Ngaji Al-Hikam: Hikmah Ke-47, Mempererat Hubungan Persaudaraan

Penulis : Tim Admin

June 11, 2023

Dikatakan oleh Al-Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad, perumpamaan persaudaran karena Allah itu seperti halnya pohon. Kalau tidak disiram pasti akan mati. Jadi harus selalu disiram agar tetap hidup. Baik itu saudara dekat maupun saudara dalam agama, ataupun yang lain. Cara untuk menyambung tali persaudaraan tersebut dengan ziarah ataupun saling mendatangi (nyambangi), dan itulah perumpamaan air yang mampu membuat pohon senantiasa tetap hidup.

Ukhuwah akan tetap harmoni bila kita masih saling bertemu, bertanya kabar, dan saling tolong-menolong. Hal yang demikian ini layaknya pohon yang subur dan berbuah dikarenakan selalu disiram oleh air. Sebagai seorang santri sepatutnya kita masih selalu sambung tali persaudaraan dengan teman sekamar, guru, dan terlebih pada pengasuh pesantren kita. Jangan hanya ketika sudah bertahun-tahun baru sambang ke pondok, biasanya beliau para kiai akan lupa terhadap kita dan baru bisa ingat kembali ketika kita datang.

Cara lain agar hubungan tetap sambung adalah dengan mendatangi acara yang berkaitan dengan pondok, semacam haul ataupun yang lainnya. Meskipun pengasuh pondok kita telah wafat, namun beliau akan tetap tahu perihal kedatangan kita pada acara tersebut. Tak hanya itu, hubungan persaudaraan dengan teman juga akan tersambung kembali setelah sekian lama terpisahkan. Atau dengan cara yang lain, semacam mendatangi ke rumah guru-guru kita ataupun teman kita yang sudah hidup berkeluarga.

Walaupun kita telah menuntut ilmu hingga ke Timur Tengah, di saat kita telah pulang, tetaplah menganggap bahwa kita masih belum mempunyai ilmu apa-apa ketika berhadapan dengan guru kita. Karena jika kita merasa sombong telah mempunyai ilmu yang banyak, maka itu merupaka salah satu bukti dari ilmu yang tidak manfaat. (Arsyad)

Sumber: Ngaji Al-Hikam: Hikmah Ke-47/Langitantv

 

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer