<SAMSUNG DIGITAL CAMERA>Hari rabu 14 Juli 2010 Pukul 10.00 Wis merupakan hari yang sangat bersejarah bagi santri musyawirin Pondok Pesantren langitan. Dihari itu dibacakan kitab fathul Mu’in sekaligus Khataman oleh Beliau KH. Abdullah Faqih khataman diikuti oleh semua santri musyawirin baik yang masih satu tahun sampai 5 tahun mengikuti kajian-kajian musyawirin. Setelah selesai membacakan akhir dari Bab Fathul Mu’in beliau memberikan do’a khataman yang diamini oleh semua santri musyawirin. Kemudian pada hari kamis 15 juli 2010 pukul 21.00 wis dilaksanakan tasyakuran di Aula Pondok Pesantren Langitan, acara dimulai dengan bacaan Maulidul Habsy yang dibacakan oleh Beliau H. Ag. Abdullah Habib, H. Ag. Abdurrohman Faqih serta H.Ag. Qohwanul Adib dalam pembacaan habsy Beliau H. Ag. Qohwanul Adib memberikan sebuah Penjelasan Bahwa
“jika dalam pembacaan Maulidul Habsyi tidak sampai akhir dan supaya Kanjeng Nabi Muhammad saw. Tetap hadir lebih lama, maka harus dibacakan kepada beliau sifat-sifat Beliau” hal diatas adalah pituah dari Habib Anis Solo.
Setelah pembacaan Maulidul Habsyi selesai dilanjutkan dengan sambutan oleh beliau KH. Abdullah Faqih. Dalam sambuatanya beliau memberikan tausyiah ” aku mung iso macakno, awakmu ngetutno, Alloh seng njelasno” dari perihal diatas beliau memberikan sebuah penjelasan bahwa apa yang engkau dapat ( santri Musyawirin ) dalam belajarmu maka berikanlah kepada orang lain jangan sampai engkau menolak atau tidak mau memberikan sedikitpun kepada orang yang membutuhkan dan insya’allah dari apa yang engkau bisa dan engkau berikan kepada orang lain, ilmu serta kemampuan mu akan senantiasa bertambah. Oleh:Fana