Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Jumlah remaja Indonesia dengan usia antara 15-24 tahun mencapai kisaran angka 38-an juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 juta berada pada usia aktif secara ekonomi, dengan perincian sekitar 15-an juta bekerja, sedangkan lebih dari 5 juta remaja menganggur. Ke-18 juta remaja yang dianggap tidak aktif secara ekonomi umumnya masih bersekolah (11 juta), bekerja di rumah (5 juta) dan lainnya (2 juta). (Sumber: data.unaids.org)

Melihat data di atas, kiranya penting adanya konsentrasi pemerintah dan seluruh elemen bangsa- dalam pengembangan dan pemberdayaan generasi muda. Langkah ini bukan hanya sebagai pemenuhan usia remaja, namun juga melihat potensi generasi masa depan, ketika para remaja menjadi dewasa dan memegang kebijakan publik. Sebagus apapun para pemimpin sekarang, namun jika remajanya mengalami kegersangan nilai, maka hancurlah pilar kehidupan di masa mendatang. Ingat, di tangan pemudalah masa depan ditentukan.

Lebih dari itu, masa muda merupakan masa puncak kekuatan manusia. Syaikhina KH. Abdullah Faqih pernah memberikan gambaran, Ibarat matahari, pemuda adalah waktu puncak saat matahari berada pada titik kulminasi (istiwa). Saat itulah sinar matahari menjadi paling panas sengatannya. Hal ini sama dengan daya pemuda dalam mengeksplorasi tenaga dan pikirannya, baik yang berkenaan dengan hal-hal positif maupun negatif. Jika masa muda seseorang dilewati dengan hal-hal positif, maka mereka telah mendapatkan point besar sebagai bekal di masa tuanya.

Dalam Gerusan Zaman
Saat sekarang ini, remaja kita tengah mengalami kepungan mode dan ploblematika yang sangat kompleks. Derasnya arus budaya asing yang masuk adalah penyebabnya. Menilik teori peradaban, barang siapa yang kalah dalam peradaban- maka akan mengikuti yang menang. Atau seperti yang dikatakan sosiolog Ibnu Khaldun, “Yang kalah cenderung mengekor pada yang menang, (tak hanya) dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, juga meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk adat istiadat.

Sangat perlu umat islam memperhatikan fenomena hitam yang tengah terjadi pada kehidupan generasi remaja. Jangan biarkan mereka semakin jauh meninggalkan gravitasi agama, terjebak dalam dekadensi moral. Jangan biarkan budaya barat membuat mereka familiar dengan pesta miras, pakaian pengumbar aurat, seks bebas, dan lain sebagainya.

Kenakalan Remaja
Masa remaja merupakan masa yang penuh perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik Dr. Dahler Frans mengemukakan bahwa perubahan ini terjadi pada remaja laki-laki dan perempuan. Jika laki-laki telah mengeluarkan air sperma, pecahnya suara, bentuk tubuh lebih jantan, dan keluarnya bulu di daerah-daerah tertentu. Untuk perempuan, perubahan itu bisa terjadi dengan mulai datangnya menstruasi, menonjolnya bagian dada, pecahnya suara, dan tumbuhnya bulu-bulu pada bagian tertentu.
Adapun perubahan pada psikis adalah semakin sensitifnya perasaan sehingga lebih cepat marah dan mempunyai dorongan kuat untuk menghasilkan sesuatu, baik dalam segi positif maupun negatif. Para orang tua harus betul-betul mengontrol kondisi anak remaja mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.

Perubahan secara psikis sendiri akan sangat tergantung dari beberapa hal, diantaranya:
1.Pengaruh Pergaulan. Pergaulan dilingkungan remaja, memiliki nilai prestius tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi bila mereka dapat memiliki teman dari kalangan atas misalnya, maka akan semakin membumbung kepercayaan dirinya. Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk, apabila dibungkus dengan selembar daun, maka daun itupun akan berbau busuk pula. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang. Oleh karenanya, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, maka telah mempersiapkan generasi muda menjadi generasi yang mandul.

2.Pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Anak yang dididik dengan sikap yang berani, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab akan menghasilkan sifat seperti yang diajarkan, begitu sebaliknya. Agama dan moral, sewajibnya diajarkan pada mereka. Dalam hal ini, orang tua bisa mengarahkan anak remajanya untuk belajar di pesantren, agar mereka mendapat bimbingan ilmu-ilmu yang bermanfaat, baik berkenaan dengan dunia, apalagi akhirat.

Penggapaian dua hal di atas, tak hanya penting bagi kelangsungan hidup sang remaja, tapi juga seluruh manusia.

Harapan Agama dan Bangsa
Remaja mendapat tempat yang istimewa dalam Islam. Banyak hadits Rasul Saw. dan pernyataan para hukama yang memperlakukan remaja sebagai masa-masa yang istimewa. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasul bersabda bahwa ada tujuh kelompok orang yang akan diberikan perlindungan Allah pada hari akhir, dan tiga dari tujuh kelompok tersebut adalah golongan remaja.

Di dalam ketujuh kelompok itu, tersebut ada seorang pemuda yang tumbuh dan berkembang di jalan ibadah kepada Tuhan. Seorang pemuda ini dikatakan istimewa, karena dalam usianya yang penuh gejolak nafsu, ia malah memilih hidup di jalan ibadah kepada Allah. Sudah sangat bukan, ditemukan adanya seorang pemuda yang menentukan pilihan hidupnya untuk mendekatkan diri kepada Allah di zaman sekarang. Lalu, dalam ketujuh kelompok itu, ada juga dua orang remaja yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah karena Allah. Selanjutnya adalah, seorang remaja yang menolak ajakan maksiat dari lawan jenisnya karena takut kepada Allah.

Remaja dengan tipologi seperti di atas, baik laki-laki maupun perempuan akan mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Merekalah rujukan hasanah bagi remaja masa kini, agar tetap berada dalam jalur-jalur kebenaran dan kesucian.