Author: sahal

Daging kurban harus dibagi mentah

Setelah hari raya Idul Fitri di bulan Syawal, kaum muslimin masih mempunyai satu hari raya lagi yang terkenal dengan sebutan Idul Adha atau hari raya Qurban, karena pada hari itu mereka menyembelih hewan Qurban sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas rejeki yang telah dianugerahkan kepada mereka. Hewan yang disembelih tersebut populer dengan sebutan udhiyah. Dasar Hukumnya Dalil yang mendasari pelaksanaan ibadah Qurban adalah firman Allah dalam surat al Kaustar, fasholli lirobbika wanhar, “Sholatlah Idul Adha dan sembelihlah qurban,” dan Hadist Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam, maa ‘amila ibnu aadama yaumannahri min ‘amalin ahabba ilallahi ta’ala min iroqotiddami……..al hadist, “Tiada amal yang dilakukan anak adam pada hari raya Qurban yang lebih baik menurut Allah kecuali menyembelih qurban.”Hal-hal yang Disyaratkan Dalam Berqurban Dalam melaksanakan ibadah Qurban ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu: 1. Hewan yang disembelih harus berupa hewan ternak yang antara lain, unta, sapi, kerbau, atau kambing. Namun menurut Ibnu Abas ra. boleh saja berqurban dengan meyembelih ayam bila tidak punya hewan ternak sebagaimana tersebut di atas. Dalam hal ini ada anjuran bagi orang faqir untuk taqlid pada madzhabnya ibnu abbas (Bajuri II,295). 2. Waktu penyembelihannya pada hari raya Idul Adha (tanggal 10 Dzul Hijjah) dan pada hari-hari Tasyriq (11,12 dan 13 Dzul Hijjah) beserta malam harinya. 3. Niat berqurban untuk mendekatkan diri pada Allah. Dari uraian di atas dapat pula disimpulkan bahwa berkurban dengan uang...

Read More

Boleh pamer asal jangan riya’

Imam Hasan pernah dawuh “Banyak sekali orang muslim yang telah memahami bahwa melakukan ritual agama (ibadah) dengan sembunyi-sembunyi itu lebih dapat menjaga diri dari ancaman unjuk gigi (riya’)”. Namun yang perlu juga diperhatikan adalah melakukan ibadah dengan terang-terangan dan dilihat oleh orang lain itu juga memiliki banyak faidah. Bahkan Allah sendiri di dalam Al Qur’an dalam surat Al Baqoroh ayat ke-21 sangat memuji amal ibadah seorang hamba tanpa memandang apakah itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu...

Read More

Bertaubat gara-gara Melihat Wanita Mandi

Berbuat dosa adalah suatu kemestian bagi seorang manusia biasa. Bahkan Rasulullah Shollallahu alihi wasallam sampaikan, bahwa seandainya manusia tidak berbuat dosa, niscaya Allah Subhanahu wata’ala akan memusnahkan mereka dan mengganti dengan hambaNya yang lain yang melakukan dosa dan minta ampun kepadaNya, sehingga Allah Subhanahu wata’ala mengampuninya, hal ini untuk menunjukkan ke maha pengampunan Dia. Yang menarik untuk diperhatikan dari cerita berikut ini adalah bagaimana sikap seorang setelah melakukan dosa. Sejauh mana penyesalan dan taubatnya. Kejadian ini adalah satu dari ribuan peristiwa serupa di masa khairul qurun (masa terbaik) yang bisa menjadi cermin bagi kita. Seorang pemuda belia dari kalangan penduduk Madinah datang kepada Rasulullah SAW, masuk Islam. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW. dengan cara menjadi khadim beliau. Dan keinginannya dikabulkan oleh Rasul. Maka sahabat yang bernama Tsa’labah bin Abdurrahman Al Anshari RA. itu pun melalui hari-harinya melayani keperluan Rasulullah SAW. Awal Bencana Suatu hari, ia diutus oleh Rasulullah SAW untuk satu keperluan. Ia pun bergegas pergi. Dalam perjalanan, tanpa sengaja ia menoleh ke sebuah pintu rumah yang lupa tidak ditutup oleh pemiliknya. Begitu melihat ke dalam, nampak seorang wanita sedang mandi. Wajahnya mendadak pucat, tubuhnya gemetar ketakutan. Pikirannya sibuk membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang bisa menimpa dirinya. Sampai terbayang bahwa mungkin saja Allah SAW. akan menurunkan wahyu pada Rasulullah SAW. menceritakan kejadian dirinya. Dicekam ketakutan yang luar biasa, ia melarikan diri...

Read More

Yahudi bangsa perampas

Oleh: H. Fadlil Said An Nadwi LC. Israel artinya hamba Allah,sebuah nama Nabi Ya’kub bin Ishaq AS. Bani Israel berarti anak keturunan Ya’kub AS. Al Quran al Karim telah mem-bicarakan Bani Israel secara panjang lebar dan amat detail. Yang demikian ini menunjukkan bahwa Al Quran menaruh per-hatian besar mengungkap hakekat Yahudi atau Judaisme dan segala sifat buruk yang tersembunyi dalam jiwa mereka, yang suka berkhianat dan melakukan keru-sakan, agar orang-orang Islam waspada terhadap mereka. Israel disebutkan dalam Al Quran sebanyak 43 kali. 6 kali dalam Surah Al Baqarah, ayat 40, 47, 83, 122, 211 dan 246. 2 kali dalam Surah Ali Imran, ayat 49, dan 93. 5 kali dalam Surah Al Maidah, ayat 12, 32, 70, 82, 78 dan 110. 4 kali dalam Surah Al A’raf, ayat 105, 134, 137 dan 138. 2 kali dalam Surah Yunus, ayat 90 dan 93. 4 kali dalam Surah Al Isra 2, 4, 101 dan 104. Sekali dalam Surah Maryam, ayat 58. 3 kali dalam Surah Thaha, ayat 47, 80 dan 94. 4 kali dalam Surah Asy Syu’ara, ayat 17, 22, 59 dan 197. Sekali dalam Surah As Sajdah, ayat 23. Sekali dalam Surah Ghafir, ayat 53. Sekali dalam Surah Az Zuhruf, ayat 59. Sekali dalam Surah Ad Dukhon, ayat 30. Sekali dalam Surah Al Jatsiyah, ayat 16. Sekali dalam Surah Al Ahqaf, ayat 10. dan 2 kali dalam Surah Al Shof, ayat...

Read More

Romantisme Dunia

Berbicara perihal dunia, sepertinya kita akan agak kesulitan untuk menemukan titik akhirnya. Persis sebagaimana kita kalau membahas tentang cinta, tahta, harta bahkan wanita. Boleh dikata selama lidah manusia masih basah, mereka tidak akan berhenti membahasnya. Hal ini memang tidak terlepas dari banyaknya komentar tentang dunia itu sendiri. Coba kita hitung berapa banyak ayat Alloh yang menjelaskan dunia, juga tidak sedikit hadits dan pendapat para Alim berkaitan alam fana. Namun yang perlu kita garis bawahi dari kesemuanya adalah kesimpulan yang mengarah pada satu muara yaitu: “Dunia pada hakekatnya sama sekali tidak berharga”. Terlepas dari firman Alloh dan hadits Nabi serta berbagai pendapat kalangan Ulama, kalau kita menganalisa dunia dari sisi lafdhiyah tekait maknanya, maka kita juga akan menemukan kesimpulan yang sama dengan yang di atas. Dunia yang dalam tata letak ilmu arab adalah isim sifat yang mengikuti wazan fu’la memiliki dua opsi pengartian, yaitu : 1. sesuatu yang dekat (teradopsi dari lafadh ad-dunuwwu), dan 2. sesuatu yang hina (teradopsi dari lafadh ad-dana’ah). Harus diakui kalau kita memperhatikan pergeseran waktu dan masa di dunia ini dengan menggunakan indra dhohir (luar) saja, maka kita tidak akan merasakan perpindahan detik menuju menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Sehingga waktu di dunia ini seolah tidak beranjak dari tempatnya. Dan kita baru akan merasakannya kalau kita sudah sampai pada penghujung waktu. Tak jarang pada saat seperti itu kita berucap, “tak terasa waktu sudah...

Read More

Archives

Categories

Fans Page

Statistik