Dalam rangka haul ke 42 Masyayikh Pondok Pesantren Langitan tepatnya dilaksanakan pada kamis tanggal 27 Desember 2012/03 Shofar 1434 H ini dirasakan sungguh luar biasa dibanding dengan tahun – tahun sebelumnya, dimana para Muhadirin yang mengikuti jalanya roda acara diluar dugaan banyaknya. Panitia yang sebelumnya tidak memprediksi bludaknya muhadirin dalam rangka acara tersebut dibuat sibuk untuk mempersiapkan tempat dan fasilitas lainya. Acara Haul Ke 42 Masyayikh Pondok Pesantren langitan ini dimulai tepat setelah jama’ah Dzuhur (14.00 wib)  yang sebelumnya dilaksanakan Khotmil Qur’an Bilghoib. Acara dimulai dengan lantunan bait – bait sholawat oleh Group Al Muqtasidah yang kemudian Pembacaan Rotibul Haddad oleh Habib Ali Bin Husain Al Haddad setelah beliau membacakan Rotibul Haddad sedikit beliau berpesan agar Rotibul Haddad ini senantiasa dibaca oleh para santri dan masyarakat luas umumnya yang sekaligus beliau “ habib Ali Bin Husain” memberikan Izazah Rotibul Haddad kepada para muhadirin yang menghadiri acara haul tersebut. Setelah pembacaan Rotibul haddad acara di lanjutkan dengan pembacaan Surat yasin dan tahlil dan di akhiri dengan do’a Oleh Kh. Sholeh Kosim. Dalam rangkaian acara haul yang ke 42 tersebut diisi dengan Tausyiah – tausyiah. Tausyiah Haul Langitanyang pertama di sampaikan oleh Habib Jindan Bin Naufal dari Jakarta. Dalam tausyiah beliau menyampaikan beberapa hal terkait tentang mengenang para pendahulu orang – orang sholeh. Dimana Nabi Muhammad Saw saat itu juga mengenang para pendahulu sebagai orang – orang yang sholeh yaitu para Nabi Terdahulu. Kemudian Tausyiah kedua disampaikan Oleh Syekh Ali As Shobuni Penulis Kitab Tafsir Ahkam dari makkah. Kurang lebih limapuluh menit beliau menyampaikan tausyiah nya, dalam tausyiah beliau menyampaikan bahwa Puji Syukur kita terhadap Allah Swt, yang telah memberikan nikmat iman dan islam sehingga kita bisa berkumpul dengan orang – orang sholeh. Sedang tausyiah ke tiga yang sekaligus Do’a disampaikan oleh Habib Umar Muthohar dari Semarang. Beliau menyampaikan dalam tausyiahnya, bahwa sekarang banyak orang yang merongrong ajaran islam dengan memberikan kajian – kajian yang tidak sesuai dengan Al qur’an dan hadist maka hendaklah kaum muslimin untuk senantiasa berbegang teguh kepada ajaran ahlussunah sebagaimana orang orang sholeh mengikutinya.