<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wafat Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<atom:link href="https://langitan.net/tag/wafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langitan.net/tag/wafat/</link>
	<description>Widang, Tuban, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jul 2024 09:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://langitan.net/wp-content/uploads/2020/03/cropped-logo-langitan-net-32x32.png</url>
	<title>Wafat Archives - Pondok Pesantren Langitan</title>
	<link>https://langitan.net/tag/wafat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi MZ: Jalan Sunyi Sang Sufi</title>
		<link>https://langitan.net/syaikhina-kh-abdullah-munif-marzuqi-mz-jalan-sunyi-sang-sufi/</link>
					<comments>https://langitan.net/syaikhina-kh-abdullah-munif-marzuqi-mz-jalan-sunyi-sang-sufi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 09:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Utama]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sunyi sang sufi]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Abdullah Munif Marzuqi]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari generasi ke generasi, Pondok Pesantren Langitan telah menelurkan puluhan bahkan ratusan ribu santri. Hal tersebut tak mungkin ada tanpa bimbingan seorang pengasuh. Dari yang pertama sekaligus pendiri, KH. Muhammad Nur, kemudian KH.Ahmad Sholeh, KH. Muhammad Khozin, KH. Abdul Hadi, KH. Ahmad Marzuqi, KH. Abdullah Faqih, dan kini diserahkan kepada kepengasuhan kolektif menjadi Majelis Masyayikh. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-abdullah-munif-marzuqi-mz-jalan-sunyi-sang-sufi/">Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi MZ: Jalan Sunyi Sang Sufi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224618" style="width: 683px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224618" class="wp-image-224618 size-large" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11-673x1024.jpeg" alt="" width="673" height="1024" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11-673x1024.jpeg 673w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11-197x300.jpeg 197w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11-768x1169.jpeg 768w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11-1009x1536.jpeg 1009w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-08-at-14.23.11.jpeg 1051w" sizes="(max-width: 673px) 100vw, 673px" /><p id="caption-attachment-224618" class="wp-caption-text"><strong>Jalan Sunyi Sang Sufi: </strong>Biografi Al Maghfurlah Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi MZ.</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari generasi ke generasi, Pondok Pesantren Langitan telah menelurkan puluhan bahkan ratusan ribu santri. Hal tersebut tak mungkin ada tanpa bimbingan seorang pengasuh. Dari yang pertama sekaligus pendiri, KH. Muhammad Nur, kemudian KH.Ahmad Sholeh, KH. Muhammad Khozin, KH. Abdul Hadi, KH. Ahmad Marzuqi, KH. Abdullah Faqih, dan kini diserahkan kepada kepengasuhan kolektif menjadi Majelis Masyayikh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Majelis Masyayikh tersebut berisikan 7 masyayikh Pondok Pesantren Langitan, yaitu: KH. </span>Abdullah Munif Marzuqi, KH. Ubaidillah Faqih, KH. Muhammad Ali Marzuqi, KH. <span style="font-weight: 400;">Muhammad Faqih, KH. Abdullah Habib Faqih, KH. Abdurrahman Faqih, dan KH. Ma’shum </span><span style="font-weight: 400;">Faqih. Namun, saat awal bulan Muharram 1445 H kemarin, takdir melakukan tugasnya, </span><span style="font-weight: 400;">KH. Abdullah Munif Marzuqi yang merupakan masyayikh tertua dari masyayikh yang lain itu </span><span style="font-weight: 400;">dipanggil oleh Sang Kuasa. Ribuan manusia mengalirkan air mata atas kepergiannya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kelahiran </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sabtu, 23 Januari 1954 M/ 18 Jumadil Ula 1373 H lahir sosok bayi dari pasangan bahagia KH. Ahmad Marzuqi Zahid dan Nyai Halimah Zaini. Ia diberi nama dengan Abdullah Munif, dan diikuti dengan sandaran nama ayahnya, menjadi Abdullah Munif Marzuqi. Beliau merupakan putra ketiga dari sembilan bersaudara, yakni: Ning Khalifah (meninggal saat kecil), Nyai Muflihah, KH. Abdullah Munif, Nyai Faizah, KH. Muhammad Ali, Nyai Mahmudah, Nyai Nihayatus Sa’adah, Nyai Shofiyah, dan Nyai Masrurah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Masa kecil beliau tumbuh di lingkungan religius Pondok Pesantren Langitan. Beliau belajar kepada KH. Abdul Hadi Zahid (selaku paman yang mengasuh pondok kala itu), KH. Ahmad Marzuqi Zahid (ayah beliau), dan juga kepada KH. Abdullah Faqih (sepupu).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai putra seorang kiai, Kiai Ahmad Marzuqi mewariskan gen cinta ilmu pada Kiai Munif, hingga kemudian mengantarkannya meneruskan studinya di beberapa pesantren. Kiai Munif mengawali perjalanan itu ke arah barat menuju Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem yang saat itu diasuh KH. Ma’shum. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di sini, Kiai Munif sering kali mengalami telat kiriman. Terkadang kirimannya terlebih dahulu dititipkan kepada sopir bus yang menuju ke sana. “Pernah abah cerita itu dititipkan ke sopir bis. Jadi saking tawakkalnya Mbah Mad, sangu itu dititipkan,” kenang Gus Zahid. Meskipun akhirnya sampai, hal tersebut menjadi salah satu faktor telatnya kiriman beliau. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau kemudian bertolak menuju Pondok Pesantren Al-Falah Ploso-Kediri di bawah asuhan KH. Djazuli. Di sana beliau menimba ilmu kurang lebih selama 3 tahun terhitung sejak 1975 hingga 1978 M. Di tiga pesantren inilah−Langitan, Lasem dan Ploso−beliau mendalami ilmu gramatika bahasa Arab seperti Alfiyah, dan beberapa fan ilmu lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut penuturan Kiai Idris Hamid Pasuruan, KH. Abdullah Munif juga sering kali mondok pasaran (saat Ramadhan) kepada abahnya, yaitu Mbah Hamid Pasuruan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kurang puas untuk melepas dahaga keilmuan, di tahun 1981 M Kiai Munif kemudian berangkat ke Mekkah untuk berguru kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani di Rushaifah. Beliau belajar sekaligus membantu bersih-bersih ndalem dan seringkali memijat sang guru. Selama hampir 4 tahun, Kiai Munif menimba ilmu dari sosok ulama terkemuka itu.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Menikah </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sepulang dari Mekkah, KH. Munif Marzuqi kembali ke pesantren Langitan. Kemudian saat usia 31 tahun, KH. Abdullah Munif menikah dengan Ibu Nyai Lilik Qurratul Ishaqiyah (putri KH. Minanurrahman Al-Ishaqi Jatipurwo Surabaya). Setelah beliau melamar Ibu Nyai Qur 2 tahun sebelumnya. Saat itu Kiai Minan tidak menolak lamaran Kiai Munif, namun hanya menyarankan mencari lagi jodoh yang lebih siap.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di dalam pencariannya, Kiai Munif mendapatkan isyarah dengan bermimpi mendapatkan ikan Mas yang sangat bagus saat memancing, namun sayang ikan tersebut terlepas. Dalam hati Kiai Munif, “Ah, mungkin nanti datang sendiri.” Dan ternyata betul, ikan Mas itu tiba-tiba meloncat masuk ke perahu beliau. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini merupakan bentuk isyarah beliau dalam mendapatkan Ibu Nyai Qur, karena selang beberapa waktu, Kiai Munif dipanggil dan ditanya oleh Kiai Minan, “Piye, wes entuk jodoh dorong?” “Dereng,” jawab Kiai Munif. Dari situ kemudian akhirnya Kiai Munif dijodohkan kembali dengan putri Kiai Minan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat istikharah terkait perjodohan Kiai Munif, Kiai Minan bermimpi melihatnya membawa kitab dan mengelilingi langgar (mushala) yang di dalamnya banyak orang mengaji. Entah kenapa, akhirnya istikharah itu mengantarkan Kiai Minan pada persetujuan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat satu kisah populer yang sebenarnya belum diketahui pasti apa maksudnya, di mana saat wafatnya KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Utsman Al-Ishaqi (kakek Ibu Nyai Qur) datang berziarah ke Pondok Pesantren Langitan. Saat bersalaman, Kiai Munif yang saat itu berusia 17 tahun kemudian diberi karet gelang oleh Kiai Utsman, meski tidak diketahui tujuannya, karet gelang itu tetap disimpan oleh Kiai Munif hingga menikah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kepada sang istri dan menantunya (Ning Indah Ashilah), Kiai Munif sering menceritakan perihal cerita itu. Karet gelang pemberian Kiai Utsman ini disimpan dalam sampul buku hingga lengket dan baru ditunjukkan oleh beliau setelah menikah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">KH. Abdullah Munif Marzuqi kemudian dikaruniai 7 keturunan, yaitu: Ning Laily Dzatinnuha, Ning Arinil Haqqa, Agus Muhammad Zahid Hasbullah, Ning Robi’ah, Agus Muhammad Shofwatul Haq, Ning Salwa Khodijah dan terakhir Agus Ahmad Abdul Basith.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Peran </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam urusan Madrasah di Langitan, Kiai Munif mewarisi peranan abah dan pamannya dalam menggagas Madrasah Al Falahiyah. Pertama-tama beliau mendapat amanah menjaga keuangan madrasah, dengan menjadi bendahara. Kemudian naik menjadi kepala sekolah. Hingga wafatnya, Kiai Munif tercatat menjabat sebagai Mudir atau Direktur Madrasah Al-Falahiyah. Di mana, setiap perubahan dan kebijakan yang ada dalam madrasah, terlebih dahulu dimusyawarahkan dan dipertimbangkan bersama beliau.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam urusan infrastruktur pondok, KH. Munif pun mempunyai perhatian lebih. Mulai dari bangunan asrama, gorong-gorong, sampai kepada sirkulasi air dan listrik. Semuanya tak luput untuk diperhatikan. Dalam setiap pembangunan atau renovasi, Kiai Munif diminta menjadi penasihat atau rujukannya, seperti Darul Furqon, Ribath Al-Bukhori, Madrasah Al-Falahiyah, Kantor Aam, dsb.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Wafat </strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bumi Langitan berselimut duka kala sang tercinta dijemput ajalnya. Kamis, 20 Juli 2023 M/ 2 Muharram 1445 H pukul 15.55 WIB, pondok terbesar di Tuban itu kehilangan sosok pengasuhnya, KH. Abdullah Munif Marzuqi. Beliau wafat di usia 69 tahun menurut penanggalan Masehi dan usia 71 tahun menurut penanggalan Hijriah, setelah dirawat di Rumah Sakit Holistic Purwakarta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jenazah beliau dishalati di Mushala Agung PP. Langitan hingga 10 gelombang. Puluhan ribu pelayat, habaib, ulama, dan tokoh nasional lainnya ikut melayat dan turut berduka cita atas kepergian beliau. Puluhan ribu manusia tumpah ruah mengiringi jenazah KH. Abdullah Munif Marzuqi menuju peristirahatan terakhirnya, hingga jalan nasional Lamongan -Tuban berdampak ditutup.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kurang lebih selama satu tahun setengah beliau sering pulang-pergi ke rumah sakit. Meski sebetulnya setengah tahun itu beliau sudah sakit tapi tetap ditahan. Kiai Munif memang tipe orang yang tidak suka dan tidak betah di rumah sakit. Sekalipun dokter menawarkan rawat inap, beliau meminta untuk rawat jalan di rumah. Namun akhirnya di akhir masa hidup beliau, tiba-tiba beliau sendiri yang menginginkan untuk dirawat di Purwakarta sebagaimana saran KH. Ahmad Tajul Mafakhir (Pengasuh PP. Roudlotul Muttaqin), mengingat KH. Masbuchin Faqih (Pengasuh PP. Mambaus Sholihin) yang juga pernah dirawat di sana.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat Gus Mad (putra beliau) pulang dari Purwakarta, Kiai Munif mengijazahkan wirid yang beliau dapatkan dari Abuya. Kamis pagi saat Kiai Munif masuk ICU, para santri diminta untuk ikut membacakan wirid tersebut. Sebelumnya, Kiai Munif pernah berkata pada keluarganya, “Aku kalau sudah Kamis (atau) Jumat, itu sudah siap.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tanggal 17 Mei, Kiai Munif meminta Gus Zahid dan Gus Mad untuk menuliskan wasiat-wasiatnya, seperti warisan dan lainnya. Kiai Munif juga telah mengumpulkan keluarganya, berwasiat untuk selalu bertakwa, Wattaqullaha haitsuma kunta, selalu guyub rukun, dan senantiasa berhusnuzan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis: M. Abdullah Al Faiq</span></p>
<p>Sumber: Majalah Langitan Edisi 107</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/syaikhina-kh-abdullah-munif-marzuqi-mz-jalan-sunyi-sang-sufi/">Syaikhina KH. Abdullah Munif Marzuqi MZ: Jalan Sunyi Sang Sufi</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/syaikhina-kh-abdullah-munif-marzuqi-mz-jalan-sunyi-sang-sufi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Agus Wasi&#8217;ul Fikri Wafat Hari ini</title>
		<link>https://langitan.net/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rajiun-agus-wasiul-fikri-wafat-hari-ini/</link>
					<comments>https://langitan.net/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rajiun-agus-wasiul-fikri-wafat-hari-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 06:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[kabar duka]]></category>
		<category><![CDATA[langitan berduka]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agus Wasi&#8217;ul Fikri bin K. Hamim meninggal dunia pada pagi hari ini, Senin (8/7/24) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebagai Informasi, Agus Wasi merupakan putra K. Hamim yang mana beliau merupakan saudara kandung Al Maghfurlah Syaikhina KH. Abdullah Faqih. Kabar kewafatan Agus Wasi&#8217; diinformasikan oleh Agus Islah, putra beliau melalui story Whatsapp pribadi. &#8220;Innalillahi wa inna [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rajiun-agus-wasiul-fikri-wafat-hari-ini/">Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Agus Wasi&#8217;ul Fikri Wafat Hari ini</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_224614" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224614" class="wp-image-224614 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/450372186_463695129857276_5374135654181186678_n.jpg" alt="" width="750" height="938" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/450372186_463695129857276_5374135654181186678_n.jpg 750w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2024/07/450372186_463695129857276_5374135654181186678_n-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-224614" class="wp-caption-text"><strong>Kabar Duka</strong>: Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Agus Wasi&#8217;ul Fikri Wafat Hari ini.</p></div>
<p>Agus Wasi&#8217;ul Fikri bin K. Hamim meninggal dunia pada pagi hari ini, Senin (8/7/24) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebagai Informasi, Agus Wasi merupakan putra K. Hamim yang mana beliau merupakan saudara kandung Al Maghfurlah Syaikhina KH. Abdullah Faqih.</p>
<p>Kabar kewafatan Agus Wasi&#8217; diinformasikan oleh Agus Islah, putra beliau melalui story Whatsapp pribadi.</p>
<p>&#8220;Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sampun tilar dunyo abah kulo, Wasiul Fikri. Bekmenawi wonten salah, nyuwun agungipun pangapunten&#8221; tulis Agus Islah.<br />
(Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah wafat ayah saya, Wasiul Fikri, bila ada kesalahan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya)</p>
<p>Jenazah Almarhum akan dishalati di Aula Utama PP. Langitan bersama Majelis Masyyaikh, keluarga, asatidz dan para santri setelah Shalat Zuhur berjamaah. Lalu jenazah beliau akan dimakamkan di TPU Mandungan, Widang, Tuban.</p>
<p>Pewarta: Mahir Riyadl</p>
<p>Editor: M. Abdullah Al Faiq</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rajiun-agus-wasiul-fikri-wafat-hari-ini/">Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Agus Wasi&#8217;ul Fikri Wafat Hari ini</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/innalillahi-wa-inna-ilaihi-rajiun-agus-wasiul-fikri-wafat-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Duka! KH. Nuril Huda, Pendiri PMII Wafat Hari ini</title>
		<link>https://langitan.net/kabar-duka-kh-nuril-huda-pendiri-pmii-wafat-hari-ini/</link>
					<comments>https://langitan.net/kabar-duka-kh-nuril-huda-pendiri-pmii-wafat-hari-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 06:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Layar]]></category>
		<category><![CDATA[KH. Nuril Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Pendiri PMII]]></category>
		<category><![CDATA[PMII]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=224491</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. KH. Nuril Huda, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), wafat pada hari Rabu pagi ini (20/12/23). Dilansir dari NU Online, dikabarkan bahwa beliau wafat di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Timur pada pagi hari pukul 06.35. Rencananya, beliau akan dikebumikan di komplek Ponpes Darul Ulum, Medali, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kabar-duka-kh-nuril-huda-pendiri-pmii-wafat-hari-ini/">Kabar Duka! KH. Nuril Huda, Pendiri PMII Wafat Hari ini</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_224492" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-224492" class="wp-image-224492 size-full" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/WEB-BARU.jpg" alt="" width="990" height="556" srcset="https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/WEB-BARU.jpg 990w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/WEB-BARU-300x168.jpg 300w, https://langitan.net/wp-content/uploads/2023/12/WEB-BARU-768x431.jpg 768w" sizes="(max-width: 990px) 100vw, 990px" /><p id="caption-attachment-224492" class="wp-caption-text">Foto: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, KH. Nuril Huda, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), wafat pada hari Rabu pagi ini (20/12/23).</p></div>
<p>Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. KH. Nuril Huda, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), wafat pada hari Rabu pagi ini (20/12/23).</p>
<p>Dilansir dari NU Online, dikabarkan bahwa beliau wafat di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Timur pada pagi hari pukul 06.35. Rencananya, beliau akan dikebumikan di komplek Ponpes Darul Ulum, Medali, Kecamatan Sugio, Lamongan.</p>
<p>Sebagai informasi, KH. Nuril Huda merupakan salah seorang pendiri PMII yang didirikan pada 17 April 1960. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2004-2010 M.</p>
<p>Pondok Pesantren Langitan melalui akun Instagram resminya @menaralangitan mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya KH. Nuril Huda. Dalam postingan yang diunggah pada Rabu (20/12/23) dituliskan.</p>
<p style="text-align: center;">إِنَّا لِلّٰهِ وَ إِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ</p>
<p>Keluarga besar Pondok Pesantren Langitan turut berduka cita atas wafatnya Drs. KH. A. Nuril Huda bin KH. Mohammad Shoib (Sesepuh Alumni Ponpes Langitan, salah satu Pendiri PMII &#8211; Ketua Lembaga Dakwah PBNU Periode 2004-2009) pada Rabu, 20 Desember 2023/7 Jumadil Akhir 1445 Pukul 06.35 WIB.</p>
<p>Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka, Kemang Pratama Regency, Jl. Pirus Blok F25, Kota Bekasi Jawa Barat.</p>
<p>Rencananya jenazah akan dimakamkan di Komplek Ponpes Darul Ulum, Medali, Kec. Sugio, Kab. Lamongan. Diberangkatkan dari rumah duka Pukul 16.00 WIB.</p>
<p>Semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah Swt, keluarga yang ditinggalkan selalu dalam kesabaran dan keikhlasan, dan wafat dalam keadaan husnu al-khatimah. Amin. (riy)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/kabar-duka-kh-nuril-huda-pendiri-pmii-wafat-hari-ini/">Kabar Duka! KH. Nuril Huda, Pendiri PMII Wafat Hari ini</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/kabar-duka-kh-nuril-huda-pendiri-pmii-wafat-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</title>
		<link>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/</link>
					<comments>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 12:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Barakah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[Para]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan(10/06/12), berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-1850" title="100 hari" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1-300x146.jpg" alt="" width="300" height="146" /></a>Langitan(10/06/12)</strong>, berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 hari itu hari sebelumnya telah dibuka dengan Khotmil qur&#8217;an baik <em>bil ghoib </em>atau <em>binnadzor</em>Ã‚Â yang diletakkan di beberapa titik di lokasi pesantren serta <em>ndalem </em>para putra syaikhina.</p>
<p>Acara tersebut dibuka denganÃ‚Â khotmil Qur&#8217;an yang dipimpin langsung oleh KH. Munawir Munajat dari Salatiga, kemudian dilanjut tahlil dipimpin Habib Hasan bin Muhammad bin Idrus Assegaf Ã‚Â dari Pasuruan, dirangkai Mauidzoh dari KH. Soleh Qosim, Sidoarjo, KH. Solahuddin Wahid, Jombang, Habib Zidan bin Nauval bin Salim bin Zidan dari Jakarta. setelah itu dilanjutkan sambutan dari wakil gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, dan ditutup do&#8217;a yang dipimpim KH. Soleh Qosim.</p>
<p>Acara tersebut berlanjut dengan penuh khidmat, harapan besar dengan peringatan 100 hari Syaikhina, selain agar menambah kecintaan kita terhadap beliau, juga akan mengalir berkah yang dapat diraih oleh umat. Amiin.<strong>[Ahlu]</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</title>
		<link>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/</link>
					<comments>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 12:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Langituna]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Barakah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Elemen]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[langitan]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[Para]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Semua]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Air]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama']]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langitan.net/?p=1848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langitan(10/06/12), berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1.jpg"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-1850" title="100 hari" src="https://langitan.net/wp-content/uploads/2012/06/100-hari1-300x146.jpg" alt="" width="300" height="146" /></a>Langitan(10/06/12)</strong>, berbagai elemen masyarakat berduyun-duyun datang menuju pondok pesantren Langitan guna memperingati 100 hari wafatnya Syaikhina KH. Abdulloh Faqih. Dalam acara yang mengusung tema &#8220;Berkah Ilahi di Majlis 100 Hari&#8221; itu pun dihadiri para ulama&#8217; tanah air, pejabat pemerintah dan juga para santri, alumni serta masyarakat umum yang mereka semua sangat mencintai Syaikhina. Peringatan 100 hari itu hari sebelumnya telah dibuka dengan Khotmil qur&#8217;an baik <em>bil ghoib </em>atau <em>binnadzor</em>Ã‚Â yang diletakkan di beberapa titik di lokasi pesantren serta <em>ndalem </em>para putra syaikhina.</p>
<p>Acara tersebut dibuka denganÃ‚Â khotmil Qur&#8217;an yang dipimpin langsung oleh KH. Munawir Munajat dari Salatiga, kemudian dilanjut tahlil dipimpin Habib Hasan bin Muhammad bin Idrus Assegaf Ã‚Â dari Pasuruan, dirangkai Mauidzoh dari KH. Soleh Qosim, Sidoarjo, KH. Solahuddin Wahid, Jombang, Habib Zidan bin Nauval bin Salim bin Zidan dari Jakarta. setelah itu dilanjutkan sambutan dari wakil gubernur Jawa Timur, Drs. Syaifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, dan ditutup do&#8217;a yang dipimpim KH. Soleh Qosim.</p>
<p>Acara tersebut berlanjut dengan penuh khidmat, harapan besar dengan peringatan 100 hari Syaikhina, selain agar menambah kecintaan kita terhadap beliau, juga akan mengalir berkah yang dapat diraih oleh umat. Amiin.<strong>[Ahlu]</strong></p>
<p>The post <a href="https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/">Bertabur Berkah Di Malam 100 Hari Mbah Kyai</a> appeared first on <a href="https://langitan.net">Pondok Pesantren Langitan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://langitan.net/bertabur-berkah-di-malam-100-hari-mbah-kyai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
