<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taushiyah Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/category/taushiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/category/taushiyah/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Aug 2024 04:59:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Taushiyah Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/category/taushiyah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Para Habaib Hadiri Langitan Bershalawat, Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih: Semoga Para Santri Mendapat Keberkahan</title>
		<link>https://langitan.net/para-habaib-hadiri-langitan-bershalawat-syaikhina-kh-abdullah-habib-faqih-semoga-para-santri-mendapat-keberkahan/</link>
					<comments>https://langitan.net/para-habaib-hadiri-langitan-bershalawat-syaikhina-kh-abdullah-habib-faqih-semoga-para-santri-mendapat-keberkahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 04:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[haul akbar langitan 54]]></category>
		<category><![CDATA[Haul Langitan 54]]></category>
		<category><![CDATA[langitan bershalawat]]></category>
		<category><![CDATA[Sambutan]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Usai sukses melaksanakan Acara Inti Haul Akbar Langitan ke-54 yang berlangsung pada Kamis siang, 15 Agustus 2024, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Langitan Bershalawat yang dilangsungkan pada Kamis malam Jumat. Kegiatan Langitan Bershalawat dalam rangka Haul Akbar Langitan ke-54 tersebut tidak saja diikuti oleh para santri dan alumni, juga dihadiri oleh para Habaib dan ulama. Adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/para-habaib-hadiri-langitan-bershalawat-syaikhina-kh-abdullah-habib-faqih-semoga-para-santri-mendapat-keberkahan/">Para Habaib Hadiri Langitan Bershalawat, Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih: Semoga Para Santri Mendapat Keberkahan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224988" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224988" class="wp-image-224988 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-1024x682.jpeg" alt="Para Habaib Hadiri Langitan Bershalawat, Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih: Semoga Para Santri Mendapat Keberkahan" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-1536x1023.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45-1080x720.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-20-at-18.13.45.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224988" class="wp-caption-text"><strong>Langitan Bershalawat:</strong> Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih memberikan sambutan dalam Langitan Bershalawat dalam rangka Haul Akbar Langitan ke-54, Kamis, (15/8).</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Usai sukses melaksanakan Acara Inti Haul Akbar Langitan ke-54 yang berlangsung pada Kamis siang, 15 Agustus 2024, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Langitan Bershalawat yang dilangsungkan pada Kamis malam Jumat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan Langitan Bershalawat dalam rangka Haul Akbar Langitan ke-54 tersebut tidak saja diikuti oleh para santri dan alumni, juga dihadiri oleh para Habaib dan ulama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adalah Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih, Majelis Masyayikh sekaligus putra Pemimpin Ponpes Langitan terdahulu, Syaikhina KH. Abdullah Faqih, yang membuka secara langsung acara Langitan Bershalawat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sambutannya, Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para Habaib di Langitan Bershalawat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Alhamdulillah, </span><em><span style="font-weight: 400;">tasyarrafna wa tasarrafa hadzal ma’had bi hudlurihim sayyida saadatina habaib al kirom</span></em><span style="font-weight: 400;">. Mudah-mudahan menambah keberkahan kita semua, menambah keberkahan pondok,” ungkap Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih diikuti gema kata amin dari para hadirin yang mengikuti Langitan Bershalawat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiai Dullah, panggilan akrab beliau, juga mengungkapkan harapannya semoga semua rangkaian Haul Akbar Langitan ke-54 bisa <em>maqbul</em> diterima Allah dan sampai pada para seluruh masyayikh Pondok Pesantren Langitan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mudah-mudahan dengan keberkahan-keberkahan ini semua akan memantul pada kita semua yang hadir. Utamanya (atas) kehadiran para Habaib yang luar biasa tanpa terduga-duga,” lanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiai Dullah juga memohon doa restu dari para Habaib agar semua para santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Langitan mendapatkan keberkahan. Sehingga, para santri nantinya bisa membawa ilmu yang barokah dan bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Semoga para </span><em><span style="font-weight: 400;">thalabah</span></em><span style="font-weight: 400;">, santri-santri bisa menjadi penerus perjuangan (Islam) yang menggembirakan Baginda Rasulullah saw,” harap Kiai Dullah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kesempatan tersebut Kiai Dullah juga menjelaskan bahwa membaca shalawat merupakan salah satu ajaran para masyayikh Langitan sebagai bentuk kecintaan para Rasulullah Muhammad saw.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Acara Langitan Bershalawat dalam rangka Haul Akbar Langitan ini pun dipimpin langsung oleh para Habaib yang dalam kesempatan kali ini dipimpin oleh Habib Haidar al-Haddad yang membacakan Shalawat <em>Simtud Duror.</em></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tak lupa, Kiai Dullah juga menyampaikan rasa terima kasih pada semua pihak termasuk para muhibbin yang telah turut serta mensukseskan rangkaian Haul Akbar Langitan ke-54 di tahun 2024 kali ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Mari kita mulai bersama-sama dengan bacaan shalawat. Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad,” Kiai Dullah menutup sambutannya.</span></p>
<p><strong>Penulis:</strong> <span style="font-weight: 400;">M. Fathur Rohman</span></p>
<p><strong>Editor:</strong> <span style="font-weight: 400;">M. Abdullah Al Faiq</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe title="🔴 Live Langitan Bershalawat Dalam Rangka Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Langitan ke 54" width="1080" height="608" src="https://www.youtube.com/embed/h_Reo_bS4-w?start=3578&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/para-habaib-hadiri-langitan-bershalawat-syaikhina-kh-abdullah-habib-faqih-semoga-para-santri-mendapat-keberkahan/">Para Habaib Hadiri Langitan Bershalawat, Syaikhina KH. Abdullah Habib Faqih: Semoga Para Santri Mendapat Keberkahan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/para-habaib-hadiri-langitan-bershalawat-syaikhina-kh-abdullah-habib-faqih-semoga-para-santri-mendapat-keberkahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi: Orang yang Ahli Bahtsul Masail dan yang Tidak Itu Berbeda</title>
		<link>https://langitan.net/syaikhina-kh-muhammad-ali-marzuqi-orang-yang-ahli-bahtsul-masail-dan-yang-tidak-itu-berbeda/</link>
					<comments>https://langitan.net/syaikhina-kh-muhammad-ali-marzuqi-orang-yang-ahli-bahtsul-masail-dan-yang-tidak-itu-berbeda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 07:50:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahtsul Masail Kesan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[jalsah pertama]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah kh. ali marzuqi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis, 8 Agustus 2024 – Dalam sambutan hangat dan penuh semangat menjelang Jalsah Pertama Bahtsul Masail Kesan Nasional yang diselenggarakan di Gedung Kesan Langitan Pusat, Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi memberikan tausiah berharga kepada para peserta. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan perbedaan signifikan antara mereka yang ahli dalam Bahtsul Masail dengan mereka yang tidak. “Alhamdulillah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-muhammad-ali-marzuqi-orang-yang-ahli-bahtsul-masail-dan-yang-tidak-itu-berbeda/">Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi: Orang yang Ahli Bahtsul Masail dan yang Tidak Itu Berbeda</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224820" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224820" class="wp-image-224820 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-1024x682.jpeg" alt="Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi: Orang yang Ahli Bahtsul Masail dan yang Tidak Itu Berbeda" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-1536x1024.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-2048x1365.jpeg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-08-at-13.44.18-1-1080x720.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224820" class="wp-caption-text">Foto: Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi saat memberikan tausiah dalam Bahtsul Masail Kesan Nasional yang diselenggarakan di Gedung Kesan Langitan Pusat, Kamis (8/8).</p></div>
<p><strong>Kamis, 8 Agustus 2024</strong> – Dalam sambutan hangat dan penuh semangat menjelang Jalsah Pertama Bahtsul Masail Kesan Nasional yang diselenggarakan di Gedung Kesan Langitan Pusat, Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi memberikan tausiah berharga kepada para peserta. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan perbedaan signifikan antara mereka yang ahli dalam Bahtsul Masail dengan mereka yang tidak.</p>
<p>“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul di majelis yang Insya Allah penuh dengan berkah dan manfaat untuk kita semua. Sebab, Bahtsul Masail ini Insya Allah akan membawa kita menuju pemahaman agama yang luar biasa,” ujar Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi dalam pidatonya.</p>
<p>Beliau menjelaskan bahwa “Jadi orang yang ahli Bahtsul Masail dan yang tidak ahli itu berbeda,” menegaskan bahwa pemahaman dalam fikih akan lebih mendalam dan cepat bagi mereka yang serius dan telaten mengikuti Bahtsul Masail. “Maka bersyukurlah kalian yang aktif dalam Bahtsul Masail. Kalian berada dalam jalur yang benar, memupuk ilmu yang bermanfaat.”</p>
<p>Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi juga berbagi pengalaman pribadi, mengungkapkan bahwa meskipun beliau sudah berusia lanjut dan banyak tugas lain di luar, semangat untuk ber-Bahtsul Masail tetap harus ada. “Yang penting adalah semangat. Jangan kendor, jangan malas. Faedah Bahtsul Masail itu besar, bahkan kehadiran kita di sini sudah menambah faedah, Insya Allah menambah ilmu.”</p>
<p>Beliau mengingatkan hadirin untuk selalu menghindari rasa malas dan bosan dalam beramal baik, seperti yang diajarkan oleh Said bin Zubair. “Kalau kita sudah mengamalkan suatu kebaikan, termasuk Bahtsul Masail, jangan ada sifat malas dan bosan. Semangat adalah kunci.”</p>
<p>Di akhir sambutannya, Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi menyampaikan harapan agar acara Bahtsul Masail ini bisa berlangsung terus menerus, memberikan hasil yang bermanfaat, dan membawa berkah bagi peserta dan masyarakat. “Selamat ber-Bahtsul Masail. Semoga menghasilkan <em>muqorrorot</em> (ketetapan) yang bisa diandalkan dan dipercaya, serta memberikan manfaat untuk kita semua.”</p>
<p>Dengan semangat yang membara, Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi mendorong semua peserta untuk terus meningkatkan semangat dan komitmen mereka dalam Bahtsul Masail, agar bisa membawa dampak positif yang signifikan bagi diri sendiri dan masyarakat.</p>
<p><strong>Pewarta: Mahirur Riyadl</strong><br />
<strong>Editor: M. Abdulloh Al Faiq</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-muhammad-ali-marzuqi-orang-yang-ahli-bahtsul-masail-dan-yang-tidak-itu-berbeda/">Syaikhina KH. Muhammad Ali Marzuqi: Orang yang Ahli Bahtsul Masail dan yang Tidak Itu Berbeda</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/syaikhina-kh-muhammad-ali-marzuqi-orang-yang-ahli-bahtsul-masail-dan-yang-tidak-itu-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih: Jadilah Santri yang Jujur!</title>
		<link>https://langitan.net/syaikhina-kh-ubaidillah-faqih-jadilah-santri-yang-jujur/</link>
					<comments>https://langitan.net/syaikhina-kh-ubaidillah-faqih-jadilah-santri-yang-jujur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 03:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kh. ubaidillah faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Santri Langitan]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah kh. ubaidillah faqih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224684</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Jadikan dirimu itu seorang santri yang siddiq (jujur). Jangan kau bohongi niat mulia kamu dari rumah.”  Begitulah kurang lebih kata Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih, Majelis Masyayikh Langitan saat pengajian sore di Musala Agung Selasa, (16/7/2024). “Banyak orang itu pura-pura. Kadang-kadang santri saja tidak jujur, buktinya kamu niat dari pondok, ingin cepat-cepat bisa dapat ilmu, ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-ubaidillah-faqih-jadilah-santri-yang-jujur/">Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih: Jadilah Santri yang Jujur!</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224686" style="width: 1034px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224686" class="wp-image-224686 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-1024x682.jpeg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-1536x1023.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07-1080x720.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-19-at-20.30.07.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224686" class="wp-caption-text"><strong>Tausiah Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih:</strong> Jadilah Santri yang Jujur! (Dok. Istimewa)</p></div>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-weight: 400;">“Jadikan dirimu itu seorang santri yang </span><span style="font-weight: 400;"><em>siddiq</em> </span><span style="font-weight: 400;">(jujur). Jangan kau bohongi niat mulia kamu dari rumah.” </span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">Begitulah kurang lebih kata Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih, Majelis Masyayikh Langitan saat pengajian sore di Musala Agung Selasa, (16/7/2024).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">“Banyak orang itu pura-pura. Kadang-kadang santri saja tidak jujur, buktinya kamu niat dari pondok, ingin cepat-cepat bisa dapat ilmu, ternyata kamu di pondok tidak sungguh-sungguh, tidak jujur. Kadang malah membohongi dirinya sendiri, kiainya dibohongi, gurunya dibohongi, satu pondok dibohongi.” lanjut Kiai Ubaid, sapaan akrab beliau.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">Beliau juga menyoroti perilaku para santri yang khidmah di pondok tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-weight: 400;">“Banyak santri </span><em><span style="font-weight: 400;">gak patek temen-temen </span></em><span style="font-weight: 400;">(bersungguh-sungguh), </span><em><span style="font-weight: 400;">dolanan</span></em><span style="font-weight: 400;">, keluyuran. Apalagi kalau sudah di pondok sambil kerja, nunggu warung, ikut khodam sana, khodam sini, keluyuran tok setiap hari.” sorot beliau.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">Memang khidmah itu bagus dan diperlukan, lanjut Kiai Ubaid, tetapi pokok dari tujuan kamu mondok itu ya mencari ilmu. Hal ini jangan diabaikan, karena jika diabaikan, misalnya kamu menjadi khodam tapi sekolah seenaknya, belajar seenaknya, keluar seenaknya, tidak pamit. Maka inilah yang akan membuat kamu menyesal di masa mendatang.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-weight: 400;">“Lha kalau begitu, kapan dapatnya ilmu manfaat? Kapan kamu dapat </span><em><span style="font-weight: 400;">futuh</span></em><span style="font-weight: 400;">? walaupun hal tersebut ada embel-embel khidmahnya, tapi perbuatan kamu itu menjadikan tidak ridhonya kiai.” tegas beliau.</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Kiai Ubaid juga menerangkan keutamaan orang yang takut kepada Allah Swt. Menurut beliau orang yang takut kepada Allah secara sungguh-sungguh akan mendapatkan segala kebaikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">“Jadi orang kalau sudah takutnya sungguh-sungguh kepada Allah Swt, bukan takut karena yang lain, hanya takut kepada Allah nanti kamu akan mendapatkan segala kebaikan, karena ketakutanmu kepada Allah yang sungguh-sungguh tadi.” terang Kiai Ubaid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">“Kalau orang sudah takutnya kepada Allah saja, maka ia tidak takut kepada siapa saja. Kalau orang itu takutnya sungguh-sungguh kepada Allah maka makhluk apapun akan takut kepadanya.” pungkas beliau. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400; color: #000000;">Pewarta: Mahir Riyadl </span></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-ubaidillah-faqih-jadilah-santri-yang-jujur/">Syaikhina KH. Ubaidillah Faqih: Jadilah Santri yang Jujur!</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/syaikhina-kh-ubaidillah-faqih-jadilah-santri-yang-jujur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tausiah Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih: Apa lagi yang Kita Cari di Dunia ini Selain Ridha Allah dan Rasul-Nya</title>
		<link>https://langitan.net/tausiah-syaikhina-kh-mashum-faqih-apa-lagi-yang-kita-cari-di-dunia-ini-selain-ridha-allah-dan-rasul-nya/</link>
					<comments>https://langitan.net/tausiah-syaikhina-kh-mashum-faqih-apa-lagi-yang-kita-cari-di-dunia-ini-selain-ridha-allah-dan-rasul-nya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 08:13:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[gus mashum]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Ma’shum Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224642</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Apa lagi yang kita cari di dunia ini selain ridha Allah, ridha Rasulullah saw, ridhanya ulama dan para kiai kita semua&#8221; Begitulah kurang lebih kata Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih, Majelis Masyayikh Langitan dalam salah satu tausiahnya di Majelis Rutinan Malam Kamis Wage pada Rabu (30/8/23). &#8220;Tidak ada lagi selain itu, amal jenengan, shalat jenengan, wiridan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-syaikhina-kh-mashum-faqih-apa-lagi-yang-kita-cari-di-dunia-ini-selain-ridha-allah-dan-rasul-nya/">Tausiah Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih: Apa lagi yang Kita Cari di Dunia ini Selain Ridha Allah dan Rasul-Nya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224643" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224643" class="wp-image-224643 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-1024x682.jpeg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-1536x1023.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02-1080x720.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-13-at-15.07.02.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224643" class="wp-caption-text">Foto Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih. (Dok. Media Dakwah Langitan)</p></div>
<p>&#8220;Apa lagi yang kita cari di dunia ini selain ridha Allah, ridha Rasulullah saw, ridhanya ulama dan para kiai kita semua&#8221;</p>
<p>Begitulah kurang lebih kata Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih, Majelis Masyayikh Langitan dalam salah satu tausiahnya di Majelis Rutinan Malam Kamis Wage pada Rabu (30/8/23).</p>
<p>&#8220;Tidak ada lagi selain itu, amal jenengan, shalat jenengan, wiridan jenengan, ngaji jenengan, apa saja semuanya itu sangat sedikit tidak ada apa-apanya dibanding rahmatnya Allah, syafaat Rasulullah saw, dan ridha para kiai kita semua&#8221; kata Gus Ma&#8217;shum, sapaan akrab beliau.</p>
<p>Gus Ma&#8217;shum juga mengingatkan kalau kita ini manusia yang lemah, sering khilaf, dan tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi karena guru-guru kita semua akhirnya kita bisa tahu ilmu agama dan perintah Allah Swt dengan benar dan tertib. Hal ini merupakan bentuk kemuliaan yang Allah Swt berikan kepada kita.</p>
<p>&#8220;Kita semua ini manusia yang khilaf, manusia yang dhoif, manusia yang tidak bisa apa-apa, tetapi karena guru-guru kita semua, kita panjenengan ini termasuk orang yang dimuliakan Allah Swt, diberitahu ilmu agama, diajari bagaimana cara menjalani agama, menjalani perintah Allah dengan benar dan tertib, kemuliaan ini tidak bisa dibeli dengan apapun&#8221; tegas Gus Ma&#8217;shum.</p>
<p>Lebih lanjut beliau melarang mempunyai sifat sombong seperti membangga-banggakan nasab dan jabatan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai punya sifat sombong, seperti kita ini anak siapa, keturunan siapa, itu semua tidak ada apa-apanya kalau tidak punya iman yang kuat. Mau punya kekayaan dunia sebesar gunung Uhud, mau punya jabatan setinggi bulan, itu semua tidak ada apa-apanya&#8221; kata Gus Ma&#8217;shum.</p>
<p>Keturunan dan nasab, lanjut beliau, itu cuma kebetulan karena cuma ada tanda lahir dan darah yang mengalir itu saja. Makanya nasab tidak bisa diandalkan, karena hal tersebut cuma kebetulan sebagai tanda kita ini anaknya itu, anaknya ini.</p>
<p>&#8220;Tetapi yang bisa diandalkan hanya iman yang kuat dalam diri kita sendiri, hanya dari dari hal tersebut yang bisa menyelamatkan kita. Jangan mengandalkan keturunan dan nasab, entah itu keturunan sultan, siapa saja kalau tidak punya iman di hati, cinta kepada Rasulullah, tawadhu kepada kiai dan habaib maka itu semua tidak ada apa-apanya, tidak memberikan apapun kepada kalian&#8221; pungkas Gus Ma&#8217;shum.</p>
<p>Pewarta: Mahir Riyadl</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-syaikhina-kh-mashum-faqih-apa-lagi-yang-kita-cari-di-dunia-ini-selain-ridha-allah-dan-rasul-nya/">Tausiah Syaikhina KH. Ma&#8217;shum Faqih: Apa lagi yang Kita Cari di Dunia ini Selain Ridha Allah dan Rasul-Nya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tausiah-syaikhina-kh-mashum-faqih-apa-lagi-yang-kita-cari-di-dunia-ini-selain-ridha-allah-dan-rasul-nya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tausiah Habib Mustafa Al-Idrus: Beratnya Tugas Ulama di Zaman Sekarang</title>
		<link>https://langitan.net/tausiah-habib-mustafa-al-idrus-beratnya-tugas-ulama-di-zaman-sekarang/</link>
					<comments>https://langitan.net/tausiah-habib-mustafa-al-idrus-beratnya-tugas-ulama-di-zaman-sekarang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 10:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[beratnya tugas ulama]]></category>
		<category><![CDATA[habib mustafa al idrus]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[tugas ulama]]></category>
		<category><![CDATA[walimatul 'ursy]]></category>
		<category><![CDATA[zaman sekarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu, Habib Mustafa Al-Idrus memberikan tausiah di Walimatul &#8216;Ursy Agus H. Muhammad Yasin &#38; Ning Halimatus Sa&#8217;diyyah, tepatnya pada Kamis pagi, (14/12/23) yang diselenggarakan di halaman Madrasah Al-Falahiyah. Dalam tausiahnya tersebut, Habib Mustafa menyoroti perilaku maksiat yang timbul dari pergaulan bebas dan fitnah-fitnah yang berkembang akhir-akhir ini. Menurut beliau, dunia yang sekarang ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-mustafa-al-idrus-beratnya-tugas-ulama-di-zaman-sekarang/">Tausiah Habib Mustafa Al-Idrus: Beratnya Tugas Ulama di Zaman Sekarang</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224483" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224483" class="wp-image-224483 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa-1080x720.jpg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/Habib-Mustafa.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224483" class="wp-caption-text">Foto: Habib Mustafa Al-Idrus sedang memberikan tausiah di Walimatul &#8216;Ursy Agus H. Muhammad Yasin &amp; Ning Halimatus Sa&#8217;diyyah, tepatnya pada Kamis pagi, (14/12/23) yang diselenggarakan di halaman Madrasah Al-Falahiyah.</p></div>
<p>Beberapa hari lalu, Habib Mustafa Al-Idrus memberikan tausiah di Walimatul &#8216;Ursy Agus H. Muhammad Yasin &amp; Ning Halimatus Sa&#8217;diyyah, tepatnya pada Kamis pagi, (14/12/23) yang diselenggarakan di halaman Madrasah Al-Falahiyah.</p>
<p>Dalam tausiahnya tersebut, Habib Mustafa menyoroti perilaku maksiat yang timbul dari pergaulan bebas dan fitnah-fitnah yang berkembang akhir-akhir ini. Menurut beliau, dunia yang sekarang ini berbeda dengan dunia zaman dahulu.</p>
<p>&#8220;Dahulu maksiat itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, sekarang malah diviralkan, bahkan maksiat yang terjadi itu tidak hanya di antara lelaki dan perempuan, tetapi lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan, atau disebut LGBT,&#8221; ungkap Habib Mustafa.</p>
<p>Atas hal tersebut, Habib Mustafa menjelaskan bahwa tugasnya para ulama dan kiai tambah berat. Bahkan diperparah dengan banyaknya ulama yang sudah wafat.</p>
<p>&#8220;Tugasnya para ulama dan kiai artinya tambah berat. Ketika tugas tambah berat, banyak ulama dan kiai sepuh yang sudah wafat, apalagi kemarin dengan kejadian Corona, berapa ratus ulama dan kiai yang telah wafat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengan kejadian yang terjadi, semoga para ulama dan kiai yang masih ada diberi panjang umur semua, khususnya Kiai Anwar Mansur, Kiai Yani, Kiai Sadid, Kiai Said dan semua para kiai yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Semoga semua panjang umur, bisa membimbing masyarakat,&#8221; lanjut beliau.</p>
<p>Habib Mustafa juga menyoroti banyaknya fitnah yang muncul akhir-akhir ini. Beliau menganggap bahwa fitnah sudah dibangunkan, bahkan lebih dahsyat, padahal siapapun yang membangunkan fitnah, maka dia adalah orang yang terkutuk.</p>
<p>&#8220;Masyarakat sekarang dalam keadaan kebingungan, dan fitnah ada di mana-mana. Sebenarnya fitnah itu sedang tidur saudara, terkutuklah orang-orang yang membangunkan fitnah. Sekarang malah bukan membangunkan, malah diviralkan, bahkan lebih dahsyat, fitnah sampai di mana-mana dengan segala cara,&#8221; terang Habib Mustafa.</p>
<p>Beliau juga mengkhawatirkan banyaknya fitnah saat mendekati suasana kontestasi Pemilu 2024, serta perbedaan sebagian kiai dengan kiai yang lain dalam mengangkat salah satu calon pemimpin tertentu.</p>
<p>Dalam hal ini, beliau beranggapan bahwa perbedaan antar kiai dalam mendukung salah satu calon pemimpin itu berkah dan membawa kebaikan.</p>
<p>&#8220;Perbedaan kiai, ada yang di sini, ada yang di sana, ada yang di sono, insyaallah tetap membawa kebaikan. Siapa pun yang nantinya akan menang, di sisinya pasti ada kiainya.&#8221;</p>
<p>Kalau pandangannya positif, lanjut beliau, cara berpikirnya baik, maka tidak terlalu su&#8217;udzon. Kalau ada salah satu kiai di sana, salah satu yang lain di sini, insyaallah mewarnai. Apalagi kalau ada pejabat meminta pendapat kiai, maka alhamdulillah.</p>
<p>&#8220;Coba bayangkan kalau pejabatnya tidak mau sowan kepada kiai, justru yang masuk malah nasehat-nasehat yang salah. Maka pejabat yang ke kiai sana dapat nasehat baik, yang ke kiai sini, dapat juga nasehat yang baik. Insyaallah semua membawa manfaat,&#8221; pungkas beliau. (riy).</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-mustafa-al-idrus-beratnya-tugas-ulama-di-zaman-sekarang/">Tausiah Habib Mustafa Al-Idrus: Beratnya Tugas Ulama di Zaman Sekarang</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tausiah-habib-mustafa-al-idrus-beratnya-tugas-ulama-di-zaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tausiah Habib Hadi Al-Idrus: Keutamaan Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal</title>
		<link>https://langitan.net/tausiah-habib-hadi-al-idrus-keutamaan-mendoakan-orang-tua-yang-sudah-meninggal/</link>
					<comments>https://langitan.net/tausiah-habib-hadi-al-idrus-keutamaan-mendoakan-orang-tua-yang-sudah-meninggal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 03:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Hadi Al Idrus]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdullah Munif Marzuqi]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan 100 hari]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224412</guid>

					<description><![CDATA[<p>Habib Hadi Al-Idrus dari Pasuruan memberikan tausiah dalam peringatan 100 hari Almaghfurlah KH. Abdullah Munif Marzuqi, Jumat (27/10/23). Dalam tausiahnya, beliau menjelaskan tentang keutamaan mendoakan orang tua. Menurut Habib Hadi, mendoakan orang tua akan mendapatkan fadhilahnya birrul walidain. “Lebih-lebih kalau kita mendoakan ahli kubur, dan itu orang tua kita, selain kita mendapatkan keutamaan mendoakan ahli [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-hadi-al-idrus-keutamaan-mendoakan-orang-tua-yang-sudah-meninggal/">Tausiah Habib Hadi Al-Idrus: Keutamaan Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224419" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224419" class="wp-image-224419 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-1024x682.jpeg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-1536x1023.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22-1080x720.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/11/WhatsApp-Image-2023-11-01-at-10.04.22.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224419" class="wp-caption-text">Foto: Habib Hadi Al-Idrus dari Pasuruan memberikan tausiah dalam peringatan 100 hari Almaghfurlah KH. Abdullah Munif Marzuqi, Jumat (27/10/23).</p></div>
<p>Habib Hadi Al-Idrus dari Pasuruan memberikan tausiah dalam peringatan 100 hari Almaghfurlah KH. Abdullah Munif Marzuqi, Jumat (27/10/23).</p>
<p>Dalam tausiahnya, beliau menjelaskan tentang keutamaan mendoakan orang tua. Menurut Habib Hadi, mendoakan orang tua akan mendapatkan fadhilahnya <em>birrul walidain.</em></p>
<p>“Lebih-lebih kalau kita mendoakan ahli kubur, dan itu orang tua kita, selain kita mendapatkan keutamaan mendoakan ahli kubur maka kita juga mendapatkan fadhilahnya<em> birrul walidain.</em>” terang Habib Hadi.</p>
<p>“Karena<em> birrul walidain</em> itu nggak di semasa hidupnya saja, sepeninggal orang tua kita masih berkesempatan <em>birrul walidain</em>.” Lanjutnya</p>
<p>Beliau juga menyebutkan cara <em>birrul walidain</em> kepada orang tua yang sudah meninggal. Di antara cara yang disebut Habib Hadi adalah dengan mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah.</p>
<p>“Pernah ada sahabat Rasulullah yang bertanya kepada beliau tentang cara <em>birrul walidain</em> kepada orang tua yang sudah meninggal, maka Rasulullah saw memerintahkannya untuk selalu mendoakan kedua orang tua dan memohonkannya ampun.”</p>
<p>Habib Hadi juga menyebutkan cara lain <em>birrul walidain</em> kepada orang tua yang sudah meninggal yaitu dengan menziarahi kuburnya.</p>
<p>“Cara<em> birrul walidain</em> yang lain sepeninggal orang tua adalah menziarahi kuburnya.“ Sebut beliau.</p>
<p>“Kita jangan sampai tidak menziarahi orang tua sepeninggalnya, karena itu menyakitinya. Sebab, orang tua itu tetap sama seperti hidupnya walaupun sudah meninggal. Mereka mengetahui kalau sedang diziarahi.” lanjutnya.</p>
<p>Terakhir, beliau memperingatkan agar jangan sampai seseorang tidak mendoakan orang tua, karena orang yang tidak mendoakan kedua orang tuanya akan mengalami kesulitan dalam hidupnya.</p>
<p>“Ketika seorang tidak mendoakan orang tua maka akan menyebabkan kita kesulitan hidup.” kata Habib Hadi.</p>
<p>“Oleh karena itu, kita harus mendoakan orang tua secara istikamah, minimal setiap selesai shalat lima waktu, baik yang masih hidup, lebih-lebih yang sudah wafat.” pungkas beliau. (Riy)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-hadi-al-idrus-keutamaan-mendoakan-orang-tua-yang-sudah-meninggal/">Tausiah Habib Hadi Al-Idrus: Keutamaan Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tausiah-habib-hadi-al-idrus-keutamaan-mendoakan-orang-tua-yang-sudah-meninggal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Syaikh Anas Ash-Syarfawi: Kesinambungan antara Murid dengan Guru</title>
		<link>https://langitan.net/kunjungan-syaikh-anas-ash-syarfawi-kesinambungan-antara-murid-dengan-guru/</link>
					<comments>https://langitan.net/kunjungan-syaikh-anas-ash-syarfawi-kesinambungan-antara-murid-dengan-guru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 11:37:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[suriah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh anas]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh anas syriah]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224329</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Selasa, (12/09/23) Pondok Pesantren Langitan kedatangan tamu mulia dari Negeri Syiria, beliau adalah Syaikh Anas Ash-Syarfawi. Sebelum memasuki kawasan pondok, terlebih dahulu beliau sempatkan berziarah ke maqbarah masyayikh. Dalam kunjungannya, beliau mengatakan di depan para santri bahwasanya Pondok Pesantren Langitan adalah pondok yang berkah dan bercahaya. Dikarenakan banyak ulama-ulama besar yang pernah menimba ilmu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kunjungan-syaikh-anas-ash-syarfawi-kesinambungan-antara-murid-dengan-guru/">Kunjungan Syaikh Anas Ash-Syarfawi: Kesinambungan antara Murid dengan Guru</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_224330" style="width: 1034px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224330" class="wp-image-224330 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-1024x682.jpeg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-1536x1023.jpeg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29-1080x720.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-21-at-18.35.29.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-224330" class="wp-caption-text">Foto: Syaikh Anas As-Syarfawi sedang memberi taushiah dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Langitan pada Selasa, (12/09/23).</p></div>
<p>Selasa, (12/09/23) Pondok Pesantren Langitan kedatangan tamu mulia dari Negeri Syiria, beliau adalah Syaikh Anas Ash-Syarfawi. Sebelum memasuki kawasan pondok, terlebih dahulu beliau sempatkan berziarah ke maqbarah masyayikh.</p>
<p>Dalam kunjungannya, beliau mengatakan di depan para santri bahwasanya Pondok Pesantren Langitan adalah pondok yang berkah dan bercahaya. Dikarenakan banyak ulama-ulama besar yang pernah menimba ilmu di sini seperti KH. Hasyim Asy’ari, oleh karena itu pondok seperti inilah yang memperbaiki aqidah-aqidah kita semua.</p>
<p>Baru-baru Ini beliau menyelesaikan daurah kitab karangan KH. Hasyim Asy’ari dan beliau melihat secara langsung bagaimana semangat KH. Hasyim Asy’ari terhadap manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.</p>
<p>Tak hanya itu, beliau juga memandang dalam segi adab bahwasanya di Pondok Pesantren Langitan sendiri para santri begitu semangatnya dalam memuliakan para guru dan dan para Masyayikh.</p>
<p>Beliau kemudian mengambil suatu kisah dari Imam Qusyairi di suatu kitab dalam Maktabah Islam yang dinamakan <em>Risalah Qusyairiyah</em> yang dikarang oleh Al-Imam Abdul Karim ibn Hawazin Al-Qusyairi yang ahli ilmu terlebih ilmu kalam.</p>
<p>Imam Qusyairi mempunyai seorang guru yang sangat dicintainya, dan cinta beliau sangat fana. Guru beliau bernama Syaikh Abu Ali Ad-Daqaq. Guru beliau ini merupakan salah satu imam mutakallimin dan termasuk thabaqah yang kedua dari <em>Thabaqah Asyyairah</em>. Dan guru Imam Qusyairi lainnya dalam ilmu Hadis adalah Al-Imam Al-Kusmaimi yang merupakan salah satu perawi kitab <em>Shahih Bukhari</em>.</p>
<p>Sebagaimana tadi disampaikan bahwasanya Imam Qusyairi adalah imam ahli hadis juga imam ahlussunnah, dan beliau sangat cinta kepada gurunya, Syekh Abu Ali Ad-Daqaq, dan gurunya juga cinta kepada Imam Qusyairi, akhirnya beliau dinikahkan dengan putrinya yang mana mempunyai julukan Naisabur,  juga seorang ahli hadist Naisabur. Dari mereka akhirnya mempunyai enam anak dan kesemua anak tersebut merupakan perawi-perawi hadis yang luar biasa.</p>
<p>Salah satu contoh muamalah Imam Qusyairi kepada gurunya, Syekh Abu Ali Ad-Daqaq yang patut diteladani adalah ketika masih nyantri dulu, beliau bercerita bahwasanya ketika hendak menemui gurunya, beliau mandi dahulu seperti mandi sebelum Salat Jumat dan menyebut istighfar seraya bertaubat kepada Allah Swt. Ketika sampai, beliau menunggu di depan pintu lama seraya mengetuk pintu dan kemudian masuk lewat pintu madrasah. Ketika sampai di madrasah beliau merasakan seakan-akan kehilangan semua dan tidak sadarkan diri, bahkan hingga ada seseorang yang melukainya, beliau tidak akan merasakannya.</p>
<p>Beliau berkata kepada dirinya sendiri, bahkan bila Nabi Muhammad saw datang di hadapanku saat ini, apakah aku bisa memuliakannya sama halnya kepada guruku, Syekh Abu Ali Ad-Daqaq. Beliau merasakan hal tersebut tidaklah terjadi.</p>
<p>Dari cerita tersebut kita dapat mengambil pelajaran sebuah hubungan yang sangat sempurna antara murid dengan guru.</p>
<p>Di penghujung tausiah beliau berdoa agar Allah Swt memberkahi pondok ini, kesejahteraan dan juga ‘<em>afiyah</em> kepada para guru-guru kita. (Ars)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kunjungan-syaikh-anas-ash-syarfawi-kesinambungan-antara-murid-dengan-guru/">Kunjungan Syaikh Anas Ash-Syarfawi: Kesinambungan antara Murid dengan Guru</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kunjungan-syaikh-anas-ash-syarfawi-kesinambungan-antara-murid-dengan-guru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tausiah Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdlor: Ini Acara Mengenang Para Pewaris Nabi</title>
		<link>https://langitan.net/tausiah-habib-hasan-bin-ismail-al-muhdlor-ini-acara-mengenang-para-pewaris-nabi/</link>
					<comments>https://langitan.net/tausiah-habib-hasan-bin-ismail-al-muhdlor-ini-acara-mengenang-para-pewaris-nabi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Sep 2023 12:39:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[habib hasan bin ismail al muhdhor]]></category>
		<category><![CDATA[haul akbar 53]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[pewaris nabi]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah habib hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Gebyar Shalawat yang dilaksanakan pada malam hari setelah Acara Inti Haul Akbar Masyayikh Langitan ke-53, Kamis (31/08), Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdlor Probolinggo menyampaikan tausiah kepada para hadirin. Beliau menyebut jika acara pada malam ini merupakan acara milik umat Islam. “Acara malam hari ini, acara haul sesepuh Langitan, para pengasuh pondok pesantren yang berkah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-hasan-bin-ismail-al-muhdlor-ini-acara-mengenang-para-pewaris-nabi/">Tausiah Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdlor: Ini Acara Mengenang Para Pewaris Nabi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-224302 aligncenter" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03-1024x576.jpeg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03-1024x576.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03-300x169.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03-768x432.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03-1080x607.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-03-at-19.38.03.jpeg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Dalam Gebyar Shalawat yang dilaksanakan pada malam hari setelah Acara Inti Haul Akbar Masyayikh Langitan ke-53, Kamis (31/08), Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdlor Probolinggo menyampaikan tausiah kepada para hadirin. Beliau menyebut jika acara pada malam ini merupakan acara milik umat Islam.</p>
<p>“<em>Acara malam hari ini, acara haul sesepuh Langitan, para pengasuh pondok pesantren yang berkah ini, adalah acara umat Islam. Karena kita mengenang para pewaris-pewaris Nabi Muhammad saw. Para ulama pewaris nabi adalah syiar agama Allah</em>.”</p>
<p>Habib Hasan kemudian menjelaskan, siapakah orang yang disebut mengagungkan syiar-syiarnya Allah? Beliau mengutip keterangan dari gurunya, Habib Umar bin Hafidz, “<em>Siapa yang mengagungkan sya’airallah, dikatakan oleh Sayyidi Habib Umar, sya’airillah ay a’lamu diinih, simbol-simbol agama. Dan salah satu simbol agama adalah para ulama, para shalihin, para auliya. Maka acara ini merupakan bentuk takwa kita kepada Allah Ta’ala. Sehingga mudah-mudahan seperti Allah anugerahkan kita untuk mencintai mereka, untuk hadir di acara-acara yang mengenang mereka, Allah muliakan kita untuk bisa mengikuti mereka.</em>”</p>
<p>“<em>Acara ini adalah memperingati ilmu, memperingati akhlak, memperingati tawaduk, memperingati mahabbah kepada Nabi Muhammad saw, dan keluarga nabi Muhammad saw</em>.” lanjut Habib Hasan.</p>
<p>Pengasuh Pondok Nurul Iman Krejengan itu juga menceritakan bagaimana sikap yang dimiliki oleh Almaghfurlah KH. Abdullah Faqih, “<em>Kita lihat bagaimana KH. Abdullah Faqih, masyaallah, ilmu yang begitu luas, akhlak yang begitu indah, istiqamah yang begitu hebat, tawaduk, zuhud. Sampai sekarang rumahnya itu ada, dari kayu, masyaallah. Bawahnya dulu itu masih tanah. Mudah-mudahan kita dapat barakahnya beliau.</em>”</p>
<p>“<em>Saya hadir di sini, untuk mengambil berkah pondok ini, untuk mengambil berkah para ulama, orang-orang mulia yang dihauli di sini. Mudah-mudahan kita pulang membawa barakah, insyaallah. Ilmu yang sedikit ini diberkahi oleh Allah Swt. Dan ditutup acara haul yang dimulai Bahtsul Masail, ziarah, tahlil, malam ini ditutup dengan shalawat kepada Nabi Muhammad</em>.” Sambung beliau.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-habib-hasan-bin-ismail-al-muhdlor-ini-acara-mengenang-para-pewaris-nabi/">Tausiah Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdlor: Ini Acara Mengenang Para Pewaris Nabi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tausiah-habib-hasan-bin-ismail-al-muhdlor-ini-acara-mengenang-para-pewaris-nabi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tausiah KH. Abdullah Habib Faqih: Shalawat Kita itu Pasti Sampai kepada Kanjeng Nabi!</title>
		<link>https://langitan.net/tausiah-kh-abdullah-habib-faqih-shalawat-kita-itu-pasti-sampai-kepada-kanjeng-nabi/</link>
					<comments>https://langitan.net/tausiah-kh-abdullah-habib-faqih-shalawat-kita-itu-pasti-sampai-kepada-kanjeng-nabi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 10:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdullah Habib Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Rutinan Malam Jumat Legi]]></category>
		<category><![CDATA[tausiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=223897</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sesungguhnya shalawat yang kalian baca kepada Nabi itu pasti tersampaikan kepada beliau, dan Nabi menjawab salam kalian.&#8221; Begitulah kurang lebih tausiah yang disampaikan KH. Abdullah Habib Faqih saat acara rutinan setiap malam Jumat Legi yang diselenggarakan di Mushala Agung pada Kamis, (8/6/23). &#8220;Kalau kalian tidak percaya, sudah banyak bukti dan cerita yang menandakan bahwa shalawat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-kh-abdullah-habib-faqih-shalawat-kita-itu-pasti-sampai-kepada-kanjeng-nabi/">Tausiah KH. Abdullah Habib Faqih: Shalawat Kita itu Pasti Sampai kepada Kanjeng Nabi!</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_223898" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-223898" class="wp-image-223898 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih-1024x576.jpeg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih-1024x576.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih-300x169.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih-768x432.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih-1080x607.jpeg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/06/KH.-Abdullah-Habib-Faqih.jpeg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-223898" class="wp-caption-text"><strong>Tausiah:</strong> KH. Abdullah Habib Faqih memberikan tausiah kepada para santri di tengah berjalannya acara rutinan yang digelar setiap malam Jumat Legi di Mushala Agung Kamis, (8/6/23).</p></div>
<p>&#8220;Sesungguhnya shalawat yang kalian baca kepada Nabi itu pasti tersampaikan kepada beliau, dan Nabi menjawab salam kalian.&#8221; Begitulah kurang lebih tausiah yang disampaikan KH. Abdullah Habib Faqih saat acara rutinan setiap malam Jumat Legi yang diselenggarakan di Mushala Agung pada Kamis, (8/6/23).</p>
<p>&#8220;Kalau kalian tidak percaya, sudah banyak bukti dan cerita yang menandakan bahwa shalawat yang dibaca seseorang kepada Nabi Muhammad saw itu pasti sampai kepada beliau,&#8221; lanjut beliau.</p>
<p>Di antara bukti tersebut, terdapat cerita yang masyhur dan populer, yaitu ceritanya seseorang yang dapat membayar hutang gara-gara bershalawat kepada Nabi, padahal sebelumnya ia mempunyai hutang yang amat banyak.</p>
<p>Cerita tersebut terjadi pada masa kekhilafahan Turki Utsmani, yang mana saat itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid.</p>
<p>“Diceritakan bahwa ada seorang yang mempunyai hutang sebesar 500 dinar kepada para tetangganya. Hutang tersebut sudah jatuh tempo untuk dibayar, tetapi orang itu tidak mempunyai apa-apa untuk membayarnya.” Akhirnya, ia pun mempunyai inisiatif untuk meminjam kepada orang kaya sebesar 500 dinar.</p>
<p>“Wahai Saudaraku, aku ingin meminjam uang 500 dinar,” kata seorang itu.</p>
<p>“Apa jaminanmu bila tidak bisa membayar hutang ini?” Tanya si kaya yang meragukan orang tersebut, sebab jumlah hutang yang sangat besar.</p>
<p>“Jaminanku adalah Nabi Muhammad, yaitu aku siap tidak diakui umatnya Nabi Muhammad bila aku tidak bisa membayarnya,” tegas orang tersebut.</p>
<p>Setelah menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran, proses hutang tersebut selesai dan pada saat itu juga, seseorang yang mempunyai hutang dalam jumlah besar itu membayar hutang-hutangnya.</p>
<p>Selang tiga bulan, saat sudah jatuh tempo pembayaran, si kaya tadi menagih hutangnya kepada seseorang tersebut, tetapi lagi-lagi jawabannya sama, ia tidak punya apa-apa. Mendapat jawaban seperti itu, si kaya pun langsung membawanya ke pengadilan untuk dimintai pertanggungjawaban, yang akhirnya orang tersebut ditahan karena tidak bisa membayar hutang-hutangnya.</p>
<p>Di tengah proses penahanan, orang tersebut meminta kepada hakim untuk diperbolehkan pulang sebentar, ia ingin pamit kepada anak istrinya, baru kemudian ia kembali dan menjalani proses penahanan.</p>
<p>Tetapi sang hakim tidak lantas percaya, sang hakim bertanya kepada orang tersebut mengenai jaminan apa yang akan diberikan bila ia mengingkari janjinya, alias tidak kembali menjalani proses penahanan itu. Lagi-lagi orang tersebut menjawab.</p>
<p>“Jaminanku adalah Nabi Muhammad, bila aku tidak kembali maka aku siap tidak diakui sebagai umatnya nabi,” ujarnya yang membuat hakim percaya dan membiarkannya.</p>
<p>Setelah orang tersebut pulang dan bertemu anak istrinya, ia menceritakan perihal penahanannya tadi, dan pada malam itu, ia bersama istrinya bersepakat untuk membaca shalawat bersama sebelum tidur, sebanyak-banyaknya. Di tengah proses pembacaan itu, ia tertidur dan mendapati dalam mimpinya, ia bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Lalu beliau Nabi Muhammad saw berkata kepada orang tersebut:</p>
<p>“Wahai Fulan, besok datangilah rajamu dan katakanlah padanya bahwa aku memerintahkannya untuk membayari hutang-hutangmu, serta sampaikan salamku padanya. Apabila rajamu bertanya apa buktinya, maka jawablah padanya bahwa ia tadi malam membaca shalawat kepadaku sebanyak 1000 kali tetapi ia ragu apakah sudah mencapai seribu. Katakan padanya bahwa shalawat yang ia baca sudah benar sampai 1000. Sampaikan!”</p>
<p>Saat ia sudah terbangun dari tidurnya, ia bergegas pergi ke rajanya tersebut dan menyampaikan apa yang dialaminya semalam.</p>
<p>Mendengar cerita orang tidak dikenal itu, sang raja langsung menangis dan memeluk orang tersebut, karena sebenarnya, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai amalan membaca shalawat setiap malam sebanyak seribu kali, dan kebetulan pada malam itu, ia bimbang apakah sudah seribu apa belum. Akhirnya sang raja pun memberikan uang kepada orang tersebut untuk melunasi hutangnya dan memberi uang tambahan sebesar 2500 dinar.</p>
<p>Setelah mendapat uang dari sang raja, orang itu lantas pergi ke pengadilan untuk membayar hutang-hutangnya, tetapi saat bertemu dengan hakim, tiba-tiba sang hakim langsung memeluknya dan memberikan uang sebanyak 500 dinar kepadanya.</p>
<p>“Alhamdulillah, gara-gara Engkau, tadi malam aku bertemu Nabi Muhammad, kemudian beliau memerintahkanku untuk membayar hutangmu dan berkata, kalau Kau membayar hutangnya orang tersebut aku akan memberi syafaat kepadamu dan membereskan urusanmu di akhirat,” cerita sang hakim dengan bahagia.</p>
<p>Kemudian setelah itu, si kaya yang dihutangi tiba-tiba datang dan memeluk orang tersebut, ia membebaskan hutangnya dan malah memberi uang 500 dinar kepada orang tersebut secara cuma-cuma seraya bercerita sebagaimana yang diceritakan oleh sang hakim.</p>
<p>“Cerita itu merupakan bukti dan dalil kalau shalawatnya umat Nabi Muhammad itu sampai kepada beliau,” jelas KH. Abdullah Habib Faqih kemudian.</p>
<p>Oleh karena itu, Nabi Muhammad berkata, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat atau di malamnya, sesungguhnya bacaan shalawat kalian itu ditampakkan kepadaku.” Lantas para sahabat bertanya, “Wahai Nabi, bagaimana shalawat ditampakkan kepadamu, sementara Engkau sendiri sudah meninggal?” Nabi pun berkata, “Sesungguhnya para nabi itu tidak mati, mereka hidup dan shalawat yang kalian baca itu sampai kepadaku.”</p>
<p>“Maka dari itu, ini supaya menjadi motivasi agar kita selalu menghadirkan hati setiap membaca shalawat, dan Allah Swt memerintahkan kita membaca shalawat setiap shalat menggunakan kalimat khitob &#8220;االسلام عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته&#8221;. Menggunakan ”ك” tidak &#8220;عليه&#8221; ataupun &#8220;علي النبي&#8221;, yang bermakna &#8220;kamu&#8221; sekaligus dapat diartikan bahwa orang tersebut ada dan hadir dalam pembicaraan.”</p>
<p>“Karena memang benar, Nabi Muhammad masih hidup dan hadir, kalau para nabi seperti Nabi Isa yang datang saat shalat dengan Baitul Maqdis, bagaimana dengan ruh Nabi Muhammad saw, yang lebih mampu lagi untuk mengembara ke tempat-tempat di mana shalawat dibacakan?”</p>
<p>“Maka yakinlah, ketika shalawat dibacakan, Rasulullah saw benar-benar hadir di antara kita,” pungkas KH. Abdullah Habib Faqih. (Riy)</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tausiah-kh-abdullah-habib-faqih-shalawat-kita-itu-pasti-sampai-kepada-kanjeng-nabi/">Tausiah KH. Abdullah Habib Faqih: Shalawat Kita itu Pasti Sampai kepada Kanjeng Nabi!</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tausiah-kh-abdullah-habib-faqih-shalawat-kita-itu-pasti-sampai-kepada-kanjeng-nabi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Habib Mujataba: Pentingnya Muthala’ah dan Hafalan bagi Thalibul Ilmi</title>
		<link>https://langitan.net/habib-mujataba-pentingnya-muthalaah-dan-hafalan-bagi-thalibul-ilmi/</link>
					<comments>https://langitan.net/habib-mujataba-pentingnya-muthalaah-dan-hafalan-bagi-thalibul-ilmi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 May 2023 10:21:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Mujtaba]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=223858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Habib Ahmad Mujtaba bin Syahab, Sekretaris Majelis Muwasholah Pusat Jakarta, mengingatkan pentingnya muthala’ah dan hafalan kepada santri saat mengujungi Pon. Pes. Langitan pada Sabtu, (13/5/23). Menurut beliau, termasuk jiwa daripada seorang pelajar ilmu adalah melakukan muthala’ah dan muraja’ah. Lantas apa itu muthala’ah dan muraja&#8217;ah? Muthala’ah adalah mempelajari pelajaran yang akan diajarakan, sementara muraja&#8217;ah adalah mempelajari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/habib-mujataba-pentingnya-muthalaah-dan-hafalan-bagi-thalibul-ilmi/">Habib Mujataba: Pentingnya Muthala’ah dan Hafalan bagi Thalibul Ilmi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_223859" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-223859" class="wp-image-223859 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/05/DSC01054-1-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-223859" class="wp-caption-text"><strong>Taushiah</strong>: Habib Ahmad Mujtaba bib Shahab, Sekretaris Majelis Muwasholah Pusat Jakarta, mengingatkan pentingnya muthala’ah dan hafalan kepada santri saat mengujungi Pon. Pes. Langitan pada Sabtu, (13/5/23).</p></div>
<p>Habib Ahmad Mujtaba bin Syahab, Sekretaris Majelis Muwasholah Pusat Jakarta, mengingatkan pentingnya muthala’ah dan hafalan kepada santri saat mengujungi Pon. Pes. Langitan pada Sabtu, (13/5/23).</p>
<p>Menurut beliau, termasuk jiwa daripada seorang pelajar ilmu adalah melakukan muthala’ah dan muraja’ah. Lantas apa itu muthala’ah dan muraja&#8217;ah? Muthala’ah adalah mempelajari pelajaran yang akan diajarakan, sementara muraja&#8217;ah adalah mempelajari pelajaran yang telah diajarakan.</p>
<p>Pentingnya muthala’ah sendiri, kata Habib Mujataba, adalah agar suatu saat ketika pelajaran sedang diajarkan oleh ustadz, seorang santri sudah mempunyai gambaran mengenai pelajaran tersebut.</p>
<p>“Jadi ketika Engkau besok belajar suatu bab, maka malamnya pelajarilah bab tersebut, jadi pas besok ketika pelajaran tersebut diajarkan, Engkau sudah ada gambaran apa yang akan dijelaskan oleh ustadz.” Terang beliau.</p>
<p>“Setelah mengaji dari ustadz itu Engkau ulangi lagi setidaknya sekali. Jangan kitab itu cuma dibuka di kelas.”</p>
<p>“Habib Hasan Asy-Syatiri pernah bilang, mengulangi pelajaran yang lalu itu lebih penting daripada mengambil pelajaran yang baru.” Sambung beliau.</p>
<p>Selain itu, Habib Mujtaba juga menjelaskan bahwa kegiatan muthala’ah dan muraja&#8217;ah ini juga dilakukan oleh imam-imam besar. Imam Abu Ishaq Asyairozi, pengarang kitab Muhadzab dan Tanbih pernah ditanya perihal bagaimana ia bisa mempunyai ilmu yang banyak tersebut. Beliau pun menjawab, “Aku mendapatkan ilmu ini dengan muthala’ah dan muraja’ah sebanyak seribu kali.”</p>
<p>“Habib Muhammad Al-Haddar juga demikian, beliau tidak mau hadir dalam majelis ilmu sebelum membaca pelajaran tersebut sebanyak 40 kali.”</p>
<p>“Sayyidil Habib Umar pernah berkata, jangan pernah hadir dalam majelis ilmu kecuali sudah baca pelajaran tersebut paling tidak tiga kali.” Kata beliau.</p>
<p>Lalu Habib Mujtaba menerangkan perihal pentingnya seorang santri agar menghafal ilmu yang dipelajarinya. Karena dengan menghafal ilmu, maka ilmu akan senantiasa bersama santri tersebut.</p>
<p>Dahulu kala diceritakan bahwa pernah terjadi perdebatan di antara ulama Mauritania yang suka menghafal dan ulama Mesir. Saat malam hari, ketika sedang beradu argumen dengan sengit, tiba-tiba lampu mati. Dan para ulama Mesir terdiam, sementara itu, dari pihak ulama Mauritania tetap melanjutkan perdebatan dengan lancar karena mereka hafal argumen-argumen yang disampaikan.</p>
<p>“Sedangkan ulama setempat bingung dan diam. Hilang ilmunya karena mati lampu, karena tidak hafal. Maka ketika Engkau menghafal, ilmu akan senantiasa bersamamu.” Pungkas Habib Mujtaba.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/habib-mujataba-pentingnya-muthalaah-dan-hafalan-bagi-thalibul-ilmi/">Habib Mujataba: Pentingnya Muthala’ah dan Hafalan bagi Thalibul Ilmi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/habib-mujataba-pentingnya-muthalaah-dan-hafalan-bagi-thalibul-ilmi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
