Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Oleh : KH. Ihya’ ‘Ulumuddin*
Serangan Israel terhadap Lebanon baru- baru ini menegaskan kembali untuk yang kesekian kalinya, bahwa kaum Yahudi la’natullahi alaihim tidak akan berhenti membenci dan memusuhi umat Islam, sampai kapan pun. Allah Subhanahu Wata’ala telah men-ceritakan hakikat kedengkian, permusuhan dan kebencian orang Yahudi kepada umat Islam. “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS. Al Maidah; 82). “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqarah;120).Ironisnya, umat Islam dunia, termasuk Indonesia tidak banyak yang terketuk hatinya untuk membantu saudara-saudaranya di medan laga, baik bantuan tenaga, materi maupun doa.Banyak hal yang melatar-belakangi kenapa negara-negara Islam di dunia, khususnya negara Timur Tengah enggan membantu tentara Hizbullah ini. Selain karena bangsa-bangsa Timur Tengah banyak yang terikat oleh perjanjian Camp. David yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, negara-negara Arab dan umat Islam sedunia lebih melihat bahwa perang antara Israil dan Lebanon ini tak ubahnya sebagai perang antara Yahudi dan Syi’ah, bukan perang Yahudi dan Islam. Umat Islam hendaknya mau melihat bahwa orang-orang Yahudi sejak dahulu kala selalu jadi komunitas pembangkang kepada Allah dan utusan-utusanNya.
Tidak sedikit Nabi-Nabi Allah mereka bunuh dengan tanpa alasan yang benar. “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kufur kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS. Ali Imran;112).

Api kebencian dan permusuhan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam sudah dikobarkan sejak tarikan nafas umat Islam pertama. Tidak jarang mereka berupaya melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam, tapi tidak selalu berhasil. Dan sampai kini dan kapan pun, mereka tiada henti-henti memusuhi dan memerang umat Islam.Bangsa Israel yang disokong oleh Amerika dan sekutu-sekutunya dengan senjata-senjata penghancur telah membunuh anak-anak, wanita dan orang-orang tua muslim Bangsa Lebanon dan Palestina. Peluru-peluru berhulu ledak mereka telah mengakibatkan terbunuhnya umat Islam secara biadap dan membuat mereka cacat seumur hidup. Tidak hanya itu, mereka juga telah menjadikan masjid di kawasan Palestina sebagai toko minuman keras, tempat-tempat perjudian, kandang ternak dan tempat pembuangan sampah. Mereka juga merusak Masjidil Aqsha dan menggali lubang-lubang di bawahnya supaya masjid ini roboh. Dan Yahudi akan terus selalu memusuhi dan memerang Islam.

Namun, karena yang yang dihajar dan diserang oleh Israel baru-baru ini adalah kelompok Hizbullah yang divonis berhaluan Syi’ah, maka umat Islam lainnya terutama yang berhaluan Sunni sama sekali tak terketuk ghirahnya sama sekali. Orang-orang Yahudi sadar betul bahwa issu Sunni-Syi’ah adalah “borok” paling besar yang men-jangkiti umat Islam. Borok ini diketahui betul oleh Israel sebagai titik kelemahan umat Islam yang paling mendasar. Israel sangat yakin bahwa kalau mereka menyerang Hizbullah, maka umat Islam lainnya pasti hanya akan duduk manis menyaksikan pertem-puran ini di depan pesawat televisinya masing-masing. Dan keyakinan orang-orang Yahudi ini pun benar-benar terbukti. Tidak ada kekuatan Islam lain yang membantu mereka baik berupa tenaga maupun materi. Bahkan bantuan doa dari seluruh umat Islam di penjuru dunia pun tidak begitu signifikan semangat dan geloranya. Padahal, realita di medan tempur, yang diserang Israel tidak hanya Hizbullah, tapi juga tidak sedikit dari rakyat Lebanon yang Sunni menjadi korban keganasan orang Yahudi. Mayat-mayat me-reka bergelempangan, anak-anak balita mati terbujur kaku, rumah-rumah mereka hancur lebur, rata dengan tanah.

Inilah mungkin kelemahan mendasar umat Islam. Kekuatan Islam yang besar telah terpolarisasi dalam beberapa kelompok yang antara satu kelompok dengan yang lain saling acuh, tidak peduli dan bahkan saling memusuhi. Oleh karenanya, meski umat Islam berjumlah lebih dari 1.500.000.000 (1,5 milyar) tapi tidak dapat berbuat banyak melawan orang-orang Yahudi yang hanya berkisar 20-an juta. Sikap acuh tak acuh dan ogah-ogahan mayoritas umat Islam, terutama para pemimpin negara-negara Arab terhadap nasib saudara-saudaranya yang di-bunuh dan dicincang oleh orang-orang Yahudi besar kemungkinan karena umat Islam tidak lagi memiliki ghirah jihad berperang melawan musuh-musuh Allah. Ketakutan dan keloyoan umat Islam, khususnya para pemimpin negara-negara Arab ini karena sebagian besar mereka telah dikendalikan secara sistematis oleh kekuatan Amerika dan sekutu-sekutunya. Inilah persis dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam bahwa umat Islam akan dijangkiti oleh penyakit wahn.

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud. Nomor 3745)

*Penulis adalah pengasuh PP. al-Haromain Pujon, Malang, Jatim
Beliau alumni Sayyid al-Maliki Makkah dan PP. Langitan Tuban

Pin It on Pinterest