Ketika semua mata dunia tertuju padanya, bibir-bibir berebut mencium tangannya, telinga menunggu untaian mutiara dari lisannya, dan hati yang haus akan siraman rohaninya. Mereka mungkin tidak tahu bahwa ia dulu adalah anak yatim yang ‘sempat diragukan’ masa depannya.

1963
Lahir pada tanggal 27 Mei 1963 M./04 Muharram 1383 H. dengan nama Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di Tarim, Hadramaut, Yaman. Beliau adalah keturunan ke-39 dari Rasulullah Saw.

1972
Berusia 9 tahun yang baru saja ditinggal ayahnya karena diculik dan dibunuh oleh rezim komunis Yaman kala itu. Setelah penculikan ini, hari-hari beliau sangat susah, sampai terkadang tidak makan berhari-hari.

1981
Rezim komunis semakin membabi buta. Mereka menyiksa dan membunuh para ulama. Menutup madrasah dan melarang segala hal yang berhubungan dengan islam. Karena kekhawatiran keluarga atas keselamatannya, akhirnya terpaksa diungsikan ke kota Baidho’ Yaman Utara. Ini terjadi selama sebelas tahun. Ia belajar, mengajar, dan menikah di kota ini.

1992
Kembali ke Tarim bersama dengan isteri dan anaknya (Habib Salim bin Umar). Karena tidak punya tempat tinggal, beliau menumpang di rumah kakaknya (Habib Ali Masyhur). Habib Salim (putranya) menceritakan saat itu keluarganya tinggal di ruangan yang sangat sempit, dalam kamar yang hanya cukup tiga orang. Karena sempitnya, sampai-sampai Ayahanda shalat tahajjud di jalan antara kamar dan toilet.

1994
Mulai memiliki murid dari Yaman dan Indonesia. Setiap selesai subuh harus menyetir mobil setiap hari dari Tarim ke Seiwun (sekitar 30 km dari Tarim) untuk membeli makanan dan keperluan para santri-santrinya. Menempuh jalan dakwah dengan penuh kesulitan.

2005
Bersama-sama tokoh lintas agama dunia untuk menanda tangani kesepakatan damai tingkat dunia (risalah ammah). Mengedepankan dialog antar agama dan menghindari konflik-konflik sektarian.

2007
Mendirikan Majelis Muwashalah baina Ulamail Muslimin, pertama kali berdiri di Indonesia, yang hingga kini telah ada di lima benua, yaitu: Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Forum ini merupakan media komunikasi antar ulama dunia.

2014
Memiliki jaringan dakwah di lima benua dunia dengan berbagai kalangan dan tempat, diantaranya: pesantren, universitas, suku primitif, komunitas masyarakat di tengah hutan, lembaga permasyarakatan (lapas/tahanan), sasana tinju, hingga mendapat undangan langsung dari pengusaha kelas atas hingga presiden. Hingga kini telah aktif di berbagai acara tingkat dunia dan mendapatkan penghargaan daripadanya.

Sumber: IG @menaralangitan