juga merupakan peristiwa politik dalam rangka membangun masyarakat dan pemerintah kota Madinah yang damai, tenteram, tenang, adil, dan makmur. Peran Nabi Muhammad SAW waktu itu, selain sebagai seorang Nabi, beliau menjadi seorang kepala negara.</p>
<p>Selain menjalankan tugas mengajar (talim) para sahabat, sewaktu-waktu beliau terjun ke medan laga untuk memimpin pasukan Islam dalam menumpas musuh-musuhnya. Peran kiai hendaknya juga demikian. Selain menjalankan tugas mengajar (talim) santri-santrinya, suatu saat para kiai harus ikut membantu urusan negara (politik) sesuai dengan kemampuan masing-masing.</p>
<p>Jika para kiai hanya mengurusi pesantrennya dan tidak tahu-menahu soal urusan negara (politik), pada akhirnya pemerintah dikuasai orang-orang yang anti-Islam, antipesantren, dan anti-ajaran ahlusunah waljamaah.</p>
<p>Siapa yang harus menanggung akibatnya? Jadi, sebenarnya keterlibatan kiai dalam politik itu bertujuan menyelamatkan peran kiai itu sendiri.</p>
<p>* KH Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan dan Mustasyar Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/">Menolak Istilah Kiai Khas dan Kiai Kampung</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/menolak-istilah-kiai-khas-dan-kiai-kampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Istighotsah dan deklarasi PKNU</title>
		<link>https://langitan.net/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/</link>
					<comments>https://langitan.net/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 16:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[ahlusunnah]]></category>
		<category><![CDATA[anti sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[kiyai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu khittah]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[pileg]]></category>
		<category><![CDATA[pilitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKNU]]></category>
		<category><![CDATA[politik islam]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/index.php/2007/03/31/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/</guid>

					<description><![CDATA[<p>[singlepic id=33 w=128 h=100 float=left]Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya terlaksanalah Deklarasi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (31/3) di Lapangan Al GhurobaÃ¢â‚¬â„¢ Pondok Pesantren Langitan. Acara ini dihadiri ratusan kiai dan 30 ribu simpatisan. Karena membludaknya peserta, sempat terjadi kemacetan lalu lintas dan merayap berantai radius 15 KM. dari titik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/">Istighotsah dan deklarasi PKNU</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">[singlepic id=33 w=128 h=100 float=left]Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya terlaksanalah Deklarasi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (31/3) di Lapangan Al GhurobaÃ¢â‚¬â„¢ Pondok Pesantren Langitan. Acara ini dihadiri ratusan kiai dan 30 ribu simpatisan. Karena membludaknya peserta, sempat terjadi kemacetan lalu lintas dan merayap berantai radius 15 KM. dari titik pusat acara. Karena bertepatan dengan tanggal 12 Robiul Awal deklarasi pun diawali dengan peringatan mauludin nabi Muhammad SAW. dan Istighotsah demi keselamatan bangsa Indonesia. Ini dilakukan, agar Indonesia bisa keluar dari musibah yang tak kunjung reda. Hadir dalam acara itu seluruh tim 17, kecuali KH. Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri, Jatim) karena sakit dan KH. Abdullah Schal (Bangkalan, Madura) karena ada udzur. Tim 17 adalah para kiai yang merumuskan berdirinya PKNU dan siap mengawal partai ini agar tidak menyimpang dari rel syarÃ¢â‚¬â„¢i, mereka adalah :<br />
<span id="more-43"></span><br />
KH. Abdullah Faqih (Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur)<br />
KH. Ma&#8217;ruf Amin (Tanara, Banten)<br />
KH. Abdurrochman Chudlori (Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah)<br />
KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin (Panji, Situbondo, Jawa Timur)<br />
KH. M. Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri, Jawa Timur)<br />
KH. Ahmad Warson Munawwir (Krapyak, DI Jogjakarta)<br />
KH. Muhaiminan Gunardo (Parakan, Temanggung, Jawa Tengah)<br />
KH. Abdullah Schal (Bangkalan, Jawa Timur)<br />
KH. Sholeh Qosim (Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur)<br />
KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jawa Timur)<br />
KH. Chasbullah Badawi (Cilacap, Jawa Tengah)<br />
KH. Abdul Adzim Abdullah Suhaimi, MA (Mampang Prapatan, DKI Jakarta)<br />
KH. Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jawa Timur)<br />
KH. A. Humaidi Dakhlan, Lc (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)<br />
KH. M. Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulawesi Selatan)<br />
Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, DKI Jakarta)<br />
KH. Aniq Muhammadun (Pati, Jawa Tengah)</p>
<p>Selain tim 17, juga hadir Kiai-Kiai sepuh lain di antaranya: KH. Abdul Hamid Baidlowi (Lasem, Rembang, Jateng), KH. Zainal Abidin Munawwir (Krapyak, Djogjakarta), KH. Anwar Iskandar (Kediri), KH. R. Cholil AsÃ¢â‚¬â„¢ad Syamsul Arifin (Situbondo), KH. Ahmad Basyir (Kudus), dan KH. Abdul Djalil MaÃ¢â‚¬â„¢ruf (Riau).</p>
<p>Partai yang memproyeksikan diri sebagai kolaborasi religi nasionalis ini memang beda dengan partai yang ada. Terutama dalam kinerja dan struktur, Dewan Musytasar mempunyai hak veto dalam pemutusan masalah. Ini sebagai penegasan peran aktif ulama dalam partai dan menghilangkasn kesan ulama sebagai Ã¢â‚¬Ëœpemadam kebaranÃ¢â‚¬â„¢, yang disowani ketika ada masalah genting serta diabaikan saat posisi normal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan KH. MaÃ¢â‚¬â„¢ruf Amin (Rois Musytasar) dalam pidatonya, bahwa kedepan partai akan memaksimalkan peran ulama, termasuk menghilangkan image ulama sebagai tukang stempel dan pemadam kebakaran, yang dimintai pertolongan saat posisi genting dan diabaikan saat posisi stabil.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/">Istighotsah dan deklarasi PKNU</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/istighotsah-dan-deklarasi-pknu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>19</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HASIL RAPAT TIM 17 PKNU</title>
		<link>https://langitan.net/hasil-rapat-tim-17-pknu/</link>
					<comments>https://langitan.net/hasil-rapat-tim-17-pknu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 16:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[anti sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdulloh Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[nu khittah]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[pileg]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pilitik]]></category>
		<category><![CDATA[PKNU]]></category>
		<category><![CDATA[politik islam]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tim 17 pknu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/index.php/2007/02/02/hasil-rapat-tim-17-pknu/</guid>

					<description><![CDATA[<p>HASIL RAPAT TIM 17 DALAM PEMBENTUKAN PARTAI PKNU 1. Para kiai sepakat untuk mendirikan partai baru. 2. Nama partai tersebut adalah tetap PKNU dengan catatan bisa dirubah pada saat muktamar nanti. 3. Asas partai adalah islam ala ahlis sunnah wal jamaah. 4. Prinsip perjuangan partai akan disempurnakan dengan menghilangkan kata-kata yang bisa menimbulkan kontroversi. 5. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/hasil-rapat-tim-17-pknu/">HASIL RAPAT TIM 17 PKNU</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center">HASIL RAPAT TIM 17<br />
DALAM PEMBENTUKAN PARTAI PKNU</p>
<p><a title="KH. MaÃ¢â‚¬â„¢ruf Amin Banten dan KH. Anwar Iskandar Kediri Jatim" rel="attachment wp-att-21" href="https://langitan.net/?attachment_id=21"></a>
</p>
<p style="text-align: center"><a title="KH. MaÃ¢â‚¬â„¢ruf Amin Banten dan KH. Anwar Iskandar Kediri Jatim" rel="attachment wp-att-21" href="https://langitan.net/?attachment_id=21"><img decoding="async" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2008/08/pknu3.thumbnail.jpg" alt="KH. MaÃ¢â‚¬â„¢ruf Amin Banten dan KH. Anwar Iskandar Kediri Jatim" /></a></p>
<p>1. Para kiai sepakat untuk mendirikan partai baru.<br />
2. Nama partai tersebut adalah tetap PKNU dengan catatan bisa dirubah pada saat muktamar nanti.<br />
3. Asas partai adalah islam ala ahlis sunnah wal jamaah.<span id="more-50"></span><br />
4. Prinsip perjuangan partai akan disempurnakan dengan menghilangkan kata-kata yang bisa menimbulkan kontroversi.<br />
5. Kepengurusan disempurnakan sampai pada muktamar yang akan datang dengan mengacu pada kriteria pokok harus kader yang benar-benar berpaham ahlus sunnah wal jamaah.<br />
6. Lambang tetap seperti rancangan semula dengan menghapus warna merah.<br />
7. Tujuan partai adalah memperjuangkan tegaknya syariat islam ala ahlis sunnah wal jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<br />
8. Dilembagakannya dewan mustasyar dan memiliki hak veto dalam kepengurusan partai tapi tidak masuk kepengurusan harian.<br />
9. Rapat merekomendasikan kepada partai agar segera melaksanakan muktamar paling lambat pertengahan tahun 2007 apabila proses pendirian partai ini sudah selesai<a title="KH. MaÃ¢â‚¬â„¢ruf Amin Banten dan KH. Anwar Iskandar Kediri Jatim" rel="attachment wp-att-21" href="https://langitan.net/?attachment_id=21"> </a></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/hasil-rapat-tim-17-pknu/">HASIL RAPAT TIM 17 PKNU</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/hasil-rapat-tim-17-pknu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
