Habib Mujataba: Pentingnya Muthala’ah dan Hafalan bagi Thalibul Ilmi

Penulis : Tim Admin

May 15, 2023

Taushiah: Habib Ahmad Mujtaba bib Shahab, Sekretaris Majelis Muwasholah Pusat Jakarta, mengingatkan pentingnya muthala’ah dan hafalan kepada santri saat mengujungi Pon. Pes. Langitan pada Sabtu, (13/5/23).

Habib Ahmad Mujtaba bin Syahab, Sekretaris Majelis Muwasholah Pusat Jakarta, mengingatkan pentingnya muthala’ah dan hafalan kepada santri saat mengujungi Pon. Pes. Langitan pada Sabtu, (13/5/23).

Menurut beliau, termasuk jiwa daripada seorang pelajar ilmu adalah melakukan muthala’ah dan muraja’ah. Lantas apa itu muthala’ah dan muraja’ah? Muthala’ah adalah mempelajari pelajaran yang akan diajarakan, sementara muraja’ah adalah mempelajari pelajaran yang telah diajarakan.

Pentingnya muthala’ah sendiri, kata Habib Mujataba, adalah agar suatu saat ketika pelajaran sedang diajarkan oleh ustadz, seorang santri sudah mempunyai gambaran mengenai pelajaran tersebut.

“Jadi ketika Engkau besok belajar suatu bab, maka malamnya pelajarilah bab tersebut, jadi pas besok ketika pelajaran tersebut diajarkan, Engkau sudah ada gambaran apa yang akan dijelaskan oleh ustadz.” Terang beliau.

“Setelah mengaji dari ustadz itu Engkau ulangi lagi setidaknya sekali. Jangan kitab itu cuma dibuka di kelas.”

“Habib Hasan Asy-Syatiri pernah bilang, mengulangi pelajaran yang lalu itu lebih penting daripada mengambil pelajaran yang baru.” Sambung beliau.

Selain itu, Habib Mujtaba juga menjelaskan bahwa kegiatan muthala’ah dan muraja’ah ini juga dilakukan oleh imam-imam besar. Imam Abu Ishaq Asyairozi, pengarang kitab Muhadzab dan Tanbih pernah ditanya perihal bagaimana ia bisa mempunyai ilmu yang banyak tersebut. Beliau pun menjawab, “Aku mendapatkan ilmu ini dengan muthala’ah dan muraja’ah sebanyak seribu kali.”

“Habib Muhammad Al-Haddar juga demikian, beliau tidak mau hadir dalam majelis ilmu sebelum membaca pelajaran tersebut sebanyak 40 kali.”

“Sayyidil Habib Umar pernah berkata, jangan pernah hadir dalam majelis ilmu kecuali sudah baca pelajaran tersebut paling tidak tiga kali.” Kata beliau.

Lalu Habib Mujtaba menerangkan perihal pentingnya seorang santri agar menghafal ilmu yang dipelajarinya. Karena dengan menghafal ilmu, maka ilmu akan senantiasa bersama santri tersebut.

Dahulu kala diceritakan bahwa pernah terjadi perdebatan di antara ulama Mauritania yang suka menghafal dan ulama Mesir. Saat malam hari, ketika sedang beradu argumen dengan sengit, tiba-tiba lampu mati. Dan para ulama Mesir terdiam, sementara itu, dari pihak ulama Mauritania tetap melanjutkan perdebatan dengan lancar karena mereka hafal argumen-argumen yang disampaikan.

“Sedangkan ulama setempat bingung dan diam. Hilang ilmunya karena mati lampu, karena tidak hafal. Maka ketika Engkau menghafal, ilmu akan senantiasa bersamamu.” Pungkas Habib Mujtaba.

Tulisan Terkait

Tim Jejak Langit

Tim Jejak Langit

Tim Jejak Langit dibentuk dengan tujuan menggali sejarah dan membuka tabir cakrawala pemikiran Pondok Pesantren Langitan. Bagaimana awal lembaga ini terbentuk, siapa tokoh-tokohnya lalu bagaimana corak pemikirannya. Serta merunut  jejaring silsilah emas geneologisnya....

PP. Langitan Kembali Adakan Perlombaan M2QK

PP. Langitan Kembali Adakan Perlombaan M2QK

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan para santri, Pondok Pesantren Langitan kembali mengadakan perlombaan Musabaqah Muhafadzah Qiroatul Kutub (M2QK) di Halaman Madrasah Al-Falahiyah pada Kamis, 23-24 November 2023. M2QK sendiri merupakan perlombaan yang...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komentar

Posting Populer