Hasud adalah salah satu penyakit hati yang bisa merusak amal ibadah, dan sanggup mendorong timbulnya perkara yang jelek. Yakni ketika seseorang berharap hilangnya nikmat yang telah dianugerahkan pada orang lain. Penyakit ini termasuk yang paling sulit disembuhkan dan bisa menyerang siapa saja. Tak peduli dia ulama atau umara. Bahkan, penyakit ini juga sering kali menjangkit pada Hafidz (orang yang hapal alqur’an). Apalagi pada orang-orang awam yang tidak memiliki bekal pengetahuan cukup terhadap ilmu agama.

Sebagaimana sabda Rasulallah, setidaknya ada enam orang yang akan menjadi penghuni neraka karena melakukan
enam perkara:

  1. Orang arab suku pedalaman atau orang-orang jahiliyah dengan sifat fanatik kesukuan yang membabi-buta. Sehingga mereka tidak segan-segan berperang, menumpahkan darah untuk membela sukunya, tanpa peduli salah ataupun benar. Juga orang arab yang gemar berkelahi dan berdebat hanya demi mengunggul-unggulkan nasab-keturunannya. Jenis orang seperti ini yang oleh Rasulallah disebut-sebut akan menjadi penghuni neraka. Namun kriteria tersebut bukan hanya terkhusus untuk orang arab saja. Hal yang sama juga berlaku untuk orang-orang ajam (selain bangsa arab). Contoh kecilnya, orang-orang yang mendirikan partai hanya demi kepentingan pribadi, dan senantiasa berpikir membesarkan partainya saja, dengan mengabaikan keutuhan Negara.

  2. Para pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya demi kepentingan yang bersifat pribadi. Dengan menjadi pejabat tentu akan semakin terbuka peluang untuk berbuat sewenang-wenang, oleh karenanya semakin terbuka juga peluang untuk menjadi penghuni neraka. Sebagaimana yang sering kita dengar, banyak pejabat-pejabat yang terbukti melakukan korupsi dan memonopoli hak-hak rakyat demi kekayaan pribadi dan golongannya.

  3.  Golongan yang ketiga adalah pemimpin yang terbersit di hatinya sifat sombong. Merasa tak ada orang lain yang bisa mengungguli dirinya. Sifat seperti ini biasanya akan muncul pada orang yang terpilih menjadi kepala desa, kepala daerah atau pemimpin-pemimpin lainnya. Jadi, harus selalu waspada.

  4. Pedagang yang berbuat curang. Tidak jarang, karena godaan harta, orang menjadi gelap mata, sehingga menghalalkan segala cara. Terutama para pedagang. Terkadang, demi mengeruk laba sebanyak-banyaknya, mereka tidak segan-segan menipu para pembeli. Akibatnya banyak orang merasa dirugikan. Lebih jauh, praktik-praktik sedemikian itu, pada akhirnya akan mengguncang stabilitas perekonomian nasional.

  5. Mereka yang tinggal dalam sebuah daerah (kampung) yang jauh dari jangkauan agama islam, jauh dari orang-orang alim, serta tidak berupaya untuk belajar agama.

  6. Perlu diketahui bahwa tidak ada jaminan, seseorang yang telah menjadi ulama kemudian secara otomatis akan terbebas dari api neraka. Golongan terakhir, sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi, adalah para ulama yang terbersit sifat hasud di hatinya. Pada umumnya, justru ulama-lah yang paling beresiko terserang penyakit hasud. Demikian itu karena tujuan hidupnya bukan untuk akhirat, tapi kemegahan dunia belaka.