Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net
Khataman Fathul Wahab

Khataman Fathul Wahab

[Selasa, 18/11/14] Berbeda dengan hari Selasa yang biasanya pengajian setelah Subuh di pondok pesantren Langitan libur, hari ini para santri yang mengikuti pengajian kitab Fathul Wahab karya Syekh Zakaria Al Anshori tampak begitu bersemangat, karena kitab yang menjadi salah satu kajian wajib di Langitan ini akan dikhatamkan oleh KH. Muhammad Ali Marzuqi. Dalam khataman kali ini, Yai Ali berpetuah agar para santri yang mungkin dalam mengaji kitab Fathul Wahab ini belum penuh, maka sekiranya mengikuti pengajian-pengajian Fathul Wahab berikutnya....

Memberikan Anggota Tubuh, Batalkah Wudhunya…?

   Sebut saja budi, dia adalah orang yang tidak mempunyai tangan sebab kecelakaan, lalu ada seorang temannya yang divonis meninggal, ia ingin memberikan tangannya pada budi, setelah temannya meninggal,budi pun mendapatkan tangan baru yang sudah bisa digerakkan.    Pertanyaan: Jika budi wudhu, kemudian menyentuh saudari perempuannya apakah batal wudhunya?    Jawab : Tidak batal, karena sudah menyatu, apabila belum menyatu maka yang batal bukan budi tapi adiknya karena menyentuh tangan orang lain. نهاية الزّين: ص27  ) ولو قطع عضو من شخص والصّق بأخر وحلته الحياة فله حكم من اتّصل به لا ان نفصل عنه,فلو قطعت يد رجل والصّق بامرأة وحلته الحياة إنتقض وضؤ رجل بلمسها...

Masalah: Hewan Ditukar Dengan Kulit

Ø HEWAN DITUKAR DENGAN KULIT ولا يجوز بيع اللحم با لحيوان sudah dimaklumi bahwa tidak sah menjual daging ditukar dengan hewan, baik  daging    tadi berupa limpa, hati, jantung dan lain-lain. v  Pertanyaan: a)      Bagaimana jika menjual sapi ditukar dengan kulitnya yang sudah disamak ? v  Jawab : Boleh, sebab kulit tersebut bukan termasuk daging, akan tetapi jika kulit tersebut  belum disamak maka tidak diperbolehkan, karena masih dianggap daging الفقه المنهجي – (6 / 67)                                                           بيع اللحم بالحيوان :لا يجوز بيع اللحم بالحيوان مطلقاً لا نقداً ولا نسيئة ØŒ وسواء أكان اللحم من جنس الحيوان أم من غير جنسه ØŒ وسواء أكان الحيوان مأكول اللحم – كشاة بلحم بقر – أم غير مأكول اللحم – كلحم بقر بحمار – فلا يجوز مطلقاً .ومثل اللحم ما في معناه : كالشحم والألية والكبد والقلب والكلية والطحال ØŒ وكذلك جميع أجزائه المأكولة .وأجازوا بيع الحيوان بالجلد بعد دبغه ØŒ لخروجه عن كونه لحماً أو ما في معناه . أما قبل الدبغ فلا يجوز أيضاً ØŒ لأنه يُعتبر لحماً . حاشية الباجورى – (1 / 346) (قوله بيع اللحم بالحيوان) وكذا فى معنى اللحم من الشحم والكبد والقلب والالية …… b)      Bolehkah menjual hewan ditukar dengan kerupuk ramba’ (kerupuk yang terbuat dari kulit sapi) ? v  Jawab : Diperbolehkan, karena penjualan kulit dan tulang itu bukan termasuk riba, berbeda dengan daging. Begitu juga diperbolehkan menjual telur dengan ayam. الحاوى الكبير Ù€ الماوردى – (5 / 320) وَأَمَّا بَيْعُ الْحَيَوَانِ بِالْجِلْدِ وَالْعَظْمِ فَيَجُوزُ عَلَى الْوَجْهَيْنِ : لِأَنَّ الْجِلْدَ وَالْعَظْمَ مَا لَا رِبَا فِيهِ بِخِلَافِ اللَّحْمِ ØŒ وَكَذَا بِيعُ الْبَيْضِ بِالدَّجَاجِ يَجُوزُ عَلَى الْوَجْهَيْنِ مَعًا بِخِلَافِ اللَّحْمِ : لِأَنَّ اللَّحْمَ بَعْضُ الْحَيَوَانِ ØŒ وَلَيْسَ الْبَيْضُ بَعْضُ...

Maulid Nabi Muhammad SAW, buang negatifnya..!!

Peringatan maulid Nabi Muhammad saw. Atau yang lebih dikenal dalam Bahasa Jawa dengan istilah mauludan meski sejatinya penyebutan itu salah, yang benar adalah maulidan dari kata maulid adalah ritual keagamaan untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara yang mendatangkan sekumpulan orang ini biasanya diisi dengan bacaan al Quran, sejarah Nabi dan mauidzoh, lalu dilanjutkan dengan memakan hidangan yang berupa nasi atau kue (Ianah tholibin juz iii hal 364). Peringatan maulid Nabi Muhammad saw semacam ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia saja namun juga di negara Malasyia, Brunai, Mesir, Yaman, Aljazair, Maroko, bahkan juga sebagaian masyarakat Arab Saudi dan negara-negara lain. Terlepas dari pro dan kontra pelaksanaan maulidan, acara ini banyak mengandung manfaat walaupun sisi mafsadahnya (aspek negatifnya) kadang-kadang juga muncul. Dari aspek pelaksanaannya, maulidan dapat pula digunakan sebagai media berdakwah. Dengan diselip-kannya mauidzoh hasanah (penyam-paian nasehat) dalam acara tersebut, para dai dapat memanfaatkan peluang ini untuk menyampaikan pesan-pesan agama dan pencerahan untuk memperbaharui semangat keber-islaman. Berdakwah kepada seratus orang secara perorangan misalnya, dibutuhkan waktu yang panjang dan tenaga dai yang tidak kecil, namun dengan adanya acara semacam maulidan ini waktu dan tenaga dapat dihemat. Acara maulidan dapat juga sebagai wahana yang efektif untuk membumikan sholawat dan hubbur-rasul waali baitihi (mencintai Rasul dan ahlu baitnya). Di saat banyak orang bingung dengan jati dirinya dan kebingungan mendapatkan figur panutan, maka dalam acara ini mereka dapat segera mengingat, bahwa figur panutan yang sebenarnya adalah Rasulullah saw. sebagai manusia paling sempurna. Perilaku Rasulullah hendaknya dalam forum itu dikupas habis dengan bahasa yang dapat dipahami, agar masyarakat mengetahui betapa tinggi akhlaq dan pribadi beliau, mulai kedermawanan, belas kasihnya, ketegasan, dan pola pikir serta pandangan...

Aqiqah dan memberi nama Anak

Orang tua, siapa pun dan di mana pun pasti mendambakan seorang anak yang berbakti, taat dan berperilaku yang sesuai norma agama, apalagi bekal yang bisa diandalkan orang tua ketika meninggal salah satunya adalah anak sholeh yang senantiasa mendo’akannya. Namun tidak sedikit perkembangan si anak selanjutnya justru dipicu dan diwarnai oleh tindakan dan prilaku orang tua itu sendiri sebagaimana disinyalir hadits Nabi SAW : Diriwayatkan dari Abi Hurairoh RA., Rosululloh SAW berabda: Setiap anak terlahir dalam keadaan fithroh (menetapi agama yang suci) kemudian kedua orang tuanya yang menyebabkannya menjadi Yahudi, Nashroni dan Majusi………( HR.Bukhori ) Pada dasarnya, keinginan mempunyai anak dan berusaha untuk mendapatkannya adalah sunnat, firman Alloh SWT dalam Surah Al Baqarah, “Sekarang campurilah mereka (para istri) dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT. (QS.Al-Baqoroh 187) Imam Mujahid dan Ibnu Abbas menginterpretasikan ayat tersebut, bahwa yang dimaksud adalah seorang anak. Bahkan Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk mempunyai banyak anak karena hal itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi beliau sebagai pemimpin mereka di HariKiamat. Diriwayatkan dari Anas RA. berkata: Rosululloh memerintahkan menikah dan sangat melarang untuk membujang dan beliau bersabda: Menikahlah kalian dengan perempuan yang penuh kasih sayang dan yang bisa memberi banyak anak, karena aku memperbanyak dengan kalian atas para Nabi di Hari Kiamat (HR. Imam Ahmad dam Abu Hatim dalam kitab shohihnya) AQIQAH, Definisi dan Hukumnya Ketika seorang bayi lahir ke dunia, orang yang paling bahagia adalah orang tua namun jangan sampai kebahagiaan itu melupakan kegiatan ritual yang seyogyanya dilakukan, salah satunya adalah Aqiqoh. Aqiqoh secara etimologi (lughot) adalah sebuah nama dari rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika dilahirkan. Sedangkan secara terminologi (Syara’) adalah hewan yang...

Pin It on Pinterest