Jl. Raya widang Tuban PO BOX 02 Babat 62271 Telp/Fax.0322-451156 SMS center : 085235688999. langitan [at]langitan[ dot] net

Soal Buku Mantan Kiyai NU Menggugat

Penulis Kata Pengantar Akui Tak Kuasai Masalah
KH Muammal Hamidy, Penulis Kata Pengantar pada buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, hadir dalam debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin. Namun, saat itu juga, ia mengakui jika dirinya tak paham dan tak menguasai masalah.

Muammal mengakui ada yang salah dalam menulis kata pengantar. Ia mencontohkan perihal ber-tawassul (berdoa melalui perantara) yang dinilai H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) sebagai perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Padahal, para ulama ternama yang menjadi rujukan umat Islam dunia hingga sekarang, juga pernah melakukannya.

Alumus pertama Jami’ah Islamiyah, Madinah, Arab Saudi, itu, akhirnya mengakui jika dirinya salah. Tak hanya itu. Ia pun mencabut keterangan yang ada dalam buku itu dan menganggapnya tidak pernah ada serta menandatangani pernyataan kesalahan itu.

Kesalahan lain yang dilakukan Muammal adalah ia mengakui kalau belum membaca seluruh isi buku itu. Padahal, dalam keterangan sebelumnya, ia mengakui kalau sudah membaca semuanya.

Mengetahui hal itu, Abdul Basith, pemandu acara tersebut, akhirnya menghentikan debat terbuka yang tak berimbang itu.

Sebelumnya, pokok bahasan pada debat terbuka itu hanya difokuskan pada dua hal: tawassul dan istighosah. Hal itu dilakukan lantara Muammal memang diketahui tak terlalu menguasai masalah.

Hampir seluruh dasar-dasar yang disampaikan Muammal dibantah KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jatim.

link asli : http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=11860 


46 Comments

  1. mahrus ali tonggoku wong kebomas, orag itu loh bukan bukan kiai nu,dan gk pernah jadi anggota nu, dia gk punya sk pengurus nu

    Reply
  2. maaf aq ikut nimbrung. aq merasa prihatin kepada kita semua. ada orang yang memberikan keterangan yang jelas malah di kabur kaburkan.benarkan
    , bacalah dulu biografi reportnya,apa ada dia dari lulusan mi saja. and kros cek redakturnya benar dari al quran ato hanya karangan belaka.klo sudah coba pahami maksudnya.kita di berikan Allah SWT aakal untuk berfikir tentang ayat ayatNYA.jangan cuma katanya tapi tidak di telusuri kebenaranya.masuk akal ga minta tolong sama orang yang sudah meninggal.kalau masuk akal berarti kita sama seperti orang jaman jahiliyah.

    Reply
  3. ulama terkenal yang menjadi rujukan umat islam dunia itu siapa sih??????????????????????????????????????????????????????

    Reply
  4. Para sahabat itu bukan orang yang tidak ngerti agama dan bukan orang bukan buta hukum islam bahkan sahabat orang yang mulya setelah nabi,sedangkan ust mahrus ali orang jaman modern pemikirannyapun juga modern yang terkontaminasi dengan pemikiran wahabi,apa yg telah diajarkan para wali adalah benar dan tidak ngawur….

    Reply
  5. Assalamulaiakum
    Kami atas nama Dewan Pengurus Anak Cabang Kontak Budaya Komunikasi Indonesia Kecamatan Tumpang (DPAC KOBUKI KEc. Tumpang)
    Merasa didholim dengan tingkah laku yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita yang di ketuai oleh Dra Masrifah hadi MPd. dan Sekretarisnya H khofidah , yang kedua tokoh tersebut telah mengambil alih gedung RA kami yang jelas jelas kepunyaan warga dan Yayasan Kami sekaligus menurut kami tidak ada aturan main Muslimat maupun Pengurus NU tersebut mengurusi yayasan yang bernaung dan berdiri bercirikan Nahdatul Ulama secara keseluruhan ,termasuk mengambil alih gedung yang jelas jelas punya Yayasan kami , disamping itu keegooan dan kesobongan masrifah dan khodifah yang tidak mencerminkan warga NU yang sebenarnya sangatlah merugikan warga besar Nahdatul Ulama . oleh karena itu kami menghimbau kepada segenap Aparat DIKNAS dan masyarakat NU di Kab Malang untuk mengusulkan kepada Muslimat Pusat agar diganti maupun dipecatkedua orang tersebut . Sekaligus Menghimbau kepada NU Jatim Dan PB NU untuk segerak menggantikan Posisi Jabatan Ketua maupun Sekretaris Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita tersebut di atas. sebab kedua orang tersebut sangatlah merusak citra NU keseluruhan yang berada di Kabupaten Malang dan Sekitarnya. Termasuk PW. NU dan PB NU. oleh sebab itu kami atas Nama DPAC KOBUKI KEC) TUMPANG Sekaligus Mantan Pengurus NU JATIM
    Menghimbau
    dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim mengusulkan agar Masrifah dan Khofidak di keluarkan dari Muslimat NU Kab Malang. 2 menghimbau kepada segenap Masyarkat Tumpang untuk mengutuk tindakan kedua orang tersebut dan tidak mengakui keberadaan Muslimat NU Kabpaten Malang.
    Demikian Komentar kami sampaikan .
    Wallohumu”afiq Illa Aqwa thoriq Wasssalamu”alaikum Wr. Wb.
    malang 24 mei 2012
    DEWAN PENGURUS ANAK CABANG
    KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
    KECAMATAN TUMPANG
    (DPAC KOBUKI KEC.TUMPANG)
    ARSYAM SAMHAJI
    KETUA DPAC KOBUKI KEC TUMPANG

    TEMBUSAN :
    1 kETUA DPC KOBUKI KAB MALANG
    2 KETUA DPW KOBUKI JATIM
    3 KETUA DPP KOBUKI
    4 NU KAB MALANG
    5 NU PW JATIM
    6 PB NU.
    7 MENDIKNAS
    8 MENTERI AGAMA
    9PRESIDEN RI
    10 INSTANSI YANG DI ANGGAP PENTING
    ARSIP

    Reply
  6. Assalamulaiakum
    Kami atas nama Dewan Pengurus Anak Cabang Kontak Budaya Komunikasi Indonesia Kecamatan Tumpang (DPAC KOBUKI KEc. Tumpang)
    merasa tersinggung tingkah laku yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita yang di ketuai oleh Dra Masrifah hadi MPd. dan Sekretarisnya H khofidah , dimana tidak ada aturan main Pengurus NU tersebut mengurusi yayasan yang bernaung dan berdiri bercirikan Nahdatul Ulama , disamping itu keegooan dan kesobongan masrifah dan khodifah yang tidak mencerminkan warga NU yang sebenarnya . oleh karena itu kami menghimmbau kepada segenap Aparat DIKNAS untuk mengusulkan kepada Muslimat Pusat agar diganti maupun dipecatkedua orang tersebut .sebab merusak citra NU keseluruhan yang berada di Kabupaten Malang dan Sekitarnya. oleh sebab itu kami atas nama DPAC KOBUKI KEC) TUMPANG
    menghimbau
    dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim mengusulkan agar Masrifah dan Khofidak di keluarkan dari Muslimat NU Kab Malang. 2 menghimbau kepada segenap Masyarkat Tumpang untuk mengutuk tindakan kedua orang tersebut dan tidak mengakui keberadaan Muslimat NU Kabpaten Malang.
    Demikian Komentar kami sampaikan .
    Wallohumu”afiq Illa Aqwa thoriq Wasssalamu”alaikum Wr. Wb.
    malang 24 mei 2012
    DEWAN PENGURUS ANAK CABANG
    KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
    KECAMATAN TUMPANG
    (DPAC KOBUKI KEC.TUMPANG)
    ARSYAM SAMHAJI
    KETUA DPAC KOBUKI KEC TUMPANG

    TEMBUSAN :
    1 kETUA DPC KOBUKI KAB MALANG
    2 KETUA DPW KOBUKI JATIM
    3 KETUA DPP KOBUKI
    4 NU KAB MALANG
    5 NU PW JATIM
    6 PB NU.
    7 MENDIKNAS
    8 MENTERI AGAMA
    9PRESIDEN RI
    10 INSTANSI YANG DI ANGGAP PENTING
    ARSIP

    Reply
  7. mari sesuai AlQur’an dan Sunnah…
    silakan beli buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi”…jadi kita berani membaca dan diberi saran…setelah baca monggo nanti kita diskusi di sini lagi…gapapa demi ilmu dan transparansi info..

    Reply
  8. Ibarat orang naik atau manjat ke tempat yg lebih tinggi, maka jarak dan wawasan pandangnya lebih jauh dan luas, demikianlah yg dikatakan ilmu. Setara dengan lampu penerang, bila lampu itu diletakkan di tempat yng lebih tinggi maka jangkauan terangnya lebih luas. Cocoklah bila penyetaraan ilmu itu dengan cahaya. Demikianlah terjadi pada pribadi ustadz Ali Makhrus. Jadi kalau ada orang yang berkomentar negatif, maklumilah bahwa orang itu ilmunya masih cetek, sehingga tidak dapat membedakan mana hasutan atau memaksakan pendapat, dan mana kebenaran. Janganlah mereka katakan lubangnya yang dalam, namun kakinya yang pendek.

    Reply
    • Tidak demikian, terang sebuah cahaya pada tempat yang tinggi di tentukan dengan seberapa bagus Lampu (iLMU) Pada tataran pemahaman serta kesohihan ilmu yang di faham tersebut. Pemberian kepahaman terhadapa umat yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi bukanlah penerang namun sebagai pemadam lampu yang telah terang.

      Reply
  9. Innallaha la yahdil kaumadz dzolimin
    dzalim artinya gelap alias peteng dedet.
    Man yahdi lahu fala mudlillalah waman yudlil fala hadia lah
    sing sapane wong kang di wei petunjuk ora bakal ana sawiji makhluk kang bisa nasarake, sabalike sing sapane wong kang di sasarake Allah, yekti ora bakal ana sapa bae kang bisa aweh petunjuk.
    Gak usah rebutan tawasul, dunga bae langsung maring Allah, piyambakipun mboten bodo lan mboten samar, nggih tooo???

    Reply
    • Begitulah sebuah pemikiran, adakalanya benar dan salah namun lebih banyak salahnya jika hanya bertendesi pada pemikiran belaka. maka selayaknyalah kita berhati hati dengan perihal tersebut

      Reply
      • ud’uni astajib lakum……langsung pada Allah subhanahu wata’ala…bukan perantara…apalagi sama yang sudah mati…nabi Muhammad sendiri tidak mau ditawasulli…kok yang lain berani…sungguh terlalu…berani melampaui rasulullah…

        Reply
  10. hati2 dengan sifat sombong, jika para ulama yang mengaku pada bener dikembalikan ke jaman rasulullah mungkin mereka juga akan menentang rasulullah terhadap amalan-amaln bid’ah. auzdubilahi min dzalik.

    Reply
  11. Assalamu’alaikum:
    Soal:
    Kita memang harus mengikuti al qur’an dan sunnah, itu bener banget 100%….. tapi apakah itu mudah????? apakah memahami alqur’an dan sunnah itu mudah????? apakah mengetahui sedikit dari alqur’an dan hadits saja sudah boleh menentukan hukum sesuatu (ijtihad) lewat al qur’an dan hadits…… Lalu apakah orang yang berkata: “saya hanya mengikuti alqur’an dan sunnah saja, tidak ada yang lain”. Apakah orang spt ini bisa dikatakan mengiktui al qur’an dan hadits???????
    Jawab:
    Untuk berijtihad kpd alqur’an dan sunnah itu tidak mudah, anda harus hafal alqur’an, menguasai bahasa arab, nahwu, shorof, ma’ani, badi’, bayan, mantiq,dll dan juga harus hafal minimal 400 ribu hadits beserta sanadnya (prnah diungkapkan oleh imam ahmad bin hanbal, beliau adalah ulama’ sekaligus mujtahid yang tlah diakui oleh para ulama’ sejaman beliau bahwa beliau hafal 1 juta hadits beserta sanadnya)Lalu jika zaman sekarang ada orang mengaku hanya mengikuti alqur’an dan hadits (ngaku2 mujtahid spt mahrus ali dkk), maka perlu diragukan pengakuannya, apalagi dia menghujat banyak ulama. Dan lagi orang spt pak mahrus ali dkk keilmuannya masih bisa diragukan. Apakah dia hafal qur’an, hadits. Paham nahwu, shorof, balaghoh, fiqh, ushul fiqh, qowa’id fiqh,dll sbagai syarat mnjadi seorang yang sah mnentukan hukum suatu perkara langsung melalui qur’an dan hadits. Kepada pak mahrus ali dkk, kalau memang keilmuan anda ingin diakui masyarakat, maka tulislah buku mengenai ilmu shorof, nahwu, mustholah, balaghoh, mantiq, dll. Jangan hanya asal gugat, saya juga bisa kalo cuma asal gugat menggugat lalu ngambil dalil dari qur’an dan hadits untuk mendukung gugatan itu tanpa tahu seluk beluk alqur’an dan sunnah. Intinya agama itu sulit, maka janganlah berpendapat asal2an di dalam agama, asal2an menghujat ulama dan menuduh mereka berlaku bid’ah dan sesat.Para ulama sekarang itu mengikuti para ulama terdahulu. Kalo anda menghujat ulama sekarang sama halnya anda menghujat para ulama trdahulu padahal dari merekalah qur’an dan sunnah bisa terpelihara bisa kita pelajari hingga saat ini. Kalo anda menghujat mereka, maka selanjutnya apakah anda akan menghujat alqur’an dan sunnah????? karena keduanya itu juga berasal dari para ulama dan diajarkan secara mutawatir. Anda tidak bisa menolak takdir bahwa anda bukan sahabat Rasul yang belajar alqur’an dan sunnah dari Rasululloh, anda itu hanya seorang pengikut Rasul yang belajar alqur’an dan sunnah dari para ulama, kalo anda menghujat mereka, berarti anda juga menghujat dan menghinakan diri anda sendiri……….

    Reply
  12. Alhamdulillah, coba semuanya kembali pd Qur’an & Sunnah

    Reply
  13. ada hadist nabi yg mengatakan “bahwa barang siap mimpi bertemu rosul itu semua adl khak… setan atau pun malaikat sekalipun tak dpt meniru fisiknya

    ” n berdasarkan itu mengapa kita tidak berfikir bahwa kalau orang alim sudah sampai tingkatanya bisa bertemu nabi n mendapat syafa’at/pertolongan di dunia berupa ptunjuk n ilmu n dia bisa bertanya pada nabi apakah amalan2 yg diajarkan NU benar atau salah tp nyatanya kebanyakan malah memih NU…. pikiren, apa ntu tidak pernah di tanyakan nabi dulu, contonya syeh abdul kodir al jailani mengapa sampai bisa menciptakan hijp,isim rajah dll…

    Reply
  14. Assalaa mualaikum . menurut saya ini bukan menghujat , tapi KH.Mahrus Ali memberitahu bahwa selama ini yang diamalkan kebanyakan orang adalah salah , karena beramal tidak sesuai contoh Nabi, bahkan tidak ada perintahnya, sedangkan menjalankan sari at agama harus ada perintah dan contoh .
    Mari kita lihat perintah Alloh . (dalam bentuk tanya
    jawab )

    A. 3:31 Kalau kamu cinta Kpd Alloh maka ikuti Rosul
    B. Mengapa harus ikuti Rosul ?
    A. 33:21 Karena Rosul adalah uswatun hasanah .
    B. Mengapa Rosul uswatun hasanah ?
    A. 53:3,4 Karena yang dikatakan Rosul adalah Wayu .
    B Bagaimana jawaban orang mukmin /iman
    A 24:51 Sami na Wa ato na /kami debgar kami taat
    B Mengapa harus sami na waato na ?
    A. 33:36 Karena tiada pilihan lain , Kalau punya pilihan
    lain maka sesat, sesat yang nyata .

    B. Apa bisa di beri contoh ?
    A. OH JELAS BISA ,yang se hari hari kita lihat kita de
    ngar 1. YASINAN ,membaca surat yasin beramai ramai
    spt coor , padahal perintah Alloh disurat 7:204 .apabila dibacakan Qur an dengarkan baik baik perhati
    kan dengan tenang agar dapat rahmat.(berarti yg yasinan sudah melanggar perintah Alloh ,dan dia sudah punya pilihan lain 33:36 . ini sama dengan kasus di surat 7:11,12 .(membantah perintah Alloh )

    2. sELAMATAN ORANG MENINGGAL 3hari ,7 , 14 , 40
    100,1000 hari ,ibadah ini tidak pernah ada perintah dan contoh ,padahal ini adalah ibadah nya orang yang beragam hindu ,(baca surat 2:170 )

    3. Haul ortang 2 terkenal Kiai , Gus .yang telah meninggal , sama tidak ada perintah dan contoh .
    dan banyak lagi yang dilakukan oleh sebagian besar saudara saudara kita ibadah ibadah yang tidak ada perintah dan contohnya dari Nabi ,kalau di beri nasehat kebanyakan mereka marah ,malah bukan introspeksi( 59:18)

    sekian duluuu ,mari kta introspeksi diri kita masing masing sesuai surat 59 :18 .
    wassalam mualaikum wr.wb

    Reply
  15. Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

    Reply
  16. Sekedar saran:
    – Kpd penulis buku, akan lebih bijak kalau persoalan ini diklarifikasi secara internal di kalangan Nahdiyin bukan dg cara diekspos melalui media.
    – Kpd para kiai NU dan kaum nahdiyin diharapkan untuk berjiwa besar menerima kritikan, jangan seperti kebakaran jenggot. Itu tandanya Allah SWT masih sayang.

    “Al haqqu min rabbikum, wa laa takuu nanna minal mumtarin”
    “Taraktu fiikum amraini lan tadhillu abada maa tamassaktum bihima, kitaaballahi wa sunnatarrasulih”

    Reply
    • Allah memberikan kelapangan/keleluasaan kepada para pelaku kesesatan…

      Reply
  17. Menurut saya lebih baik beragama itu mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah, karena beliau adalah uswatun khasanah, apa yang beliau kerjakan bukan maunya beliau tapi tentu maunya ALLah, karena beliau itu utusan Allah. Jadi, ikut aja kanjeng Nabi pasti diridhoi Allah. Kalau ikut kyai tentu sangat subyektif ( manusiawi karena manusia biasa walaupun bergelar kyai ). Jadi apakah amalan itu bid’ah atau bukan ya lihat aja Al-Qur’an dan As-Sunnah ada nggak tuntunannya…. gitu aja kok repot.

    Reply
    • “lihat aja Al-Qur’an dan As-Sunnah ada nggak tuntunannya”.–> inilah masalahnya.
      semua ‘merasa’ mampu memamahami keduanya walaupun tidak atau kurang ilmu. copas sana sini utk bahan debat.
      padahal ada aturan yg ketat utk boleh menafsirkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana orang bisa dan bisa diakui mampu menafsirkan isi suatu kitab, misal memahami buku bhs inggris tentang pasar saham dia harus mampu dulu paham tentang ekonomi makro,bhs inggris, aturan hukum bisnis saham dll.
      itu baru kitab ttg dunia, apalagi tentang dunia akhirat.
      mikir mikir ….

      Reply
    • bukan lebih baik tapi suatu keharusan mengikuti rasulullah, para sahabat, tabi’in-tabi’innya..bukan katanya dan katanya…

      Reply
  18. buku itu masih dijual bebas di brebes, jateng. klo buku itu dibaca anak muda yg tidak paham betul agama bisa bahaya….

    Reply
  19. sayamah sebagai orang awam makin bingung aja kok para kiayi suka ribut-ributan malu dong ame agama lain mereka pada ngetawain kite-kite nih kalau ada perbedaan ambil sebagai hikmah sebab kebenaran itu dari Alloh dan rasulnya selain dari keduanya itumah bisa benar bisa salah makanya
    jangan percaya pada siapa siapa percayalah kepada Al-quran dan Assunnah yang disampaikan oleh siapa siapa itu sesuai dengan rukun Iman kan gethooo…apalagi percaya kepada golongan akibatnya gontok gontokan kaya partai politik masing masing jaim benderanya masing masing kalau golongan dibentuk oleh Nabi Muhammad SAW boleh tuh diikuti, gethoo..kalee…

    Reply
  20. Masya Allah masalah ini kan sudah lama menjadi perdebatan. Kenapa masih ada saja yang senang saling hujat-menghujat. Antar ulama lagi yang seharusnya jadi panutan ummat. Bukannya bagaimana mencari jalan untuk ukhuwwah islamiyah mencari persamaan-persamaan dan memperkuat barusan ummat. Berdebat silahkan saja secara akademis yang bertujuan mencari solusi persamaan. Kalaupun berbeda terima dengan lapang dada dan jangan ada kesan memaksakan kehendak.

    Reply
  21. Coba diadakan di tempat yang netral. Mungkin IAIN Sunan Ampel terlihat sangat NU.
    Dan meskipun begitu saya kecewa dengan ketidak hadiran Mahrus Ali.

    Reply
  22. mahrus ali? memang dia pernah mondok di salah satu pondok NU,tapi sejak kuliah di riyad dia jadi linglung,katanya bumi itu kayak meja,matahari mengelilingi bumi,dll padahal dulunya paling pandai menerangkan ayat2 kauniyah

    Reply
  23. salam wahai sodaraku”, dari pada pusing jadi ragu ragu toh masih banyak ibadah yang gak dipertentangkan seperi tahjud,dhuha, puasa senin kamis apakah itu semua gak cukup sehingga kita harus menambah & mengurangi nya, sessudah iman,islam maka carilah ikhsan . harusnya itu semua yang mengantarkan kita kepada allloh swt, karna islam telah sempurna’.

    Reply
  24. marilah kita bersama-sama meluruskan dan memurnikan agama ini dalam menjalankan setiap ibadah-ibadahnya sebagai mana Allah telah memerintahkan “….padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dangan memurnikan keta’atan kepada Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus…” (QS Al Bayyinah : 5 – “…maka sembalah Allah dengan memurnikan keta’atan kepadaNya. ingatlah hanya kepunyaan Allah_lah agama yang bersih (dari syirik)..” (QS Az Zumar : 2-3)

    Reply
  25. buku yang sangat tidak pantas untuk diterbitkan. Sayang sekali seorang kyai yang berani menulis seperti itu akan tetapi sama sekali tidak berani maju berdebat dalam forum yang nyata. Jadimenurut saya buku tersebut hanya bersifat subyektif saja…….
    Semoga masyarakat islam tidak mempercayainya…..

    Reply
  26. Tong kosong nyaring bunyinya, itulah pepatah mengatakan……ya mnerut saya adanya buku mantan kyai N.U menggugat itu bukan kesalahan siapa2, melainkan kesalahan kita warga N.U. kenapa akidah di Indonesia bisa kebobolan akidah wahabi….?mungkin kita butuh intropeksi diri menyelamatkan diri kita dan saudara2 kita dari ajaran wahabiesme.(pelajar M.A.FUTUHIYYAH-1 mranggen Demak)

    Reply
    • Afwan, antum tahu apa tentang wahabi kalau nggak tahu jangan nuduh2 yang nggak-nggak, saya dulu pernah ngaji kpd kiai yang mengaku bermadzhab syafi’i ternyata imam syafi’i tdk pernah dalam kitab-kitabnya mengamalkan solawat nariyah, solawat munjiat, sholawat badar, solawat albarjanji dan banyak lagi solawat2 yang tdk ada landasan baik dr alqur’an maupun assunnah pernah ditanya jawaban kiai tersebut, katanya dr gurunya kalau ditanya dalilnya tidak tahu, seharusnya kiai punya dalil dan tdk hanya mengekor/taklid buta.

      Reply
      • perlu anda ketahui kita tidak pernah menuduh siapa itu wahhabi? tapi dengan tanda-tanda dengan sendiri orang itu bisa dikatakan wahhabi, dan perlu juga anda ketahui tuntunan baca sholawat itu sejak zaman rasul sudah diajarkan, cuma bentuk shalawat itu sendiri tidak ada teks yang khusus harus dibaca, bahkan dalam al qur’an sendiri Allah memerintahkan orang-orang yang beriman melantunkan sholawat kepada nabi dan perlu anda ketahui apakah di alqur’an Allah menyuruh kita membaca shalawat tertentu? tentu saja tidak ada. karena memang bentuk shalawat itu sendiri tidak harus yang begini dan yang begitu tapi boleh bermacam-macam bentuk meskipun dalam sebagian hadits ada bentuk sholawat, tapi dawuh Rasul tentang sholawat sendiri banyak yang tidak menyebutkan teks. dan mohon maaf, kiai mana yang anda jadikan guru itu? apakah hanya sekedar sebutan saja ataukah yang lain? karena perlu anda ketahui mencari seorang guru itu tidak boleh asal-asalan tapi harus selektif. dan perlu anda ingin mengetahui tuntunan membaca shalawat nariyah anda bisa membukanya dalam kitab Khozinatul Asror dan sejenisnya. disana banyak sekali bentuk-bentuk shalawat. dan itu sudah diakui oleh golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Perlu anda pahami lagi, bahwa Allah Swt secara tegas memerintahkan kita membaca shalawat kepada Rasul tanpa ada teks bagaimana shalawat yang harus dibaca. mohon maaf terima kasih

        Reply
  27. Saya kira, Mahrus Ali tak perlu didebat, tapi mungkin perlu direnungkan isi dan kebenaran buku beliau, jika tak sesuai dengan ajaran Islam kita buang, tapi jika sesuai dengan ajaran Islam, ya kita amalkan saja. Kalau pun mau debat, ya kita buat saja buku tandingannya, biarlah umat yang menilai mana yang benar tafsiran kita atas agama kita, Islam ini.

    Reply
  28. : “Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat & Dzikir Syirik”, “Mantan Kiai NU Meluruskan ritual-ritual Kiai Ahli Bid’ah yang Dianggap Sunnah”, “Mantan Kiai NU Membongkar praktek syirik”, “Mantan Kiai NU Bongkar habis kasidah syirik” Itulah b uku Mahrus ali yang harus di baca untuk koreksi diri agar bisa menilai apakah ajaran yang telah di pegangi ini benar lalu besok di akhirat bisa benar selamat atau masih di ragukan lalu kita bisa mencari dalil yang pas dan meneladani Rasulullah dengan sungguh> ini penting sekali sama dengan makan dan minum untuk tubuh kita

    Reply
  29. Kebenaran memang banyak sekali ujiannya, seperti Rasulullah saw yang menyampaikan kebenaran pun banyak rintangannya. Mungkin H. Mahrus Ali hanya menyampaikan ini loh Islam yang sesuai manhaj Rasul bukan ditambahi dan dikurangi, kalau memang benar kenapa harus ditolak…Mungkin juga percuma saja H. Mahrus Ali mengajak dialog, sebab ajaran-ajaran yang penuh bid’ah dan syirik di Indonesia sudah mendarah daging. Walallahua’lam.

    Reply
  30. Saya kira jika Mahrus Ali masih saja berkelit dan tidak mau mempertanggung jawabkan presentasinya kepada publik dan tidak mau mencabut bukunya menurut saya penjarakan saja dia, agar tidak menjadi Dajjal Palsu yang sudah meracuni pemuda Nahdiyin

    Reply
    • Asalamu’alaikum mas Basit…
      tidak harus begitu juga mas… biarkan saja buku itu beredar toh kita harus menghargai perbedaan pendapat. Pak macrus menulis juga menggunakan ilmu. Orang tertarik dan mengikuti amalannya itu sudah ditentukan gusti Allah. Andaikan kita tetap mengamalkan (apa) yang dikatakannya tidak mengikuti rosul juga sudah ditentukan Allah. Kita tidak usah grasa grusu, biarlah nasib kita sudah ada yang menentukan.Ikhtiar kita adalah ikhtiar yang tidak menyalahi jalanNya.Islam rahmatan lil ‘Alamin.

      Reply
      • Jawaban antum tambah bikin bingung…??? kalau semua serba ditentukan gusti Allah ya gak usah berusaha memperbaiki amaliah…saya juga dulu mantan nu tapi setelah mendalami al-Qur’an ass-Sunnah baru terlihat dengan GAMBLANG bahwa ajaran NU campur dengan hindu tinggal kita berpikir dengan jernih apakah kita sebagai Muslim masih merasa kurang Amaliyah sehingga harus menambah dengan ajaran Hindu???

        Reply
  31. kenapa pada halaman utama kok g da gambarnya atau pa,biar leboh menarik pengunjung gitu?

    Reply
  32. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Saat ini saya sedang menulis riwayat sejumlah pesantren, termasuk Pondok Pesantren Langitan. Saya mohon pimpinan pondok bisa membantu saya untuk mendapatkan data-data perkembangannya, mulai berdiri, perkembangannya hingga saat ini.
    Untuk itu, saya mohon pengasuh wesite ini bisa mengirimkan artikel-artikel mengenai Ponpes Langitan, seperti mengenai sejarah berdiri dan perkembangannya, keberadaan ponpes saat ini, lembaga pendidikannya, kegiatan eskul Ponpes, kelebihannya dibandingkan Ponpes atau lembaga pendidikan lainnya, jumlah santri dan pengasuh dan lain sebagainya.
    Demikian permohonan saya, atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Bahar Maksum
    Jl. H. Siun No 112, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, 13820, Telp. 021-32084106

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pin It on Pinterest