Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa lepas dari kehidupan saling membantu, tolong-menolong, bertukar fikiran, dan lain sebagainya. Islam sendiri memandang bahwa iman seseorang tidak akan sempurna hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Rasulullah Saw. mengajak ummatnya agar saling mencintai dan saling peduli sesama makhluk Allah. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Anas r.a. disebutkan:

 

لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya: “Tidak beriman (dengan sempura) salah satu diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhori).

 

Pentingnya Saling Membantu

Melepaskan kesusahan orang lain mengandung makna yang sangat luas, bergantung kepada kesusahan yang sedang diderita oleh orang tersebut. Jika saudaranya adalah orang miskin sedangkan ia berkecukupan maka ia harus menolongnya dengan cara memberikan bantuan atau memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuannya. Jika saudaranya sakit ia berusaha menolongnya dengan cara membantu membawa ke dokter atau meringankan biayanya. Jika suadaranya dililit hutang, maka ia membantu memberikan jalan keluar, baik dengan cara memberi bantuan untuk melunasinya atau memberi arahan yang akan membantu dalam mengatasi utang saudaranya.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. menjelaskan betapa penting dan besarnya pahala dan balasan orang yang membantu orang lain. Hadist ini mengajarkan pada kita agar selalu memperhatikan sesama muslim dan menolongnya jika mendapat kesulitan. Rasulullah Saw. Bersabda:

 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ

Artinya: “Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa melepasakan dari seorang muslim satu kesusahan dari sebagian kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepasakan kesusahannya dari sebagian kesusahan hari kiamat; dan barangsiapa memberi kelonggaran dari orang yang susah, niscaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aib dia dunia dan akhirat; Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selam hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

 

Video dengan Pesan Baik

          Dimulai dari aktor pertama yang sedang menghafalkan dan merasakan lapar. Sedang orang disampingnya yang makan mie. Orang disampingnya yang acuh. Orang lain yang datang dan memesan mi. Aktor pertama yang kehabisan uang, dan seterusnya. Alur  video ini berjalan dengan cepat dan tak terasa pesan yang ada telah masuk kedalam fikiran kita. Ide video sangan kreaif terutama pada akhir adegan.

Dalam video berdurasi 1 menit 49 detik ini kita bisa melihat bertapa buruknya orang egois dan baiknya orang yang membantu orang lain. Seluruh adegan shot terlihat simpel dan cepat sesuai kebutuhan alur cerita. Pengambilan gambar sudah sangat bagus.

Hanya saja ada beberapa transisi yang masih kasar. Seperti pada detik ke 10 sebelum zoom out, detik ke 28 yang tidak jelas tujuannya dengan mengulaingi video, dan detik ke 41 yang sebaiknya tidak perlu menggunakan slow motion. Disisi lain, melihat video kali ini terlihat terlalu memaksakan blur untuk masuk. Alih-alih membuatnya menarik, video malah terkesan rumit. Seperti awal video dengan dua blur yang masuk pada detik 3 dan 7.

[Ichsan]