<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Islam Bukan Agama Keturunan	</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2017 19:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>
		By: adi irwan		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2482</link>

		<dc:creator><![CDATA[adi irwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2013 07:16:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2482</guid>

					<description><![CDATA[assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

perkenalkan saya adi irwanto orang kota indramayu jawa barat saya hanya mau tanya saja 

- Apakah saya bisa masuk pondok pesantren ini ?
- Berapakah biaya untuk pemondokan ini ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh</p>
<p>perkenalkan saya adi irwanto orang kota indramayu jawa barat saya hanya mau tanya saja </p>
<p>&#8211; Apakah saya bisa masuk pondok pesantren ini ?<br />
&#8211; Berapakah biaya untuk pemondokan ini ?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Umam		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2481</link>

		<dc:creator><![CDATA[Umam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 14:34:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2481</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2475&quot;&gt;M.ridwan&lt;/a&gt;.

Buat m.ridwan klu anda memang sanggup melawan alqu&#039;an coba anda buktikan. Hanya orang2 yang tdk punya otak yg tdk bisa membuktkan kemukjizatan alqur&#039;an]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2475">M.ridwan</a>.</p>
<p>Buat m.ridwan klu anda memang sanggup melawan alqu&#8217;an coba anda buktikan. Hanya orang2 yang tdk punya otak yg tdk bisa membuktkan kemukjizatan alqur&#8217;an</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Islam Keturunan Ã‚Â« mamabojong		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2480</link>

		<dc:creator><![CDATA[Islam Keturunan Ã‚Â« mamabojong]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2012 12:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2480</guid>

					<description><![CDATA[[...] Almarhum Kiai Khos Langitan (KH. Abdullah Faqih) tentang Islam Bukan Agama Keturunan dalam Kakilangit, edisi-42, Ponpes Langitan Tuban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Almarhum Kiai Khos Langitan (KH. Abdullah Faqih) tentang Islam Bukan Agama Keturunan dalam Kakilangit, edisi-42, Ponpes Langitan Tuban [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: maqdum		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2479</link>

		<dc:creator><![CDATA[maqdum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 23:41:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2479</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2478&quot;&gt;wong cilik&lt;/a&gt;.

Wa&#039;aalikum salam..Saudara ku seiman.. Islam adalah agama yang benar dan hanya islam agama disisi Alloh .. keislaman kita tertiup semenjak kita lahir oleh orang tua kita, namun bukan berarti agama keturunan dari orang tua. kita iman karena kita yakin islam adalah haquddin ( agama yang Benar ) kepercayaan tidak akan terkalahkan dengan logika.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2478">wong cilik</a>.</p>
<p>Wa&#8217;aalikum salam..Saudara ku seiman.. Islam adalah agama yang benar dan hanya islam agama disisi Alloh .. keislaman kita tertiup semenjak kita lahir oleh orang tua kita, namun bukan berarti agama keturunan dari orang tua. kita iman karena kita yakin islam adalah haquddin ( agama yang Benar ) kepercayaan tidak akan terkalahkan dengan logika.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: wong cilik		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2478</link>

		<dc:creator><![CDATA[wong cilik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 20:47:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2478</guid>

					<description><![CDATA[assalam mualaikum wb.wr. pak apa jawaban kita ketika ditanya orang non muslim &quot;kenaqpa kamu islam, karena orang tua kamu islam? jadi kamu islam turunan&quot;. mohon jawabanya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalam mualaikum wb.wr. pak apa jawaban kita ketika ditanya orang non muslim &#8220;kenaqpa kamu islam, karena orang tua kamu islam? jadi kamu islam turunan&#8221;. mohon jawabanya</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: sapto mas		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2477</link>

		<dc:creator><![CDATA[sapto mas]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:14:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2477</guid>

					<description><![CDATA[Assalamu&#039;alaikum wr. wb.
&quot;Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah &quot;Laa Ilaaha Illa Allah&quot; maka akan masuk surga. Karena sudah nyata menjadi orang IslamÃ¢â‚¬Â. Kata Sayyidina Ali: Ã¢â‚¬Å“Sempurna-sempurnanya nikmat adalah mati dalam keadaan Islam&quot;. 
Dari teks diatas Tiada seorangpun yang tahu, akan Isi hati Nurani seseorang, dikala Dia (fulan) Menghadapi &quot;Sakratul maut&quot; (Kematian)dan itu yang tahu hanya dirinya sendiri, Malaikatnya dan Allah itu sendiri, maksudnya apa yang kita talqinkan kepada fulan bin fulan hanyalah sebuah Tarekat, Tarekah, sarana, jalan untuk bisa menentramkan &quot;Jiwa&quot; fulan bin fulan, dengan ayat : &quot;Bahkan Manusia itu akan menjadi saksi atas dirinya sendiri&quot; dari awal perjalanan Akhirat (Sakratul maut), fulan bin fulan telah melihat kitab di Lauh Mahfud yang ditulisnya dahulu kala, pada saat perjanjian dengan Kahliqnya (dalam Rahiem)apakah lakon hidupnya lebih banyak melanggar perintah ataukah lebih suka dengan perintah, atau ibaratnya apakah seseorang tadi senang menjalankan perintah-NYA atau senang Menjalankan Larangan-NYA, maka Alquran itu hanyalah sebuah User Guide (buku petunjuk) barang siapa yang senasng mengaji dan mengkaji maka dialah orang yang t4lah memilih jalan yang lurus yang artinya kata Sunan Kalijaga : Moco Qur&#039;an yo sakmanane bukan tafsirnya, melainkan makna, yang menjadikan pemahaman, keyakinan, haqul yaqin dan Ainul Yaqin, yaitu &quot;Tahu dengan sebenar-benarnya Tahu&quot;, Apa yang telah diturunkan dari Adam hingga Muhammad adalah Satu Tujuan Satu Jalan, Satu Tuhan. inilah yang benar yang datang dari tuhanmu dan tuhankan maka tercetuslah kalimat : Laa Ilaaha Illa Allah yang juga sudah diterjemahkan kepda Musa AS dalam 10 perintah Tuhan yang ayat pertama dan kedua : Akulah Tuhan Allahmu, Jangan ada Tuhan-Tuhan lain selain Aku baik dalam angan-angan, ujud, prasangkamu. apalagi diujudkan seperti sesembhan jaman jahiliyah (berhala)
Wasssalam]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
&#8220;Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah &#8220;Laa Ilaaha Illa Allah&#8221; maka akan masuk surga. Karena sudah nyata menjadi orang IslamÃ¢â‚¬Â. Kata Sayyidina Ali: Ã¢â‚¬Å“Sempurna-sempurnanya nikmat adalah mati dalam keadaan Islam&#8221;.<br />
Dari teks diatas Tiada seorangpun yang tahu, akan Isi hati Nurani seseorang, dikala Dia (fulan) Menghadapi &#8220;Sakratul maut&#8221; (Kematian)dan itu yang tahu hanya dirinya sendiri, Malaikatnya dan Allah itu sendiri, maksudnya apa yang kita talqinkan kepada fulan bin fulan hanyalah sebuah Tarekat, Tarekah, sarana, jalan untuk bisa menentramkan &#8220;Jiwa&#8221; fulan bin fulan, dengan ayat : &#8220;Bahkan Manusia itu akan menjadi saksi atas dirinya sendiri&#8221; dari awal perjalanan Akhirat (Sakratul maut), fulan bin fulan telah melihat kitab di Lauh Mahfud yang ditulisnya dahulu kala, pada saat perjanjian dengan Kahliqnya (dalam Rahiem)apakah lakon hidupnya lebih banyak melanggar perintah ataukah lebih suka dengan perintah, atau ibaratnya apakah seseorang tadi senang menjalankan perintah-NYA atau senang Menjalankan Larangan-NYA, maka Alquran itu hanyalah sebuah User Guide (buku petunjuk) barang siapa yang senasng mengaji dan mengkaji maka dialah orang yang t4lah memilih jalan yang lurus yang artinya kata Sunan Kalijaga : Moco Qur&#8217;an yo sakmanane bukan tafsirnya, melainkan makna, yang menjadikan pemahaman, keyakinan, haqul yaqin dan Ainul Yaqin, yaitu &#8220;Tahu dengan sebenar-benarnya Tahu&#8221;, Apa yang telah diturunkan dari Adam hingga Muhammad adalah Satu Tujuan Satu Jalan, Satu Tuhan. inilah yang benar yang datang dari tuhanmu dan tuhankan maka tercetuslah kalimat : Laa Ilaaha Illa Allah yang juga sudah diterjemahkan kepda Musa AS dalam 10 perintah Tuhan yang ayat pertama dan kedua : Akulah Tuhan Allahmu, Jangan ada Tuhan-Tuhan lain selain Aku baik dalam angan-angan, ujud, prasangkamu. apalagi diujudkan seperti sesembhan jaman jahiliyah (berhala)<br />
Wasssalam</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Epidianto		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2476</link>

		<dc:creator><![CDATA[Epidianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 10:35:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2476</guid>

					<description><![CDATA[Alhamdulillah sungguh nikmat yang luar biasa Islam yang kita peluk saat ini. Semoga kita semua bisa khusnul khotimah. Salam kenal dari Probolinggo.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah sungguh nikmat yang luar biasa Islam yang kita peluk saat ini. Semoga kita semua bisa khusnul khotimah. Salam kenal dari Probolinggo.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: M.ridwan		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2475</link>

		<dc:creator><![CDATA[M.ridwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 03:55:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2475</guid>

					<description><![CDATA[Muslim diselimuti oleh kebohongan. Karena bicara hal yang menentang Islam bisa dihukum mati, tak seorangpun berani mengatakan kebenaran. Mereka yang melakukannya tidak hidup lama. Mereka dengan cepat dibungkam. Jadi bagaimana bisa anda tahu kebenaran jika semua yang anda dengar Cuma kebohongan2? Disatu pihak Quran mengklaim sebagai mukjijat dan menantang setiap orang utk membuat Surah sepertinya: 
Ã¢â‚¬Å“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur&#039;an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur&#039;an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.Ã¢â‚¬Â Q2.23 
Tapi lalu memerintahkan pengikutnya utk membunuh siapa saja yang berani mengkritik atau menantangnya. Jika anda berani mengambil tantangan dan membuat surah sejelek Quran, anda akan dituduh telah mengejek Islam, dimana hukumannya adalah mati. Dalam atmosfir ketidak jujuran dan penipuan ini, kebenaran jadi korbannya. 
Rasa sakit karena berhadapan dengan kebenaran dan menyadari semua yg kita percaya Cuma bohong sangatlah menyengsarakan. Mekanisme dan cara alami satu-satunya utk menghadapi itu hanya penyangkalan. Penyangkalan menghilangkan rasa sakit. Sebuah berkat yang membuat nyaman, meski seperti menyembunyikan kepala dalam tanah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muslim diselimuti oleh kebohongan. Karena bicara hal yang menentang Islam bisa dihukum mati, tak seorangpun berani mengatakan kebenaran. Mereka yang melakukannya tidak hidup lama. Mereka dengan cepat dibungkam. Jadi bagaimana bisa anda tahu kebenaran jika semua yang anda dengar Cuma kebohongan2? Disatu pihak Quran mengklaim sebagai mukjijat dan menantang setiap orang utk membuat Surah sepertinya:<br />
Ã¢â‚¬Å“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur&#8217;an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur&#8217;an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.Ã¢â‚¬Â Q2.23<br />
Tapi lalu memerintahkan pengikutnya utk membunuh siapa saja yang berani mengkritik atau menantangnya. Jika anda berani mengambil tantangan dan membuat surah sejelek Quran, anda akan dituduh telah mengejek Islam, dimana hukumannya adalah mati. Dalam atmosfir ketidak jujuran dan penipuan ini, kebenaran jadi korbannya.<br />
Rasa sakit karena berhadapan dengan kebenaran dan menyadari semua yg kita percaya Cuma bohong sangatlah menyengsarakan. Mekanisme dan cara alami satu-satunya utk menghadapi itu hanya penyangkalan. Penyangkalan menghilangkan rasa sakit. Sebuah berkat yang membuat nyaman, meski seperti menyembunyikan kepala dalam tanah</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Muhammad Ridwan		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2474</link>

		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ridwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 09:38:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2474</guid>

					<description><![CDATA[Khadijah, istri pertama dari Muhammad, membeli seorang budak bernama Zayd Ibn Haritha yang kemudian diberikannya sebagai hadiah kepada suaminya, untuk menjadi pelayannya. Namun setelah Muhammad mendapat panggilan kenabian, dia membebaskan Zayd dan mengadopsinya sebagai anak di muka umum, dimana dia berkata, Ã¢â‚¬Å“Zayd adalah anakku, saya mewarisinya dan dia mewarisiku.Ã¢â‚¬Â Setelah itu, dia kemudian dikenal dengan sebutan Ã¢â‚¬Å“Zayd, anak dari Muhammad.Ã¢â‚¬Â Singkat cerita, akhirnya, Zainab menikahi Zayd atas desakan Muhammad. Namun yang terjadi kemudian sangatlah aneh, mengejutkan dan menjijikkan. Pernikahan Muhammad ke-4 adalah dengan Safiyah, anak perempuan dari Huyay, seorang Yahudi. Pada waktu itu adalah tahun ke-7 Hijrah, Setelah serangan tersebut, Dihya Al-Kalbi, meminta kepada Muhammad atas beberapa tawanan wanita. Muhammad mengatakan: Ã¢â‚¬Å“Pergilah dan ambillah siapapun yang sesuai denganmu.Ã¢â‚¬ÂDihya mengambil Safiyah, namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena salah seorang anak buah mengatakan kepada Muhammad: Ã¢â‚¬Å“Wahai, Rasul Allah, apakah engkau memberikan Safiyah kepada Dihya? Hanya engkaulah yang berhak mendapatkannya.Ã¢â‚¬Â Muhammad mengatakan: Ã¢â‚¬Å“Bawa Dihya dan Safiyah kemari.Ã¢â‚¬Â
Ketika mereka datang kehadapannya dan dia melihat Safiyah yang cantik, dia berkata kepada Dihya, Ã¢â‚¬Å“Pergi dan ambillah wanita lain.Ã¢â‚¬Â Dia kemudian memerintahkan pembantu perempuannya untuk menyiapkan Safiyah, sehingga dia dapat bersetubuh dengannya pada malam yang sama. Umm Salamah mendiskripsikan Safiyah demikian: Ã¢â‚¬Å“Saya tidak pernah melihat dalam hidup saya wanita yang lebih cantik dari Safiyah.Ã¢â‚¬Â
Ketika Muhammad menikahinya, Safiyah baru berumur 17 tahun, dan masih dalam bulan pertama pernikahannya dengan Kinana. Muhammad berumur enam puluh dua tahun. Dan tiga tahun kemudian Safiyah menjadi seorang janda untuk kedua kalinya, pada saat Muhammad meninggal. Namun, beda dengan janda sebelumnya, kali ini dia tidak diperbolehkan untuk menikah lagi. (Beginikah model perkawinan yang di sunnah-kan Nabinya?) Dan Muslim masih juga mengimani bahwa sang nabi menikahi banyak wanita Ã¢â‚¬â€œ sekalipun itu di bawah umur Ã¢â‚¬â€œ adalah untuk memperkuat ikatan Islam atau karena nabi berbelas kasihan kepada mereka? Namun pandangan saya sekarang jadi jelas dan saya lebih mengerti, ketika diperhadapkan dengan pernikahan Khadijah, Aisyah, Zainab, dan Safiyah.
Pernikahan yang ke-5 adalah dengan Juwairiyyah bint Al-Haris. Juwairiyyah berumur 20 tahun ketika Muhammad pada usia 59 menikahinya. (Juwairiyyah dinikahi satu tahun sebelum Safiyah). Aisyah, yang katanya dikenal sebagai Ã¢â‚¬Å“Ibu Orang BerimanÃ¢â‚¬Â mengkisahkanÃ¢â‚¬Â ceritanya:
Ã¢â‚¬Å“Ketika Rasul Allah (Muhammad) membagi-bagi tawanan dari anak-anak Mustaliq, Juwairiyyah diberikan kepada Thabit bin Qais.
Di manakah pertalian antara kaum Muslim dalam masing-masing pernikahan, terutama pernikahannya dengan seorang Yahudi? Apakah karena belas kasihan sehingga dia (Muhammad) menikahi bani asing, padahal dia telah menyogok Thabit dengan uang supaya dia membiarkannya sendiri? Ini adalah pertanyaan yang saya ajukan kepada kaum Muslim.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Khadijah, istri pertama dari Muhammad, membeli seorang budak bernama Zayd Ibn Haritha yang kemudian diberikannya sebagai hadiah kepada suaminya, untuk menjadi pelayannya. Namun setelah Muhammad mendapat panggilan kenabian, dia membebaskan Zayd dan mengadopsinya sebagai anak di muka umum, dimana dia berkata, Ã¢â‚¬Å“Zayd adalah anakku, saya mewarisinya dan dia mewarisiku.Ã¢â‚¬Â Setelah itu, dia kemudian dikenal dengan sebutan Ã¢â‚¬Å“Zayd, anak dari Muhammad.Ã¢â‚¬Â Singkat cerita, akhirnya, Zainab menikahi Zayd atas desakan Muhammad. Namun yang terjadi kemudian sangatlah aneh, mengejutkan dan menjijikkan. Pernikahan Muhammad ke-4 adalah dengan Safiyah, anak perempuan dari Huyay, seorang Yahudi. Pada waktu itu adalah tahun ke-7 Hijrah, Setelah serangan tersebut, Dihya Al-Kalbi, meminta kepada Muhammad atas beberapa tawanan wanita. Muhammad mengatakan: Ã¢â‚¬Å“Pergilah dan ambillah siapapun yang sesuai denganmu.Ã¢â‚¬ÂDihya mengambil Safiyah, namun kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena salah seorang anak buah mengatakan kepada Muhammad: Ã¢â‚¬Å“Wahai, Rasul Allah, apakah engkau memberikan Safiyah kepada Dihya? Hanya engkaulah yang berhak mendapatkannya.Ã¢â‚¬Â Muhammad mengatakan: Ã¢â‚¬Å“Bawa Dihya dan Safiyah kemari.Ã¢â‚¬Â<br />
Ketika mereka datang kehadapannya dan dia melihat Safiyah yang cantik, dia berkata kepada Dihya, Ã¢â‚¬Å“Pergi dan ambillah wanita lain.Ã¢â‚¬Â Dia kemudian memerintahkan pembantu perempuannya untuk menyiapkan Safiyah, sehingga dia dapat bersetubuh dengannya pada malam yang sama. Umm Salamah mendiskripsikan Safiyah demikian: Ã¢â‚¬Å“Saya tidak pernah melihat dalam hidup saya wanita yang lebih cantik dari Safiyah.Ã¢â‚¬Â<br />
Ketika Muhammad menikahinya, Safiyah baru berumur 17 tahun, dan masih dalam bulan pertama pernikahannya dengan Kinana. Muhammad berumur enam puluh dua tahun. Dan tiga tahun kemudian Safiyah menjadi seorang janda untuk kedua kalinya, pada saat Muhammad meninggal. Namun, beda dengan janda sebelumnya, kali ini dia tidak diperbolehkan untuk menikah lagi. (Beginikah model perkawinan yang di sunnah-kan Nabinya?) Dan Muslim masih juga mengimani bahwa sang nabi menikahi banyak wanita Ã¢â‚¬â€œ sekalipun itu di bawah umur Ã¢â‚¬â€œ adalah untuk memperkuat ikatan Islam atau karena nabi berbelas kasihan kepada mereka? Namun pandangan saya sekarang jadi jelas dan saya lebih mengerti, ketika diperhadapkan dengan pernikahan Khadijah, Aisyah, Zainab, dan Safiyah.<br />
Pernikahan yang ke-5 adalah dengan Juwairiyyah bint Al-Haris. Juwairiyyah berumur 20 tahun ketika Muhammad pada usia 59 menikahinya. (Juwairiyyah dinikahi satu tahun sebelum Safiyah). Aisyah, yang katanya dikenal sebagai Ã¢â‚¬Å“Ibu Orang BerimanÃ¢â‚¬Â mengkisahkanÃ¢â‚¬Â ceritanya:<br />
Ã¢â‚¬Å“Ketika Rasul Allah (Muhammad) membagi-bagi tawanan dari anak-anak Mustaliq, Juwairiyyah diberikan kepada Thabit bin Qais.<br />
Di manakah pertalian antara kaum Muslim dalam masing-masing pernikahan, terutama pernikahannya dengan seorang Yahudi? Apakah karena belas kasihan sehingga dia (Muhammad) menikahi bani asing, padahal dia telah menyogok Thabit dengan uang supaya dia membiarkannya sendiri? Ini adalah pertanyaan yang saya ajukan kepada kaum Muslim.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sapto Margono Soewito		</title>
		<link>https://langitan.net/islam-bukan-agama-keturunan/comment-page-1/#comment-2473</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sapto Margono Soewito]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 06:02:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1331#comment-2473</guid>

					<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam kenal untuk para pengasuh dan Sesepuh Langitan.net, saya juga punya darah Tuban yang nggak ngerti Tanah Airnya maka saya elihat Web ini saya tertarik untuk menyimak dan membaca tulisan-tulisan di web ini untuk menambah wawasan yang intinya akan menjadikan ILMU yang  bermafaat, perkenalkan:
Nama : Sapto Margono Soewito Bin Sarbini Hardjo Soewito, Bin Sastro Asto
Asal saya : Bapak Tuban (Winong),Ibu Blitar,
Saya lahir di Manado 45 tahun yang lalu
Agama masih seperti dulu : Islam
Tempat tinggal sekarang: Balikpapan
salam kenal semua para sahabat, kaum ulimin lan muslimat, Sesepuh Langitan, mugi-mugi selalu dalam lindungan Sang Moho Agung, Sang Moho LUHUR, lan Sang Moho Langgeng yang tidak lain dan tidak bukan Hanyalah ALLAH SWT SEMATA. Amin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.<br />
Salam kenal untuk para pengasuh dan Sesepuh Langitan.net, saya juga punya darah Tuban yang nggak ngerti Tanah Airnya maka saya elihat Web ini saya tertarik untuk menyimak dan membaca tulisan-tulisan di web ini untuk menambah wawasan yang intinya akan menjadikan ILMU yang  bermafaat, perkenalkan:<br />
Nama : Sapto Margono Soewito Bin Sarbini Hardjo Soewito, Bin Sastro Asto<br />
Asal saya : Bapak Tuban (Winong),Ibu Blitar,<br />
Saya lahir di Manado 45 tahun yang lalu<br />
Agama masih seperti dulu : Islam<br />
Tempat tinggal sekarang: Balikpapan<br />
salam kenal semua para sahabat, kaum ulimin lan muslimat, Sesepuh Langitan, mugi-mugi selalu dalam lindungan Sang Moho Agung, Sang Moho LUHUR, lan Sang Moho Langgeng yang tidak lain dan tidak bukan Hanyalah ALLAH SWT SEMATA. Amin</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
