<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/ibu/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2017 19:26:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Ibu Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/ibu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Kau Kecewakan Ibumu</title>
		<link>https://langitan.net/jangan-kau-kecewakan-ibumu/</link>
					<comments>https://langitan.net/jangan-kau-kecewakan-ibumu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2014 03:57:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jangan kau kecewakan ibumu]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan ibu di alqur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=3209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibu adalah sosok yang di teladani dan di ikuti. Dalam bahasa Arab dinamai umm “yang dituju”. Dari akar kata yang  sama dibentuk kata imam atau pemimpin, dan kata ummat. Kesemuanya itu mengandung makna: “yang dituju” atau “yang diikuti atau diteladani”, dalam arti semua perhatian tertuju pada ibu, dan imam untuk diteladani. Ibu melalui curahan kasih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/jangan-kau-kecewakan-ibumu/">Jangan Kau Kecewakan Ibumu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><b><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/01/hands-of-mom-and-child.jpg"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-3210" alt="kasih ibu sepnjang masa" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2014/01/hands-of-mom-and-child.jpg" width="222" height="333" /></a>Ibu </b>adalah sosok yang di teladani dan di ikuti. Dalam bahasa Arab dinamai <i>umm “yang dituju”.</i> Dari akar kata yang  sama dibentuk kata <i>imam</i> atau pemimpin, dan kata ummat. Kesemuanya itu mengandung makna: “yang dituju” atau “yang diikuti atau diteladani”, dalam arti semua perhatian tertuju pada <i>ibu, dan imam</i> untuk diteladani. <i></i></p>
<p style="text-align: justify;"><i>I</i>bu melalui curahan kasih sayang dan keteladanannya kepada anaknya akan mampu mencetak anak-anaknya sebagai pemimpin-pemimpin handal, bahkan dapat mencetak <i>ummat pilihan</i>. Sebaliknya, jika yang melahirkan seorang anak tidak berfungsi sebagai <i>umm,</i> maka <i>ummat</i> akan hancur, dan pemimpin yang didamba untuk membangun umat pilihan pun tidak akan lahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Agaknya ketika Al-Quran menempatkan kewajiban berbuat baik kepada ibu pada urutan kedua setelah taat kepada Allah, bukan saja hanya karena ibu memikul beban yang berat dalam mengandung, melahirkan dan menyusui. Tetapi juga karena ibu diberi tugas memproduksi pemimpin-pemimpin <i>ummat</i> yang dapat membangun <i>ummat pilihan.</i></p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi dan peranan inilah yang menjadikan perempuan disebut sebagai umm atau ibu. Seorang ibu ibarat sekolah. Apabila ia disiapkan dengan baik, berarti sama halnya menyiapkan suatu generasi bangsa yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas seorang ibu ialah membangun masyarakat yang bahagia dan membahagiakan, membangun tanpa merusak hak rumah tangga dan keluarganya, memahami arti memberi yang telah difitrahkan kepadanya; memberikan kasih sayang pada anak-anaknya tanpa diminta; memberikan dirinya pada suaminya tanpa ukuran.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.5em;">Maka, jangan patahkan harapan ibumu untuk menjadikanmu sebagai anak shalih, melalui dirimu atau anak cucumu, sesuai dengan amanat yang telah dia terima dari Allah swt.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Manfaatkan waktumu untuk mewujudkan impian ibumu. Berbaktilah kepada orang tuamu, jika kamu ingin anak cucumu kelak juga berbakti kepadamu.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/jangan-kau-kecewakan-ibumu/">Jangan Kau Kecewakan Ibumu</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/jangan-kau-kecewakan-ibumu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TANDA CINTA UNTUK ORANG TERCINTA</title>
		<link>https://langitan.net/tanda-cinta-untuk-orang-tercinta/</link>
					<comments>https://langitan.net/tanda-cinta-untuk-orang-tercinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2013 23:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[berbakti]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[suka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=2184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : KH. Abdullah Habib Faqih Pernahkah kamu membayangkan hidup tanpa didampingi bapak dan ibu? Saat itu tidak ada tempat mengadu, mengeluh, merengek, memohon belas kasih, tidak ada yang dimintai tolong dan juga dimintai uang. Itulah duka laranya. Tapi sekarang, kanapa saat kamu masih didampingi oleh orang tua, justru kadang-kadang ada saja masalah yang kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tanda-cinta-untuk-orang-tercinta/">TANDA CINTA UNTUK ORANG TERCINTA</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : KH. Abdullah Habib Faqih</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah kamu membayangkan hidup tanpa didampingi bapak dan ibu? Saat itu tidak ada tempat mengadu, mengeluh, merengek, memohon belas kasih, tidak ada yang dimintai tolong dan juga dimintai uang. Itulah duka laranya. Tapi sekarang, kanapa saat kamu masih didampingi oleh orang tua, justru kadang-kadang ada saja masalah yang kamu keluhkan. Yang pendapatnya orang tua tidak oke, atau sarannya tidak nyambung, yang orang tua tidak pengertian, yang suka mengatur, dan lain sebagainya. Intinya menandakan kalau hubunganmu sama mereka itu kurang baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2013/02/yai1.jpg"><img decoding="async" class=" wp-image-2728 alignleft" style="margin: 5px;" alt="KH.-ABDULLAH-FAQIH" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2013/02/yai1.jpg" width="288" height="432" /></a>Sebagai seorang santri, kamu harus selalu menjaga komunikasimu dengan orang tua, agar senantiasa harmonis dan selalu kondusif. Bagaimana tidak? Lah Allah SWT telah menitipkan bahan cikal bakal kejadianmu pertama kali pada tulang rusuk bapakmu, lalu menitipkan janinmu pada rahim ibumu. Yang kemudian, kamu dipeliharanya selama sembilan bulan untuk selanjutnya dilahirkan ke dunia. Dan waktu terus berjalan, sementara kamu masih terus dalam asuhan orang tuamu hingga pada saat ini. Itulah kasih sayang orang tuamu yang abadi sepanjang masa. Pernahkah ada orang tua yang begitu membenci anaknya? Kalaupun ada, pastilah dia sedang dirasuki setan. Kasih sayang orang tuamu hanya tercurahkan padamu. Mereka senantiasa memberikan yang terbaik untukmu, semua dilakukan tanpa pamrih, basa-basi dan mengharap imbalan sedikitpun.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungan kamu dengan orang tuamu bukan cuma sebatas hubungan darah dan keturunan, tapi juga hubungan hati, emosi dan segenap perasaan. Oleh karena itu, Allah senantiasa mengingatkanmu untuk selalu menjaga hak orang tuamu. Allah juga memerintahkanmu untuk selalu cinta dan menghormati mereka, dengan cara berbuat baik dan sopan santun, berbakti dan berkorban demi mereka, serta menjunjung tinggi nama baiknya. Bahkan di dalam Alquran perintah patuh kepada orang tua diletakkan sesudah perintah taat kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Disamping itu kamu juga diperintah untuk membuktikan rasa cintamu dengan memperlihatkan sikap seriusmu dalam menuntut ilmu, tekun ibadahmu dan tawadluÃ¢â‚¬â„¢ perilakumu khususnya selama di pondok ini. Dengan demikian, berarti kamu sudah mampu memberikan yang terbaik untuk ayah bundamu. Karena kalau itu benar-benar kamu lakukan, maka sesungguhnya jerih payahmu dan amal perbuatanmu juga dicatat sebagai amal ibadah dan jerih payah orang tuamu, pada hakikatnya adalah amal ayah ibumu juga. Dan pahalanya akan dilipat gandakan sesuai dengan kadar jerih payahmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, perbanyaklah beraktifitas, berpayah-payah dalam ibadah dan belajar di pondok ini, agar ayah bundamu meraih sebanyak mungkin pahala Allah. Dengan demikian kamu dicatat sebagai anak yang berbakti, yang tahu diri, menghargai dan mampu balas budi pada orang tua, dan pastinya kelak anak-anakmu akan melakukan hal yang sama untukmu di masa tuamu.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tanda-cinta-untuk-orang-tercinta/">TANDA CINTA UNTUK ORANG TERCINTA</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tanda-cinta-untuk-orang-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
