Dewasa ini masyarakat secara luas lebih bisa menerima ceramah agama sebagai perbendaharaan ilmu agamanya. Merunut darinya, bermunculan dai-dai baru untuk mengisi acara stasiun televisi lokal maupun nasional yang notabenenya belum mencukupi kapasitas standarisasi penceramah. Lebih mencengangkan, dia belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, terlebih bergelut dengan kitab kuning sebagai kajian khas pesantren.

Setidaknya, mengekor dari dilema inilah OSIS dan ISMA Madrasah al-Falahiyah Langitan mengadakan pelatihan menjadi dai, sebagai bentuk kaderisasi penceramah sekaligus estafet keilmuan, guna tetap terjaga kestabilan sumber acuan yang menjadi pedoman para dai mendatang. Pelatihan ini bertemakan “Diklat Khitobah dan Bedah Buku ad-Duror al-Mustathobah fi Fann al-Khithobah”.

Tidak tanggung-tanggung, dua narasumber handal didatangkan, yaitu KH. Ahsan Ghozali Langitan dan KH. Syairozi dari Moropelang, Babat. Acara berlangsung dengan dua kali pertemuan, KH. Ahsan Ghozali mengawalinya hari Kamis malam Jumat (2/3) setelah Maghrib hingga sekitar pukul 11.00 Wis. Kemudian dilanjut KH. Syairozi hari Jumat pagi, jam 08.00 sampai 11.00 Wis.

Dengan diadakanya seminar ini semoga ke depannya bermunculan dai-dai handal, mumpuni, serta tetap selaras dengan ajaran Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah. [MNK]