wanita

[Majalahlangitan.com] Pada saat ini pemberdayaan kaum wanita memang bisa dikatakan sudah menyeluruh di segala bidang. Bahkan posisi yang lazimnya diduduki oleh kaum laki-laki, pada saat ini sudah banyak diduduki oleh kaum hawa, seperti halnya bidang industri, perdagangan, otomotif, perkantoran, pertanian, swasta, dan bidang yang lain.

Seperti halnya telah banyak para wanita yang bekerja bersama-sama dengan kaum pria di toko-toko, supermarket, departemen store, atau yang lainnya. Adakalanya mereka menjadi karyawan, relasi kerja atau hanya sekedar membantu suaminya. Dan di zaman modern ini, sudah menjadi hal yang wajar, bahwa para pengusaha kerap menempatkan para istri mereka pada anak perusahaan mereka, sehingga aset kekayaan perusahaan tidak dipegang oleh pihak lain.

Dan hal ini telah jauh disinyalir sebelumnya oleh Rasulullah SAW. Imam Ahmad, Imam Bukhari dan beberapa imam lain meriwayatkan sebuah hadts, bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda:

بين يدي الساعة تسليم الخاصة، وفشو التجارة حتى تعين المرأة زوجها على التجارة

“Di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah ketika salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan ketika perdagangan begitu marak, sampai-sampai para istri membantu suaminya dalam bergadang.”

Imam Thabrani juga meriwayatkan sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda:

لاتقوم الساعة حتى لا يسلم الرجل إلا على من يعرف، وحتى تتخذ المساجد طرقا، وحتى تتجر المرأة وزوجها

“Kiamat tidak akan terjadi sehingga seseorang tidak lagi mmengucapkan salam, kecuali kepada orang yang  telah ia kenal, dan ketika masjid dijadikan sebagai jalan lalu lalang, dan ketika seorang istri berdagang bersama suaminya.”

Sehingga eksplorasi pemberdayaan wanita yang tidak sesuai dengan fitrah, dan cenderung menjadikan wanita sebagai alat dalam mendapatkan keuntungan besar merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dengan semakin maraknya pemberdayaan kaum wanita, maka akan menjadi sebuah keniscayaan bahwa aurat bukan lagi merupakan hal yang tabu, tetapi sudah menjadi sebuah fashion bahkan sudah menjadi sarana untuk mengais rejeki. Sehingga banyak perusahaan yang melirik potensi wanita sebagai daya tarik untuk mempromosikan produk mereka, dan tentu dengan memperlihatkan keindahan tubuh mereka.

Maka tak ayal, bila saat ini banyak wanita yang berpakaian, tetapi hakikatnya mereka adalah telanjang. Mulai dari memakai pakaian yang serba mini, pakaian yang sangat ketat, sampai memakai pakaian yang tembus pandang. Mereka begitu senang dan bangga memperlihatkan aurat mereka.

Dan hal ini jauh-jauh hari telah disinyalir oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa mereka adalah temasuk dari golongan orang-orang yang masuk neraka.

Imam Muslim dalam kitab Shahihnya menyebutkan, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما، قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤسهن كأسنمة البخت المائلة – يعني البرانيط – لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا.

“Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat. Pertama, yaitu kaum yang selalu membawa cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk memukuli orang-orang. Kedua, yaitu para wanita yang berpakaian, tapi seolah telanjang. Mereka berjalan dengan lenggak-lenggok, kepala mereka memakai topi yang menyerupai ponok unta. Mereka tidak bisa masuk surga, dan bahkan tidak bisa mencium aroma surga, sekalipun aroma surga dapat tercium dari sekian jarak tempuh.”

Maka sebagai umat muslim, kita harus merasakan perihatin, bahwa segala hal yang telah diinformasikan Rasulullah SAW. seribu empat ratus tahun yang lalu, sedikit demi sedikit telah menjadi kenyataan. Dan hal itu menjadi pertanda, bahwa kiamat memang benar-benar sudah dekat.