Cara Menancapkan Rasa Cinta Pada Akhirat

Penulis : admin

September 10, 2018

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (Q.S. Al A’la : 16-17)

Berulang kali, Allah Swt. telah mengingatkan bahwa kenikmatan yang paling baik dan kekal adalah kenikmatan akhirat. Tak sedikit pun kenikmatan dunia membandingi kenikmatan alam akhirat. Namun demikian, manusia berulang kali melalaikannya. Mereka lebih memilih kenikmatan dunia, dan seakan tidak pernah mendengar peringatan Allah Swt.

Alasan mendasar yang menyebabkan terbujuknya manusia terhadap nikmat dunia adalah ketidaktahuan mereka tentang hakikat akhirat. Mereka lebih suka melihat apa yang tampak di pelupuk mata. Dunialah yang nampak pada mereka, sehingga mereka melupakan akhirat.

Disebutkan dalam Tafsir al-Baghawi, bahwa ‘Arfajah al Asyju’i berkata, “Kami bersama Abdullah bin Mas’ud membaca ayat di atas, kemudian ia berkata, “Apakah kalian tahu, kenapa kalian lebih mendahulukan urusan dunia?” Kami berkata, “Tidak.”

Ia berkata, “Karena dunia telah hadir. Sehingga kalian tergesa-gesa untuk makanan, minuman, perempuan, kenikmatan dan pangkatnya, sedangkan akhirat masih jauh. Maka kami memilih yang cepat dan meninggalkan yang lama.”

Berbagai macam kenikmatan dunia inilah yang menjadi penghalang besar bagi manusia menerima ajaran agama yang orientasinya memperoleh kenikmatan akhirat. Saat manusia lebih memilih dunia, maka saat itulah mereka akan merelakan agama. Maka, sudah seharusnya seorang yang berjuang di jalan Allah Swt. berusaha menghilangkan penghalang tersebut.

Maka pekerjaan besar seorang yang berjuang di jalan Allah ialah menganjurkan masyarakat agar bisa mencintai akhirat. Tanpa rasa cinta manusia akan sulit menerima agama. Rasa cinta tidak akan tumbuh tanpa disertai pengetahuan. Pengetahuan bermula dengan perkenalan. Maka, terus perkenalkan masyarakat terhadap akhirat, sehingga mereka mencintainya dan dengan mudah bisa menerima agama.

Al Quran telah mencontohkan bagaimanakah seorang dai harus terus berusaha memberitakan atau mendoktrin bahwa dunia ini adalah musuh. Dulu, agama disebarkan oleh Nabi Saw dengan terus memberitakan akhirat, keindahan, dan segala yang berhubungan dengan kehidupan akhirat. Karenanya, surat-surat yang diturunkan di Mekkah-saat masih banyak yang mengingkari Islam- lebih banyak membahas tentang akhirat. Hal ini mengindikasikan target utama dalam menyebarkan Islam ialah mengingatkan manusia agar lebih memilih akhirat.

Allah Swt. berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (14) قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15

Dijadikan indah dalam (pandangan) manusia cinta kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia (yang sementara), dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”.

“Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang suci serta keridhaan Allah. Allah Maha melihat hamba-hamba-Nya. (Q.S. Ali Imron: 14-15)

Sebagaimana kehidupan di dalam kandungan sama sekali tidak ada bandingannya dengan kehidupan dunia, maka demikian pula kehidupan akhirat. Dunia sama sekali tidak sebanding dengan kehidupan akhirat lantaran lebih nikmat, luas, dan menyenangkan.

Tulisan Terkait

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Menasihati dengan Toxic, Bolehkah?

Terkadang ada sebagian orang memberi nasihat dengan caranya yang kasar, entah itu  memaki atau mencela yang kerap kali membuat orang yang dinasihati merasa tersinggung. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh situasi dan kondisi penasihat, seperti kurangnya respons positif,...

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Cinta, Pengorbanan, dan Keteguhan Iman Abu Bakar

Di antara sekian banyak manusia yang pernah berjalan di muka bumi, ada orang-orang yang namanya dikenang bukan karena kekuasaan, kekayaan, atau kemenangan yang mereka raih. Mereka dikenang karena ketulusan cinta yang mereka persembahkan kepada kebenaran. Salah satu di...

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Para Pecinta Buku dan Buku yang Dicintai

Dalam perjalanan membangun peradaban yang luhur dan mulia, baik sosok yang tergila-gila pada buku maupun buku yang menjadi objek kegilaan memegang peran penting. Oleh karena itu, sepatutnya manusia yang berbudaya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para...

Kilau Emas Kian Memukau

Kilau Emas Kian Memukau

Belakangan ini, ramai perbincangan tentang fenomena “demam emas” (gold rush). Masyarakat Indonesia maupun mancanegara berbondong-bondong membeli emas saat harganya sedang melonjak. Mereka berusaha mengalihkan dana simpanan atau tabungannya ke logam mulia. Apa yang...

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Dakwah yang Menyejukkan Hati

Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya cara manusia menyampaikan pendapat, dakwah tetap memiliki tujuan yang sama sejak zaman para nabi: mengajak manusia menuju kebaikan dan mendekatkan mereka kepada Allah Swt. Namun, keberhasilan dakwah tidak hanya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Arsip

Posting Populer