Semarak Hari Raya Idul Adha 1443 H

Penulis : admin

July 12, 2022

takbiran

Sabtu (09/07/2022) para santri menyambut kedatangan perayaan hari raya Idul Adha dengan penuh kegembiraan. Mereka meramaikan malam penuh kemeriahan itu dengan lomba takbir keliling, yang terakhir kali diadakan pada 2017 silam. Peserta kirab takbir keliling diambil dari setiap delegasi asrama yang berjumlah 30 orang, mereka mengumandangkan takbir keluar mengitari area pondok memakai kostum-kostum menarik, ada yang berjubah, ada yang memakai pakaian seperti orang ronda malam, berseragam batik dan ada yang memakai rompi.

Mereka berjalan dengan membawa properti-properti unik seperti obor, bedug, kentongan, gerobak, pigura foto, lampion, tas dan bahkan ada yang membawa kambing kurban yang esok akan disembelih.

Perlombaan dimulai dengan start lapangan al-Falahiyah yang ditandai pemotongan pita oleh Agus Muiz Mu’zi. Dan kembali dengan tempat yang sama. Dalam kirab kali ini, Ribath al-Asy’ari mendapatkan juara satu dari lomba tersebut, disusul oleh Ribath Dar at-Tauhid yang mendapat juara dua.

Selain itu, para santri juga mengumandangkan takbir di setiap asrama masing-masing hingga larut malam. Hiasan-hiasan seperti lampion, lampu hias warna-warni, umbul-umbul, banner ucapan selamat juga dipasang sebagai bentuk kemeriahan.

Hikmah Cerita Nabi Ibrahim as

khutbah

Esoknya, Ahad pagi (10/07) sholat Idul Adha dilaksanakan di Musholla Agung Ponpes Langitan pada pukul 06.30 WIB. KH. Abdullah Habib Faqih menjadi imam sholat Idul Adha, disambung dengan khutbah oleh H. Agus Ahmad Muhammad Alawi.

Dalam khutbahnya, Agus Alawi membahas seputar Idul Adha beserta hikmah-hikmah dibalik kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, “ Beberapa pelajaran yang bisa kita petik sebagai pelajaran dan teladan, yang pertama adalah bagaimana terciptanya hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya .”

Peristiwa kurban mengingatkan kita kepada kepatuhan mutlak Nabi Ismail sebagai ayahnya Nabi Ibrahim as, ” sambung putra KH. Ubaidillah Faqih itu.

Selepas itu para santri mendapat makan gratis dari dapur umum pesantren dan beberapa pihak ndalem.

(Fq)

Tulisan Terkait

PERINGATAN 1000 HARI UST. H. SAIFUL BARRI

PERINGATAN 1000 HARI UST. H. SAIFUL BARRI

Telah genap sudah 1000 hari pasca kepergiannya sang Maestro Sholawat Langitan, Ustadz H. Saiful Barri semenjak Ahad, 13 Oktober 2019 silam. Memperingati atas 1000 hari almarhum menantu KH. Abdullah Faqih itu, Kamis, 21 Juli 2022 M./ 21 Dzulhijjah 1443 H. keluarga...

Gebyar Sholawat Bersama di Hari Raya

Gebyar Sholawat Bersama di Hari Raya

Setelah merayakan hari raya Idul Adha dan menyembelih hewan kurban. Pondok Pesantren Langitan mengadakan Gebyar Sholawat dalam rangka hari raya Idul Adha. Acara tersebut dilaksakanan pada hari Ahad Malam, (10/07). Para santri berholawat berjubel memakai baju...

KH. Yahya Cholil Staquf; Pentingnya Sanad Keilmuan

KH. Yahya Cholil Staquf; Pentingnya Sanad Keilmuan

Dalam seremoni pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Kesan ke-5 yang digelar di halaman Madrasah al-falahiyah (27/06/22), turut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf. Akan tetapi beliau tidak bisa menghadiri acara tersebut...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Komentar

Archives

Categories