<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>admin, Author at Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/author/sahal-yasin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/author/sahal-yasin/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Nov 2022 13:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>admin, Author at Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/author/sahal-yasin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Taushiyah Kebangsaan KH. Abdullah Habib Faqih</title>
		<link>https://langitan.net/taushiyah-kebangsaan-kh-abdullah-habib-faqih/</link>
					<comments>https://langitan.net/taushiyah-kebangsaan-kh-abdullah-habib-faqih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2022 04:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[taushiyah kh. abdullah habib faqih]]></category>
		<category><![CDATA[upacara kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah 77 tahun Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Selama 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda dan tiga tahun setengah dijajah oleh Jepang. Menurut data penjajahan dunia, Indonesia dalam bentuk negara sudah merdeka. Seluruh dunia sudah mengakui kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tetapi apakah kita sudah benar-benar merdeka? Ataukah belum merdeka? Atau masih dijajah oleh penjajah lainnya?  [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/taushiyah-kebangsaan-kh-abdullah-habib-faqih/">Taushiyah Kebangsaan KH. Abdullah Habib Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_222826" style="width: 2570px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-222826" class="wp-image-222826 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-scaled.jpg 2560w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_7114-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><p id="caption-attachment-222826" class="wp-caption-text">KH. Abdullah Habib Faqih, menyampaikan Taushiyah di acara Gebyar Shalawat Kemerdekaan Langitan</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Sudah 77 tahun Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Selama 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda dan tiga tahun setengah dijajah oleh Jepang. Menurut data penjajahan dunia, Indonesia dalam bentuk negara sudah merdeka. Seluruh dunia sudah mengakui kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tetapi apakah kita sudah benar-benar merdeka? Ataukah belum merdeka? Atau masih dijajah oleh penjajah lainnya? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadirin, Indonesia adalah negerinya orang-orang yang mendapatkan kemerdekaannya dengan perjuangan bambu runcing dan pekikan takbir. Sementara negeri-negeri lain mendapatkan kemerdekaannya dari para penjajah. Indonesia mendapatkan kemerdekaannya dengan bambu runcing, darah para syuhada’, pahlawan, rakyat, ulama, para kiai, para santri dan pekikkan kalimat Allahu Akbar… </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekarang, haruskah kalimat takbir digunakan untuk memporak porandakan negara? Haruskah takbir digunakan untuk memecah belah bangsa, untuk menghasut persatuan dan kesatuan, untuk merongrong keutuhan NKRI dan kemajemukan </span><i><span style="font-weight: 400;">Bhinneka Tunggal Ika</span></i><span style="font-weight: 400;">? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadirin, merdeka menurut agama adalah merdeka dari selain Allah SWT. Kita setiap hari dididik untuk selalu melafalkan, mengumandangkan, meresapi dan selalu mewiridkan kalimat </span><i><span style="font-weight: 400;">T</span></i><em><span style="font-weight: 400;">hoyibah Laa Ilaaha Illallah</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>,</em> tiada tuhan selain Allah. Tidak ada yang mampu memerintah kecuali Allah, tidak ada yang bisa mendominasi kecuali Allah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Merdeka adalah orang yang tidak didominasi oleh selain Allah SWT. Tidak ada tuhan selain Allah. Inilah kemerdekaan sesungguhnya menurut agama. Kalau ada hal yang lain selain Allah yang mendominasi kita, apapun itu yang membuat kita selalu ingat, yang membuat kita selalu ingin dekat, yang membuat kita ingin selalu mencintainya, yang kita merasa mulia dengannya, yang membuat kita merasa hina tanpanya, yang kita siap berkorban demi namanya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siapa maksud<em> ‘</em></span><em><span style="font-weight: 400;">nya’</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>&#8211;</em>nya itu? Kalau </span><i><span style="font-weight: 400;">’</span></i><em><span style="font-weight: 400;">nya’-</span></em><span style="font-weight: 400;">nya adalah Allah, maka kita menjadi orang yang merdeka. Tapi kalau </span><em><span style="font-weight: 400;">’nya’-</span></em><span style="font-weight: 400;">nya itu selain Allah, berarti kita masih menjadi orang yang dijajah oleh selain Allah. Oleh karena  itulah yang harus bisa yang memerintah kita hanyalah Allah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kita harus mengisi kemerdekaan yang dipersembahkan oleh para ulama, oleh para pejuang, pahlawan kita, para kiai, ulama, santri dengan hal-hal yang membuat ridho Allah SWT. Harus kita isi dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">‘akhlakul karimah</span></i><span style="font-weight: 400;">’. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jati diri sebuah bangsa terletak pada akhlak anak bangsanya. Jika akhlak itu hilang dari anak bangsanya, maka berarti sudah lenyaplah jati diri bangsa tersebut. Oleh karena itu, jagalah akhlak bangsa! karakter bangsa! karakter bangsa ini adalah ajaran islam </span><em><span style="font-weight: 400;">ahlussunnah wal jamaah</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang diwariskan oleh para ulama, para kiai, para sholihin yang telah memperjuangkan Republik Indonesia ini. Mari kita setia pada negeri kita ini! Mari kita setia berkorban untuk negeri ini dengan mengisi negeri ini  dengan hal-hal yang membuat bangga para pejuang, pahlawan-pahlawan, kita setia kepada negeri ini, mari bersama-sama kita melagukan lagu </span><i><span style="font-weight: 400;">padamu negeri.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memperingati hari kemerdekaan Indonesia adalah sangat penting. Dengan kemerdekaan, kita bisa merasakan belajar dengan tenang, bisa mondok dengan tenang, bisa beraktivitas dengan tenang. Andai saja tidak ada kemerdekaan, maka kita akan mengalami kesengsaraan. Coba lihat negara-negara lain yang masih belum merdeka! Mereka merasa tidak tenang sepanjang malam, sepanjang siang. Kita alhamdulillah, dianugerahi oleh Allah SWT kemerdekaan. Maka kemerdekaan adalah hal yang penting dan memperingatinya pun adalah hal yang penting. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jangan alergi dengan Agustusan! jangan alergi dengan hari ulang tahun kemerdekaan. Karena dengan memperingati hari kemerdekaan berarti kita menghormati para syuhada, para pejuang, para pahlawan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kalau kita tidak mempunyai kepedulian dengan hari kemerdekaan, berarti sama halnya dengan kita tidak menghargai dan meremehkan para pejuang. Padahal, mereka telah mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga bagi kita semua. Mereka telah mengorbankan jiwa raganya. Kita wajib cinta tanah air. Tanamkan patriotisme kalian dalam sanubari kalian untuk mencintai negeri ini! Negeri kalian ini adalah negeri yang tidak sama dengan negeri-negeri yang lain. Mereka mengatakan: </span><em><span style="font-weight: 400;">“Indonesia adalah secuil surga”.</span></em><span style="font-weight: 400;"> Lihat! di negara-negara Islam mereka tidak sebebas di negara Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di negara Saudi, meskipun kalian seorang yang pintar, orang yang hafal al-Qur’an tapi tidak mudah untuk mengadakan pengajian, mengadakan pertemuan-pertemuan pengajian, pendidikan, sekolahan atau pondok pesantren. Sementara di Indonesia sangat mudah sekali. Ilmu pas-pasan bisa mendirikan pondok pesantren, bahkan orang-orang yang baru hijrah, orang-orang yang baru memeluk Islam kemudian hijrah, orang-orang yang tidak kenal Islam sebelumnya, para artis-artis yang baru berapa tahun masuk Islam hijrah, mereka menggunakan jenggot dan celana cingkrang, mengkafir-kafirkan kita bebas saja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inilah negara Indonesia, negara yang damai, negara bebas yang mudah orang untuk membangun tempat peribadatan, membangun madrasah pendidikan. Negara yang mendapatkan kebebasan dalam segala hal yang terpantau dan terukur. Sebab, orang-orang luar negeri  ingin datang ke Indonesia, ingin datang ke Bali, Borobudur, Lombok, ingin melihat bentangan sawah lapang. Mereka rela mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran uang hanya ingin melihat ladang yang membentang. Sementara kita, kita sangat mudah sekali dan tidak membutuhkan uang banyak, cukup keluar membuka pintu dan membuka jendela disana sudah sawah membentang di sekitar kita. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inilah Indonesia, oleh karena itu kita harus mencintai republik ini. </span><em><span style="font-weight: 400;">Hubbul wathon minal iman</span></em><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">dan kita harus berterima kasih pada syuhada, para pahlawan kita semua, para ulama, kiai. Oleh karena itu, marilah sejenak kita mengenang perjuangan para pahlawan kita, para syuhada kita, para ulama, kiai, para santri yang gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan ini dengan membaca kalimat thayyibah dan membaca bacaan-bacaan dan kita hadiahkan pahalanya kepada mereka semua. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadirin, mari kita ikuti, kita kibarkan bendera sang merah putih, dalam rangka mensyukuri nikmat Allah, nikmat kemerdekaan ini, dan kita hargai perjuangan para pejuang kita. Mari kita ikuti bersama pengibaran sang saka merah putih dengan penuh khidmat dan penuh penghayatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena kebanyakan para pejuang adalah para ulama dan para kiai, oleh karena itu banyak lagu-lagu kebangsaan dan kemerdekaan yang diilhami oleh lagu-lagu para kiai dan ulama. Salah satunya adalah lagu Garuda Pancasila. Kalau diperhatikan, disitu entah itu kebetulan, entah itu dikonsultasikan dengan para ulama ahli </span><i><span style="font-weight: 400;">‘arudl </span></i><em><span style="font-weight: 400;">(ilmu syair Arab)</span></em><span style="font-weight: 400;">, disitu menggunakan pola syair </span><em><span style="font-weight: 400;">bahar romal tam mudroj bil qoshr ghoru musta’mal</span><span style="font-weight: 400;">.</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Garuda Pancasila</span><em><span style="font-weight: 400;"> (failatun failun # failatun failun)</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lagu tersebut banyak terilhami dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">bahar (</span></i><em><span style="font-weight: 400;">wazan tertentu yang dijadikan pola dalam menggubah syair Arab</span></em><i><span style="font-weight: 400;">)</span></i><span style="font-weight: 400;">, begitu juga dengan Sorak-sorak Bergembira tadi. Itu menandakan, bahwa memang kemerdekaan republik ini banyak diwarnai oleh para pejuang-pejuang kita, para ulama dan kiai. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itulah, kalian sebagai santri penerus para ulama dan kiai harus mampu mempertahankan republik ini, harus menjaga keutuhan NKRI dan mencintai negeri ini. Karena itu adalah perintah dari Allah. Pengabdian kita kepada negeri ini karena memang perintah dari agama. Dan pengabdian kita pada negeri ini tentu di bawah pengabdian kita kepada Allah SWT. Jadi, kecintaan kita kepada negeri ini adalah perintah dari Rasulullah SAW, </span><em><span style="font-weight: 400;">hubbul wathon minal iman</span></em><span style="font-weight: 400;">. Mari kita bersama-sama sekali lagi mengenang kembali perjuangan para pejuang kita. Kita harus selalu mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang membanggakan mereka semua.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya tekankan kembali, bahwa inti daripada memperingati hari kemerdekaan adalah kalian harus kembali pada ajaran ulama, para kiai, memperdalam ilmu, mewarisi ilmu para ulama, para kiai. Karena peristiwa kemerdekaan ini menyiratkan dan mengisyaratkan satu pesan yang tak terbaca dan tak tertulis. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kalau kita cermati dengan seksama, peristiwa kemerdekaan terjadi pada bulan Ramadhan, diproklamirkan kemerdekaan Indonesia dipilih pada hari Jumat tanggal 17, salah satu alasannya, kata bapak Soekarno, karena angka 17 adalah angka keramat, angka yang menyimpan makna dimana angka 17 adalah angka yang menyimpan rakaat shalat. Seakan-akan Allah SWT menyatakan kepada rakyat Indonesia, <em>“</em></span><em><span style="font-weight: 400;">Wahai rakyat Indonesia, aku berikan kepadamu kemerdekaan pada tanggal 17, maka jagalah sholat yang sehari semalam jumlahnya 17 rakaat</span><span style="font-weight: 400;">”. </span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah memberikan kemerdekaan pada bulan Ramadhan, seakan-akan Allah berpesan, Allah mengatakan kepada kita,<em> “</em></span><em><span style="font-weight: 400;">Wahai rakyat Indonesia, aku berikan kenikmatan besar kemerdekaan kepada kalian pada bulan Ramadhan, maka janganlah engkau lupa dan engkau sia-siakan, engkau abaikan bulan suci Ramadhan</span><span style="font-weight: 400;">”.</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Peristiwa kemerdekaan terjadi pada hari Jumat, seakan-akan memberikan pesan, <em>“</em></span><em><span style="font-weight: 400;">Wahai rakyat Indonesia, kuberikan kemerdekaan pada hari Jumat, maka ingat-ingatlah dan jangan kau abaikan sholat Jumat</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>,”</em> hargai sholat Jum’at dan muliakan sholat jumat, begitulah kiranya. Dan semua itu adalah ajaran agama, dan mayoritas para pejuang-pejuang kita adalah orang sholeh, orang-orang yang berilmu, maka selayaknyalah para santri yang mewarisi ilmu mereka untuk mampu mengisi kemerdekaan ini dengan ilmu-ilmu yang telah mereka wariskan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu para santri, terus bersemangat untuk menuntut ilmu agama, terus bersemangat untuk mencari ilmu agama, karena inilah ilmu-ilmu yang mereka wariskan kepada bangsa ini. jangan sampai terlena dan terprovokasi dengan slogan-slogan yang lain. Kita tetap teguh mempertahankan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan ini dengan terus menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh dan menyebarluaskan ilmu ini kepada masyarakat, rakyat Indonesia dalam rangka mempertahankan dan mensyukuri kemerdekaan ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan memperingati hari proklamasi atau hari kemerdekaan ini, mari kita isi kemerdekaan ini dengan betul-betul, bersungguh-sungguh mencari ilmu-ilmu yang telah mereka wariskan ini, sekaligus menyampaikan dan menyebarkan, serta membumikan di negara tercinta bumi pertiwi Indonesia ini.</span></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/taushiyah-kebangsaan-kh-abdullah-habib-faqih/">Taushiyah Kebangsaan KH. Abdullah Habib Faqih</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/taushiyah-kebangsaan-kh-abdullah-habib-faqih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarak Kemerdekaan dalam Upacara Menyambut 77 Tahun NKRI</title>
		<link>https://langitan.net/semarak-kemerdekaan-dalam-upacara-menyambut-77-tahun-nkri/</link>
					<comments>https://langitan.net/semarak-kemerdekaan-dalam-upacara-menyambut-77-tahun-nkri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2022 08:58:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222821</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tepat 77 tahun lalu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya melalui dua tokoh bangsa yakni presiden pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) beserta wakilnya. Sejak saat itu, tanggal 17 Agustus menjadi tanggal yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Hingga saat ini, untuk mengenang dan memperingati peristiwa sejarah penting tersebut masyarakat Indonesia memperingatinya dengan berbagai cara sebagai simbol [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/semarak-kemerdekaan-dalam-upacara-menyambut-77-tahun-nkri/">Semarak Kemerdekaan dalam Upacara Menyambut 77 Tahun NKRI</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignleft wp-image-222822 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-1024x683.jpg" alt="upacara langitan" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07493-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />Tepat 77 tahun lalu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya melalui dua tokoh bangsa yakni presiden pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) beserta wakilnya. Sejak saat itu, tanggal 17 Agustus menjadi tanggal yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Hingga saat ini, untuk mengenang dan memperingati peristiwa sejarah penting tersebut masyarakat Indonesia memperingatinya dengan berbagai cara sebagai simbol penghargaan terhadap jasa pahlawan terdahulu. Diantara yang paling banyak digelar sebagai peringatan kemerdekaan adalah dengan upacara bendera.</p>
<p>Begitu pula dengan Pon. Pes. Langitan yang mengadakan upacara bendera. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh siswa Madrasah al-Falahiyah. Mulai dari tingkatan MI hingga Aliyah. Upacara tersebut juga dihadiri oleh segenap asatidz dan masyayikh Pon. Pes. Langitan.</p>
<p>Selain acara seremonial sebagaimana lazimnya upacara, upacara tersebut juga diselingi dengan akrobat pencak silat dari Pagar Nusa dan <em>tari sufi. </em></p>
<p>Hadir juga dalam upacara sebagai tamu undangan sekaligus memberikan mauidhoh hasanah dari KH. Amirin. Dalam maudihohnya, beliau menuturkan tentang kehebatan menjadi seorang santri dibanding mereka yang tidak menjadi seorang santri atau siswa sekolah formal. <em>“Kalo nyantri, besok mau jadi apa? Toh palingan juga modin!</em>” kiranya begitu kalimat beliau dalam mengawali pembukaan materi mauidhohnya.</p>
<p>Lantas, beliau menjelaskan kehebatan santri dan kiprahnya dalam negara ini. Beliau kemudian menyebutkan contoh seperti halnya KH. Abdurrahman Wahid, seorang santri yang mampu menjadi presiden ke-4 Indonesia.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-222823" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-300x200.jpg" alt="upacara langitan" width="300" height="200" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/DSC07570-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<h4><strong>Keutamaan Ilmu</strong></h4>
<p>Selain menjelaskan perihal presiden dengan latar belakang pesantren, beliau meneruskan penjelasan tentang pentingnya ilmu bagi seorang santri. Beliau mencontohkan dengan Nabi Sulaiman, dimana kala itu beliau pernah ditanya oleh Allah SWT mengenai kebutuhan beliau. Allah menawarkan tiga pilihan kepada Nabi Sulaiman. Penawaran pertama adalah harta (<em>mal</em>), kekuasaan (<em>mulk</em>), dan yang terakhir adalah ilmu. Kesemuanya akan diberikan oleh Allah SWT pada nabi Sulaiman.</p>
<p>Akhirnya dengan kebijaksanaannya, Nabi Sulaiman memilih ilmu yang mana ia diakhirkan dari semua penawaran yang diberikan sebagai gambaran dari hal-hal yang sering menggiurkan di mata manusia.</p>
<p>Ternyata, dibalik urutan penawaran ada sebuah rahasia tersembunyi yang hanya bisa dipahami dari urutan terakhir. Yakni, dari sebuah ilmu akan menuntun pada jabatan atau kekuasaan, lantas membawa orang yang berilmu tersebut pada kekayaan.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa hal ini memang terjadi pada kehidupan Nabi Sulaiman. Nabi yang berilmu, memiliki kekuasaan sebagai seorang raja, bahkan memiliki kekayaan yang tak bisa dibandingkan dengan orang-orang setelahnya. <em>“Jadi, seorang santri itu harus percaya diri dengan identitas kesantriannya”</em>, pungkas beliau sebagai penutup dari mauidhoh hasanah dipagi itu.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Sofiansyah</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/semarak-kemerdekaan-dalam-upacara-menyambut-77-tahun-nkri/">Semarak Kemerdekaan dalam Upacara Menyambut 77 Tahun NKRI</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/semarak-kemerdekaan-dalam-upacara-menyambut-77-tahun-nkri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Syekh Muhammad Amin al-Syinqithy di Langitan</title>
		<link>https://langitan.net/kunjungan-syekh-muhammad-amin-al-syinqithy-di-langitan/</link>
					<comments>https://langitan.net/kunjungan-syekh-muhammad-amin-al-syinqithy-di-langitan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2022 08:44:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[asy-syinqithy]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[syekh amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222817</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beliau adalah al-‘Allamah as-Sayyid as-Syaikh Muhammad Amin al-Syinqithy al-Hasani, salah satu guru besar di Makkah al-Mukarramah. Ulama yang berasal dari Syinqith-Mauritania itu merupakan salah satu guru dari as-Sayyid Ahmad Bin Muhammad Alawi al-Maliki, as-Sayyid Alawi Bin Abbas al-Maliki, dan as-Sayyid Ali Bin Abdurrahman al-Jufri. Sebelum menetap di Mekkah dan mengajar di Rushaifah milik Abuya Sayyid [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kunjungan-syekh-muhammad-amin-al-syinqithy-di-langitan/">Kunjungan Syekh Muhammad Amin al-Syinqithy di Langitan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222818 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-1024x683.jpg" alt="syekh amin" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/08/IMG_6732-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Beliau adalah al-‘Allamah as-Sayyid as-Syaikh Muhammad Amin al-Syinqithy al-Hasani, salah satu guru besar di Makkah al-Mukarramah. Ulama yang berasal dari Syinqith-Mauritania itu merupakan salah satu guru dari as-Sayyid Ahmad Bin Muhammad Alawi al-Maliki, as-Sayyid Alawi Bin Abbas al-Maliki, dan as-Sayyid Ali Bin Abdurrahman al-Jufri.</p>
<p>Sebelum menetap di Mekkah dan mengajar di Rushaifah milik Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi al-Maliki semenjak tahun 2017, beliau telah lama menetap di Tarim. Disana beliau mengajar di Rubath Tarim dan menjadi dosen di Universitas al-Ahgaff. Syekh Amin juga tercatat pernah mengajar di beberapa universitas islam belahan dunia.</p>
<p>Atas kealiman beliau yang tidak diragukan lagi, Syaikh Amin pernah ditawari menjadi qadhi di negara Qatar dan Bahrain, namun dengan ketulusannya beliau menolak, “<em>Saya ingin berkhidmah di Bait al-Maliki di Mekkah</em>.”</p>
<p>Syekh Amin asy-Syinqithi berkunjung ke Pondok Pesantren Langitan dalam rangka silaturrahim dan mengisi <em>jalsah ilmiyah</em> pada Selasa kemarin, (16/08/22). Sebelumnya beliau juga telah mengunjungi banyak pesantren di Indonesia. Beliau datang di Langitan sekitar pukul 4 sore, Syekh Amin disambut dengan meriah dan takzim oleh para santri. Acara berlanjut dengan pembacaan maulid nabi secara singkat.</p>
<p>Selepas itu, Ust. Ahsan Ghozali menyampaikan sekelumit sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian <em>mauidhoh</em> oleh Syekh Amin al-Syinqithy. Dalam kesempatan tersebut beliau membahas banyak tentang seseorang yang menyandang predikat sebagai <em>tholibul ilmi</em>, keutamaannya, dan beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang santri.</p>
<p>“<em>Menuntut ilmu adalah pekerjaan yang paling afdhol, yang harus dicari oleh seseorang</em>,” terang Syekh Amin, yang diterjemahkan oleh Ust Faishol.</p>
<h4><strong>Ijazah <em>Kutub al-Sittah</em></strong></h4>
<p>Dalam acara tersebut Syaikh Muhammad Amin al-Syinqithy juga mengijazahkan 6 kitab induk hadits <em>(Kutub al-Sittah)</em> kepada para santri. Kitab tersebut dibaca secara singkat dan bergantian para masyayikh. Dimulai oleh KH. Abdurrahman Faqih, KH. Abdullah Habib Faqih, Agus Ahmad Alawi, Agus Zahid Hasbullah, Agus Habibulah Sholeh. Kemudian kitab-kitab tersebut diijazahkan kepada para yang hadir oleh Syekh Amin asy-Syinqithy.</p>
<p>Terakhir, menjelang maghrib, acara ditutup dengan doa oleh KH. Abdullah Habib Faqih.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Fq</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kunjungan-syekh-muhammad-amin-al-syinqithy-di-langitan/">Kunjungan Syekh Muhammad Amin al-Syinqithy di Langitan</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kunjungan-syekh-muhammad-amin-al-syinqithy-di-langitan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuh Protokol ‘Peredam’ Kiamat Menurut Habib Abu Bakar Al-Adni</title>
		<link>https://langitan.net/tujuh-protokol-peredam-kiamat-menurut-habib-abu-bakar-al-adni/</link>
					<comments>https://langitan.net/tujuh-protokol-peredam-kiamat-menurut-habib-abu-bakar-al-adni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 08:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abu Bakar Al-Adni]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222813</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Muhammad Hasyim *) Jutaan pasang mata melelehkan air mata atas kepergian cendekiawan muslim yang telah merumuskan Fiqih Akhir Zaman. Ratusan ribu manusia menghantar kepergian Sang Mufakir Abad ke-21. Karena sesaknya lautan manusia jenazah tidak perlu dibawa tapi merantai dari tangan-tangan yang berharap berkah menuju peristirahatan terakhir. Beliau adalah Habib Abu Bakar Al-Adni bin Ali [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tujuh-protokol-peredam-kiamat-menurut-habib-abu-bakar-al-adni/">Tujuh Protokol ‘Peredam’ Kiamat Menurut Habib Abu Bakar Al-Adni</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222814 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-31-at-14.50.21-1024x566.jpeg" alt="Habib Abu Bakar Al-Adni" width="1024" height="566" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-31-at-14.50.21-1024x566.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-31-at-14.50.21-300x166.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-31-at-14.50.21-768x425.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-31-at-14.50.21.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Oleh: Muhammad Hasyim *)</p>
<p>Jutaan pasang mata melelehkan air mata atas kepergian cendekiawan muslim yang telah merumuskan Fiqih Akhir Zaman. Ratusan ribu manusia menghantar kepergian Sang Mufakir Abad ke-21. Karena sesaknya lautan manusia jenazah tidak perlu dibawa tapi merantai dari tangan-tangan yang berharap berkah menuju peristirahatan terakhir.</p>
<p>Beliau adalah Habib Abu Bakar Al-Adni bin Ali al-Masyhur, menutup usia pada 27 Juli 2022 dalam usianya yang ke-75 tahun. Beliau termasuk sedikit dari kalangan ulama yang diberi anugrah <em>futuh </em>ilmu masa depan (<em>future science</em>). Di satu sisi, beliau hidup dalam bi’ah (lingkungan) salaf yang sangat ketat dalam memegang syariat agama Islam. Dengan dua komparasi tradisi, salaf dan future science maka beliau berhasil merumuskan Fiqih Transformatif yang mengkaji tentang perubahan-perubahan kondisi masyarakat dari terciptanya manusia sampai akhir masa (kiamat). Teori-teori ini beliau kumpulkan dalam sebuah term “Fiqih Transformati” atau yang lebih dikenal dengan istilah “<em>Fiqih Tahawulat</em>”.</p>
<p>Sebelumnya, barangkali sebagian besar dari kita hanya memahami tiga konsep dalam beragama, yaitu: islam, iman dan ihsan. Namun al-Habib Abu Bakar al-Adni menambahkan satu konsep lagi: mengetahui tanda-tanda kiamat. Rukun keempat itulah yang menjadi dasar bagi beliau untuk merumuskan kaidah-kaidah dalam Fiqih Tahawulat.</p>
<p>Beliau menjelaskan bahwa tiga rukun yang pertama bersifat baku <em>(sawabit)</em>, tidak akan berubah sepanjang zaman; sedangkan yang terakhir bersifat <em>mutaghaiyirat</em>, transformatif, dinamis mengikuti masa dan segala perubahan yang terjadi di dalamnya. Fiqih Tahawulat, secara khusus, merujuk pada ketetapan Al-Qurán dan Sunnah tentang kejadian-kejadian di masa lalu dan masa depan yang akan terjadi sebagai penanda semakin dekatnya akhir masa <em>(yaumul qiyamah)</em>.</p>
<p>Dalam keyakinan beliau, umat manusia akan senantiasa menghadapi fitnah, dalam bentuk dan ragam yang terus berubah, sampai datang hari kiamat. Karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk memahami pola, indikasi dan pengetahuan untuk menghindarinya. “Tidak sedikit dari kalangan ulama yang terjebak menjadi kaki tangan iblis dan dajjal tanpa mereka sadari hanya karena mengabaikan hal itu,” kata Beliau.</p>
<h4><strong>Ulama Dua Dimensi</strong></h4>
<p>Beliau lahir di Kota Ahwar, Provinsi Ahdan, bagian dari Yaman Selatan pada tahun 1366 H/1947 M. Ilmu syariat dan akhlak mulia adalah dua hal, yang beliau kenang, menjadi prioritas utama kedua orang tua dalam mendidik beliau. Dalam usia yang masih sangat muda beliau sudah menghafal 30 Juz Al-Qurán dengan sanad dari guru-guru utama di wilayah Hadramaut dan Aden.</p>
<p>Sebelum pindah ke Arab Saudi, Beliau sempat menyelesaikan kuliah di Universitas Aden dan berazam untuk melanjutkan ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Namun keinginan itu tidak pernah terlaksana, sebab orang tua beliau menghendaki beliau belajar kepada Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Segaf, ulama kaliber dunia yang masyhur ke-quthb-annya.</p>
<p>Meskipun begitu tidak setitik pun terbersit dalam benak beliau rasa kecewa atau sikap pembangkangan. Justru, di bawah bimbingan Habib Abdul Qadir, beliau mendapatkan curahan ilmu lahir dan batin, dan merasakan adanya <em>irtibath</em> atau pertalian ilmu yang begitu kuatnya, sehingga membuka mata hati beliau untuk menerima limpahan ilmu-ilmu ilahiyah.</p>
<p>Dari sinilah terbuka hijab-hijab pengetahuan sehingga memiliki sebuah pandangan yang mendalam dari suatu masalah. Fiqih Tahawwulat adalah salah satu sudut pemikiran beliau yang unik dan mendalam. Keberanian untuk memunculkan term-term baru dengan dasar-dasar yang kuat menjadi bukti keluasaan ilmunya.</p>
<p>Anugrah tersebut kemudian menjadikan beliau kokoh dalam posisinya sebagai ulama dua dimensi: salaf dan ashriyah sekaligus. Pada satu sisi beliau begitu kuat berpijak pada tradisi keilmuan leluhur –sebagaimana rumusan beliau tentang Madrasah Abawiyah- dan di sisi lain juga mampu melahirkan gagasan-gagasan futuristik yang melampaui zamannya.</p>
<h4><strong>Menghindar dari Fitnah</strong></h4>
<p>Saat menginjak usia remaja, pergolakan politik di Yaman sampai pada titik puncaknya, di mana pemerintahan jatuh kepada kelompok anti Tuhan yang terang-terangan membenci para ulama. Oleh karena itu, fitnah-fitnah keji begitu nyata beliau alami, menjadi sajian dari kepahitan hidup beliau sehari-hari. Dalam kitab <em>al-khuruj min dairatul hamra, </em>Beliau melukiskan, dengan bait-bait syair, bagaimana tekanan dan intimidasi itu sepanjang waktu harus mereka terima, hingga beliau memutuskan untuk keluar dari Yaman, hijrah menuju Tanah Hijaz.</p>
<p>Apa yang beliau alami di Yaman saat itu tak ubahnya seperti yang dialami oleh al-Imam al-Muhajir Ahmad bin Isa di Basrah. Imam Muhajir tidak menuruti dorongan emosionalnya dalam mengambil sikap. Beliau berpegang pada Sunah dan memutuskan untuk hijrah ke Hadramaut. Begitu pula yang dilakukan oleh Faqih al-Muqaddam yang pada masanya banyak terjadi perselisihan dengan menggunakan senjata. Kemudian beliau mengambil jalan sunyi melalui jalur sufi-asketisme.</p>
<p>Dengan berpegang pada kaidah fiqih tahawulat, beliau yakin, umat Islam tidak akan mengalami kesulitan dalam bertindak dan menyikapi berbagai persoalan yang timbul saat ini. Itulah yang kemudian beliau sebut dengan istilah <em>Sunnah al-Mawaqif</em>, yaitu tata cara bersikap dan bertindak berdasarkan ketetapan Baginda Nabi Saw, dengan mengedepankan kemaslahatan bukan dorongan nafsu atau trend.</p>
<p>Dengan gagasan fiqih tahawulat Beliau ingin mengubah presepsi sementara umat Islam yang beranggapan bahwa kajian terhadap tanda-tanda kiamat akan menimbulkan kepanikan dan sikap pesimistis berlebihan dalam memandang masa depan. Sebaliknya, hal itu justru akan menjadi pelindung dan senantiasa menjaga umat Islam dari akibat-akibat negative tersebut.</p>
<h4><strong>Tujuh Protokol Menyambut Hari Kiamat</strong></h4>
<p>Di antara pesan Habib Abu Bakar dalam Fiqih Tahawulat –seperti yang tertulis di kitab <em>al-Nughdah al-Sughra; li ma’rifah al rukn al rabi’ min arkan ad-din wa alamah al kubra wa al wustha, al-sughra</em> –bahwa untuk menghadapi hari akhir dibutuhkan tujuh sikap, agar kita tidak terjebak pada keremangan-keremangan zaman. Pesan ini berdasarkan analisa atas apa yang disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw: &#8220;Segeralah beramal sebelum kedatangan tujuh hal, tidaklah kalian menunggu selain kefakiran yang membuat lupa, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang merusak, masa tua yang menguruskan, kematian yang menyergap tiba-tiba (secara bersama-sama), Dajjal, seburuk-buruk hal gaib yang dinanti-nanti, kiamat dan kiamat itu sangat membawa petaka dan sangat pahit.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan Hadist tersebut, Beliau merumuskan tujuh gerakan inisiatif dan antisipatif, yang dalam tulisan ini, kami sebut sebagai protokol kiamat. Berisi tentang hal-hal yang harus dikerjakan baik secara individu maupun kolektif untuk menghadapi fitnah akhir zaman.</p>
<p>Pertama, berusaha menangani kefakiran. Kondisi serba kekurangan, bagi kebanyakan orang, akan membuat lupa dan menjauh dari ajaran agama. Kefakiran, kita tahu, bukan hanya disebabkan karena kemalasan bekerja, tapi lebih banyak akibat kebijakan ekonomi parasit yang hanya berpihak pada sebagian kecil orang, dan merugikan  yang lain.</p>
<p>Menurut beliau hal itu bisa ditangani dengan cara membagikan zakat, wakaf, sedekah untuk menjamin kehidupan orang yang benar-benar berhak menerimanya; membangun solidaritas antara sesama; membentuk sinergi yang positif antara pemerintah dan rakyat; mewujudkan kemandirian ekonomi tiap individu  dengan cara memperhatikan perkebunan dan memelihara hewan ternak, sebagaimana dijelaskan oleh Baginda Nabi Saw dalam hadits Muslim: “Barang siapa memiliki kambing, hendaklah menyusul (red: memelihara) kambingnya; barang siapa memiliki tanah, hendaklah menyusul (red: menggarap) tanahnya.” Persoalan (kefakiran yang membuat lupa) ini telah menjadi jelas di zaman sekarang, sehingga sudah bukan rahasia lagi bahwa para sekutu iblis berusaha menyeru manusia untuk mengabdi kepadanya dengan cara menciptakan krisis ekonomi secara global.</p>
<p>Kedua, berusaha menangani kekayaan yang melampaui batas. Kita tahu, pada zaman ini, pola kehidupan matrealistis dan hedonis telah merambah hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Menurut beliau cara yang tepat untuk menangani hal tersebut ialah dengan cara merombak sistem ekonomi riba. Selain itu, masyarakat harus bisa mendorong pemerintah untuk mengeluarkan regulasi yang sehat, guna melindungi masyarakat dari tindak kesewenang-wenangan perusahaan besar, juga mengalihkan dana investasi untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan produksi-produksi lain yang dikelola oleh masyarakat di pedesaan.</p>
<p>Ketiga, antisipasi adanya penyakit yang merusak tubuh dan jiwa masyarakat. Menurut beliau, ada dua jenis penyakit yang dewasa ini telah berjangkit pada masyarakat, yaitu penyakit maknawi seperti praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dan penyakit <em>hissi</em>, yang menyerang anggota lahir. Untuk membereskan yang pertama harus dilakukan revolusi mental yang menyeluruh –dari hulu ke hilir –untuk membangun birokrasi yang sehat dan sepenuhnya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan untuk menangani yang kedua bisa dilakukan secara individu maupun kolektif. Secara individu setiap orang harus memperhatikan pola makan dan menjaga kebersihan diri sesuai dengan ketentuan syariat tentang bersuci dan menerapkan kebiasaan fitrah. Sedangkan secara kolektif dapat dilakukan dengan mendorong pemerintah untuk membangun sistem jaminan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Keempat, antisipasi datangnya masa tua yang melemahkan. Kesibukan kerja terkadang bisa membuat sebagian orang tidak punya waktu untuk mengurus orang tua mereka yang sudah tidak berdaya. Persoalan tersebut dapat memicu penelantaran dan sikap durhaka yang nyata dicela oleh agama. Persoalan itu, antara lain, dapat ditangani dengan mengampanyekan, secara massif, gerakan berbakti kepada orang tua. Juga dengan mendorong pemerintah mengucurkan anggaran yang proporsional bagi jaminan sosial, melakukan donasi untuk menyejahterakan yayasan dan panti asuhan bagi orang jompo dan juga anak yatim.</p>
<p>Kelima, antisipasi terhadap datangnya kematian yang menyergap tiba-tiba, yaitu kematian secara bersama-sama dengan menggunakan alat pembunuh yang modern seperti ledakan, bom sabuk dan lain sebagainya. menangani hal tersebut dengan cara menyebarkan pemahaman perdamaian, mendorong pemerintah untuk menghentikan peperangan, meredam konflik berdarah antar golongan, menegakkan keadilan dan supremasi hukum, juga menihilkan sarana yang berpotensi digunakan untuk penghasutan, provokasi dan adu domba.</p>
<p>Keenam, berupaya menghadapi kemunculan Dajjal yang membawa kerusakan pada alam semesta. Fitnah agung yang kemungkinan timbul dari munculnya Dajjal dapat ditanggulangi dengan cara menyebarkan pemahaman terhadap fiqih tahawwulat dan ilmu tanda-tanda kiamat.</p>
<p>Ketujuh, menyiapkan bekal demi datangnya kiamat. Kiamat di sini memasukkan yang <em>sughra </em>(kematian individu) dan kiamat pada alam semesta. Cara mengantisipasinya ialah dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin, dengan melakukan sebanyak mungkin amal shaleh, mengerjakan perintah dan menjauhi apa yang dilarang, serta bersegera kembali (tobat) kepada Allah Swt.</p>
<p>Kiamat pasti akan terjadi tapi dengan menyiapkan tujuh langkah tersebut, paling tidak dapat menjadi langkah antisipatif dan menyelamatkan kehidupan kita dari fitnah-fitnah akhir zaman.</p>
<p style="text-align: right;"><em>*) Direktur Media Dakwah Langitan</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/tujuh-protokol-peredam-kiamat-menurut-habib-abu-bakar-al-adni/">Tujuh Protokol ‘Peredam’ Kiamat Menurut Habib Abu Bakar Al-Adni</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/tujuh-protokol-peredam-kiamat-menurut-habib-abu-bakar-al-adni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Logo Haul PP. Langitan ke-52 Resmi Diluncurkan, ini Makna Filosofisnya</title>
		<link>https://langitan.net/logo-haul-pp-langitan-ke-52-resmi-diluncurkan-ini-makna-filosofisnya/</link>
					<comments>https://langitan.net/logo-haul-pp-langitan-ke-52-resmi-diluncurkan-ini-makna-filosofisnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2022 10:22:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[haul52]]></category>
		<category><![CDATA[logohau;]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak lama lagi Haul Pondok Pesantren Langitan ke-52 akan segera digelar. Acara yang menjadi agenda tahunan tersebut selalu dinanti oleh segenap alumni dan muhibbin Pondok Pesantren Langitan. Tahun ini, acara Haul tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 8 September 2022 M atau yang bertepatan dengan 11 Shofar 1444 H. Terkait pelaksanaan Haul tersebut, beberapa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/logo-haul-pp-langitan-ke-52-resmi-diluncurkan-ini-makna-filosofisnya/">Logo Haul PP. Langitan ke-52 Resmi Diluncurkan, ini Makna Filosofisnya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222808 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/tumbnail-1024x658.jpg" alt="logo haul 52" width="1024" height="658" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/tumbnail-1024x658.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/tumbnail-300x193.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/tumbnail-768x494.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/tumbnail.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Tidak lama lagi Haul Pondok Pesantren Langitan ke-52 akan segera digelar. Acara yang menjadi agenda tahunan tersebut selalu dinanti oleh segenap alumni dan <em>muhibbin</em> Pondok Pesantren Langitan. Tahun ini, acara Haul tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 8 September 2022 M atau yang bertepatan dengan 11 Shofar 1444 H.</p>
<p>Terkait pelaksanaan Haul tersebut, beberapa waktu lalu panitia secara resmi mengumumkan logo resmi Haul ke-52. Logo tersebut menggambarkan visual angka 52 dengan warna dominan biru dan emas.</p>
<p>Dengan dirilisnya logo ini, sedikit banyak telah mengobati kerinduan segenap alumni dan <em>muhibbin</em> akan acara haul tahunan ini. Mengingat, dua tahun belakang haul Langitan hanya digelar secara virtual.</p>
<h4><strong>Filosofi Logo</strong></h4>
<p>Logo ini juga tidak asal dibuat. Dibaliknya juga terdapat beberapa filosofi yang menjadi ruh dari bentuk visual logo. Menurutnya logo ini mempunyai 3 pondasi filosofi utama, berikut detail arti dan makna detail logo:</p>
<p>1.Pita Emas</p>
<p>Melambangkan keistimewaan, elegant, dan kewibawaan. Pita Emas juga sering digunakan dalam perayaan besar. Selain itu, penggambaran pita yang bersambung menjadi tema utama logo ini, ‘Kebersamaan dan sinergi antar santri dan alumni’.</p>
<p>2.Mozaik Warna-Warni Alumni</p>
<p>Mozaik warna-warni melambangkan Alumni; berbeda generasi, berbeda sosial namun tetap bersatu. Meski terpisah jarak dan waktu, meski berbeda dalam setiap terpaan kehidupan namun tetap kompak tak terpisahkan.</p>
<p>3.Warna Biru dan Emas</p>
<p>Warna emas memiliki makna prestasi, kesuksesan, kemewahan, kemenangan dan juga kemakmuran. Berharap dengan ridlo masyayikh, Pondok Pesantren Langitan semakin makmur, kuat dan mampu menghadapi abrasi keagamaan. Sama seperti emas dalam bentuk fisik, warnanya telah menjadi komoditas berharga dan juga prestise di setiap kalangan. Sedangkan warna biru melambangkan kepercayaan dan kesetiaan. Kesetiaan para santri dan alumni untuk terus memegang teguh ‘<em>alaqoh syaikhiyyah</em>.</p>
<h4><strong>Guratan Tangan Desainer Logo HSN </strong></h4>
<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-222805" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional-300x201.jpg" alt="ust shofa" width="300" height="201" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional-300x201.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional-1024x685.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional-768x514.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional-1080x723.jpg 1080w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/Kisah-Inspirasi-M.-Shofa-Ulul-Azmi-Alumni-Madrasah-Ianatut-Thalibin-Cebolek-Kidul-Pati-Desainer-Logo-Hari-Santri-Nasional.jpg 1148w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Logo Haul Langitan tahun ini merupakan karya dari seorang desainer asal Pati, Jawa Tengah. Beliau merupakan salah satu alumnus dan desainer senior Media Dakwah Langitan. Sosok tersebut bernama Ust. Shofa Ulul Azmi, yang sekarang juga berkiprah menjadi wakil bidang Development Project AIS Nusantara. Sosok ini tidaklah asing di kancah percaturan media pesantren nasional. Sebelumnya, ia juga telah membuat logo Hari Santri Nasional versi Kementerian Agama RI tahun 2022.</p>
<p>Di Langitan sendiri Ust. Shofa tercatat telah dipercaya untuk membuat 7 logo Haul Pondok Pesantren Langitan yang berbeda semenjak tahun 2011. Mulai pelaksanaan haul ke-40, 41, 42, 45, 46, 50, 51 dan terakhir haul ke-52.</p>
<h4><strong>Pengerjaan Singkat</strong></h4>
<p>Setelah berhasil redaktur hubungi, Ust. Shofa mengaku untuk pengerjaan logo Haul Langitan ke-52 tahun ini prosesnya tidak terlalu lama. Berkat kesungguhan dan wujud loyal tinggi, desain logo rampung hanya dalam kurun 3 hari. Ia mengajukan 5 opsi desain berbeda pada 8 Juli 2022, yang kemudian dua diantaranya diangkat ke meja sidang. Dua minggu berselang, logo yang mengusung tema ‘Kebersamaan dan Sinergi Antar Santri dan Alumni’ ini resmi dipilih.</p>
<p>Mengenai rahasia proses kreatif pembuatan logo ini, ia mengaku tidak ada ritual khusus. Sebagaimana lazimnya kegiatan seorang santri, sebelum memulai desain selalu diawali dengan kirim hadiah fatihah kepada para masyayikh. Ia menganggap permintaan ini sebagai bentuk khidmah kepada pesantren meski saat ini ia sudah berdomisili di rumah. <em>“Pembuatan logo ini merupakan bentuk khidmah saya pada Langitan meski telah pulang ke rumah.” </em>Tuturnya.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Faiq</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/logo-haul-pp-langitan-ke-52-resmi-diluncurkan-ini-makna-filosofisnya/">Logo Haul PP. Langitan ke-52 Resmi Diluncurkan, ini Makna Filosofisnya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/logo-haul-pp-langitan-ke-52-resmi-diluncurkan-ini-makna-filosofisnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERINGATAN 1000 HARI UST. H. SAIFUL BARRI</title>
		<link>https://langitan.net/peringatan-1000-hari-ust-h-saiful-barri/</link>
					<comments>https://langitan.net/peringatan-1000-hari-ust-h-saiful-barri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 09:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[1000 hari gus ipung]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[pak ipung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222799</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah genap sudah 1000 hari pasca kepergiannya sang Maestro Sholawat Langitan, Ustadz H. Saiful Barri semenjak Ahad, 13 Oktober 2019 silam. Memperingati atas 1000 hari almarhum menantu KH. Abdullah Faqih itu, Kamis, 21 Juli 2022 M./ 21 Dzulhijjah 1443 H. keluarga Ponpes Langitan mengadakan acara di Lapangan Madrasah Putri al Mujibiyyah. Acara diisi dengan pembacaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/peringatan-1000-hari-ust-h-saiful-barri/">PERINGATAN 1000 HARI UST. H. SAIFUL BARRI</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222800 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5326-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Telah genap sudah 1000 hari pasca kepergiannya sang Maestro Sholawat Langitan, Ustadz H. Saiful Barri semenjak Ahad, 13 Oktober 2019 silam. Memperingati atas 1000 hari almarhum menantu KH. Abdullah Faqih itu, Kamis, 21 Juli 2022 M./ 21 Dzulhijjah 1443 H. keluarga Ponpes Langitan mengadakan acara di Lapangan Madrasah Putri al Mujibiyyah. Acara diisi dengan pembacaan Maulid Habsyi yang diikuti oleh para hadirin.</p>
<p>Setelah mahallul qiyam, acara dilanjut dengan tahlil beserta doa wahbah yang dipimpin oleh Habib Hadi Alaydrus dari Pasuruan. Disusul sambutan atas nama keluarga yang disampaikan oleh KH. Ubaidillah Faqih, “<em>Mudah-mudahan kita diberi berkah hadzihi al-jalsah al-mubarokah, barokatul maulid, barokatul qiroo’at wa barokatu ash-sholawat, khususnya dapat berkahnya para masyayikh Langitan, para guru-guru kita, para panutan kita, dan mudah-mudahan kita semuanya dikumpulkan bersama beliau-beliau di dunia ini sampai kelak di kuburan, sampai kelak di akhirat bersama rasulillah allahuma amiin,</em>” dawuh beliau yang langsung disusul dengan do’a penutup acara.</p>
<p>Acara yang berlangsung khidmat tersebut, dihadiri oleh para habaib seperti Habib Abdullah bin Muhammad al-Haddad dari Makkah al-Mukarromah, Habib Hadi al-Idrus, Habib Ahmad serta para masyayikh Langitan, muhibbin, alumni dan sebagian santri aktif Ponpes Langitan.</p>
<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222801 size-medium" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-300x225.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-1024x768.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-768x576.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-1536x1152.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-2048x1536.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_5425-min-1080x810.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Setelah itu, acara kedua berupa gebyar sholawat yang dihadiri para personil Muqtashidah Legend, diadakan di ndalem Alm. Ust. Saiful Barri.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Fq</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/peringatan-1000-hari-ust-h-saiful-barri/">PERINGATAN 1000 HARI UST. H. SAIFUL BARRI</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/peringatan-1000-hari-ust-h-saiful-barri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ust. H. Saiful Barri; Sosok yang Membawa Shalawat Langitan Kian Melangit</title>
		<link>https://langitan.net/ust-h-saiful-barri-sosok-yang-membawa-sholawat-langitan-kian-melangit/</link>
					<comments>https://langitan.net/ust-h-saiful-barri-sosok-yang-membawa-sholawat-langitan-kian-melangit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2022 01:19:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[al muqtashidah]]></category>
		<category><![CDATA[grup al-Muqtashidah]]></category>
		<category><![CDATA[pak ipung]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat langitan]]></category>
		<category><![CDATA[ust saiful barri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir kebanyakan orang pasti sudah pernah mendengarkan lantunan sholawat al-Muqtashidah. Namun tidak banyak yang mengenal siapakah sosok besar di balik terkenalnya sholawat Langitan? Beliau adalah Ust. H. Saiful Barri, salah satu menantu KH. Abdullah Faqih. Beliau lahir di Kota Pekalongan, 04 September 1980 M.  Beliau memiliki badan yang tegap, gagah, parasnya penuh kewibawaan dan kharisma. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ust-h-saiful-barri-sosok-yang-membawa-sholawat-langitan-kian-melangit/">Ust. H. Saiful Barri; Sosok yang Membawa Shalawat Langitan Kian Melangit</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_222795" style="width: 1290px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-222795" class="wp-image-222795 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34.jpeg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34.jpeg 1280w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34-300x200.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34-1024x682.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34-768x512.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-21-at-08.34.34-1080x720.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><p id="caption-attachment-222795" class="wp-caption-text">Ust. H. Saiful Barri</p></div>
<p>Hampir kebanyakan orang pasti sudah pernah mendengarkan lantunan sholawat al-Muqtashidah. Namun tidak banyak yang mengenal siapakah sosok besar di balik terkenalnya sholawat Langitan? Beliau adalah Ust. H. Saiful Barri, salah satu menantu KH. Abdullah Faqih.</p>
<p>Beliau lahir di Kota Pekalongan, 04 September 1980 M.  Beliau memiliki badan yang tegap, gagah, parasnya penuh kewibawaan dan kharisma. Ditambah suaranya yang sangat merdu, dan cengkok suara yang khas nan indah.</p>
<p>Lahir di Pekalongan, membuat beliau tumbuh sebagai sosok yang religius. Kedua orang tua beliau juga merupakan seorang yang terpandang di kampungnya. Di kampung halamannya sendiri, Ust. Saiful Barri sudah dekat dan akrab sekali  dengan dunia sholawat. Tercatat beliau pernah masuk grup sholawat asuhan Ust. Umar Bunyamin, salah seorang tokoh yang mengenalkan maulid <em>Simtud Durar</em> di Pekalongan. Ust. Umar Bunyamin pulalah yang kemudian mengutus Ust. H. Saiful Barri untuk meneruskan pendidikan mondok di Langitan.</p>
<p>Berbekal keyakinan dan memegang teguh perintah sang guru, beliau pun berangkat  mondok di Langitan. Bahkan diceritakan ketika awal mondok beliau tidak membawa bekal sama sekali. Sekalipun kedua orang tuanya adalah salah seorang tokoh masyarakat. Selama mondok di Langitan beliau berdomisili di Ribath al-Maliki.</p>
<p>Selama menjadi santri, beliau terkenal sebagai sosok yang disiplin dalam mengaji dan sekolah. Beliau juga memiliki kelebihan lain yang sangat menonjol. Yakni suara emas yang dimilikinya. Dengan bekal suara indah tersebut, beliau menjadi salah satu personil An-Nabawiyah. Dalam setiap acara maulid di pondok beliau lah yang dipilih menjadi <em>munsyidnya. </em>Lewat suara itu pula beliau bisa menjadi salah satu orang dekat Syaikhina lantaran di setiap acara apapun. Baik itu shalawat, akad nikah atau acara apapun beliaulah yang menjadi ditugasi membaca sholawatnya.</p>
<h5><strong>Sosok Pecinta Sholawat</strong></h5>
<p>Kecintaan beliau yang sangat dalam terhadap shalawat membuat beliau selalu menghidupkan sholawat dimanapun beliau berada. Sebelum menikah hampir setiap satu bulan sekali beliau mengikuti majelis ahalawat di Pasuruan. Beliau jugalah yang berinisiatif mendirikan sebuah grup Shalawat bernama an-Nabawiyah yang sudah berhasil merilis satu album shalawat. —Pada waktu itu belum ada al-Muqtashidah, al-Muqtashidah sendiri adalah bentukan dari Mbah Yai Faqih yang berinisiatif untuk menyatukan grup sholawat di Langitan yang kala itu masih terbagi menjadi dua yakni an-Nabawiyah dan ar-Roudhoh.</p>
<p>Setelah dibentuknya al-Muqtashidah oleh Syaikhina KH. Abdullah Faqih, yang diamanati untuk mengembangkan adalah Ust. H. Saiful Barri. Lewat tangan dingin beliau, al-Muqtashidah sedikit demi sedikit berkembang menjadi grup sholawat yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Banyak sekali album yang berhasil dikeluarkan oleh al-Muqtashidah dibawah komando Ust. H. Saiful Barri. Mulai dari <em>Royatul Hubbi, </em>Burdah Selimut Serinduan hingga yang terakhir album <em>Fi Hubbi</em>. Semua album tersebut pun brerhasil mencuri perhatian atensi hampir mayoritas pecinta shalawat. Shalawat Langitan pun menjadi salah satu kiblat sholawat di Nusantara.</p>
<p>Bukti popularitas dan kesuksesan dakwah al-Muqtashidah juga sudah banyak kita saksikan sendiri. Contoh kecil adalah banyak diantara santri Langitan yang kenal dan ingin mondok di pondok Pesantren Langitan karena al-Muqtashidah. Itulah diantara sedikit dakwah beliau lewat sholawat, banyak hati yang berhasil digerakkan. Bukan hanya untuk sholawat, namun  juga mampu menggerakkan masyarakat untuk berangkat mondok menuju Pesantren Langitan.</p>
<h5><strong>Sosok yang Lemah Lembut</strong></h5>
<p>Menurut kesaksian para murid beliau di al-Muqtashidah. Ust. H. Saiful Bari merupakan sosok yang begitu lemah lembut. Tak pernah sekalipun beliau marah dan <em>ghodzob. </em>Beliau juga sangat telaten dalam membimbing dan mengarahkan personil al-Muqtashidah. Di setiap latihan mingguan beliau masih menyempatkan untuk mengawasi dan memberi motivasi. Maka tak heran, dari bimbingan beliau lahir vokalis-vokalis yang mumpuni di bidangnya. Sebut saja Muhaimin Ust. Mahrus Ali, vokalis Grup Sholawat Syauqul Habib Surabaya, Ust. Ma’shum Demak, Abdul Qodir Kuningan, Ust. Amrun, Ust. As’ad dan Ust. Mas’ud  yang masing-masing dari mereka rata-rata sudah menjadi duta sholawat di kediaman masing-masing.</p>
<p>Selain aktif mengisi majelis sholawat di langitan, beliau juga gencar menggalakkan maulid di daerah sekitar Langitan. Prinsip beliau dalam mendakwahkan shalawat adalah mengajak orang untuk bersholawat bukan mengharap orang untuk mendengarkan bersholawat. Sehingga beliau pun rela mengunjungi satu tempat ke tempat lain untuk mendakwahkan Shalawat. Mulai dari sekitar Widang, Babat hingga di Bojonegoro. Majelis Maulid tersebut terus rutin beliau adakan hingga kesehatan beliau tidak memungkinkan.</p>
<h5><strong>Shalawat Harus Khusyu’</strong></h5>
<p>Beliau sering berpesan kepada para santri bahwa dalam membaca shalawat harus dalam keadaan yang khusyu’ dan sanggup menata hati.</p>
<p><em>“Nek moco shalawat kudu nganggo ati”</em> (Kalau membaca shalawat harus -dihayati- dengan hati) Begitu kira-kira salah satu pesan beliau.</p>
<p>Menurut kesaksian Ust. Majid salah satu tim al-Muqtashidah, dalam suatu majelis maulid di Widang,  Haji Latif pernah bercerita mengenai pengalaman sholawat bersama Ust. Saiful Barri.</p>
<p>Pada waktu itu, sekitar tahun 2004 Ust. H. Saiful Barri sedang membaca mahalul qiyam pada acara yang banyak dihadiri oleh kiai sepuh di Surabaya. Saking ta’dzim dan khusyuk suasana saat itu, banyak kiai sepuh yang menangis ketika mahallul qiyam dilantunkan.</p>
<p>Setelah mahallul qiyam, Haji Lathif dipanggil oleh salah seorang kiai sepuh.</p>
<p><em>“Iku mau sopo seng moco mahallul qiyam?” </em></p>
<p>“Ust, Saiful Barri, menantu KH. Abdullah Faqih” Jawabnya</p>
<p><em>“Lanopo jenengan wau og mular yi?”</em> (Kenapa, jenengan menangis tadi kiai?) Tanya Haji Lathif</p>
<p>Kiai tersebut menjawab, <em>“Iyo, soale Saiful nee moco gak nuk lambe tok, tapi karo ati. Kanjeng Nabi mau rawuh&#8221;</em>. (Iya, karena Ust. Saiful Barri kalau membaca tidak hanya dengan suara saja, tapi dengan (hadirnya) hati. Kanjeng Nabi pun rawuh)</p>
<h5><strong>Shalawat Sebelum Wafat</strong></h5>
<p>Tepat pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 M, Pondok Pesantren Langitan kembali berduka atas wafatnya salah satu mutiaranya yang berharga. Ust. H. Saiful Barri,  salah satu menantu almaghfurlah KH. Abdullah Faqih. Beliau wafat di RS. Darmo Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum desa Mandungan Widang Tuban.</p>
<p>Dalam sambutan sebelum sholat jenazah dilakukan, KH. Abdullah Habib Faqih mengisahkan bahwa, saat di Rumah Sakit, Ust. H. Saiful Barri tidak bisa berkata dengan jelas. Kalimat terakhir yang beliau ucapkan adalah Sholawat.</p>
<p>Hingga KH. Abdullah Habib berinisiatif meminta untuk dibacakan <em>Sholawat bil Qiyam</em> sebelum mendirikan sholat jenazah. Lantunan shalawat pun dikumandangkan. Ribuan santri dan pentakziah, sontak tak kuasa menahan tangis haru, mengiringi kepergian sosok pejuang shalawat yang selalu dirindukan.</p>
<p style="text-align: right;"><em>[Yazid F]</em></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/ust-h-saiful-barri-sosok-yang-membawa-sholawat-langitan-kian-melangit/">Ust. H. Saiful Barri; Sosok yang Membawa Shalawat Langitan Kian Melangit</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/ust-h-saiful-barri-sosok-yang-membawa-sholawat-langitan-kian-melangit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gebyar Sholawat Bersama di Hari Raya</title>
		<link>https://langitan.net/gebyar-sholawat-bersama-di-hari-raya/</link>
					<comments>https://langitan.net/gebyar-sholawat-bersama-di-hari-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2022 11:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[iduladha]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[syekheran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222761</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah merayakan hari raya Idul Adha dan menyembelih hewan kurban. Pondok Pesantren Langitan mengadakan Gebyar Sholawat dalam rangka hari raya Idul Adha. Acara tersebut dilaksakanan pada hari Ahad Malam, (10/07). Para santri berholawat berjubel memakai baju putih-putih di bawah mendung langit yang semakin berat menggantung. Acara tersebut dilaksakan di lapangan Madrasah al-Falahiyah. Acara dimulai setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/gebyar-sholawat-bersama-di-hari-raya/">Gebyar Sholawat Bersama di Hari Raya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222762 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/IMG_4090-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Setelah merayakan hari raya Idul Adha dan menyembelih hewan kurban. Pondok Pesantren Langitan mengadakan Gebyar Sholawat dalam rangka hari raya Idul Adha. Acara tersebut dilaksakanan pada hari Ahad Malam, (10/07). Para santri berholawat berjubel memakai baju putih-putih di bawah mendung langit yang semakin berat menggantung.</p>
<p>Acara tersebut dilaksakan di lapangan Madrasah al-Falahiyah. Acara dimulai setelah jamaah isya’ dan selesai hingga jam 12 malam. Tampak hadir dalam acara tersebut KH. Abdullah Faqih, KH. Ahsan Ghozali, Agus Zahid Hasbullah serta asatidz dan pengurus pondok pesantren Langitan.</p>
<p>Para santri begitu antusias mengikuti pembacaan-pembacaan sholawat tersebut. Mereka mengibarkan bendera merah putih dan bendera lainnyasebagai bentuk kecintaan mereka dengan Shalawat.</p>
<p>Meskipun di tengah-tengah acara, gerimis ringan menyertai namun tidak mengurangi kekhidmatan dan keberkahan malam tersebut. Dalam kesempatan tersebut acara juga diiringi oleh seni tari sufi dari santri-santri Langitan.</p>
<p><span style="text-align: right;">(</span><em style="text-align: right;">Fq</em><span style="text-align: right;">)</span></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/gebyar-sholawat-bersama-di-hari-raya/">Gebyar Sholawat Bersama di Hari Raya</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/gebyar-sholawat-bersama-di-hari-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seminar Sosmed sebagai Bekal Santri Millenial</title>
		<link>https://langitan.net/seminar-sosmed-sebagai-bekal-santri-millenial/</link>
					<comments>https://langitan.net/seminar-sosmed-sebagai-bekal-santri-millenial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 09:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[gus rijal mumazzqi]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Ma’shum Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Media dakwah langitan]]></category>
		<category><![CDATA[seminar medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=222646</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis-Jumat (30 Juni – 01 Juli 2022), Media Dakwah Langitan (MDL) mengadakan sebuah acara seminar tentang pemanfaatan dan edukasi sosmed di kalangan santri. Seminar yang bekerja sama dengan OSIS-ISMA Al-Falahiyah tersebut bertajuk ‘Seminar Sosmed dan Inspirasi Digital bagi Santri’. Acara tersebut dilaksanakan di kantor amm lantai 3. Kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan edukasi kepada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/seminar-sosmed-sebagai-bekal-santri-millenial/">Seminar Sosmed sebagai Bekal Santri Millenial</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-222647 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23.jpeg 1280w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23-300x225.jpeg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23-1024x768.jpeg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23-768x576.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/07/WhatsApp-Image-2022-07-02-at-16.28.23-1080x810.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" />Kamis-Jumat (30 Juni – 01 Juli 2022), Media Dakwah Langitan (MDL) mengadakan sebuah acara seminar tentang pemanfaatan dan edukasi sosmed di kalangan santri. Seminar yang bekerja sama dengan OSIS-ISMA Al-Falahiyah tersebut bertajuk ‘Seminar Sosmed dan Inspirasi Digital bagi Santri’. Acara tersebut dilaksanakan di kantor amm lantai 3.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan edukasi kepada santri tentang peluang pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah. Selain itu juga sebagai bekal santri-santri yang hidup di era yang serba digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadir sebagai tamu undangan, KH. Ma’shum Faqih Pembina Umum Media Dakwah Langitan, Ust. Hasyim Direktur Media Dakwah Langitan serta Ust. Muwafiq Rois Amm Ponpes Langitan.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Narasumber yang pertama, berasal dari Pati, Jawa Tengah bernama Ust. Shofa Ulul Azmi. Ia juga merupakan salah satu alumnus Pondok Pesantren Langitan. Saat ini ia sedang berkarir sebagai desainer profesional di PBNU. Ia juga merupakan sosok dibalik lahirnya&nbsp; logo hari santri 2021 versi Kementerian Agama RI. Beliau mengisi seminar pada sesi pertama (Kamis malam) dengan materi utama ‘Memanfaatkan Digital Sebagai Basis Kemandirian Santri’.&nbsp;</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ust. Shofa yang sekarang menjadi wakil bidang Development Project AIS Nusantara, menyampaikan tentang tata cara menjadi konten kreator santri yang baik, cara menjadi konten kreator yang memiliki nilai manfaat tinggi dengan sasaran masyarakat-masyarakat awam.</span></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">&nbsp;“</span><span style="font-weight: 400;">Jika kamu seorang content creator, buatlah konten yang bermanfaat, yang memberi edukasi sebaik mungkin, sebanyak mungkin. Jadi edukasi konten creator ini perlu, karena tidak selamanya kita menjadi konsumen</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>” </em>tutur Ust. Shofa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia juga membagikan pengalamannya yang sudah lama bergelut dalam seputaran medsos. Serta menyampaikan trik untuk menjadi netizen yang baik, netizen yang tidak mudah memamah mentah-mentah berita hoax.&nbsp;</span></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">“</span><span style="font-weight: 400;">Sosmed dan pedang itu sama dalam hal tinggal kita pintar-pintar menggunakannya</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>.”</em> ujarnya dalam salah satu sesi seminar.</span></p>
<h4><b>Dua Sisi Media Sosial</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi kedua yang dilaksanakan pada hari Jumat (01/07/22) diisi oleh Gus Rijal Mumazziq Zionis, M. HI. Rektor INAIFAS Kencong, Jember.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di awal pemaparannya, Gus Rijal yang juga Direktur penerbit Imtiyaz itu membahas bagaimana untuk bisa menjadi santri yang sebenarnya. <em>“</em></span><em><span style="font-weight: 400;">Santri itu butuh umur seperti umur Nabi Nuh, sabar seperti sabarnya Nabi Ayyub, harta seperti hartanya Qorun</span><span style="font-weight: 400;">.”&nbsp;</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Gus Rijal juga membahas dampak bermedsos bagi santri, </span></p>
<blockquote><p><span style="font-weight: 400;">“</span><em><span style="font-weight: 400;">Kecenderungan media sosial bagi santri itu melahirkan dua sisi, yang pertama sisi maslahat dan yang kedua sisi mudharat, tergantung bagaimana kita menggunakannya</span><span style="font-weight: 400;">.&#8221;</span></em></p></blockquote>
<h4><b>KH. Ma’shum Faqih </b><b><i>Launching </i></b><b>Merchandise Langitan Store</b></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Di penghujung seminar yang diikuti ratusan santri Pondok Pesantren Langitan tersebut, KH. Ma’shum Faqih memberi sedikit tausyiyah tentang cara-cara bermedsos, <em>“</em></span><em><span style="font-weight: 400;">Saya mendukung Media Dakwah Langitan kedepannya untuk punya inspirasi yang lebih (dalam bermedia)</span></em><span style="font-weight: 400;"><em>.”</em> Kemudian terakhir disusul dengan do’a oleh beliau.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam kesempatan itu juga, Langitan Store juga me</span><i><span style="font-weight: 400;">launching</span></i><span style="font-weight: 400;"> perdanasalah satu </span><i><span style="font-weight: 400;">merchandise</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang berupa kaos resmi Langitan. Dan dibagikan langsung secara simbolis oleh KH. Ma’shum Faqih kepada narasumber saat penutupan acara.<br />
</span></p>
<p style="text-align: right;">[Faiq]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/seminar-sosmed-sebagai-bekal-santri-millenial/">Seminar Sosmed sebagai Bekal Santri Millenial</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/seminar-sosmed-sebagai-bekal-santri-millenial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Biografi Singkat KH. M. Syakir Ridho, MA. Ketua Umum Kesan Periode 2022-2027 M.</title>
		<link>https://langitan.net/inilah-biografi-singkat-kh-m-syakir-ridho-mm-ketua-umum-kesan-periode-2022-2027-m/</link>
					<comments>https://langitan.net/inilah-biografi-singkat-kh-m-syakir-ridho-mm-ketua-umum-kesan-periode-2022-2027-m/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 13:21:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[biografi kh syakir ridho]]></category>
		<category><![CDATA[kesanlangitan]]></category>
		<category><![CDATA[menaralangitan]]></category>
		<category><![CDATA[munaslangitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=7864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Musyawarah Nasional (Munas) KESAN Langitan ke-5 yang dihelat Senin (27/16/22) kemarin, kembali melahirkan nama pimpinan yang sama seperti periode sebelumnya, yakni KH. Ahsan Ghozali sebagai Rais Aam dan KH M. Syakir Ridho sebagai Ketua Umum. Penetapan tersebut berdasarkan sidang pleno III yang berlangsung di arena utama Munas Kesan ke-5. KH. M. Syakir Ridho, selaku Ketua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/inilah-biografi-singkat-kh-m-syakir-ridho-mm-ketua-umum-kesan-periode-2022-2027-m/">Inilah Biografi Singkat KH. M. Syakir Ridho, MA. Ketua Umum Kesan Periode 2022-2027 M.</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-7865 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-1024x683.jpg" alt="KH. Syakir Ridho" width="1024" height="683" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-1024x683.jpg 1024w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-300x200.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-768x512.jpg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-1536x1024.jpg 1536w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-2048x1365.jpg 2048w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2022/06/MG_3994-min-1080x720.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" />Musyawarah Nasional (Munas) KESAN Langitan ke-5 yang dihelat Senin (27/16/22) kemarin, kembali melahirkan nama pimpinan yang sama seperti periode sebelumnya, yakni KH. Ahsan Ghozali sebagai Rais Aam dan KH M. Syakir Ridho sebagai Ketua Umum. Penetapan tersebut berdasarkan sidang pleno III yang berlangsung di arena utama Munas Kesan ke-5.</p>
<p>KH. M. Syakir Ridho, selaku Ketua Umum terpilih merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurur Rohman Sidoarjo. Sosok kiai yang juga menjadi Ketua Umum kesan periode sebelumnya (2017-2021 M) ini memang dikenal sebagai sosok kiai yang visioner dan organisatoris.</p>
<p>Terbukti, selama masa kepemimpinannya, Kesan mengalami banyak sekali perubahan dan kemajuan dalam bidang manajerial maupun efektivitas program. Termasuk bidang ekonomi, Kesan telah berhasil mengembangkan usaha air mineral KESAN yang sudah bisa berkembang lebih dibanding sebelumnya. Dalam bidang infrastruktur, kita juga bisa melihat megahnya Kantor pusat KESAN Langitan dan beberapa pembenahan lainnya.</p>
<p>Ketika wabah pandemi melanda, semua aktivitas masyarakat di berbagai sektor mengalami kesulitan. Akan tetapi walaupun begitu KESAN Langitan di bawah komando KH. Syakir Ridho pun tidak pasif menghadapi kenyataan.  Pengurus Kesan melakukan berbagai terobosan yang ikut membantu kondisi masyarakat dan santri pada umumnya. Seperti pada proses pemulangan santri di awal pandemi, Kesan juga mengambil peran penting di dalamnya. Dimana pengurus Pusat bekerjasama melalui PAC daerah terlibat membantu proses pemulangan yang sesuai dengan prosedur kesehatan.</p>
<p>Demikian juga terjadi saat penyelenggaraan Istihlal dan Haul dalam masa pandemi tersebut, walaupun keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan acara. Akan tetapi acara tersebut tetap bisa dilaksanakan sekalipun hanya secara virtual.</p>
<p>Selama periode kepemimpinannya pula, KESAN juga berhasil menghimpun dan meresmikan berbagai Kesan berhasil mendirikan puluhan kepengurusan tingkat regional. Seperti 7 PCI, dan 23 pengurus PW, PC dan puluhan PAC yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Selain menjabat sebagai Ketua umum KESAN pusat beliau juga aktif berkhidmah di PCNU Sidoarjo, Beliau juga  merupakan seorang aktivis di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Jawa Timur dan beberapa organisasi lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/inilah-biografi-singkat-kh-m-syakir-ridho-mm-ketua-umum-kesan-periode-2022-2027-m/">Inilah Biografi Singkat KH. M. Syakir Ridho, MA. Ketua Umum Kesan Periode 2022-2027 M.</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/inilah-biografi-singkat-kh-m-syakir-ridho-mm-ketua-umum-kesan-periode-2022-2027-m/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
