Workshop-KesanLangitan, (16-17/11/13), kantor pusat KESAN (Keluarga Santri dan Alumni PP. Langitan) yang berada di timur jalan raya Widang-Tuban tampak ramai dipenuhi lalu lalang para peserta Workshop Internet Maketing yang diselenggarakan atas kerja sama Hawary Hai’ah As Sofwah dan pondok pesantren Langitan.

Pada agenda kegiatan Workshop ini, panitia yang digawangi oleh  Hawary Hai’ah As Sofwah dan santri Langitan, mengundang beberapa pondok pesantren se-Jawa dan Madura yang juga merupakan jaringan Hawary Hai’ah As Sofwah.

Acara ini dibuka langsung oleh salah satu pengasuh pondok pesantren Langitan, KH. Ubaidillah Faqih, yang juga merupakan salah satu abna’ Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, hadir pula dalam pembukaan KH. Abdullah Munif, MZ, KH. Abdurrahman Faqih, selaku pengasuh PP. Langitan, KH. Ihya’ Ulumuddin, Rois Amm  Hai’ah As Sofwah, para anggota Hai’ah As Sofwah dan juga sebagian dewan asatidz PP. Langitan.

Dalam workshop tentang dunia pemasaran via internet ini, panitia mendatangkan narasumber Prima Primo, salah satu pakar SEO bisnis online dari Jakarta, menjelaskan banyak kepada peserta tentang dunia bisnis online yang baik, benar, halal dan menguntungkan, mulai dari trik-trik membaca pasar bisnis, kemudian key word yang harus digunakan agar ratting website atau blogg untuk memasarkan produk usaha kita bisa di urutan dan halaman pertama, serta siasat-siasat jitu lainnya seputar bisni online.

Acara ini berlangsung selama dua hari, dan kurang lebih seratus peserta yang mengikuti ini semua bermalam di kantor pusat KESAN, sebab selain mengikuti materi workshop, mereka juga diajak untuk berjama’ah sholat lima waktu bersama, membaca Ratibul Haddad, sholat Tahajud dan beberapa rangkaian kegiatan yang diagendakan panitia.

Tidak hanya memperoleh materi, tapi para peserta juga praktik langsung apa yang telah disampaikan oleh narasumber, karena mereke semu diwajibkan membawa gadget baik laptop atau sejenisnya beserta modem agar bisa menerapkan materi dan menanyakannya jika ada sesuatu yang kurang dimengerti dalam praktik.

Besar harapan para peserta yang hamper keseluruhannya adalah santri mampu bersaing dalam bisnis online, tentunya dengan jalan syar’i, agar santri juga bisa menunjukkan produk-produk pesantren yang terjamin kehalalannya dan sekaligus menunjukkan pada khalayak bahwa santri juga bisa membuka peluang usaha, bukan sekadar klimbrak-klimbruk sarungan saja.

[Red. AAD]