<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Berakhirnya ekonomi (The end of economics)	</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/berakhirnya-ekonomi-the-end-of-economics/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/berakhirnya-ekonomi-the-end-of-economics/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Nov 2017 19:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>
		By: mas fafa		</title>
		<link>https://langitan.net/berakhirnya-ekonomi-the-end-of-economics/comment-page-1/#comment-2251</link>

		<dc:creator><![CDATA[mas fafa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 03:43:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=348#comment-2251</guid>

					<description><![CDATA[Celakanya, negara kita adalah bagian dari sistem keungan dunia yang tidak adil dan tidak bermoral itu. Selain tentu saja kemiskinan (lebih dari 100jt warga kita miskin) banyak sekali hal yang tidak ideal yang harus ditelan apa adanya, suka atau tidak. 
Setiap tahun negara2 macam Indoneisa harus menumpuk dan terus menambah hutangnya kepada Bank Sentral. Ini karena negara tidak mempunyai hak untuk mencetak uang. Jadi uang kertas yang beredar dan kita gunakan, statusnya dipinjam oleh negara dengan bunga tertentu. Amerika merupakan negara penghutang terbesar yang &quot;tidak mungkin&quot; membayar hutangnya. 
Bagaimana dengan PESANTREN.... yang jelas, sistem ekonomi hari ini membuat ilmu2 di pesantren MATI KUTU...ya, tepatnya ilmu mu&#039;amalah. Sia-sia teori-teori ekonomi dibaca dan diajarkan kepada santri, ilmu2 itu hanya berhenti di lembaran2 kitab kuning, di mulut-mulut pembacanya, tapi tak bisa diaplikasikan di lapangan...di kehidupan nyata. Ekonomi Islam hanyalah hayalan... Kasian sekali, bukankah ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon tak berbuah...meranggas...kemudian ditebang jadi kayu bakar.
Hati-hati kawan...the end of economic juga bisa terkait dengan THE END OF PESANTREN...10 tahun terakhir,,,pesantren mengalami penurunan jumlah santri yang sangat signifikan... Pesantren Lirap di Kebumen misalnya, kini tinggal 30-an santri........dan banyak contoh2 pesantren yang mulai kehilangan peminatnya sedikit demi sedikit...
Semoga bisa menjadi bahan renungan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Celakanya, negara kita adalah bagian dari sistem keungan dunia yang tidak adil dan tidak bermoral itu. Selain tentu saja kemiskinan (lebih dari 100jt warga kita miskin) banyak sekali hal yang tidak ideal yang harus ditelan apa adanya, suka atau tidak.<br />
Setiap tahun negara2 macam Indoneisa harus menumpuk dan terus menambah hutangnya kepada Bank Sentral. Ini karena negara tidak mempunyai hak untuk mencetak uang. Jadi uang kertas yang beredar dan kita gunakan, statusnya dipinjam oleh negara dengan bunga tertentu. Amerika merupakan negara penghutang terbesar yang &#8220;tidak mungkin&#8221; membayar hutangnya.<br />
Bagaimana dengan PESANTREN&#8230;. yang jelas, sistem ekonomi hari ini membuat ilmu2 di pesantren MATI KUTU&#8230;ya, tepatnya ilmu mu&#8217;amalah. Sia-sia teori-teori ekonomi dibaca dan diajarkan kepada santri, ilmu2 itu hanya berhenti di lembaran2 kitab kuning, di mulut-mulut pembacanya, tapi tak bisa diaplikasikan di lapangan&#8230;di kehidupan nyata. Ekonomi Islam hanyalah hayalan&#8230; Kasian sekali, bukankah ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon tak berbuah&#8230;meranggas&#8230;kemudian ditebang jadi kayu bakar.<br />
Hati-hati kawan&#8230;the end of economic juga bisa terkait dengan THE END OF PESANTREN&#8230;10 tahun terakhir,,,pesantren mengalami penurunan jumlah santri yang sangat signifikan&#8230; Pesantren Lirap di Kebumen misalnya, kini tinggal 30-an santri&#8230;&#8230;..dan banyak contoh2 pesantren yang mulai kehilangan peminatnya sedikit demi sedikit&#8230;<br />
Semoga bisa menjadi bahan renungan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
