Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Fiqh : Mahligai Cinta Manusia Dengan Anjing

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ini dari Sumatra. Tanya, Jika ada Manusia kawin dengan Anjing atau Anjing Kawin Dengan Manusia, maka bagaimana hukum anaknya?

Jawaban Anjing Kawin Dengan Manusia :

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Saudaraku di Sumatera yang dimuliakan oleh Allah. Ilustrasi kejadian amoral yang Anda tanyakan memang sungguh keji dan hina. Allah, Sang Maha Bijaksana, telah menciptakan makhluqnya dengan saling berpasangan, namun masih ada yang berani membelot dari kodratnya. Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal-hal yang menyimpang undang-undang agama.

Anak yang terlahir dari hubungan antara Manusia dengan Anjing, itu jika berwujud anjing maka hukumnya Najis, sekalipun bisa berbicara dan berakal. Sedangkan, apabila berbentuk Manusia, meskipun hanya separo tubuh, sementara separo tubuh yang lain berwujud Anjing, maka dihukumi suci dalam masalah peribadatan, seperti bolehnya masuk masjid, sholatnya sah bahkan boleh menjadi Imam, air sedikit (air yang kurang dari 2 Qullah) tidak najis saat disentuh, boleh menjadi wali nikah, dan tetap harus mematuhi norma-norma agama islam, karena dia dikategorikan Mukallaf -jika berakal dan sudah mencapai umur baligh- seperti manusia pada umumnya.

Kendati demikian, anak hasil dari perkawinan tak waras itu tidak bisa terlepas begitu saja dari proses penciptaanya (dari perpaduan air sperma suci dan najis). Sperma menjijikkan tetap memberikan dampak negatif kepadanya dalam urusan agama. Konsekuensi yang seolah merupakan manifestasi siksaan terberat di dunia, akan terasa sangat menyakitkannya, karena secara realitas bukan dia pelakunya tapi orang tuanya.

Adapun konsekuensi yang diterima Sang anak adalah, pernikahannya tidak sah “tidak boleh menikah”, sembelihannya tidak halal, tidak boleh mewaris harta keluarganya walaupun harta orang tuanya sendiri atau harta anak-anaknya (andaikan dia tetap memaksa untuk nikah dan punya anak), dan jika dia dibunuh, maka orang yang membunuhnya tidak boleh di Qisos. Wallohu a’lam bis showab.

Referensi: Kasyifah al-Saja, Syeikh Nawawi al-Jawi, hal: 99/Tuhfah al-Muhtaj, Syeikh Sihabuddin Ibnu Hajar al-Haitami, juz: III, hal: 258/Bujairimi ala Manhaj, Syeikh Sulaiman bin Muhammad al-Bujairimi, juz: I, hal: 401.


11 Comments

  1. I am impressed with this internet site , real I am a big fan .

    Reply
  2. kalau ditanya bagaimana hukumnya anaknya….saya tidak akan jawab. karna sudah pasti ga mungkin. saya coba jawab hukum persetubuhanya saja…….,

    Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Allah mela’nat tujuh golongan dari makhluq-Nya dari atas tujuh langit-Nya, Allah mela’nat kepada masing-masing dari mereka itu”. Beliau bersabda demikian tiga kali. Allah mela’nat masing-masing mereka dengan la’nat yang meliputinya. Beliau bersabda, “Dila’nat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, dila’nat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, dila’nat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, dila’nat orang yang menyembelih untuk selain Allah dila’nat orang yang menyetubuhi binatang, dila’nat orang yag durhaka kepada kedua orangtuanya, dila’nat orang yang mengumpulkan seorang wanita dan anak perempuannya (mengawini seorang wanita dan anak perempuannya), dila’nat orang yang merubah batas-batas tanah (menyerobot tanah), dila’nat orang yang mengaku kepada selain walinya (bernasab kepada selain ayahnya)”. [HR.Thabrani di dalam Al-Ausath juz 9, hal. 226, no. 8492, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhriz bin Harun]

    Dari ‘Amr bin Abu ‘Amr, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa menyetubuhi binatang, maka bunuhlah dia dan binatang itu”. [HR. Tirmidzi, juz 3, hal. 8, no. 1479, dan Tirmidzi berkata, “Kami tidak mengenal hadits ini melainkan dari haditsnya ‘Amr bin Abu ‘Amr”, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas]

    karna binatang tidak bisa dihukumi karna tidak punya akal.

    Sufyan Ats-Tsauriy meriwayatkan dari ‘Ashim dari Abu Ruzain, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Barangsiapa menyetubuhi binatang, maka tidak ada hukuman hadd atasnya”. [Dan Tirmidzi berkata hadits ini adalah lebih
    shahih dari pada hadits di atasnya, jus 3, hal. 8, no 1480].

    Keterangan :
    ‘Ulama telah sepakat tentang haramnya menyetubuhi binatang. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang hukumannya. Sebagian berpendapat bahwa orang tersebut harus dibunuh, sebagian lagi berpendapat bahwa hukumannya sama dengan zina (kalau jejaka didera, tetapi jika sudah
    pernah nikah dirajam). Ada lagi yang berpendapat bahwa orang tersebut harus didera, tetapi tidak sampai seberat hukuman zina. Hal ini terjadi karena tidak adanya hadits yang shahih dari Nabi SAW tentang hukuman bagi mereka. Walloohu a’lam.

    Reply
  3. mohon maaf sebelumnya…., pertanyaan spt ini hendaknya tidak usah dijawab, dan ga pantas di tanyakan… jangan seperti orang yahudi…… dari jaman alif sampek dal… ga akan ada orang kawin dengan anjing… dan ga bakal bisa bercampur apalagi menghasilkan keturunan…. itulah namanya sunatullah… ut yg tanya… makanya jangan terlalu banyak nonton senetron yang banyak berbau tahayul…. semacam… siluman ular putih…. atau misteri gunung merapi….. masak ada kiyai yang kerjanya kejar2 grandong…. dimana nilai moral dari crita tersebut…? harusnya kyai ya dakwah… mendidik dan mengarahkan ummat ke jalan yang bener….. sungguh relevan dengan kiyai yang kerjanya kejar kursi DPR….ayo kembalikan ulama ke jalan yang benar….

    Reply
  4. maaf sebelumnya.menurut ilmu biologi sperma hewan dan manusia tidak akan bisa terjadi pembuahan atau bersatu menjadi seoang anak.bila ada anak mirip hewan atau apa itilah kebesaran alloh swt

    Reply
  5. wah…apa memang udah ada & kejadiannya ?Anak yang terlahir dari hubungan antara Manusia dengan Anjing??

    Reply
    • mungkin saja sudah terjadi, cuma untuk dimana dan kapannya kita sendiri kurang tau. kan kita hanya menelaah dari konteks fikih saja. dan semoga saja tidak benar-benar ada. he he he he

      Reply
  6. bagus

    Reply
  7. Dalam koridor biologi, setahu saya, kromosom dari manusia dan anjing dalam benihnya tidak saling melengkapi, karena jumlah kromosom yang berbeda. Sehingga tidak mungkin terjadi hamil karena hal tersebut.

    Wallahu ta’ala a’lam bishshawab…

    Reply
  8. tolong ditulis ta’birnya pak tdk hanya halaman saja

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest