Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net
Mensyukuri Nikmat

Mensyukuri Nikmat

Syukur merupakan rasa terimakasih kepada Allah atas segala nikmat. Atas makanan yang dilimpahkan Allah, nafas yang terus dihembuskan, kemerdekaaam atas penjajahan. Terlebih nikmat iman dan islam kita. Allah memerintahkan kepada kita untuk mensyukuri atas nikmat-Nya : Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Tanda kita mensyukuri nikmat adalah menggunakan segala nikmat Allah pada jalan yang diperintah-Nya. Seperti contohnya: jika kita dianugerahi kekuatan badan, maka kekuatan itu kita gunakan untuk beribadah, bekerja, menuntu ilmu, menolong orang dan lain sebagainya. Dan termasuk bukti mengingkari nikmat adalah dengan menyia-nyiakannya. Bulan agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa indonesia. Karena pada bulan ini, bangsa kita telah dinyatakan merdeka dari penjajahan yang sangat lama, yaituu tiga setengah abad lebih. Merdeka berarti kita bebas dalam mengatur dirim mengelola hasil alam, dan merencakan kehidupan. Pada pendiri bangsa ini telah menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah atau murni  hasil perjuangan rakyat pribumi tapi adalah karunia Allah. Oleh karena itu, dalam pembukaan Undang-undang Dasar 45 dijelaskan. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Dari kutipan diatas, maka bisa dipahami betapa para pendahulu bangsa ini telah mengajari kita untuk mengembalikan anugerah kemerdekaan kepada Allah. Para pendahulu sadar bahwa sekuat apapun keinginan dan usaha untuk menolak penjajah tapi kalau tidak mendapat pertolongan dari Allah, maka akan sia-sia. Tetapi atas anugerah Allah, meski hanya dengan bambu runcing, bangsa ini bisa mengalahkan para penjajah yang memakai senjata-senjata canggih. Sumber diambil dari : Majalah Langitan Edisi...

Bahtsul Masa’il Sebagai Acuan Santri Mempelajari Kitab Kuning

Langitan- untuk merealisasikan program kerja dari Dep. Musyawarah dan lughoh, kali ini Para pengurus Ikatan Siswa Madrasah Al Falahiyah (ISMA) menggelar acara Bahtsul Masa’il di gedung madrasah tsanawiyah lantai II, Selasa (04/12/12). Seusai jama’ah Maghrib tepatnya pukul 19.30 WIS, beberapa delegasi dari setiap kelas sudah mulai menempati ruang Bahtsul masa’il tersebut. tampak juga delegasi dari pondok Gilang yang memang sengaja diundang untuk bergabung dalam komisi B, sudah hadir dan menempati tempat yang telah di sediakan. Para peserta Bahtsul Masa’il kali ini dibagi menjadi dua komisi yakni komisi A yang dihadiri oleh sejumlah delegasi dari tingkatan MI dan komisi B dari tingkatan MTs. Setiap komisi diberi beberapa masalah yang sesuai dengan tingkatan mereka untuk dibahas bersama dalam forum tersebut, sedangkan masalah tersebut diambil dari pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya sudah dikumpulkan dari para ketua musyawarah. sebenarnya pertanyaan tersebut sudah pernah di musyawarahkan dalam lingkup kelas, Tetapi karena dalam lingkup tersebut tidak bisa terjawab maka pertanyaan tersebut di bawa kedalam forum bahtsul masail ini. Setelah mengalami perdebatan yang cukup lama dan sedikit alot, semua pertanyaan akhirnya bisa terjawab, kecuali satu pertanyaan dari komisi B. ya… walaupun bisa dibilang kurang sempurna,namun dengan adanya forum ini semoga bisa membuat para santri lebih semangat dalam mempelajari kitab kuning yang memang menjadi kajian bagi para santri setiap...

Pin It on Pinterest