Menolak Istilah Kiai Khas dan Kiai Kampung
Tulisan KH. Abdulloh Faqih ini dimuat di jawapos.com dengan url : http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=278709 pada hari Senin, 02 April 2007, kutipan lengkapnya sebagaimana berikut :
Dulu, kiai-kiai yang sejalan dengan pemikiran dan langkah politik Gus Dur sering disebut-sebut dan dipopulerkan sebagai kiai khas. Meski tidak diketahui persis siapa yang memulai dan memunculkan istilah itu, sebenarnya risi juga mendengar dan menyandang sebutan itu. Sebab, para kiai yang disebut khas tersebut tidak merasa ada yang perlu dilebih-lebihkan menyangkut status atau strata sosial. Meski, keberadaannya mampu dimanfaatkan sebagai justifikasi dan legitimasi kelompok dan kepentingan tertentu. Lanjut
Istighotsah dan deklarasi PKNU
Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya terlaksanalah Deklarasi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (31/3) di Lapangan Al Ghuroba’ Pondok Pesantren Langitan. Acara ini dihadiri ratusan kiai dan 30 ribu simpatisan. Karena membludaknya peserta, sempat terjadi kemacetan lalu lintas dan merayap berantai radius 15 KM. dari titik pusat acara. Karena bertepatan dengan tanggal 12 Robiul Awal deklarasi pun diawali dengan peringatan mauludin nabi Muhammad SAW. dan Istighotsah demi keselamatan bangsa Indonesia. Ini dilakukan, agar Indonesia bisa keluar dari musibah yang tak kunjung reda. Hadir dalam acara itu seluruh tim 17, kecuali KH. Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri, Jatim) karena sakit dan KH. Abdullah Schal (Bangkalan, Madura) karena ada udzur. Tim 17 adalah para kiai yang merumuskan berdirinya PKNU dan siap mengawal partai ini agar tidak menyimpang dari rel syar’i, mereka adalah :
Lanjut
Menuju Sehat, Berhenti Merokok
Pondok pesantren mempunyai potensi besar untuk berperan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Kesehatan adalah faktor penting yang mutlak diperlukan oleh manusia dalam upaya mensukseskan segala macam bentuk aktifitas baik aspek duniawi maupun ukhrowi. Dan salah satu cara menuju masyarakat sehat adalah merubah masyarakat dari kebiasaan merokok.
Agama memperingatkan kepada kita, agar jangan sampai berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Sebagaimana hal itu ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW. “Tidak boleh menyakiti (tanpa sebab) dan tidak boleh menyakiti (untuk membalas)”. Status hukum merokok munurut fiqh berupa makruh itu bagi orang yang sehat. Tetapi bagi Lanjut
Mengenal darah istihadloh
Istihadlah menurut bahasa artinya mengalir. Sedangkan menurut aspek syara’ adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita yang tidak menetapi syarat-syaratnya haidl dan nifas. Wanita yang mengalami istihadloh dina-makan mustahadlah. Dilihat dari warna dan sifatnya darah, antara darah haidl dan isti-hadloh itu tidak jauh berbeda, di antara kedua banyak kesamaannya. Namun, jika dilihat dari sudut pandang hukum, terdapat perbedaan yang mencolok. Bagi wanita yang sedang mengeluarkan darah, jika berdasarkan warna, sifat, masa keluar, dan lain sebagainya diyakini sebagai darah haidl, maka pada saat itu ia wajib menjauhi hal-hal yang diharamkan bagi wanita haidl, meski pada akhirnya darah itu belum tentu darah haidl. Sebaliknya, apabila ber-dasarkan warna, sifat, masa keluar dan lain-lain diyakini sebagai darah istihadloh, maka dia tetap wajib menjalankan ibadah sebagaimana biasanya. Darah itu dihukumi istihadlah di antaranya jika ada salah satu kriteria berikut ini: Lanjut
Terapi Ambisi
Perasaan selalu ingin memiliki sesuatu yang lebih, tamak serta ambisi dalam hal-hal yang berbau duniawi memang sudah menjadi sifat dan tabiat manusia. Sehingga akan memerlukan penanganan yang ekstra untuk bisa mengendalikan dua watak tersebut. Siapapun orangnya pasti memiliki keduanya. Namun kadar dan efek yang ditimbulkan pasti akan sangat bervariasi tergantung kemampuan orang tersebut dalam mengendalikan dan meredam keganasan dua virus yang bisa mematikan jiwa tersebut. Akibat dari yang ditimbulkan oleh keduannya sangatlah fatal dan dahsyat. Kemampuannya yang bisa menjadi mesin penghancur tatanan kehidupan manusia di dunia dan akherat sangat menakutkan sekali. Dari sinilah Imam Ghozali kemudian memberikan resep terapi kepada kita agar bisa memproteksi atau minimal mengontrol keduanya agar tidak bisa berkembang biak di dalam kehidupan ini. Lanjut
Yahudi musuh abadi !!!
Oleh : KH. Ihya’ ‘Ulumuddin*
Serangan Israel terhadap Lebanon baru- baru ini menegaskan kembali untuk yang kesekian kalinya, bahwa kaum Yahudi la’natullahi alaihim tidak akan berhenti membenci dan memusuhi umat Islam, sampai kapan pun. Allah Subhanahu Wata’ala telah men-ceritakan hakikat kedengkian, permusuhan dan kebencian orang Yahudi kepada umat Islam. “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS. Al Maidah; 82). “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqarah;120).Ironisnya, umat Islam dunia, termasuk Indonesia tidak banyak yang terketuk hatinya untuk membantu saudara-saudaranya di medan laga, baik bantuan tenaga, materi maupun doa.Banyak hal yang melatar-belakangi kenapa negara-negara Islam di dunia, khususnya negara Timur Tengah enggan membantu tentara Hizbullah ini. Selain karena bangsa-bangsa Timur Tengah banyak yang terikat oleh perjanjian Camp. David yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, negara-negara Arab dan umat Islam sedunia lebih melihat bahwa perang antara Israil dan Lebanon ini tak ubahnya sebagai perang antara Yahudi dan Syi’ah, bukan perang Yahudi dan Islam. Umat Islam hendaknya mau melihat bahwa orang-orang Yahudi sejak dahulu kala selalu jadi komunitas pembangkang kepada Allah dan utusan-utusanNya. Lanjut
- Halaman 27 dari 32
- Sebelumnya
- 1
- ...
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- ...
- 32
- Selanjutnya
