Ngaji IHYA’ ( Tercelanya Dunia)

Penulis : admin

January 24, 2012

Ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang tercelanya dunia dan contoh – contohnya banyak. Kebanyakan Al Qur’an mengandung tercelanya dunia dan memalingkan manusia dari dunia serta mengajak mereka kepada akhirat. Bahkan itulah maksud dari para Nabi A.S. mereka tidak di kecuali untuk itu. Maka tidak perlu lagi membuktikan dengan ayat – ayat Al – Qur’an karena sudah jelasnya. Telah diriwayatkan bahwasanya Rosulullah SAW melewati seekor kambing yang sudah mati. Lalu beliau bersabda

. اترون هذه الشاة هينة على اهلها قالوا من هوانها القوها. قال والذى نفسى بيده للدنيا اهوان على الله من هذه الشاة على اهلها

 ولو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء

Artinya : tidaklah engkau melihat kambing ini hina bagi pemiliknya” para sahabat berkata” dari kehinaanya mereka melemparkan kambing itu” rosulullah Saw bersabda’ demi dzat yang menguasai jiwaku, sesungguhnya dunia itu lebih hina bagi Allah Ta’ala dari pada kambing ini bagi pemiliknya. Seandainya dunia itu seimbang pada sisi Allah dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak memberikan minum kepada orang kafir dari dunia seteguk air.

Rosulullah Saw Bersabda:

 

الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر

Dunia itu penjara bagi orang mu’min dan surge bagi orang kafir.

 

الدنيا ملعونة ملعون ما فيها الا ماكان لله منها

Artinya : dunia itu terlaknat apa yang ada di dalamnya kecuali apa yang karena Allah dari dunia itu.

 

من احب الدنياه اضر بأخرته ومن احب اخرته اضر بدنياه فأثروا ما يبقى على ما يفنى

Artinya :

Barang siapa yang mencintai dunianya  niscaya ia melaratkan kepada akhiratnya. Dan barang siapa yang mencintai akhirtanya, niscaya ia melaratkan dunianya. Maka utamakanlah apa yang kekal dari pada apa yang binasa.

 

حب الدنيا رأس كل خطيئة

Artnya : mencintai dunia itu pangkal setiap kesalahan.

 

Dunia itu dapat menjerumuskan seseorang jatuh pada hal yang syubuhat, kemudian kepada hal yang makruh dan kemudian kepada hal yang diharamkan. Dan dapat pula menjerumuskan seseorang jatuh pada kepada kekufuran. Bahkan semua umat manusia yang mendustakan kepada Nabinya itu sesungguhnya terdorong oleh kecintaan mereka terhadap dunia dan mengingkari apa yang di dawuhkan oleh Nabinya. Demikianlah yang diterangkan oleh dailami dalam kitab Al Firdaus’

Zaid bin Arqom berkata : kami berada bersama abu bakar Ash Shidiq RA. Kemudian beliau meminta minuman. Maka beliau diberi minuman air dan madu. Ketika minuman itu didekatkan di mulutnya, maka Abu Bakar menangis. Sehingga membuat para sahabatnya menangis dan menangis. Sehingga para sahabat menyangka bahwa diri mereka itu tidak mampu menanyakanya. Zaid Bin Arqom berkata “ kemudian Abu Bakar mengusap kedua matanya dan para sahabat berkata “ wahai Kholifah Rosulullah, Apakah yang menyebabkan engkau menangis ? Jawab Abu Bakar “ Aku bersama Rosulullah Saw. Maka aku melihatnya beliau menolak sesuatu dari dirinya. Dan aku tidak melihat seorangpun bersama beliau. Maka bertanya “ wahai Rosulullah apakah sesuatu yang engaku tolak darimu ? Jawab Rosulullah

 

هذه الدنيا مثلت لى فقلت لها اليك عنى ثم رجعت فقالت انك ان افلت منى لم يفلت منى من بعدك

Artinya :

Dunia telah menjelma dalam bentuknya kepadaku, maka aku berkata kepadanya : jauhlah engkau ! “ kemdudian dunia itu pergi dan kembali lagi kepadaku an berkata “ sesungguhnya jika engkau dapat menyelamatkan diri dari padaku, niscaya orang – orang sesudahmu tidak dapat menyelamatkan diri mereka dari padaku. ( 01. ….Bersambung) 

Tulisan Terkait

Membedakan Apa yang Dibenci dan Dicintai Allah

Membedakan Apa yang Dibenci dan Dicintai Allah

Orang yang cinta, tentu akan melakukan segala hal demi yang ia cintai dan takut jika ketahuan melakukan apa yang dibenci. Allah adalah Dzat yang Maha Melihat, Mengawasi dan Mengetahui. Dia tahu segala gerak dan semua yang terucap dari hambanya. Seorang saalik yang...

Menggali Makna Cobaan

  Setiap mukmin memiliki mimpi menjadi Ashabu al-Yamin yang dapat mengarungi seluruh waktu di akhirat dengan penuh kenikmatan, menerima balasan baik sebagai buah hasil kebaikan, dan yang paling utama adalah syahadah dengan sang pencipta, sebagai obat rindu penuh...

Menyelami Keagungan Nikmat Allah dalam Tafakkur

    Segala pujian taruntuk Dzat yang tak pernah bosan membagi nikmat bagi hambanya. Memberikan kebahagiaan bagi semuanya, menciptakan setiap keindahan dalam bayang-bayang dunia, bahkan setiap ciptaannya tidak luput dari guna dan manfaat untuk hambanya. Dia...

Harta Hanya di Tangan Bukan di Hati

Hidup memang sebuah ujian, hanya orang-orang yang benar-benar teguh iman saja yang dapat melewati ujian ini dengan baik. Mereka adalah orang-orang yang tidak tertipu oleh kilauan nikmat dunia yang begitu menggoda. Jika bisa di ibaratkan, dunia itu ibarat seorang...

Meraih Ilmu Manfaat

Dewasa ini, kemerosotan akhlaq umat Islam semakin tampak, mulai dari akhlaq kepada orang tua, guru bahkan kiai. Ini terjadi di samping karena kurangnya pengetahuan sifat sombong dalam diri manusia. Hasrat menjadi pribadi yang lebih baik kalah oleh kuatnya nafsu,...

Menyelami Keagungan Nikmat Allah Dalam Tafakkur

    Segala pujian taruntuk Dzat yang tak pernah bosan membagi nikmat bagi hambanya. Memberikan kebahagiaan bagi semuanya, menciptakan setiap keindahan dalam bayang-bayang dunia, bahkan setiap ciptaannya tidak luput dari guna dan manfaat untuk hambanya. Dia...

11 Comments

  1. paimin

    dunia bisa tercela banget, bisa juga jadi lahan kebaikan tergantung darimana seseorang memandang dan menilai…ini kan lagi mbahas tercelanya dunia
    (kados mekaten napa nggih…)

    Reply
    • maqdum

      Begitulah Mas Paimin… kalau kita membicarakan baiknya maka dimana kita akan berbenah diri namun kalau kita membicarakan jeleknya disitulah kita bisa mawas diri ..

      Reply
  2. aang.darmawan

    keberkatan kitabnya dan penulisnya (Syaikh Al-Ghazali) jg. amien.

    Reply
  3. aang.darmawan

    keberkatan kitabnya dan penulisnya (Syaikh Al-Ghazali) jg. amien.

    Reply
  4. aang.darmawan

    Yang istiqomah nulisnya ya kang, biar aq juga dapet keberkatannya?

    Reply
  5. dul jaki

    melu moco kang hehe

    Reply
    • maqdum

      monggo… semoga ada manfaatnya..

      Reply
  6. fauzi

    setelah saya membaca artikel di atas kok isinya tentang celaan dunya melulu apa tidak ada hal hal yang positif dari dunya ini, saya membaca majalah al -mu’tasim yang disampaikan oleh beliu KH.M.IHYA’ULUMUDDIN yang berjudul PRINSIP ISLAM DALAM BERGELUT DENGNA DUNIA, isinya bagaimana kita sebagai umat islam memandang dunia ini sebagai ladang usaha baik untuk kehidupan dunai maupun akherat. saya kira artikel artikel di atas tidak memberikan inspirasi bagaimana umat islam ini menjadi umat yang tangguh , secara ilmu, ekonomi, dan lain sebagainya .

    Reply
  7. fauzi

    setelah saya membaca artikel di atas kok isinya tentang celaan dunya melulu apa tidak ada hal hal yang positif dari dunya ini, saya membaca majalah al -mu’tasim yang disampaikan oleh beliu KH.M.IHYA’ULUMUDDIN yang berjudul PRINSIP ISLAM DALAM BERGELUT DENGNA DUNIA, isinya bagaimana kita sebagai umat islam memandang dunia ini sebagai ladang usaha baik untuk kehidupan dunai maupun akherat. saya kira artikel artikel di atas tidak memberikan inspirasi bagaimana umat islam ini menjadi umat yang tangguh , secara ilmu, ekonomi, dan lain sebagainya .

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Komentar

Archives

Categories